SUSPENSI SAHAM: Berlian Tanker tunda paparan publik

PT Berlian Laju Tanker Tbk menunda penyelenggaraan paparan publik yang rencananya diagendakan pada 31 Januari hingga penyelenggaraan lebih lanjut.

Hal itu disampaikan manajemen perusahaan yang dipimpin Widihardja Tanudjaja tersebut di dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia hari ini, 30 Januari 2012.

"Terpaksa ditunda sesuai rekomendasi dari pensihat keuangan perseroan hingga tanggal yang akan diinformasikan kemudian," ujar manajemen dalam surat elektroniknya. Penasihat keuangan yang dimaksud adalah FTI Consulting.

Akhir pekan lalu, Berlian Tanker mengumumkan keputusan untuk menunda seluruh pembayaran utang dan obligasi perseroan serta kelompok usahanya (standstill), kecuali salah satu anak usahanya yaitu PT Buana Listya Tama Tbk.

Setelah pengumuman standstill utang itu, Fitch Ratings menurunkan peringkat jangka panjang denominasi rupiah dan asing Berlian Tanker ke C dari sebelumnya CCC.

Penurunan terjadi untuk kedua kali setelah peringkat Berlian Tanker diturunkan menjadi CCC dari posisi sebelumnya ketika suspensi saham diberlakukan di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Singapura pada 25
Januari.

Penurunan peringkat juga dilakukan untuk obligasi dolar AS Berlian Tanker senilai US$400 juta yang jatuh tempo 2014, yang diterbitkan oleh BLT Finance BV dan dijamin Berlian Tanker. Peringkat perbaikan
(recovery rating/RR) diturunkan ke level RR5.

Hal itu disampaikan oleh Primary Analyst & Direktur Fitch Ratings Nandini Vijayaraghavan dalam riset pemeringkatannya pada 27 Januari 2012.

Dia menjelaskan prospek pengawasan negatif (rating watch negative/RWN) yang telah ditetapkan pada 25 Januari 2012, dicabut.

"Penurunan peringkat terkait dengan pengumuman standstill obligasi Berlian Tanker, yang diumumkan pada 27 Januari 2012," ujar Vijayaraghavan dalam rilisnya.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga baru menurunkan peringkat Berlian Tanker dan obligasi serta sukuknya menjadi idCCC dari idBBB-, sehari sebelum perusahaan mengumumkan standstill.

0 komentar:

Copyright © 2008 - Informasi Saham - is proudly powered by Blogger