SURABAYA: Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB PMTS) menargetkan pada 2012-2013 merealisasikan pengeboran di tiga-lima sumur di Lapangan Tiaka yang masuk blok migas Senoro-Toili.
Dengan begitu, produksi migasnya diramalkan naik 130% dari 1.500-1.600 barrel of day (BOD) jadi 3.600-3.700 BOD pada 2013.
Guna merealisasikan target itu, JOB PMTS yang dibentuk oleh PT Pertamina Hulu Energi dan PT Medco E&P melakukan penandatangan dua kontrak fasilitas pengeboran senilai total US$68,05 juta.
Dua unit kotrak terdiri atas kontrak pemboran terintegrasi dengan PT Asia Petrocom Services senilai US$60,35 juta dan survei seismek 3D dengan PT Elnusa senilai US$7,7 juta yang diteken di Surabaya pada Jumat malam,(16 Desember).
General Affairs Manager JOB PMTS, Chandra Bima A mengatakan dua kontrak strategis itu diteken guna merealisasikan target produksi yang naik menjadi kisaran 3.600-3.700 barel per hari.
"Produksi blok migas Senori-Toili yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah itu kini mencapai kisaran 1.500-1.600 BOD [barrel of day/barel per hari], dengan dua kontrak itu maka diharapkan target produksi itu [3.600-3.700 BOD] bisa tercapai," kata Chandra.
General Manager JOB PMTS Indra Prasetya menegaskan upaya peningkatan produksi melalui dua kontrak strategis itu diharapkan bisa mendukung program pemerintah untuk menaikkan produksi migas nasional.
"JOB PMTS telah sepakat dengan PT Asia Petrocom Services guna meneken kontrak IPM [integrated project management] untuk lima sumur baru di lapangan Tiaka dengan nilai US$60,35 juta atau setara Rp548,58 miliar," kata Indra seusai penandatanganan kontrak.
Indra menegaskan kini produksi blok Senori-Toili berkisar 1.500-1.600 barel per hari dari hasil produksi enam sumur yang aktif.
"Potensi minyak per sumur ditaksir sebesar 700 barrel per hari, bila ada tambahan tiga sumur baru saja maka diharapkan awal 2013 produksi di lapangan Tiaka bisa mencapai 3.600 barrel hingga 3.700 barrel per hari."
Indra menerangkan proses pengeboran akan dimulai pada Maret 2012 dan memakan waktu selama tiga bulan.
"Perkiraannya, Juni 2012 sudah ada penambahan sebesar 700 barrel per hari untuk satu sumur, tiga bulan selanjutnya akan ada tambahan 700 barrel dan seterusnya sumur ke tiga akan beroperasi tiga bulan selanjutnya," ungkapnya.
Khusus untuk produksi gas, kata Indra, akan linier dengan mengikuti produksi minyak.
"Karena yang diutamakan manajemen JOB PMTS disini adalah minyak. Namun, diperkirakan per sumur produksi gas akan berada dikisaran 2-3 MMSCFD [Milion Metric Square Cubic Feed Day/ juta kaki kubik per hari]."
Indra menerangkan tambahan produksi gas itu maka produk akan mencapai sekitar 10 MMSCFD dari posisi saat ini sekitar 5- 6 MMCSCFD.
JOB PMTS, kata Indra merupakan badan operasi bersama dengan pemegang partisipasing interest PT Pertamina Hulu Energi dan PT Medco E&P Indonesia dalam mengelola blok migas Senori.
"Blok ini telah dikelola sejak 1999 dengan jangka waktu kontrak karya selama 30 tahun. Artinya hingga kini telah memasuki masa setengah waktu kontrak."
Kontrak seismik
Khusus untuk kontrak survei seismik 3D senilai US$7,7 juta atau setara Rp69,99 miliar itu mencakup survei untuk luas lapangan 128 km2 di lapangan gas Senori dengan fasilitas on shore.Dengan begitu, produksi migasnya diramalkan naik 130% dari 1.500-1.600 barrel of day (BOD) jadi 3.600-3.700 BOD pada 2013.
Guna merealisasikan target itu, JOB PMTS yang dibentuk oleh PT Pertamina Hulu Energi dan PT Medco E&P melakukan penandatangan dua kontrak fasilitas pengeboran senilai total US$68,05 juta.
Dua unit kotrak terdiri atas kontrak pemboran terintegrasi dengan PT Asia Petrocom Services senilai US$60,35 juta dan survei seismek 3D dengan PT Elnusa senilai US$7,7 juta yang diteken di Surabaya pada Jumat malam,(16 Desember).
General Affairs Manager JOB PMTS, Chandra Bima A mengatakan dua kontrak strategis itu diteken guna merealisasikan target produksi yang naik menjadi kisaran 3.600-3.700 barel per hari.
"Produksi blok migas Senori-Toili yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah itu kini mencapai kisaran 1.500-1.600 BOD [barrel of day/barel per hari], dengan dua kontrak itu maka diharapkan target produksi itu [3.600-3.700 BOD] bisa tercapai," kata Chandra.
General Manager JOB PMTS Indra Prasetya menegaskan upaya peningkatan produksi melalui dua kontrak strategis itu diharapkan bisa mendukung program pemerintah untuk menaikkan produksi migas nasional.
"JOB PMTS telah sepakat dengan PT Asia Petrocom Services guna meneken kontrak IPM [integrated project management] untuk lima sumur baru di lapangan Tiaka dengan nilai US$60,35 juta atau setara Rp548,58 miliar," kata Indra seusai penandatanganan kontrak.
Indra menegaskan kini produksi blok Senori-Toili berkisar 1.500-1.600 barel per hari dari hasil produksi enam sumur yang aktif.
"Potensi minyak per sumur ditaksir sebesar 700 barrel per hari, bila ada tambahan tiga sumur baru saja maka diharapkan awal 2013 produksi di lapangan Tiaka bisa mencapai 3.600 barrel hingga 3.700 barrel per hari."
Indra menerangkan proses pengeboran akan dimulai pada Maret 2012 dan memakan waktu selama tiga bulan.
"Perkiraannya, Juni 2012 sudah ada penambahan sebesar 700 barrel per hari untuk satu sumur, tiga bulan selanjutnya akan ada tambahan 700 barrel dan seterusnya sumur ke tiga akan beroperasi tiga bulan selanjutnya," ungkapnya.
Khusus untuk produksi gas, kata Indra, akan linier dengan mengikuti produksi minyak.
"Karena yang diutamakan manajemen JOB PMTS disini adalah minyak. Namun, diperkirakan per sumur produksi gas akan berada dikisaran 2-3 MMSCFD [Milion Metric Square Cubic Feed Day/ juta kaki kubik per hari]."
Indra menerangkan tambahan produksi gas itu maka produk akan mencapai sekitar 10 MMSCFD dari posisi saat ini sekitar 5- 6 MMCSCFD.
JOB PMTS, kata Indra merupakan badan operasi bersama dengan pemegang partisipasing interest PT Pertamina Hulu Energi dan PT Medco E&P Indonesia dalam mengelola blok migas Senori.
"Blok ini telah dikelola sejak 1999 dengan jangka waktu kontrak karya selama 30 tahun. Artinya hingga kini telah memasuki masa setengah waktu kontrak."
Kontrak seismik
"Survei seismik itu juga diberlakukan di off shore [fasilitas wilayah perairan] dengan harapan mendapatkan data akurat bagi rencana pengembangan pengeboran sejumlah sumur baru. Rencana untuk eksplorasi sumur baru itu dilakukan pada 2013 mendatang," ujar Indra.
Disisi lain, Direktur PT Asia Petracom Services Eddy mengatakan pihaknya sangat merasa gembira dengan ditekennya kontrak fasilitas rig pengeboran atau pengeboran terintegrasi tersebut.
"Manajemen Asia Petracom services merasa senang karena nilai kontraknya sangat besar sekali, bahkan dengan dukungan pendanaan dari manajemen Bank BNI maka proyek itu diyakini akan dilaksanakan secara maksimal," ungkap Eddy pada kesempatan sama.
0 komentar:
Post a Comment