INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan rights issue untuk dua perusahaan tambang yaitu PT Timah Tbk (TINS) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
"Timah membutuhkan dana untuk ekspansi," ujar Deputi Kementerian BUMN Bidang restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Jayanto di kantornya, Senin (18/10).
Ia menuturkan, Timah membutuhkan dana untuk mendanai belanja modal (Capex) tahun depan yang diperkirakan bernilai cukup besar. Kebutuhan dana terutama untuk pengembangan proyek aspal di Buton, Sulawesi Tenggara.
"Kalau besarnya dana yang mau diambil itu tergantung kebutuhan dari perusahaan dalam rangka Capex dia," tuturnya.
Dikatakannya, saat ini pemerintah masih membahas rencana aksi korporasi tersebut dalam Komite Privatisasi.
Lebih lanjut Pandu menjelaskan, pemerintah tahun depan bakal menggelar privatisasi dari 7 BUMN melalui mekanisme penawaran umum perdana (IPO).
Meski belum mau mengungkapkan nama-nama BUMN tersebut, diantara 7 perusahaan pelat merah itu ada yang bergerak di sektor jasa transportasi, perkebunan dan jasa konstruksi. "Sekitar 7 perusahaan akan IPO tapi itu masih harus dibahas lagi di komite privatisasi," tukasnya.
"Timah membutuhkan dana untuk ekspansi," ujar Deputi Kementerian BUMN Bidang restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Jayanto di kantornya, Senin (18/10).
Ia menuturkan, Timah membutuhkan dana untuk mendanai belanja modal (Capex) tahun depan yang diperkirakan bernilai cukup besar. Kebutuhan dana terutama untuk pengembangan proyek aspal di Buton, Sulawesi Tenggara.
"Kalau besarnya dana yang mau diambil itu tergantung kebutuhan dari perusahaan dalam rangka Capex dia," tuturnya.
Dikatakannya, saat ini pemerintah masih membahas rencana aksi korporasi tersebut dalam Komite Privatisasi.
Lebih lanjut Pandu menjelaskan, pemerintah tahun depan bakal menggelar privatisasi dari 7 BUMN melalui mekanisme penawaran umum perdana (IPO).
Meski belum mau mengungkapkan nama-nama BUMN tersebut, diantara 7 perusahaan pelat merah itu ada yang bergerak di sektor jasa transportasi, perkebunan dan jasa konstruksi. "Sekitar 7 perusahaan akan IPO tapi itu masih harus dibahas lagi di komite privatisasi," tukasnya.
0 komentar:
Post a Comment