Verifikasi Sarijaya Tuntas Pekan Depan


INILAH.COM, Jakarta - Hasil proses verifikasi data nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) yang dilakukan Bapepam-LK diperkirakan selesai pekan ini.


Semua saham nasabah segera dikembalikan jika proses verifikasi selesai, kata Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany di Jakarta, Selasa (27/1).


Fuad juga mengatakan pihaknya bersama tim verifikasi saat ini juga tengah melakukan verifikasi dalam hal yang lebih detil lagi terhadap SPS.


"Sekarang hampir selesai, mungkin minggu ini. Nanti saya cek lagi tim saya, minggu lalu kan verifikasi hampir selesai masih banyak nasabah yang belum datang untuk verifikasi tetapi itu tidak apa-apa," ujar Fuad di gedung BEI.


Fuad menjelaskan jika hasil verifikasi SPS positif, saham-saham nasabah yang tersangkut pada sekuritas terbesar itu segera dikembalikan. Selanjutnya, akan diserahkan sepenuhnya pengelolaan saham tersebut kepada nasabah yang bersangkutan.


"Kalau semua posisi sudah bagus kita akan kembalikan semua saham-saham mereka, selanjutnya terserah mereka, apakah akan pilih tetap simpan dananya di Sarijaya atau tidak itu tergantung mereka," ujarnya.

Bakrie & Brothers laporkan hasil media gathering


JAKARTA (Bisnis.com): Manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menghadap Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk melaporkan hasil media gathering yang dilakukan 2 pekan lalu.

"Kami ingin melaporkan hasil media gathering saja, rapat rutin," ujar Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali kepada pers di Jakarta, siang ini.

Dalam rombongan emiten itu, Yuanita di antaranya ditemani Sekretaris Perusahaan BNBR Sri Damayanti dan Vice President Iinvestment Banking PT Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra.

Berdasarkan pengamatan Bisnis, rombongan itu menghadap Kepala Biro Penilaian Keuangan Sektor Jasa Bapepam-LK Noor Rachman yang juga dihadiri Kepala Biro Penilaian Keuangan Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan.

Hingga tulisan ini diturunkan, rapat masih berlangsung di kompleks Departemen Keuangan Jl Wahidin Jakarta.

BNBR berencana menerbitkan saham baru (right issue) sebagai pengganti surat utang tukar (convertible bond), dalam rangka pengalihan utangnya ke Oddickson Finance ke Northstar Pacific.

Kalbe Farma Buy Back Capai Rp58 M


JAKARTA - Perusahaan farmasi nasional PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) telah melakukan program pembelian kembali (buy back) saham mencapai Rp58,47 miliar.

"Program buy back saham ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, dilakukan dari 14 November 2009-16 Januari 2009. Dari maksimal pembelian kembali saham sebesar 14,94 persen modal disetor senilai Rp940,7 miliar. Jumlah dana yang sudah digunakan sebesar Rp44,18 miliar atau sekira 106,5 juta saham," ungkap Sekretaris Perusahaan KLBF Vidjongtius, dalam keterbukaan informasinya di BEI, Jakarta, Selasa (27/1/2009).

Dia menambahkan, untuk periode kedua yang dilakukan pada 19-23 Januari 2009, dari maksimal pembelian kembali 14,94 persen modal disetor senilai Rp940,7 miliar, jumlah dana yang telah digunakan mencapai Rp14,3 miliar atau 32,1 juta saham.

"Dari kedua tahap tersebut, total saham yang telah dibeli kembali jumlahnya mencapai 138,6 juta saham senilai Rp 58,47 miliar. Artinya, perseroan telah melakukan pembelian kembali saham Perseroan sebanyak 5,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, perseroan juga berencana melakukan buy back saham sebanyak-banyaknya 14,94 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Pada perdagangan IHSG sesi kedua, kode perseroan KLBF mengalami penguatan Rp20 atau 4,6 persen ke harga Rp455 per lembar sahamnya.

Inilah 'Dosa' BNBR di Mata Bapepam-LK


INILAH.COM, Jakarta - Aksi korporasi kelompok usaha Bakrie & Brothers (BNBR) merupakan pekerjaan yang sedang menyita perhatian pejabat Bapepam-LK saat ini. Setelah investor publik dibuat pusing, saatnya Bapepam-LK menunjukan semua teka-teki akan terjawab melalui kejelian lembaga pengawas pasar modal ini.

Jarang Bapepam-LK menangani kasus emiten sampai ke Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. Jadi ini merupakan kasus terbesar yang ditangani Bapepam-LK. Bahkan Kabiro Biro Pemeriksaan dan Penyidikan, Sarjito mengaku baru kali ini mendapat kasus berat. “Jadi kita ketahuan kerjanya kalau ada kasus,” katanya menanggapi banyaknya kasus yang diberikan belakangan ini.

Sasaran yang menjadi titik tembak Bapepam-LK antara lain proses akuisisi 3 perusahaan tambang oleh PT Bumi Resources Tbk. Akuisisi ini mengandung transaksi material sebesar Rp 6,18 triliun. Aksi korporasi yang juga akan dibedah Bapepam-LK adalah penerbitan convertible bond sebesar Rp 4,26 triliun.

BNBR akan melakukan convertible bond senilai Rp 4,26 triliun dengan jumlah saham sebanyak 38.7 miliar hingga 42,6 miliar lembar saham anak usahanya yang selama ini menjadi jaminan utang kepada Northstar. Hasil kerja sama BNBR dengan Northstar menyepakati Northstar berhak memiliki saham BNBR sebesar 30% dan sisanya 70% dikuasai perseroan.

Terakhir adalah kemungkinan benturan kepentingan antara Brentwood Venture Pte Ltd dan Long Haul Ltd. Brentwood Ventures Pte Ltd yang merupakan perusahaan migas dari Australia yang membeli 20% saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Long Haul Ltd da Capital Managers Asia Pte Ltd (CMA) merupakan mitra BNBR untuk menguasai saham perusahaan jasa kontraktor pertambangan dan energi, PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Bakrie Telecom Cari Untung Lewat Sriwijaya Air


Batam -
Bakrie Telecom menjalin kerjasama strategis untuk menjaring pelanggan baru bersama maskapai penerbangan Sriwijaya Air. Keduanya memberikan penawaran yang saling menguntungkan bagi semua pihak.

Seluruh pelanggan Esia, Wifone, dan Wimode, bisa mendapatkan potongan harga tiket pesawat Sriwijaya Air sebanyak 20% untuk semua penerbangan domestik hingga 30 Juni 2009.

"Namun, pelanggan Bakrie Telecom harus telah terlebih dulu mengisi pulsa dengan voucher talktime edisi khusus denominasi Rp 50 ribu sebanyak 200 ribu lembar dan denominasi Rp 100 ribu sebanyak 50 ribu lembar," jelas Erik Meijer, Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom Bidang Pemasaran.

Erik mengatakan demikian sesaat sebelum melepas acara 'Journalist Amazing Games Batam', di Bandara Soekarno-Hatta, akhir pekan ini.

"Ini salah satu wujud terima kasih kami untuk semua pelanggan Bakrie Telecom.
Setelah menelepon hemat, kini pelanggan kami juga bisa terbang hemat," demikian Erik setengah berpromosi.

Bakrie Telecom menargetkan kerjasama dengan Sriwijaya Air ini bisa menambah jumlah pelanggan 100 ribu. Kerjasama ini juga diharap bisa ikut memberi kontribusi revenue perusahaan yang semula ditargetkan naik 15-20% dengan penambahan 3,5 juta pelanggan baru menjadi 10,5 juta di 2009.

"Saat ini, pelanggan Bakrie Telecom telah lebih dari tujuh juta pelanggan," pungkas Erik Meijer.

Bank Mandiri luncurkan Mandiri Mobile


JAKARTA (Bisnis.com): Bank Mandiri meningkatkan pelayanan bagi nasabah dengan menghadirkan Mandiri Mobile, mobil yang didesain khusus dengan dilengkapi ATM Mandiri dan sarana transaksi bank lainnya.

Tidak hanya ATM, Mandiri Mobile juga dilengkapi Internet Banking dan Phone Banking Call Mandiri.

"Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kebutuhan nasabah, ingin selalu dapat melakukan transaksi perbankan yang efektif dan efisien. Untuk itu Mandiri Mobile akan kami tempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti universitas, pabrik, arena pameran," kata Budi Gunadi Sadikin, Direktur Micro & Retail Banking Bank Mandiri, dalam siaran pers, sore ini.

Sebelumnya Bank Mandiri telah meluncurkan 3 unit Mandiri Mobile untuk nasabah di Jakarta. Pada Januari ini, setelah Surabaya, rencananya Mandiri Mobile akan hadir di kota Malang, Semarang, Batam, Medan, Yogyakarta dan Bandung.

Budi menjelaskan unit Mandiri Mobile hadir untuk melengkapi ATM yang saat ini berjumlah 4.120 buah.

Sampai dengan akhir Desember 2008 transaksi yang terjadi melalui mesin Mandiri ATM sebesar 417 juta transaksi dari target 387 juta (107%).

Saat ini mesin Mandiri ATM telah mencakup 25% transaksi dari keseluruhan transaksi yang terjadi di Bank Mandiri.

Hingga kini, transaksi ATM didominasi oleh transaksi penarikan tunai sebesar 58.23%, pengecekan saldo sebesar 29.83%, transfer 5.85%, pembayaran kartu kredit, PAM, PLN, telepon dan lainnya sebesar 5.95%.

Pendapatan Adhi Karya Tembus Rp 6,5 Triliun


JAKARTA , Investor Daily
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan pendapatan belum diaudit sebesar Rp 6,5 triliun pada 2008, naik 30,78% dibanding 2007 yang mencapai Rp 4,97 triliun. Angka itu juga lebih besar dibandingkan target Rp 5,8 triliun.

“Adanya percepatan pengerjaan beberapa proyek yang ditangani Adhi membuat pendapatan tahun lalu naik hingga Rp 6,5 triliun,” kata Direktur Keuangan Adhi Karya Indradjaja Manopol kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (21/1).

Menurut Indradjaja, proyek yang dikerjakan perseroan pada 2008 di antaranya proyek pembangunan Hotel Golf Resort, Manado Sulawesi Utara senilai Rp 153 miliar, PLTU Jabar Pelabuhan Ratu paket 2 dan 3 senilai Rp 153 miliar, dan PLTU Merak Energy Power Plant senilai Rp 116 miliar.

Dia mengungkapkan, meski pendapatan melebihi target, pencapaian laba bersih perseroan diperkirakan tidak mencapai target Rp 138 miliar. Pada 2007, laba bersih Adhi mencapai Rp 111,60 miliar.

Naiknya beban operasional telah menekan perolehan laba bersih perusahaan pelat merah itu. “Laba bersih kemungkinan tidak mencapai target, tetapi masih berada di atas perolehan tahun sebelumnya,” papar Indradjaja.

Meski pendapatan tahun lalu melebihi target, kata dia, perseroan tidak akan merevisi target tahun ini. Adhi tetap menargetkan pendapatan tahun ini Rp 6,7 triliun atau hanya naik 3,07% dibanding 2008. Laba bersih diproyeksikan mencapai Rp 160 miliar. “Krisis ekonomi membuat sebagian besar perusahaan menunda proyeknya. Itu menjadi pertimbangan perseroan mempertahankan target,” paparnya

Untuk mendukung target tersebut, menurut dia, Adhi Karya akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui operasi anak perusahaannya di bidang jasa konstruksi domestik yang baru dibentuk, PT Adhicon Persada dan Adhi Multipower Pte Ltd. Kedua perusahaan itu bermarkas di Singapura.

Rights Issue
Indradjaja mengatakan, pihaknya akan menerbitkan saham baru (rights issue) jika harga saham perseroan kembali ke posisi Rp 1.200. Pada perdagangan kemarin, ADHI ditutup melemah Rp 5 (1,85%) ke posisi Rp 265. Nilai transaksinya Rp 2,09 miliar dengan jumlah saham berpindah tangan 7,81 juta saham. “Rencana rights issue tidak akan dibatalkan karena sudah mendapat persetujuan DPR,” ujar dia.

TIM GABUNGAN HANYA VERIFIKASI 2.000 NASABAH, Panin dan Vier Berebut Sarijaya


JAKARTA , Investor Daily
PT Panin Sekuritas Tbk dan Vier Jamal telah menyampaikan komitmen tertulis kepada Herman Ramli untuk membeli 100% saham PT Sarijaya Permana Sekuritas. Saat ini, kedua calon investor itu tengah bersaing ketat memperebutkan Sarijaya.

Vier Jamal selaku hedge fund manager dari konsorsium empat investor, mengakui, pihaknya sudah mengajukan penawaran senilai Rp 400 miliar melalui Lutfi Hakim, kuasa hukum Sarijaya. “Benar, saya sudah serahkan offering letter (kemarin). Surat itu juga akan disampaikan kepada Bapepam,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (21/1).

Vier menegaskan, pihaknya juga telah bertemu dengan manajemen Sarijaya untuk memperoleh informasi lengkap mengenai perusahaan sekuritas yang memiliki 48 cabang di seluruh Indonesia itu.

Di lain pihak, Wakil Direktur Utama PT Panin Sekuritas Tbk Handrata Sadeli mengakui, pihaknya telah mengirimkan letter of intent (LoI) kepada pemilik Sarijaya. “Tapi kami belum bicara soal harga dan sebagainya,” kata dia.
Sekretaris Perusahaan Panin Sekuritas Prama Nugraha menambahkan, pihaknya berminat untuk mengambil alih Sarijaya dari Herman Ramli, pemegang 100% saham Sarijaya. Namun, kata dia, perseroan masih mempelajari perkembangan operasional perusahaan tersebut.

Menurut Prama, pihak sangat tertarik dengan Sarijaya karena perusahaan efek yang kini disuspensi itu memiliki jaringan cukup besar. Sinergi antara Panin Sekuritas dengan Sarijaya dapat memperkuat bisnis Grup Panin di industri pasar modal.

“Kami punya rencana untuk mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik lagi. Salah satu caranya adalah akuisisi Sarijaya,” tegas Prama.

Kuasa hukum Sarijaya Lutfi Hakim membenarkan bahwa pihaknya baru menerima offering letter dari calon investor baru. Namun, dia enggan menyebutkan nama investor tersebut dan nilai penawarannya. “Surat penawaran itu masih bersifat rahasia. Karena itu, kami belum bisa ungkapkan kepada publik,” ujarnya.

Lutfi menjelaskan, pihaknya memiliki surat pernyataan dari Herman Ramli untuk melepas seluruh saham Sarijaya. Surat itu dinilai sebagai landasan hukum penjualan perusahaan sekuritas tersebut.

Namun, Lutfi mengaku mengaku kecewa dengan otoritas pasar modal, yang terkesan tidak peduli dengan proses penyelamatan Sarijaya dengan skenario penjualan saham. “Otoritas seharusnya ikut menyelamatkan bisnis dan perusahaan sekuritas ini. Bukannya sibuk urus penyitaan aset, karena itu urusan polisi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Trimegah Securities Tbk Avi Dwipayana mengatakan, pihaknya juga masih berminat mengambil alih Sarijaya. Namun, proses due diligence saat ini terhenti sementara, menyusul ditahannya dua direksi dan Herman Ramli selaku komisaris utama Sarijaya oleh polisi.

Selain itu, menurut Avi, pembelian saham Sarijaya baru dapat dilakukan jika verifikasi nasabah oleh BEI dan Bapepam-LK telah selesai. “Jadi, untuk sementara ini, belum ada perkembangan sampai verifikasi selesai,” kata dia.

Sebelumnya, pelaku pasar juga mendengar kabar bahwa Grup Sinar Mas dan Djarum juga beminat memiliki Sarijaya.

Verifikasi Nasabah
Sumber Investor Daily yang ikut menangani transaksi penjualan saham Sarijaya, mengungkapkan, tim gabungan Bapepam dan SROs hanya berkenan memverifikasi dana dan efek dua ribu nasabah. Padahal, manajemen Sarijaya telah menyodorkan sekitar lima ribu nasabah untuk diverifikasi.

“Tim gabungan menganggap verifikasi dua ribu nasabah sudah cukup mewakili seluruh nasabah,” ujar dia.

Di tempat terpisah, Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida menegaskan, pihaknya masih mengumpulkan klaim dari seluruh nasabah Sarijaya. Jumlah klaim nasabah yang masuk ke Sarijaya sekitar 66% atau 5.200 nasabah.

Dari jumlah klaim yang sudah masuk itu, sekitar 90% sudah diverifikasi oleh pihak Sarijaya. Sementara itu, tim gabungan sedang memverifikasi sebanyak dua ribu nasabah.

Telkom dan Fujitsu/NSW Teken Kontrak US$ 115 Juta


JAKARTA, Investor Daily
Perusahaan Telekomunikasi asal Jepang Fujitsu Limited dan Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW) dari Jerman memenangi kontrak proyek PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) JaKa2LaDeMa Ring senilai lebih dari US$ 115 juta. Proyek ini diharapkan tuntas pada 2010.


“Kontraknya ditandatangani akhir bulan lalu dengan nilai US$ 115.409.973,” ujar Vice President Public and Marketing Communication PT Telkom Eddy Kurnia kepada Investor Daily, Selasa (20/1) di Jakarta.



Eddy mengatakan, kedua perusahaan akan membentangkan sistem kabel optic-fiber laut yang akan menghubungkan pulau-pulau di Indonesia bagian tengah. Pulau-pulau itu adalah Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, dan Lombok dengan kapasitas 320Gbps.



Proyek ini juga meliputi Ring-4 yang terdiri dari Pontianak, Ketapang, Pangkalan Bun, dan Banjarmasin (Kalimantan). Selain itu, kabel itu akan menghubungkan Ring-8 yang meliputi Sangata-Donggala (Sulawesi Tengah) serta DMCS Benculuk,Denpasar, dan Mataram (Bali dan Nusa Tenggara Barat). “Proyek JaKa2LaDeMa ini merupakan backbone sistem komunikasi kabel laut (SKKL),” tandas Eddy.



JaKa2LaDeMa Ring ditujukan untuk membangun infrastruktur telekomunikasi antar pulau serta merupakan jaringan telekomunikasi langsung pertama di Indonesia.



Dengan proyek ini, PT Telkom diharapkan bakal memiliki sistem kabel optic-fiber dengan bandwidth tertinggi dikawasan itu. Eksekusi fisiknya segera dimulai bulan ini dan diharapkan tuntas pada antara Januari-Maret 2010.



Ke depan, JaKa2LaDeMa Ring diproyeksikan meningkatkan kinerja fasilitas transmisi jaringan telekomunikasi. Dengan demikian, JaKa2LaDeMa Ring akan meningkatkan layanan jasa internet, e-commerce, video, data, layanan suara PT Telkom.



Sediakan Fasilitas

Sementara itu, Group vice president of Photonic Systems Group Submarine Networks Fujitsu Gensei Katano mengatakan, dalam kontrak itu, Fujitsu akan menyediakan fasilitas teknologi paling sentral berupa terminal peralatan (equipment), repeaters, branching units system integration, dan associated services.



Repeaters-nya akan diintegrasikan dengan kabel yang disiapkan oleh NSW. NSW sangat berpengalaman akan penyediaan layanan survei, instalasi laut, dan aktifitas sipil lainnya. "Fujitsu memang cocok sekali untuk memberi sumbangan positif bagi pembangunan konstruksi jaringan infrastruktur di Indonesia. Pasar negara ini merupakan salah satu yang tercepat pertumbuhannya didunia," ujar Gensei Katano di Tokyo, Jepang, kemarin.



“Proyek ini bakal membuat jaringan portfolio dan komitmen kami kian kuat di Indonesia," imbuh Gensei. Fujitzu akan menggandeng erat NSW dalam proyek ini agar penanaman teknologi sentral bawah laut ini dapat berjalan sukses.



NSW menyambut proyek ini sebab mendapat kepercayaan dari perusahaan telekomunikasi terkemuka Indonesia. "Kami bangga sekali PT Telkom mempercayakan proyek ini kepada kami,” tandas Direktur NSW Rudolf Stahl. Pihaknya akan menggenjot segala kemampuan dalam menuntaskan proyek ini.



Fujitsu memiliki pengalaman dalam teknologi repeater. Sedangkan NSW berpengalaman dalam penerapan solusi kabel bawah laut.



Teknologi repeater optik bawah laut Fujitsu merupakan yang tercanggi dalam industrinya. Lebih dari 40 tahun Fujitsu mengabdikan bisnisnya pada penanaman kabel bawah laut. Fujitsu telah menanam lebih dari 2.500 repeater diseluruh dunia dengan tingkat kegagalan 0%.



NSW, berpengalaman dalam penyediaan manufaktur telekomunikasi bawah laut. Fujitsu juga berstatus sebagai penyedia bisnis solusi teknologi informasi (TI) di pasar global. Pendapatan Fujitsu sebesar 5.3 trilliun yen (US$ 53 miliar) pada tahun fiskal 31 Maret 2008.

Dana Nasabah Sarijaya Pasti Kembali


INILAH.COM, Jakarta - Saat ini Bapepam-LK sedang mengupayakan verifikasi rekening nasabah maupun menyita aset-aset komut PT Sarijaya Permana Sekuritas, Herman Ramli (HR), yang menggelapkan dana nasabahnya.

Hal itu ditegaskan Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany di Jakarta, Rabu (21/1).

Menurut Fuad, Bapepam terus melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian untuk menelusuri aliran dana nasabah yang diselewengkan Herman Ramli.

"Pihak kepolisian sedang berupaya terus untuk menyita aset-aset HR," ujarnya.

Fuad mengatakan pihaknya juga terus melakukan verfikasi ribuan rekening nasabah untuk memastikan kebenaran data-data yang diperoleh dari manajemen SPS.

Yang terpenting, katanya, Bapepam bisa menangkap pelaku kriminal di pasar modal dan selanjutnya diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sejak kejadian kasus Sarijaya, kata Fuad, Bapepam dan otoritas bursa lainnya seperti BEI, KPEI dan KSEI terus melakukan review sistem transaksi dan kustodian yang berjalan saat ini. "Kami ingin melihat sisi-sisi kelemahan dan meningkatkan keamanannya," tambahnya.

Meski begitu, katanya, investor juga harus selalu waspada terhadap broker yang mereka percayai. "Lakukan 'double checking' terhadap posisi rekening investor yang ada di perusahaan efek dengan yang ada di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)."

"Kami dalam waktu dekat akan menerapkan sistem investor area yang memungkinkan investor lebih cepat dan lebih mudah untuk mengecek posisi rekening investasi mereka dari KSEI.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengatakan telah bertemu dengan Vier Jamal, investor yang berminat mengambilalih PT Sarijaya Permana Sekuritas.

Menurutnya investor yang berminat mengambil alih memaklumi bahwa saat ini fokus penyelesaian adalah menyelamatkan dana nasabah, sehingga proses rencana akuisisi Sarijaya agak sedikit terlambat.

Erry menambahkan sesudah persoalan nasabah Sarijaya selesai, pihaknya akan berbicara kembali dengan Vier Jamal soal akuisisi tersebut.

"Dengan menyelesaikan persoalan dana nasabah akan mempermudah rencana pembelian Sarijaya oleh Vier karena sudah tahu berapa kerugian yang diderita nasabah, sehingga tahu pula berapa harga pembelian Sarijaya yang sebenarnya," katanya.

Erry mengatakan hingga proses klaim nasabah SPS yang berakhir Jumat (16/1), baru 50% dari 8.700 nasabah Sarijaya yang mengajukan klaim. "Seandainya perlu, tambahan perpanjangan waktu 2-3 hari tidak menjadi masalah," ujarnya.

Bapepam segera periksa Bakrie Harga setelah konversi Rp94 per saham


JAKARTA: Bapepam-LK mengkaji kemungkinan memeriksa manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk terkait dengan rencana rights issue yang bisa mendilusi kepemilikan saham publik hingga 31%.

"Kami akan mengumpulkan data dan mengkaji untuk memeriksa Bakrie & Brothers terkait dengan potensi kepemilikan saham publik yang bisa dirugikan akibat aksi korporasi itu [rights issue]," ujar Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyelidikan Bapepam-LK Sarjito kepada Bisnis kemarin.

Perusahaan induk investasi yang dikendalikan oleh keluarga Bakrie tersebut berencana rights issue 38,7 miliar saham hingga 42,6 miliar saham baru untuk mengakomodasi konversi surat utang senilai Rp4,26 triliun.

Obligasi wajib tukar tanpa bunga itu bulan ini akan diterbitkan oleh Bakrie. Surat utang itu akan dibeli oleh Northstar Pacific Partners sebagai bagian dari restrukturisasi utang Bakrie. Northstar nantinya mengonversi surat utang itu pada harga Rp100-Rp110 per saham Bakrie & Brothers.

Setelah langkah tersebut dilaksanakan, Northstar Pacific akan memiliki 31% saham Bakrie & Brothers, tetapi pemilik saham minoritas juga berpotensi terdilusi sahamnya 31%.

Direktur Bakrie & Brothers Dileep Srivastava mengatakan perseroan akan mengikuti peraturan otoritas pasar modal yang berlaku. "Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi tata kelolaan perusahaan yang baik, kami akan memberikan data dan keterangan yang diperlukan Bapepam-LK," ujarnya.

Terkait dengan potensi meruginya pemodal publik akibat rights issue tersebut, dia menjelaskan hal itu merupakan sebuah konsekuensi dari penerbitan saham baru. "Mereka yang tidak melaksanakan haknya, tentu saja akan terdilusi. Itu risiko mereka," katanya.

Berdasarkan riset yang dirilis PT Mandiri Sekuritas pada 16 Januari, setelah Northstar mengonversi obligasi menjadi saham, Bakrie & Brothers menerbitkan 4,26 miliar saham baru, sehingga total saham yang ditempatkan dan disetor penuh membengkak menjadi Rp136,3 miliar.

Akibatnya, harga wajar saham Bakrie & Brothers naik Rp3 menjadi Rp94 per saham.

Kenaikan harga itu disebabkan harga konversi Rp100 lebih tinggi dibandingkan dengan harga wajar sebelum konversi Rp91 per saham. (lihat tabel)

Pemeriksaan Bumi

Bapepam-LK menyatakan telah menerbitkan surat pemeriksaan PT Bumi Resources Tbk terkait dengan akuisisi tiga perusahaan di sektor kontraktor tambang dan perusahaan batu bara Rp6,18 triliun.

"Saya telah menerbitkan surat pemeriksaan atas Bumi Resources," ujar Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode BNBR ini ditutup stagnan pada level Rp50 dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp4,68 triliun.

Harga saham Bumi kemarin ditutup stagnan pada level Rp510 dibandingkan dengan penutupan perdagangan 20 Januari 2009. Kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp98,96 triliun.

Medco Energi peroleh dana eksplorasi US$80 juta


JAKARTA (Bisnis.com): PT Medco Energi Internasional Tbk akan memperoleh dana US$80 juta dari Anadarko Global Holdings Company terkait kegiatan eksplorasi.

Direktur Proyek Medco Energi Lukman Mahfoedz mengatakan perseroan telah menandatangani perjanjian Mutual Termination, Waiver and Release of Liabilities Agreement (Mutual Termination Agreement/MTA) pada 16 Desember 2008.

MTA tersebut berkaitan dengan Exploration Joint Venture Agreement (EJVA) pada 26 Juli 2005� dan Interim Operating Agreement (IOA) pada 14 September 2006, keduanya antara Medco Energi dan Anadarko.

Lukman mengatakan dalam MTA tersebut tercantum Anadarko berkomitmen membiayai (work commitment) kegiatan eksplorasi di beberapa kontrak kerja sama produksi (PSC) tertentu yang disebut Exploration Join Venture (EJV) Activities senilai US$80 juta.

"Atas pembiayaan tersebut, Anadarko berhak untuk mendapatkan 40% hak kepemilikan awal Medco Energi pada beberapa PSC tertentu jika sumur eksplorasi berhasil dibor dengan biaya yang ditanggung oleh Anadarko setelah disetujuinya rencana dan anggaran," papar Lukman dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia hari ini.

Dia menambahkan dengan menandatangani MTA, dua perjanjian terakhir yakni EJVA dan IOA diakhiri.

Poin-poin pokok dalam MTA yakni pertama, Anadarko akan membayar sejumlah US$13,87 juta untuk melunasi pengeluaran yang dilakukan oleh Medco Energi berkaitan dengan kegiatan EJV yang belum dibayarkan kembali oleh Anadarko dan sisa work commitment.

Terkait dengan Sumur Serban 3 di dalam Perjanjian Pemboran Nunukan dan Perjanjian Jual Beli Nunukan, Anadarko wajib membayar afiliasi MedcoEnergi yaitu PT Medco E&P Nunukan sebesar US$1,55 juta.

Sehubungan dengan Nunukan Driling Agreement pada 15 Februari 2007 antara PT Medco E&P Nunukan dan Anadarko Indonesia Nunukan Company, Anadarko berjanji untuk mengebor sumur yang diwajibkan berdasarkan obligation well (PSC) sebelum atau saat 30 Juni 2010. Jika hal tersebut tidak terjadi pada saat yang ditetapkan, Anadarko wajib membayar ke Medco US$25 juta dikurangi biaya-biaya yang secara wajar telah dikeluarkan sehubungan dengan obligation well tersebut.

"Transaksi ini akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan maupun aktiva MedcoEnergi pada akhir tahun ini atas kompensasi yang diterima dari Anadarko," kata Lukman.

Fakta Penting Tentang Bakrie & Brothers


JAKARTA. Sepak terjang Bakrie & Brothers (BNBR) belakangan membuat bingung dan kecewa para pemegang saham minoritas. Berikut merupakan beberapa fakta penting tentang emiten berkode saham BNBR itu.

- Bakrie & Brothers memiliki saham di PT Bumi Resources, PT Bakrie Sumatera Plantations, PT Bakrieland Development, PT Energi Mega Persada dan PT Bakrie Telecom.


- Grup Bakrie didirikan pada 1942 oleh Achmad Bakrie, ayah dari Menkokesra Aburizal Bakrie.

- Pada tahun 1997-1998, seperti halnya perusahaan lokal lain, Bakrie dinyatakan gagal bayar (default) atas utangnya. Pada 2001, BNBR merestrukturisasi utangnya sebesar US$ 1,2 miliar dengan menukarkannya atas sejumlah saham perusahaan.

- Tahun 2001, anak usaha BNBR yakni PT Bumi Resources membeli 80% saham PT Arutmin Indonesia dari BHP Billiton dengan nilai US$ 148 juta. Bumi juga membeli PT Kaltim Prima Coal dari BP dan Rio Tinto senilai US$ 500 juta pada 2003.

- Di tahun 2006, musibah lumpur Lapindo muncul di sebuah kota dekat Surabaya. Para analis dan ahli mengatakan, lumpur tersebut diakibatkan oleh pengeboran tanah yang dilakukan oleh perusahaan milik keluarga Bakrie. Meski demikian, Grup Bakrie menyangkalnya dan menolak bertanggungjawab. Mereka mengatakan, lumpur tersebut terjadi akibat gempa bumi.

- Lumpur tersebut menyebabkan 12 desa terendam lumpur dan sekitar 50.000 orang diungsikan dari tempat tinggalnya. Akibatnya, pemerintah mengharuskan PT Lapindo Brantas membayar ganti rugi kepada korban lumpur senilai Rp 3,8 triliun sebagai kompensasi bagi para korban.

- 2008, BNBR mengonsolidasikan bisnis keluarga Bakrie dengan membeli saham keluarga di Bumi, Bakrieland dan Bakrie Sumatera senilai US$ 5,6 miliar yang didapat dari penerbitan saham baru.

- Bumi juga mengakuisisi saham mayoritas perusahaan tambang asal Australia Herald Resources senilai US$ 547 juta.

- Kemudian, Bakrie & Brothers meminjam dana sebesar US$ 1,1 miliar dari Oddickson. Selain itu Bakrie juga mencari pinjaman dari JPMorgan dan ICICI India dengan masing-masing pinjaman sebesar US$ 150 juta. Sebagai jaminannya, Bakrie menggadaikan sejumlah saham Bumi, Energi, Bakrieland, Bakrie Sumatera dan Bakrie Telecom.

- Tepat pada 28 November 2008, Northstar Pacific membeli sekitar US$ 575 juta utang Bakrie & Brothers kepada Oddickson. Sebulan kemudian, Bakrie & Brothers dan Northstar membentuk usaha patungan yang mengontrol 21,4% saham Bumi.

- Pada Januari 2009, sesaat setelah dilakukannya restrukturisasi utang, Bumi mengakuisisi tiga perusahaan tambang yaitu PT Darma Henwa Tbk, PT Fajar Bumi Sakti dan PT Pendopo Energi Batubara dengan total nilai lebih dari Rp 6 triliun atau US$ 540 juta.

- Langkah ini membuat pemegang saham minoritas berang dan mempertanyakan langkah yang mereka ambil.

- Pada 16 Januari, saham Bumi anjlok ke level Rp 385 dari harga tertingginya pada Juni 2008 sebesar Rp 8.750. Adanya penurunan tersebut menimbulkan pertanyaan lain mengenai keputusan Bakrie pada Oktober 2008 yang berniat melakukan program buy back, di mana investor akan mendapatkan bayaran sebesar Rp 2.150 rupiah per saham.

- Investor minoritas juga mempertanyakan penggunaan dana perusahaan untuk membeli kembali saham pada harga lima kali lebih tinggi dibanding harga pembukaan pasar.

Elnusa Kantungi Kontrak US$ 135 Juta


JAKARTA , Investor Daily
PT Elnusa Tbk (ELSA) telah berhasil meraih kontrak dari jasa hulu migas senilai US$ 135 juta atau Rp 1,35 triliun. Kontrak tersebut akan mendongkrak pendapatan tahun ini.

Elnusa mengincar pengerjaan kontrak dari jasa hulu migas hingga akhir tahun sebesar Rp 3 triliun. “Kami sudah mengantungi 66% dari target perolehan pendapatan dari jasa hulu migas tahun ini,” kata Sekretaris Perusahaan Elnusa Heru Samodra kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (19/1).

Dia mengatakan, kontrak tersebut berupa pengadaan seismik data aquisision US$ 68 juta. Sedangkan, kontrak bidang drilling services yang sudah diperoleh mencapai US$ 34 juta. “Jumlah kontrak jasa hulu migas yang masih harus dipenuhi sampai akhir tahun sebesar US$ 68 juta. Kami optimistis target ini bakal tercapai,” tambah dia.

Perseroan, menurut dia, sedang mengikuti beberapa tender proyek dari Pertamina untuk jangka waktu kontrak enam bulan sampai tiga tahun.

Heru menambahkan, Elnusa menargetkan pendapatan konsolidasi akhir 2009 mencapai Rp 3,02 triliun. Kontribusi pendapatan dari bisnis jasa hulu migas ditargetkan Rp 2 triliun. Adapun, pendapatan dari bisnis hilir migas diharapkan berkontribusi 18%, bisnis data manajemen sekitar 9%, dan sisanya bisnis support services.

Sebelumnya, Dirut Elnusa Eteng A Salam mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini 20,8% dari target tahun 2008 sebanyak Rp 2,5 triliun. Laba bersih diproyeksikan naik 43,04% dari target tahun 2008 mencapai Rp 151 miliar menjadi Rp 216 miliar. “Kami tetap fokus pada bisnis strategis yang digeluti perusahaan, sehingga kami optimistis target yang ditetapkan bisa dicapai,” ujar dia.

Guna meraih pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini, Eteng mengatakan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 5,1 juta. Angka ini lebih rendah dibanding capex 2008 mencapai US$ 75,6 juta. Sebagian besar capex tahun ini untuk mengoptimalisasi operasional perusahaan.

Sulit Dicapai
Pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, perseroan akan kesulitan merealisasikan target kinerja keuangan tahun ini akibat perekonomian global belum stabil. Selain itu, rata-rata pertumbuhan perseroan per tahun hanya 15%.

Dia menambahkan, target perusahaan untuk merealisasikan kontrak dari jasa hulu migas sebesar Rp 3 triliun berdampak positif terhadap harga saham ELSA. “Investor dapat buy on weakness saham ELSA karena harganya akan cenderung konsolidasi sepanjang kuartal I-2009,” katanya. Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, saham ELSA ditutup stagnan pada posisi Rp 120.

Elnusa menurut Heru akan berinvestasi sebesar U$ 60 juta atau setara Rp 552 miliar untuk membeli streamer. Pembelian peralatan ini untuk mendiversifikasi bisnis ke penyediaan jasa seismik laut dalam (merin). Nilai investasi streamer dengan 10 line mencapai US$ 60 juta dan sebanyak 70% akan dipenuhi melalui pinjaman bank serta sisanya dari kas internal.

Heru menambahkan, perseroan berniat membentuk joint operation dengan perusahaan seismikasal Norwegia bernama Bergen Oilfield Services (BOS) di bisnis seismik merin pada akhir tahun ini. Sebagai tahap awal, Elnusa akan menyewa satu kapal dan streamer.

Selanjutnya pada 2010, Elnusa dan Bergen Oilfield akan membentuk perusahaan patungan (joint venture)untuk mengembangkan bisnisnya di jasa seismik laut dalam untuk kawasan Asia Pasifik. Porsi kepemilikan di perusahaan patungan ini adalah 50:50.

Perusahaan joint venture tersebut, menurut dia, diproyeksikan memiliki seismic vessel dengan 10 lines streamer. Investasi peralatan mekanik oleh Bergen Oilfield dan Elnusa akan berinvestasi untuk streamer.

BUMI Serahkan Opini Hukum Akuisisi Rp 6 Triliun Pekan Ini


Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan akan segera menyerahkan legal opinion terkait akuisisi tiga perusahaan sebesar Rp 6,191 triliun paling lambat pekan ini.

"Legal opinion sedang kami siapkan," ujar SVP Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava saat dihubungi detikFinance, Selasa (20/1/2009).

Menurut Dileep, BUMI akan menyerahkan legal opinion tersebut secepatnya. "Paling lambat akhir pekan ini. Saat ini kuasa hukum kami sedang mempersiapkannya," ujar Dileep.

Sehubungan dengan itu, Bapepam-LK telah meminta BUMI menyerahkan hasil penilaian dari tim penilai independen atas akuisisi senilai Rp 6,191 triliun tersebut.

"Hasil penilaian tim penilai independen telah kami serahkan ke Bapepam," ujar Dileep.

Menurut Dileep, hasil penilaian tersebut menunjukkan tidak ada masalah dengan akuisisi yang dilakukan BUMI. Sebelumnya, beredar kabar bahwa akuisisi senilai Rp 6,191 triliun tersebut akan membebankan kinerja keuangan BUMI ke depan.

Namun berkali-kali manajemen BUMI membantahnya. Perseroan menyatakan akuisisi tersebut tidak akan memberatkan kinerja keuangan karena mekanisme pembayarannya dilakukan dengan cara mencicil selama 3 tahun.

BUMI baru saja menandatangani perjanjian akuisisi 80% saham Zurich Asset Investments senilai Rp 2,412 triliun pada 30 Desember 2008. Kemudian pada 5 Januari 2009, BUMI mengambil alih 76,8% saham PT Fajar Bumi Sakti (FBS) senilai Rp 2,475 triliun. Terakhir, pada 7 Januari 2009 BUMI mengambil alih 84% saham PT Pendopo Energi Batubara (PEB) senilai Rp 1,304 triliun.

Mekanisme pembayarannya dilakukan secara bertahap selama 3 tahun. Pembayaran pertama (down payment/DP) ke Zurich dilakukan sebesar Rp 492 miliar. Pada FBS, BUMI hanya membayar Rp 156 juta dan kepada PEB sebesar Rp 841 juta. Total dana yang dikucurkan BUMI untuk DP akuisisi hanya sebesar Rp 492,997 miliar.

Kemudian selama satu tahun pertama BUMI akan mengucurkan pembayaran sebesar Rp 1,015 triliun, terdiri dari pembayaran pada Zurich sebesar Rp 359 miliar, FBS Rp 430 miliar dan PEB Rp 226 miliar.

Pada tahun kedua, BUMI akan mencicil Rp 3,122 triliun. Rinciannya, ke FBS Rp 2,045 triliun dan PEB Rp 1,077 triliun. Pada tahun kedua BUMI tidak melakukan pembayaran pada Zurich.

Tahun ketiga, BUMI hanya akan melakukan pembayaran kepada Zurich sebesar Rp 1,561 triliun.

Bapepam Usut Rumor Pasar Soal Akuisisi BUMI


Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang menyelidiki rumor yang beredar di pasar soal afiliasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan 3 perusahaan yang baru saja diakuisisi.

"Kita lihat ada perbedaan informasi soal akuisisi BUMI. Kabar itu akan kita periksa," ujar Kepala Bapepam-LK, Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (20/1/2009).

Fuad enggan menegaskan sikap soal akuisisi yang dilakukan BUMI. Ia mengatakan masih melihat dan meninjau terlebih dahulu sebelum mengambil sikap.

"Kita tidak mau menuding dugaan tertentu. Kita dapat kabar dari pasar akuisisi itu terafiliasi. Tapi manajemen BUMI mengatakan berbeda. Kita lihat dulu semuanya sebelum menentukan keputusan," ujar Fuad.

Saat ini memang beredar kabar di pasar yang mengatakan bahwa 3 perusahaan yang diakuisisi BUMI memiliki hubungan afiliasi dengan struktur pemegang saham perseroan.

Menanggapi hal ini, Presiden Direktur BUMI Ari Saptari Hudaya berkali-kali menegaskan bahwa tiga perusahaan tersebut tidak terafiliasi dengan struktur pemegang saham BUMI.

"Orang sering menilai grup Bakrie, BNBR dan BUMI dalam satu struktur. Padahal seharusnya orang bisa membedakan siapa yang disebut grup Bakrie, siapa BNBR dan siapa BUMI," ujar Ari dalam paparan 14 Januari 2009.

Menurut Ari, apa yang disebut sebagai grup Bakrie adalah keluarga Bakrie dan bisnisnya secara umum, terutama di tingkat teratas. Sementara BNBR adalah satu bagian dari bisnis keluarga Bakrie yang menjadi holding company dari perusahan-perusahaan Bakrie yang go public.

Sedangkan BUMI adalah salah satu anak usaha BNBR yang juga telah go public.

"Jadi tidak bisa dikait-kaitkan antara struktur dalam grup Bakrie dengan BUMI. Rantainya berbeda," ujar Ari.

Selain itu, Fuad juga mengatakan bahwa Bapepam juga akan memeriksa kabar di pasar yang mengatakan bahwa akuisisi tersebut terlalu mahal.

"Itu juga akan kita periksa. Intinya kita lihat ada perbedaan informasi. Semuanya akan kita periksa dulu," ujar Fuad.

Menanggapi tudingan yang mengatakan bahwa nilai akuisisi 3 perusahaan tersebut terlalu mahal, Dileep mengatakan asumsi tersebut tidak didasarkan pada alasan yang tepat.

"Tiga akuisisi yang kami lakukan merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami dalam mengembangkan tambang batubara BUMI. Jadi asumsi yang mengatakan bahwa akuisisi terlalu mahal tidak tepat, karena asumsi tersebut hanya didasarkan pada pergerakan harga saham harian yang bersifat jangka pendek," jelas Dileep.

Kalbe Farma incar penjualan tumbuh 11%


JAKARTA (Bisnis.com): PT Kalbe Farma Tbk memproyeksikan bisa mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 11% tahun ini. Perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp300 miliar.

Sekretaris Perusahaan Kalbe farma Vidjongtius mengatakan hingga akhir 2008 pendapatan perseroan diperkirakan mencapai Rp7,8 triliun. Apabila mengacu pada angka tersebut pendapatan perseroan selama 2009 diproyeksikan Rp8,65 triliun.

"Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah hal, di antaranya adalah peluncuran produk baru serta perluasan area pemasaran. Kami akan merambah area-area yang selama ini belum terjangkau," katanya saat dihubungi Bisnis hari ini.

Vidjong mengatakan kendati laba bersih diperkirakan tumbuh, namun pihaknya belum bisa memperkirakan laba bersih yang bisa diraup selama 2009. Menurutnya ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan, di antaranya adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Menurutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak menggerus margin selama 2008. Pasalnya, perseroan memiliki cadangan kas yang berdenominasi dolar AS.

"Justru kami mencatat ada peningkatan margin saat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Karena itulah kami tidak ada rencana meminta dana kompensasi dari pemerintah akibat selisih kurs, meskipun kami juga menjual obat-obat generik," tuturnya.

Hal itu diungkapkan Vidjongtius saat ditanya mengenai kemungkinan meminta dana talangan dari pemerintah, seperti halnya yang dilakukan PT Kimia Farma Tbk.

Bakrie Telecom Luncurkan Kado Cinta Esia


Medan (ANTARA News) - PT Bakrie Telecom meluncurkan program baru "Kado Cinta Esia" untuk menyambut hari kasih sayang (valentine day) bagi pelanggan kartu Esia di wilayah Sumatera.

General Manager Regional Sumatera Bagian Utara PT Bakrie Telecom, Luqman El Hakiem Syamlan, di Medan Selasa mengatakan, peluncuran program yang dilakukan awal 2009 itu sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada pelanggan setia Esia.

Berbagai macam hadiah menarik ditawarkan dalam program itu seperti kalung emas, cincin emas, telepon seluler esia dan juga kartu isi ulang (voucher) dengan mengaktifkan nada sambung bernuansa cinta dan kasih sayang.

Karena bernuansa cinta dan kasih sayang maka nada sambung esia dalam program itu juga disesuaikan dengan pelanggan mengaktifkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh artis pujaan remaja di tanah air seperti Rosa, Pasha Ungu, ST12, Sherina dan lain sebagainya.

Setiap pelanggan yang telah mengaktifkan nada sambung itu maka berhak untuk diundi dan pengundian dilakukan sekali dalam sebulan pada tiap bulan dengan memperebutkan lima hadiah cicin emas dan 10 voucher seharga Rp50 ribu.

"Di akhir program juga ada grand prize berupa kalung emas seharga Rp3 juta dan juga 10 telepon esia," jelas dia.

Program itu hanya dilaksanakan mulai Januari hingga Maret 2009 pada enam kota besar di Sumatera yakni Medan, Padang, Batam, Palembang , Pekanbaru dan Lampung, katanya lagi.

Emas tertinggi dalam 5 pekan


SEATTLE: Harga emas menyentuh level tertinggi dalam 5 pekan terakhir seiring dengan pelemahan dolar AS sehingga logam mulia lebih menarik untuk tujuan investasi.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga emas untuk pengiriman Februari naik US$32,6 atau 4% menjadi US$839,90 per ounce di New York Merchantile Exchange.

Adapun harga perak untuk pengiriman Maret meningkat 77,5 sen atau 7,4% menjadi US$11,21 per ounce meskipun tahun lalu merosot 24%.

Nasabah Sarijaya Bisa Cairkan Dananya


JAKARTA - Apabila tidak ada halangan dan kendala, para nasabah Sarijaya sudah bisa mencairkan dana dan efek mereka dalam waktu dekat. Tim verifikasi yang terdiri Bapepam dan Self Regulatory Organization (SRO) menyampaikan, verifikasi nasabah dan efeknya bisa diselesaikan dua hari.

"Waktu rapat dengan KSEI dan teman-teman SRO, mereka janji dua hari ini bisa selesai. Saya pun meminta agar teman-teman di teknis segera bisa selesaikan dengan cepat," kata Kepala Bapepam LK Fuad Rahmany kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/1/2009).

Namun sayangnya, dia belum menyebutkan secara jelas kapan waktu pencairan dana nasabah dan efeknya bisa dicairkan dan dipindahkan. Kendati pun tahapan pertama verifikasi sudah selesai dan akan dilakukan double check.

Fuad menambahkan, kendala lambatnya verifikasi disebabkan menunggu bola dari nasabah baik di daerah atau di pusat untuk melakukan verifikasi rekening dan efek mereka. "Kita harus double check, dan kehati-hatian ini yang membuat lama," paparnya.

Meskipun demikian, dia belum mau berjanji apakah dana nasabah sudah bisa dicairkan atau belum dalam dua hari. Hanya saja saat ini, dirinya meminta tim verifikasi segera menyelesaikannya, dan setelah itu baru bisa disampaikan kapan nasabah bisa dapatkan aset dan uang mereka.

Semen Gresik andalkan kas internal Program buyback saham akan dilanjutkan


GRESIK: PT Semen Gresik Tbk mengalokasikan kas internal Rp2,1 triliun-Rp2,5 triliun untuk memenuhi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar US$371 juta.

Per September 2008, kas perseroan mencapai Rp3,3 triliun yang digunakan untuk kebutuhan rutin Rp1 triliun dan sisanya untuk belanja modal.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto mengatakan peningkatan penggunaan kas internal untuk mengurangi dampak dari krisis finansial, sehingga manajemen seminimal mungkin mengurangi pinjaman eksternal.

"Kebutuhan belanja perseroan periode 2008-2014 mencapai US$1,25 miliar di mana pencarian utang sebesar US$696 juta dan kas internal US$555 juta," ujarnya dalam road show ke Gresik kemarin.

Dia mengatakan perseroan telah menurunkan anggaran untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap dari semula US$570 juta menjadi US$114 juta. "Pada awalnya kami akan membangun 10 pembangkit, tetapi diubah menjadi dua pembangkit berkapasitas 2X35 MW."

Dwi mengatakan dari total kebutuhan dana US$114 juta, sekitar 30% akan dibiayai dari kas internal dan sisanya dari perbankan atau instrumen pinjaman lainnya.

Dalam materi paparan publik perseroan pada November 2008, dijelaskan penggunaan belanja modal Semen Gresik untuk periode 2008-2014 a.l untuk penambahan kapasitas pabrik sebesar US$758 juta, pembangunan pembangkit listrik, restrukturisasi perusahaan US$40 juta, biaya pergantian dan lainnya US$161 juta.

Dwi mengatakan volume produksi tahun ini mencapai 18,2 juta ton dan penjualan 18 juta ton. Dari total penjualan tersebut, sekitar 1 juta ton diperuntukkan bagi pasar ekspor.

"Tahun ini, kami menargetkan mampu meningkatkan volume penjualan semen sebesar 2%-3%, dan produksi pabrik secara keseluruhan naik 5% dibandingkan dengan tahun lalu," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, manajemen juga akan memperbesar ekspor menjadi dua juta ton untuk mengantisipasi kemungkinan pelemahan permintaan semen pada triwulan I/2009.

Tujuan ekspor perseroan, lanjutnya, akan difokuskan pada pasar tradisional seperti Timur Tengah, Afrika Selatan dan Asia Selatan.

Kinerja perseroan

Terkait dengan kinerja hingga akhir tahun lalu, Dwi mengatakan manajemen optimistis mampu membukukan pendapatan Rp11,43 triliun atau tumbuh 20% dibandingkan dengan 2007. "Untuk laba bersih pertumbuhannya di atas 20%."

Pada 2007, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp9,6 triliun dengan laba bersih Rp1,77 triliun.

Berdasarkan riset Bahana Securities yang dipublikasikan bulan ini, pendapatan Semen Gresik pada 2008 diperkirakan mencapai Rp11,43 triliun, laba usaha Rp2,94 triliun, laba bersih Rp2,2 triliun dan pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi (EBITDA) Rp3,42 triliun.

Manajemen Semen Gresik, juga akan melanjutkan rencana pembelian kembali saham (buyback) hingga pada level saham tertentu. Saat ini, BUMN semen itu telah menyelesaikan program buyback sebanyak 68,03 juta saham atau sebesar 1,1% dengan nilai Rp168,67 miliar, pada periode 13 Oktober 2008 - 9 Januari 2009.

Rencana semula buyback Semen Gresik dijadwalkan maksimum sebesar 20% dari total saham dengan dana yang dialokasikan sebesar Rp1 triliun.

"Kami me-review untuk melanjutkan buyback sampai pada level tertentu, kami akan menggunakan dana yang tersisa dari program sebelumnya sebesar Rp801,33 miliar," ujar Dwi.

Menurut dia, buyback merupakan langkah untuk meyakinkan investor bahwa kinerja fundamental perusahaan cukup kuat.

"Tidak hanya informasi kinerja yang disampaikan ke publik, tetapi juga ada aksi untuk memantapkan itu yakni melalui buyback," tuturnya.

Rentang auto rejectionberkisar 20%-35%


JAKARTA: Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan parameter penolakan otomatis (automatic rejection) baru yang membatasi rentang pergerakan harga saham Rp5.000 atau lebih sebesar 20% mulai Senin.

Direktur Perdagangan Saham BEI M.S. Sembiring menilai keadaan pasar sekarang ini sudah normal meski masih fluktuatif.

"Pelaku pasar sudah mulai rasional, tingkat kepanikan menurun. Karena itu kami akan menerapkan parameter auto rejection baru mulai Senin [pekan depan]," tuturnya kepada pers di Gedung BEI, kemarin.

Parameter yang baru itu menetapkan rentang pergerakan saham dibatasi simetris untuk batas atas dan bawah, sebesar 35% untuk saham dengan harga Rp200 atau kurang, lalu 25% untuk harga saham Rp200-Rp5.000 dan 20% untuk saham dengan harga Rp5.000 ke atas.

Struktur auto rejection baru ini berlaku untuk semua saham pada perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai.

Menurut dia, batas auto rejection dikelompokkan berdasarkan harga saham agar tidak mengganggu likuiditas dan transaksi saham tersebut.

Sebaliknya, penyamaan batas yang sama terhadap seluruh saham dapat memukul likuiditas pasar.

Sampai dengan kemarin, bursa masih menerapkan batas auto rejection secara asimetris sebesar 20% untuk batas atas pergerakan harga saham dan 10% untuk batas bawah.

Parameter ini diberlakukan sejak awal Oktober 2008 menyusul fluktuasi harga saham yang signifikan sebagai dampak krisis keuangan global.

Parameter tersebut diyakini membantu menahan rontoknya harga saham dan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Sebelumnya, bursa menetapkan parameter simetris batas atas dan batas bawah yang berbeda bagi setiap saham, disesuaikan dengan pola perdagangan, kapitalisasi pasar, dan tingkat likuiditas setiap saham.

Saham yang dikenai auto rejection masih bisa diperdagangkan hingga pasar tutup, tetapi pergerakan harganya menjadi sangat terbatas dan cenderung bertahan di level transaksi terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan kemarin ada sebanyak 70 saham yang mencatatkan kenaikan harga dan sebaliknya ada sebanyak 38 mengalami penurunan harga.

Saham PT Bumi Resources Tbk satu-satunya yang melonjak hingga menembus batas atas sebesar 20%. Harga saham perusahaan pertambangan batu bara ini ditutup naik Rp85 menjadi Rp510.

Pendapatan Semen Gresik 2008 Lampaui Target


Gresik - Pendapatan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) di tahun 2008 mencapai Rp 11,4 triliun, atau meningkat 18,75 persen dibandingkan 2007 yang sebesar Rp 9,6 triliun. Nilai tersebut melampaui target perolehan pendapatan perseroan sebesar Rp 11 triliun.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto di kantor pusat Semen Gresik, Gresik, Jumat (16/1/2008).

"Perolehan pendapatan kita tahun 2008 unaudit meningkat sebesar 20 persen," ujarnya.

Sementara itu, untuk laba bersihnya ia mengatakan tumbuh lebih besar daripada perolehan 2009. "Alhamdulillah, tumbuh lebih dari 20 persen," katanya tanpa merinci lebih lanjut.

Tahun 2007 laba bersih yang dicatatkan Semen Gresik sebesar Rp 1,775 triliun.

Konstruksi Pabrik Baru Molor

Sementara itu pembangunan konstruksi pabrik baru Semen Gresik yang berlokasi di Pati, Jawa Tengah baru bisa dilakukan semester II-2009 atau molor dari jadwal semula semester I-2008.

"Perkiraan kasar kita, konstruksi baru bisa jalan enam bulan dari sekarang di semester kedua tahun ini," ujarnya.

Menurutnya, molornya jadwal pengerjaan konstruksi tersebut akibat tersendatnya pengerjaan detail disain yang memakan waktu 4-5 bulan dari sekarang.

"Setelah itu tinggal lakukan tender untuk konstruksi sipil selama 1-2 bulan, baru konstruksi bisa jalan," jelasnya.

Ia mengatakan, perseroan juga sudah melakukan penghitungan ulang terhadap biaya proyek tersebut. Hasilnya ada sedikit kenaikan dari total dana yang diperlukan, yaitu meningkat 1 persen dari target dana awal yang sebesar US$ 1,63 juta.

"Kenaikannya cuma sedikit, gara-gara kenaikan harga baja. Tapi masih bisa dikejar dari target awal," ungkapnya.

Secara terpisah, General Manajer Project Preparation Semen Gresik Soffan Heri mengatakan, perusahaan plat merah tersebut masih membutuhkan surat validasi pembebasan tanah dari Gubernur Jawa Tengah.

"Proses AMDAL sudah ditandatangani oleh gubernur. Untuk validasi pembebasan tanah masih perlu ada diskusi pemerintah daerah dan pusat supaya bisa sinkron," ujarnya.

Timah Bangun Pabrik Tin Chemical Rp 250 Miliar


Cilegon, Banten - PT Timah Tbk melalui anak usahanya PT Timah Industri akan mulai membangun pabrik tin chemical yang ditargetkan selesai tahun ini. Investasi yang dikeluarkan Rp 250 miliar.

Hal ini disampaikan oleh Dirut PT Timah Tbk, Wachid Usman dalam acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik tin chemical PT Timah Industri di kawasan industri PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, Banten, Sabtu (17/1/2009).

"Konstruksi pabrik direncanakan selesai dalam 12 bulan, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Selama proses konstruksi kami akan memperkenalkan produksi tin chemical ini dengan merek Bankastab ke pasar," katanya.

Adapun nilai investasi Rp 250 miliar untuk pembangunan pabrik di atas lahan seluas 8 hektar ini, diharapkan bisa kembali dalam periode 3 tahun.

Wachid menyatakan pabrik tin chemical ini akan mulai berproduksi awal tahun 2010 dengan kapasitas produksi 10 ribu bankastab per tahun atau kurang dari 10% konsumsi dunia.

"Secara bertahap akan terus ditingkatkan dari 10 ribu tin bankastab menjadi 30 ribu bankastab dalam masa tiga tahun," ujarnya.

Pembangunan pabrik ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah pada produk timah menyusul turunnya harga timah secara drastis

"Diversifikasi usaha harus dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada single komoditi logam timah baik secara vertikal maupun horizontal," jelasnya.

Pembangunan pabrik ini juga akan memberikan multiplier effect seperti mendorong stabilitas harga timah internasional, mendorong pertumbuhan industri kimia dalam negeri, memperluas lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah serta memacu semangat pengembangan industri logam mineral lainnya.

Sementara itu Sekretaris Kementrian Negara BUMN Said Didu menyatakan pembangunan pabrik ini menunjukkan bahwa sektor industri timah sudah mengalami kemajuan.

"Sejak zaman Belanda kita cuma menjual timah saja. Kita merdeka 62 tahun lebih tapi kok tidak ada bedanya tetap menjual timah saja, apa bedanya kita dengan zaman Belanda. Dengan peletakan batu ini merupakan simbol bahwa kita sudah merdeka karena 20% dari produksi timah kita sudah kita oleh sendiri," tutur Said.

Perhatikan TLKM, BUMI, AMRT, ANTM, PGAS


JAKARTA (Bisnis.com): Harga saham Telkom, Bumi, Alfamart, Antam dan PGN hari ini akan terpengaruh aksi korporasi maupun kondisi anak perusahaan.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dengan kode saham TLKM mengkaji rencana penerbitan obligasi minimal Rp2 triliun pada semester I/2009 untuk membiayai sebagian belanja modal tahun ini senilai total Rp22 triliun. Dari total belanja modal tersebut, BUMN telekomunikasi itu akan mencari pembiayaan eksternal Rp8 triliun.

Menurut Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, meski empat bank BUMN siap mengucurkan pinjaman hingga Rp8 triliun, perseroan masih mempertimbangkan skema pendanaan lainnya, yaitu penerbitan obligasi rupiah.

Empat bank BUMN yang memiliki komitmen itu adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai rencana akuisisi oleh anak perusahaan PT Bumi Resources Tbk (Bumi) terhadap tiga perusahaan senilai total Rp6,18 triliun merupakan satu kesatuan.
Meski begitu, bursa menyerahkan penilaian mengenai materialitas transaksi pembelian saham itu kepada Bapepam-LK.

Dalam suratnya kepada manajemen Bumi, otoritas bursa menilai pengambilalihan 80% saham Zurich Asset Investment Ltd, 76,9% saham Leap Forward Finance Ltd, dan 89% saham Pendopo Coal Ltd oleh PT Bumi Resources Investment, anak perusahaan Bumi Resources, merupakan satu kesatuan dan termasuk transaksi material. Bumi Investment adalah anak usaha Bumi dengan kepemilikan di atas 99%.

Ketentuan transaksi material itu tertuang dalam peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nomor IX.E.2 Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. Suatu transaksi digolongkan material jika melampaui 10% nilai penjualan atau 20% ekuitas perusahaan.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengatakan sedang berada di Hong Kong. "Tanya Pak Eddy [Eddy Sugito] saja," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, kemarin.

Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito mengatakan Bapepam-LK lebih berhak dalam menetapkan keputusan akhir mengenai materialitas transaksi itu.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) membidik penjualan sebesar Rp9,6 triliun pada tahun ini atau tumbuh 20% dibandingkan dengan penjualan tahun lalu didorong oleh pembukaan 400 gerai baru.

Vice President Director Sumber Alfaria Henry Komala mengatakan kinerja perseroan pada tahun lalu diperkirakan mencapai target yang ditetapkan yaitu Rp8 triliun. Perolehan tersebut didorong oleh pertumbuhan gerai yang sangat pesat dan kenaikan inflasi yang mendongkrak harga jual rata-rata sebesar 15%.

Pada tahun lalu, katanya, Sumber Alfaria membuka sebanyak 500 gerai baru Alfamart, sehingga total kini menjadi 2.800 gerai. Untuk tahun ini, target pembukaan gerai sedikit diturunkan menjadi 400 gerai.

Harga saham perusahaan ritel yang berkode AMRT ini ditutup stagnan di level harga penawaran Rp395 kemarin, menjadikannya berkapitalisasi pasar Rp1,35 triliun. Sumber Alfaria menjadi emiten pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini, sekaligus menjadi emiten ke-397.

PT Logam Mulia, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (Antam dengan kode saham ANTM), memproyeksikan bisa meraup laba bersih sebesar Rp60 miliar pada tahun ini, atau lebih rendah dari tahun lalu sebesar Rp105 miliar.

Vice President PT Logam Mulia Tutik Kustiningsih mengatakan target itu dipatok berdasarkan perkiraan harga emas selama tahun ini yang mungkin agak melemah dibandingkan dengan tahun lalu.

Kenaikan pendapatan dan laba bersih selama 2008 lebih banyak dipengaruhi oleh lonjakan harga komoditas emas sejak kuartal III 2008. Penjualan selama periode September-Desember 2008 mencapai 1 ton emas per bulan atau mengalami kenaikan dari kondisi normal sekitar 400.000 kg per bulan.

Perseroan memproyeksikan harga emas pada tahun ini bisa berada di kisaran Rp280.000 sampai Rp300.000 per gram atau sekitar US$800 per troy ounce.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN dengan kode saham PGAS) kemungkinan akan mendanai pembangunan terminal gas alam cair (liquified natural gas/ LNG) di Cilegon Banten dengan kas internal, serta meminimalkan pencarian dari pasar finansial ataupun pinjaman bank.

Kebutuhan dana untuk pembangunan proyek tersebut mencapai US$800 juta (sekitar Rp8,8 triliun). Jumlah ini lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya, sebesar US$1,2 miliar. Dalam proyek tersebut, PGN bertindak sebagai lead konsorsium yang beranggotakan PLN dan Pertamina.

Direktur Utama PGN Hendi P. Santoso mengatakan pihaknya masih mencari skema pendanaan yang paling menguntungkan untuk membiayai pembangunan terminal LNG itu.

466 Ribu Lot Saham BUMI Siap Dilepas


INILAH.COM, Jakarta - Sekitar 466 ribu lot saham Bumi Resources (BUMI) siap dilepas para investor pada perdagangan Jumat (16/1) ini. Saham milik sejuta umat ini pun diperkirakan akan mengalami tekanan jual hari ini.

Saham Bumi Resources (BUMI) diperkirakan masih akan mengalami sentimen negatif para pelaku pasar pada perdagangan Jumat (16/1) ini. Bahkan, kalau market masih terkoreksi, saham BUMI bisa berada di harga Rp 300 per saham.

Hal ini diutarakan analis e-Trading, Adrianus Bias Prasuryo kepada INILAH.COM .

Dia melihat para investor, khususnya asing masih menunggu kejelasan manajemen terhadap finalisasi akuisisi yang dilakukannya terhadap 3 perusahaan dan proses pendanaannya.

Menurutnya, beban keuangan yang ditanggung BUMI sekarang kian berat serta, apalagi ditambah biaya akuisisi yang terlalu mahal. "Ini merupakan faktor utama penyebab sentimen negatif para investor terhadap saham BUMI," ujarnya.

Bursa kaji pembatalan aksi korporasi Bumi


JAKARTA: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengkaji kemungkinan pembatalan akuisisi tiga perusahaan senilai Rp6,18 triliun oleh anak perusahaan PT Bumi Resources Tbk, PT Bumi Resources Investment.

"Kami akan melihat kemungkinan pembatalan [akuisisi tiga perusahaan oleh Bumi Investment]. Kami kaji dulu semuanya. Namun, saya sekarang belum bisa jawab detail," ujar Direktur Utama BEI Erry Firmansyah, kemarin.

BEI belum menerima laporan mengenai akuisisi itu secara detail hingga hari ketiga batas waktu kemarin.

Bumi Investment mencapai kesepakatan dengan penjual untuk mengakuisisi 44% saham PT Darma Henwa Tbk senilai Rp2,41 triliun dan 75,74% saham PT Fajar Bumi Sakti secara tidak langsung senilai Rp2,48 triliun, dan 84,46% saham PT Pendopo Energi Batubara Rp1,30 triliun.

Ponsel Senior Vice President Investor Relations Bumi Resources Dileep Srivastava tidak aktif saat dimintai keterangan terkait dengan kajian BEI.

Situs Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia mengungkapkan pemegang saham Fajar Sakti adalah PT Bakrie Investindo sebanyak 99% dan PT Bakrie Mining Services Corporindo 1%.

Berdasarkan catatan yang dirilis oleh PT NISP Sekuritas pada 8 Januari, sebelumnya pemegang saham Pendopo adalah PT Bakrie Capital Indonesia sebanyak 90% dan Barito Putra 10% saham. Pendopo mempunyai tambang batu bara yang berlokasi di Sumatra Selatan. Total cadangan terukur Pendopo 788 juta ton.

Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito menambahkan otoritas bursa dan otoritas pasar modal akhirnya memperpanjang batas waktu penyerahan laporan mengenai akuisisi itu hingga hari ini.

"Kami berharap segera menerima laporan itu. Semoga besok [hari ini]. Mengenai pembatalan, kami melihat kemungkinan itu ada. Kami mengkaji itu. Yang jelas, apabila mereka melakukan fair transaction dan memenuhi semua aturan, ya aman-aman saja," kata Eddy.

Terbukti material

Menurut dia, BEI bisa membatalkan rencana akuisisi itu apabila terjadi benturan kepentingan dan transaksi itu terbukti tergolong material. "Kalau bisa disesuaikan ya disesuaikan, kalau tidak, ya kemungkinan batal," tuturnya.

Otoritas bursa meminta manajemen Bumi membuktikan secara hukum materialitas transaksi tersebut.

Ketua Bapepam-LK A. Fuad Rahmani mengatakan otoritas pasar modal akan menelaah lebih lanjut rencana itu.

Dalam riset yang diterbitkan oleh PT Danareksa Sekuritas pada 9 Januari disebutkan sekuritas lokal itu meningkatkan asumsi utang akibat dari akuisisi tersebut. Estimasi laba bersih tahun ini dan tahun depan menurun 9%-19%, sedangkan beban bunga melonjak 51%-100%. Gearing bersih 2009-2010 Bumi diperkirakan 204%-104%.

BRI tambah 29 jaringan


MEDAN: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk akan membuka 29 unit jaringan kantor baru di Sumatra Utara dalam rangka lebih mendekati nasabah.

"Pembukaan jaringan tersebut bertujuan mendekatkan BRI kepada masyarakat terutama di perdesaan," ujar Pimpinan Wilayah BRI Medan Albert Rajaguguk, kemarin.

Menurut dia, 29 unit kerja baru tersebut antara lain dua kantor cabang di Medan dan, 10 kantor cabang pembantu, 10 kantor kas, serta dua BRI Unit. Kantor cabang pembantu akan berada di berbagai kota di Sumatra.

BRI merupakan bank terbesar ketiga di Indonesia setelah Bank Mandiri dan BCA. Bank tersebut memiliki jaringan kantor terluas hingga kota kecamatan melalui keberadaan BRI Unit.

Niaga pangkas bunga kredit


JAKARTA: PT Bank CIMB Niaga Tbk akan menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah paling lambat pada akhir bulan ini sebesar 50 basis poin dari posisi saat ini 15,5%-16%.

Direktur Ritel Bank CIMB Niaga James Rompas mengatakan pihaknya tengah menghitung ulang untuk menurunkan suku bunga KPR dan suku bunga kredit konsumer lain menyesuaikan terhadap biaya dana.

"Kami masih mengkaji penurunan suku bunga itu, tapi pasti akan diturunkan karena BI Rate telah turun dan pasar perbankan pada umumnya diperkirakan juga akan turunkan suku bunga," ujarnya usai relaunching corporate credit card di Jakarta, tadi malam.

James mengutarakan penurunan suku bunga KPR akan mendapatkan prioritas mengingat porsi kredit perumahan memiliki porsi terbesar mencapai 65% terhadap total kredit konsumer. Penurunan bunga diharapkan akan menggenjot kembali pertumbuhan kredit konsumer pada tahun ini

Saham Bumi Resources terpangkas 48% dalam 5 hari


JAKARTA: Harga saham PT Bumi Resources Tbk terpangkas 47,59% hanya dalam waktu 5 hari karena tekanan jual yang dipicu sentimen negatif dari rencana akuisisi tiga perusahaan senilai total Rp6,18 triliun.

Harga saham perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia milik keluarga Bakrie itu kemarin ditutup merosot 9,52% ke level Rp570 per saham. Kapitalisasi pasar Bumi Rp11,08 triliun.

Dalam sepekan, PT Bumi Resources Investment, anak perusahaan Bumi Resources, mencapai kesepakatan dengan penjual untuk mengakuisisi 44% saham PT Darma Henwa Tbk senilai Rp2,41 triliun dan 75,74% saham PT Fajar Bumi Sakti secara tidak langsung senilai Rp2,48 triliun, dan 84,46% saham PT Pendopo Energi Batubara senilai Rp1,30 triliun.

Norico Gaman, Kepala Riset PT BNI Securities, mengatakan penurunan harga saham Bumi disebabkan oleh kurangnya transparansi mengenai akuisisi tersebut.

"Akuisisi senilai total Rp6,18 triliun itu sangat memengaruhi kondisi keuangan Bumi ke depan, sehingga mereka harus transparan," katanya.

Menurut dia, transaksi terlihat seperti akuisisi internal, mengingat pemegang saham Fajar Sakti dan Pendopo Energi bukan merupakan pihak di luar afiliasi Bumi.

Presiden Direktur Fajar Sakti Yufli Gunawan, seperti dikutip Bloomberg belum lama ini, adalah mantan analis di Bumi dan unit produksi batu bara. Situs Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia mengungkapkan pemegang saham Fajar Sakti adalah PT Bakrie Investindo sebanyak 99% dan PT Bakrie Mining Services Corporindo 1%.

Senior Vice President Investor Relations Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan perseroan memandang kejatuhan harga saham Bumi merupakan akibat dari tekanan krisis global dan spekulasi pasar.

"Akuisisi itu berdampak positif bagi perusahaan ke depan. Hanya saja, terjadi persepsi yang salah di masyarakat."

Kondisi memburuk

Berdasarkan riset PT J.P. Morgan Securities Indonesia yang dipublikasikan pada 7 Januari, Fajar Bumi mempunyai cadangan batu bara 114 juta ton. Meski manajemen Bumi menyatakan kinerja keuangan Bumi saat ini kuat, sekuritas asing itu meyakini kondisinya memburuk karena beberapa faktor.

Berdasarkan catatan yang dirilis oleh PT NISP Sekuritas pada 8 Januari, sebelumnya pemegang saham Pendopo adalah PT Bakrie Capital Indonesia sebanyak 90% dan Barito Putra 10% saham. Nilai transaksi Bumi kemarin Rp64,19 miliar.

Kredit Mandiri tumbuh 34%


JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk pada 2008 mencatatkan kenaikan kredit konsumer sebesar 34% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp14,23 triliun. Tahun ini sektor itu ditarget tumbuh 20%.

Executive Vice President Consumer Finance Mansyur S. Nasution mengatakan pada 2008 sektor konsumer belum terkena dampak krisis global, sehingga pertumbuhannya mencapai 34%, termasuk kartu kredit.

"Namun, sepertinya tahun ini lebih landai, meskipun peluang bertumbuh masih besar, karena tingkat risikonya lebih besar. Kami hanya patok sektor konsumer tumbuh 20%," ujarnya kemarin.

Dia menjelaskan hingga pengujung 2008 sektor konsumer masih didominasi oleh kredit pemilikan rumah, kemudian disusul multiguna dan kartu kredit.

Januari Bakal Deflasi Lagi


Jakarta - Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani memperkirakan dengan penurunan harga BBM bersubsidi, maka pada Januari 2009 berpotensi kembali terjadi deflasi.

"Insya Allah deflasi lagi. Kalau efek pertama dengan penurunan Rp 500, pengaruhnya kan menurunkan inflasi 0,53%," ujarnya ketika ditemui di Kantor Bappenas, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin malam (12/1/2009).

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat terjadinya deflasi pada Desember 2008 sebesar 0,04%. Sementara inflasi sepanjang 2008 adalah 11,06%.

Sri Mulyani mengatakan, dengan penurunan BBM yang dilakukan pemerintah, seharusnya berdampak signifikan menurunkan harga-harga.

"Efektifnya berapa kita akan lihat bagaimana pengaruhnya, pokoknya kita lihat kepada efek ronde selanjutnya," katanya.

Dengan penurunan harga BBM ini, Sri Mulyani meyakini deflasi pasti akan sering terjadi, sehingga bisa menurunkan tingkat laju inflasi di 2009.

"Deflasi akan lebih banyak. Tapi kan memang inflasi bukan cuma BBM saja, efek ronde selanjutnya tergantung penurunan harga-harga lain," tuturnya.

Sri Mulyani berharap dengan penurunan harga BBM kali ini, inflasi pada tahun 2009 bisa ditekan menjadi single digit, dari 11,06% yoy pada Desember 2008. Dia berharap dengan perlambatan laju inflasi, penurunan BI Rate juga terus berlanjut.

"Itu (penurunan BI Rate) sebagai konsekuensi penurunan inflasi tersebut," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan hal yang sama.

"Januari berpotensi deflasi. Deflasi sebenarnya satu hal yang menguntungkan pemerintah," jelas Paskah.

Artinya, lanjut Paskah, kemiskinan berkurang meskipun akan ada penambahan pengangguran.

"Makanya kita ingin berikan stimulus yang lebih besar bagi ekonomi domestik dengan bangun infrastruktur, kita juga mulai sekarang untuk perkuat daya beli masyarakat, walau kita punya range pertumbuhan ekonomi 4,5% sampai 5,5%, kita ingin capai yang optimalnya (5%)," tuturnya.

Paskah mengatakan stimulus fiskal Rp 50 triliun yang diberikan pemerintah akan menahan laju PHK di 2009.

"Kalau pertumbuhan ekonomi 4,5%, pengangguran bisa 9,5% bisa di atas 9 juta orang lebih. Kalau pertumbuhan 5,5% dengan tetap pertahankan daya beli masyarakat artinya inflasinya tetap tidak tinggi, pengangguran bisa kita tekan ke 7,9%, angkanya bisa hanya 7 jutaan orang. Dengan asumsi 431 ribu penyerapan tenaga kerja per 1% pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

Ada Skenario Giring BUMI ke Rp 400


INILAH.COM, Jakarta - Sudah sebulan lebih saham PT Bumi Resources (BUMI) menjadi sorotan pasar seiring sentimen akuisisi agresif perseroan. Namun ada rumor tentang skenario menggiring saham BUMI ke level rendah dan kemudian membelinya dengan harga murah.

Otoritas bursa dan Bapepam juga telah memanggil manajemen perusahaan untuk menjelaskan berbagai aksi yang dilakukan. Termasuk akuisisi tiga perusahaan tambang. Rumors yang berkembang ada skenario untuk men-down grade harga saham yang kini bertengger di level Rp 630 per lembar itu hingga ke level Rp 400 per unit.

Sumber INILAH.COM di pasar modal, mengemukakan, berbagai pihak yang tertarik untuk membeli saham emiten pertambangan tersebut terus mendorong harga saham tersebut untuk jatuh.

Anjloknya saham BUMI besar disebabkan keluarnya investor asing seperti Merryl Linch. Dalam laporan yang disetor oleh PT Ficomindo, persentase pemodal asing masing masih menguasai 62,69%, sementara pemodal nasional 37,31%.

Dalam penutupan perdagangan akhir pekan lalu, saham BUMI ditutup Rp 630 per lembar turun 10% pada pembukaan di level Rp 700 per lembar. Perdagangan hari sebelumnya, saham BUMI juga kena auto rejection karena melorot hingga 10%.

Pengamat pasar modal Dandossi Matram menilai bahwa kondisi yang terjadi pada saham BUMI idealnya tidak disikapi dengan panik oleh investor. “Ini pentingnya untuk tidak melakukan trading harian. Justru kalau harganya murah, ini saatnya untuk membeli saham tersebut,” katanya kepada wartawan.

Dandossi menjelaskan, krisis finansial akan berakhir dalam 2-3 tahun mendatang. Saat itu, kondisi harga saham BUMI jelas jauh akan berlipat dan menjanjikan keuntungan bagi investor pasar modal.

Sebelumnya, analis Aspirasi Indonesia Research Institute (AIR Inti) Yanuar Rizky menilai bahwa masa kejayaan saham tambang batubara BUMI kemungkinan akan lenyap karena berbagai permasalahan yang menimpanya.

Mulai dari meluasnya krisis ekonomi, harga komoditas yang cenderung melemah, serta sentimen negatif repo yang dilakukan induk usahanya, PT Bakrie & Brothers (BNBR). “Menurut saya, BUMI agak repot. Bisa jadi tahun ini tidak lagi membumi,” katanya.

Yanuar menjelaskan, ancaman hilangnya saham BUMI dipicu aksi goreng-menggoreng saham (stock cornering). Ini adalah teknik yang dipakai untuk mengumpulkan sebagian besar saham di pasar dengan tujuan menaikkan harga saham.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan repo saham, yaitu mengagunkan saham yang dimiliki dengan imbalan biaya bunga. Kemudian pinjaman yang diperoleh digunakan lagi untuk membeli saham yang akan digoreng, terus di-repo lagi.

Tak lupa juga meniupkan rumor–rumor ke pasar sehingga pasar bereaksi ditandai dengan harga saham yang meningkat, baru kemudian dilakukan penjualan. Kalau fundamental perusahaan yang sahamnya digoreng ini tidak mendukung, harga sahamnya akan jatuh.

Dengan demikian investor harus benar-benar jeli sebelum melangkah. Ketika memastikan untuk melangkah maka sebaiknya dengan posisi perspektif waktu yang panjang. Jangan coba-coba untuk trading harian.

Indofood Enggan Beli Sarijaya


Jakarta - Penjualan saham PT Sarijaya Permana Sekuritas memunculkan banyak nama investor. Selain asing, investor dalam negeri seperti Sinarmas, Djarum dan Indofood juga dikait-kaitkan dikabarkan mengincar perusahaan sekuritas yang sedang kolaps itu.

Berbeda dengan Sinarmas yang memang ditawari untuk membeli Sarijaya, pihak PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menegaskan tidak tertarik dengan perusahaan milik Herman Ramli itu.

"Bersama ini kami menegaskan bahwa perseroan tidak memiliki rencana untuk membeli Sarijaya Sekuritas," tegas Corporate Secretary Indofood, Werianty Setiawan dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia seperti dikutip, Senin (12/1/2009).

Indofood adalah perusahaan milik konglomerat Salim yang kini sedang fokus dalam pengembangan sawit. Indofood lebih banyak bermain di industri makanan.

Hingga saat ini, pihak yang sudah memastikan untuk membeli Sarijaya baru satu konsorsium yang ditangani Manajer Investasi independen Vier Jamal. Herman Ramli sendiri sudah menyerahkan masalah penjualan perusahaannya kepada otoritas bursa.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi sejak 6 Januari 2009 terhadap anggota bursa (broker) PT Sarijaya Permana Sekuritas karena adanya penyalahgunaan dana nasabah dan pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang tidak benar.

Anggota Bursa dengan kode perdagangan SP tersebut terakhir melaporkan nilai MKBD sebesar Rp 29,318 miliar. Herman Ramli sendiri telah ditahan Bareskrim-Mabes Polri sejak 24 Desember 2008 karena dugaan penggelapan dana nasabah Rp 245 miliar.

Saham BUMI Terendah Sejak 6 Tahun


Jakarta - Aksi jual saham PT Bumi Resorces Tbk terus berlanjut karena sentimen negatif ketidakjelasan akuisisi yang dilakukan perusahaan. Investor asing tidak berhenti menjual saham BUMI yang anjlok hingga kepentok auto rejection.

Saham BUMI pada pembukaan perdagangan pukul 09.30 WIB, Senin (12/1/2009) langsung terkapar 9,52% atau turun Rp 60 ke level Rp 570 per saham. Harga saham BUMI ini terendah sejak tahun 2003 yang pernah ada di level Rp 500 per saham.

Broker asing yang melakukan penjualan besar-besaran saham BUMI adalah Merrill Lynch Indonesia (ML), CLSA Indonesia (KZ) dan BNP Paribas Securities Indonesia (BW).

BUMI mengalami tekanan jual yang tinggi karena investor asing fokus pada masalah transpransinya atau GCG terkait akuisisi terhadap tiga perusahaan di awal tahun ini.

BUMI telah mengumumkan pembelian tiga perusahaan tambang dengan nilai yang tinggi dalam waktu yang berdekatan. Bumi membeli 76,9% saham saham perusahaan PT Fajar Bumi Sakti senilai Rp 2,47 triliun. Bumi juga melakukan pembelian secara tidak langsung saham DEWA sebesar 43,6% senilai Rp 2,4 triliun.

Terakhir BUMI melalui anak usahanya PT Bumi Resources Investment membeli 89% saham yang dikeluarkan Pendopo Coal Ltd senilai Rp 1,303 triliun. Pendopo Coal secara tidak langsung memiliki 94,9% saham PT Pendopo Energi Batubara.

Prosedur Klaim Nasabah Sarijaya


Jakarta - Para nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) diberi waktu untuk mengajukan klaim mulai Senin, 12 Januari hingga Jumat, 16 Januari 2009 cap pos atau diantar sendiri ke kantor-kantor cabang SPS.

Berikut ini prosedur klaim nasabah SPS, berdasarkan keterangan yang dikutip dari situs Sarijaya Sekuritas, Sabtu (10/1/2009).

Nasabah yang akan mengajukan klaim atas dana ataupun efeknya di SPS agar mengajukannya dengan mengisi formulir pernyataan kepemilikan dana dan atau saham nasabah SPS, disertai dengan dokumen:

* Fotokopi bukti identitas
* Fotokopi Account Statement terakhir
* Fotokopi Portofolio Statement terakhir
* Dokumen pendukung lainnya (jika ada).


Dalam hal nasabah ingin melakukan pengambilan atau pemindahan efek atau penarikan dana, maka nasabah yang bersangkutan mengajukannya dengan mengisi Formulir Permohonan/Pemindahan efek dan atau Formulir Penarikan Dana termasuk dokumen-dokumen pendukung diatas.

Formulir permohonan pengambilan atau pemindahan efek dan formulir penarikan dana dapat diperoleh di:

* Kantor pusat dan kantor cabang SPS
* Men-download di website SPS, BEI, KPEI ataupun KSEI.


Dokumen permohonan yang disebutkan pada kedua poin diatas disampaikan langsung atau dikirimkan dengan pos tercatat di kantor SPS tempat nasabah membuka rekening.

Kepala Biro Transaksi Efek Bapepam-LK Nurhaida sebelumnya juga menjelaskan, Bapepam-LK, Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentra Efek Indonesia (KSEI) sepakat untuk membentuk Help Desk yang ditempatkan di masing-masing institusi tadi untuk memberikan penjelasan kepada nasanbah tentang prosedur klaim. Help desk itu untuk memberikan penjelasan cara pengajuan klaim.

Seperti diketahui, BEI telah melakukan suspensi atas SPS terkait penggelapan dana yang dilakukan komisaris utamanya, Herman Ramli dan juga pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD). Sarijaya termasuk salah satu sekuritas besar dengan nasabah mencapai sekitar 8.700, dimana 6.500 merupakan nasabah ritel. Mabes Polri sebelumnya juga menyatakan, kerugian akibat penggelapan dana nasabah Sarijaya sudah mendekati Rp 300 miliar. Versi BEI, dana yang digelapkan mencapai Rp 245 miliar.

'Franchise' Sarijaya Ganti Bendera


INILAH.COM, Jakarta - Selain membuka cabang, Sarijaya Permana Sekuritas ternyata membuka sistem franchise untuk memperkuat jaringannya di Indonesia. Namun, para franchise ini kemungkinan akan memindahkan bendera mereka ke broker lain.

"Kemungkinan, kami akan memindahkan bendera kami ke broker lain," ujar Azis, salah satu tim sales Sarijaya yang berlokasi di Jl. Panglima Polim, Jakarta kepada INILAH.COM, Sabtu (10/1). Karena menurutnya, akan sulit untuk menumbuhkan kembali keprcayaan para investor terhadap Sarijaya.

Dia juga mengutarakan tengah mencari data-data nasabah mereka sampai ke sistem data KSEI serta melakukan verifikasi dan membereskan administrasi. "Hal ini bertujuan agar saat BEI membuka suspensi Sarijaya, kita bisa langsung memindahkan semua dana nasabah (kas dan efek) ke broker lain," tukasnya.

Yang penting bagi perusahaanmua sebagai franchise Sarijaya adalah bagaimana agar semua dana nasabah dan efeknya bisa diselamatkan dulu. Dia bahkan mengaku ada nasabah yang baru menanamkan dananya 2 hari sebelum suspensi dilakukan. "Kasihan mereka ini, belum sempat melakukan trading Sarijaya sduah disuspensi," paparnya.

Terkait broker yang akan dijadikan pengganti Sariojaya, Azis beum bersedia menyebutkan institusinya. "Yang jelas, broker tersebut lokal dan berada di atas kelas Sarijaya. Breker ini juga memiliki jaringan yang sangat luas, dan sistemnya juga sudah online seperti Sarijata," tuturnya.

Sarijaya Siap Bantu 'Help Desk'


INILAH.COM, Jakarta - PT Sarijaya Permana Sekuritas (PSP) sudah siap menerima proses klaim dari nasabah. Manajemen sudah melakukan koordinasi dengan seluruh cabang yang ada di daerah.

Menurut Corporate Secretary PT PSP, Hasbie Sukaton, dalam melanyani proses klaim dari nasabah pihaknya melakukan koordinasi dengan Bapepam-LK, dan SRO. “Kita sudah siap untuk memperlancar proses tersebut. Berkas tersebut nanti akan diserahkan ke BEI untuk disatukan,” katanya kepada INILAH.COM, Sabtu (10/1).

Data klaim yang dikirimkan oleh nasabah akan dilakukan verifikasi oleh manajemen SPS. Walaupun nantinya tetap dicocokkan dengan data yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian terdapat data yang utuh mengenai dana nasabah yang diinvestasikan melalui SPS.

Dalam skema Help Desk yang diluncurkan Bapepam-LK dan SRO untuk menyelamatkan dana nasabah, klaim ditunggu paling lama tanggal 16 Januari 2009. Nasabah SPS yang tersebar di seluruh cabang menyerahkan bukti kepemilikan investasi baik secara langsung maupun via pos. Berkas pengajuan klaim ini kemudian diverifikasi untuk dicocokan dengan data yang ada di BEI.

Kantor cabang SPS paling banyak terdapat di Jakarta dan di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, luar Jawa. SPS menggunakan gerai investasi sampai merambah kota-kota dan kabupaten yang termasuk aktif dalam kegiatan perekonomian.

Bakrie Terbitkan MSN Rp 5,2 T


INILAH.COM, Jakarta - Aksi fantastis kelompok usaha Bakrie & Brother memang begitu mengejutkan publik. Proses akuisisi 3 perusahaan dilakukan beruntun. Kejutan lain dari Keluarga Bakrie adalah penerbitan Medium Structured Notes (MSN) senilai Rp 5,2 triliun.

Penerbitan MSN ini dilakukan oleh salah satu perusahaan investasi kelompok usaha Bakrie. Tujuannya untuk menyelesaikan proses restrukruisasi repurchase agreement (repo). Pasalnya utang repo saham-saham kelompok Bakrie sudah jatuh tempo.

Surat utang ini ternyata telah terbit sejak Desember 2008 kemarin. MSN ini terdiri dari Seri I memiliki tenor 2 tahun dengan nilai Rp 3,4 triliun. Untuk seri II tenornya sampai tiga tahun dengan nilai Rp 1,8 triliun.

Tampaknya investor senang dengan MSN ini karena imbal hasilnya termasuk kompetitif. Seri I, investor akan mendapatkan bunga 1,75% dalam sebulan selama 2 tahun. Bagi yang membeli MSN seri II akan memperoleh imbal hasil sekitar 1,91 % per bulan selama tiga tahun.

BCA sediakan rekening virtual


AKARTA: PT Bank Central Asia Tbk mulai hari ini menjalin kerja sama dengan Universitas Katolik Atma Jaya dalam memberikan fasilitas rekening virtual bagi para mahasiswa universitas tersebut.

Dalam siaran persnya, manajemen BCA mengungkapkan rekening virtual akan memudahkan mahasiswa Unika Atma Jaya melakukan pembayaran kuliah. Setiap mahasiswa, mendapatkan nomor rekening pribadi sebagai rekening tujuan pembayaran.

Layanan ini memberikan kemudahan mahasiswa tanpa perlu menulis nomor induk ataupun nama pada catatan bank. Pembayaran juga bisa menggunakan seluruh akses yang disediakan BCA.

Mandiri Tambah Modal Bank Syariah Mandiri


Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyuntik modal baru ke anak usahanya Bank Syariah Mandiri (BSM) senilai Rp 199,871 miliar baik dalam bentuk tunai maupun pemberian 24 unit properti melalui inbreng aktiva tetap.

Penambahan modal itu dengan tujuan memperkuat struktur permodalan BSM sebagai salah satu pilar utama anak usaha Mandiri.

Demikian penjelasan direksi dan komisaris Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/1/2008).

Dari jumlah tambahan modal Rp 199,871 miliar itu yang berupa setoran modal tunai sebesar Rp 100 miliar. Sedangkan setoran non tunai yang dilakukan melalui inbreng aktiva tetap sebesar Rp 99,871 miliar.

Setoran modal non tunai melalui inbreng aktiva tetap telah dilakukan pada 31 Desember 2008, sedangkan setoran tunai dibayarkan pada 5 Januari 2009. Bank Indonesia juga telah memberikan persetujuan atas transaksi tersebut.

Untuk inbreng melalui aktiva tetap penilaian aset propertinya dilakukan oleh penilai independen PT Asian Appraisal Indonesia. Aset itu berupa 24 unit properti terbengkalai yang terdiri dari 22 unit gedung kantor dan 2 unit rumah dinas/mess.

Dengan penambahan modal tersebut maka kepemilikan Mandiri di BSM menjadi 131.648.712 saham dengan nilai nominal Rp 5.000 sehingga seluruhnya berjumlah Rp 658,243 miliar.

Dua Investor Siap Ambil Alih Sarijaya


Jakarta (ANTARA News) - Sekitar 2 hingga 3 investor berminat dan siap ambil alih kepemilikan PT Sarijaya Permana Sekuritas.

"Sudah ada sekitar 2 sampai tiga investor yang menghubungi saya dan menyatakan minatnya mengambilalih Sarijaya," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Erry Firmansyah di Jakarta, Rabu.

Erry mengungkapkan, untuk saat ini pihaknya belum bisa mengungkapkan siapa investor tersebut dan lagipula pihak BEI masih berkonsentrasi pada penyelesaian masalah Sarijaya.

"Kami masih ingin menyelesaikan verifikasi dahulu, jadi mereka belum bisa mengambilalih sekarang. Kalau hanya untuk klarifikasi silakan saja," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany mengatakan pihaknya tidak mau banyak terlibat terhadap proses pengambilalihan Sarijaya oleh investor baru. Bapepam hanya menekankan pada proses kualifikasi dan profesionalisme para pengelola baru saja.

"Saya tidak mau banyak terlibat, karena itu bisnis to bisnis. Kita hanya fokus pada proses penyeleksian dan kita serahkan ke otoritas pasar modal, dan itu sifatnya hanya mediasi saja,"kata Fuad.

Herman Ramli Serahkan Penjualan Saham Sarijaya ke Bursa


Jakarta - Komisaris Utama PT Sarijaya Permana Sekuritas Herman Ramli telah menyerahkan kuasa pengalihan 100% sahamnya pada otoritas bursa. Rencana pengambilalihan oleh konsorsium investor asing dan lokal mendapat jalan mulus.

"Herman Ramli telah menyerahkan masalah pemindah tanganan kepemilikan sahamnya di Sarijaya pada otoritas bursa," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah, di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (7/1/2009).

Herman Ramli merupakan pemilik 100% saham Sarijaya. Setelah penangkapan dirinya karena dugaan menggelapkan dana nasabah senilai Rp 245 miliar, manajemen Sarijaya menyatakan sedang mencari investor baru untuk menggantikan pemilik saham lama Herman Ramli.

Sebelumnya, Direktur Utama Sarijaya Yusuf Rusli menyatakan telah menerima tawaran dari 4 investor asing dan lokal yang tergabung dalam 1 konsorsium. Konsorsium tersebut berencana membeli 100% saham Sarijaya senilai Rp 250 miliar.

Vier Jamal, Hedge Fund Independen yang telah ditunjuk oleh konsorsium menyatakan, pihaknya telah menyiapkan dana tersebut ditambah Rp 150 miliar untuk mengembangkan Sarijaya pasca pengambilalihan sehingga totalnya senilai Rp 400 miliar.

Jamal mengatakan, sebelum negosiasi lebih lanjut, manajemen Sarijaya harus memastikan bahwa Herman Ramli bersedia melepas sahamnya di Sarijaya, baru kemudian 4 investor yang ditanganinya dapat masuk.

Sementara mengenai rencana pengambilalihan tersebut, Erry mengatakan bursa akan memberikan kewenangan pada manajemen Sarijaya untuk memutuskannya.

"Itu tergantung manajemennya, yang jelas rencana itu positif," ujar Erry.

Hanya saja, Erry menambahkan, proses pengambilalihan baru dapat dilakukan pasca verifikasi yang sedang dilakukan tim bersama BEI dan Bapepam selesai dilaksanakan.

BEI Pastikan Pemilik Sarijaya Lepas Kepemilikan


JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan pemilik saham penuh PT Sarijaya Permana Sekuritas yang saat ini tersandung masalah hukum Herman Ramli telah menyerahkan sepenuhnya pada BEI untuk segera dijual dan mencari investor baru.

"Pemilik sudah serahkan kewenangan penuh pada BEI untuk cari investor baru," kata Dirut BEI Erry Firmansyah, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/1/2009).

Menurutnya, kabar positif bila ada investor yang terarik membeli Sarijaya Sekuritas dan BEI akan memproses segala penjualan saham oleh Komut. Pasalnya ini akan menyelamatkan industri tersebut. Akan tetapi yang menjadi masalah, apakah para investor mau me-recovery dana yang digelapkan sekira Rp245 miliar.

Erry mengatakan, yang terpenting dan menjadi fokus perhatian BEI adalah menjaga keamanan rekening efek nasabah dan bagaimana saham para nasabah tidak hilang.

Oleh karena itu, otoritas bursa akan merilis aset nasabah yang menginginkan pindah dari sana atau tidak setelah dilihat perbedaan variannya. "Tanpa dimintapun kita berkewajiban menyelamatkan dana nasabah," tegasnya.

Lebih lanjut, dia pun menegaskan kasus Sarijaya Sekuritas tidak ada kaitan dengan repo saham Bakrie. Kalau repo saham Bakrie sebesar Rp35 miliar, sementara kasus Sarijaya Rp245 miliar dan ini tidak ada benang merahnya.

Selain itu, Erry menjelaskan kasus tindakan kriminalitas yang dilakukan Herman Ramli harus dipisahkan dengan investor yang mau menjual industri ini. Hal yang perlu diperhatikan, BEI tidak menutup pintu terhadap investor yang mau masuk. Karena bagaimanapun juga bila ada investor masuk, maka perseroan akan mendapatkan dana dari investor baru.

13 Anggota Bursa Dicabut Keanggotaannya


JAKARTA - Sebanyak 13 Anggota Bursa (AB) yang sampai saat ini belum memiliki hak keanggotaan, dicabut Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) oleh pihak PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

Hal tersebut seperti diungkapkan Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud, dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Rabu (7/1/2009).

Adapun pada 24 September 2008, BBJ menerbitkan surat edaran tentang kewajiban setiap AB untuk memiliki sekurang-kurangnya satu hak keanggotaan, kecuali pedagang perorangan yang dapat memiliki atau menyewa satu hak keanggotaan.

Sebelumnya, AB yang belum memenuhi ketentuan tersebut diberikan waktu untuk melakukan penyesuaian paling lambat 1 Desember 2008. Namun dengan pertimbangan adanya beberapa AB mengajukan permohonan perpanjangan, maka BBJ memperpanjang jangka waktu penyesuaian hingga 31 Desember 2008 pukul 17.00 WIB.

Adapun ke-13 AB tersebut adalah sebagai berikut:

1. PT Capital & Gain Futures
2. PT Hall Rich Indonesia
3. PT Harumdana International
4. PT Indo Arthamas Makmur
5. PT Janisia Investama
6. PT Masterindo Perdana Jaya
7. PT Menara Mas Investindo
8. PT Muliadana Futures
9. PT Panmitra Utama
10. PT Penata Artha Futures
11. PT Gita Artha Berjangka
12. PT Central Asset Futures
13. PT Sarana Perdana Berjangka

Bumi Akuisisi Fajar Bumi Rp 2,4 Triliun


JAKARTA , Investor Daily
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui anak usahanya, PT Bumi Resources Investment mengakuisisi 76,9% saham Leap Forward Finance Ltd, perusahaan induk PT Fajar Bumi Sakti. Nilai akuisisi itu mencapai Rp 2,47 triliun.

“Bumi Resources Investment telah menandatangani shares purchase agreement (SPA) pada 26 Desember 2008 dengan Ancara Properties Ltd sehubungan dengan pembelian 76,9% saham Leap Forward,” kata Direktur Bumi Eddie J Soebari dalam penjelasan resminya kepada Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (6/1).

Eddie menjelaskan, Leap Finance memiliki secara tidak langsung 98,5% saham PT Fajar Bumi Sakti. Bumi Resources akan membayar pembelian saham Leap Finance secara bertahap, yang diawali dengan pembayaran di muka sebesar Rp 156 juta.

Selanjutnya, Bumi akan membayar secara bulanan selama 12 bulan pertama dengan total Rp 430 miliar. Pembayaran terakhir sebesar Rp 2,04 triliun dilakukan dalam waktu 24 bulan dengan ketentuan Fajar Bumi telah mencapai target produksi yang disepakati dalam SPA.

Eddie mengatakan, akuisisi itu bukan transaksi material dan benturan kepentingan. Bumi Resources tidak perlu melangsungkan rapat umum pemegang saham luar biasa untuk meminta persetujuan pemegang saham.

Sebelumnya, Bumi Resources Investment telah menandatangani SPA dengan Goodrich Management Corp untuk membeli 44% saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dari Zurich Asset Investment Ltd. Nilai akuisisi itu mencapai US$ 222 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun.

Darma Henwa merupakan kontraktor pertambangan yang sahamnya tercatat di BEI. Sedangkan Fajar Bumi yang diakuisisi Bumi Resources merupakan perusahaan pertambangan batubara yang menguasai lahan konsesi seluas 9.991 hektare (ha) di Kalimantan Timur. Namun, kantor pusatnya berada di Wisma Bakrie, Jakarta.

Fajar Bumi memiliki konsesi penambangan di Loa Ulung, Tenggarong, Kaltim seluas 988 ha. Total cadangan batubara di konsesi itu sebanyak 14 juta ton.

Sebelumnya, Fajar Bumi mengakuisisi konsesi baru seluas 4.008 ha di Desa Gunung Sari, Tabang, Kaltim. Fajar Bumi juga telah mengakuisisi konsesi lainnya seluas 4.995 ha di Desa Buluk Seng, Tabang, Kaltim. Cadangan batubara di Tabang diperkirakan mencapai 100 juta ton.

Batubara yang diproduksi Fajar Bumi termasuk kualitas tinggi dengan kalori 6.500-6.800 kcal per kg dan 5.200-5.800 kcal per kg. Beberapa pelanggan perusahaan di antaranya Glencore International AG, National Power Supply Company, dan PT International Nickel Indonesia Tbk.

Respons Pasar
Analis PT Reliance Securities Deo Rawenda mengatakan, saat ini bukan merupakan waktu yang tepat bagi Bumi untuk akuisisi perusahaan. Pelaku pasar lebih berharap kepada perseroan untuk memperbaiki sisi finansial secara keseluruhan. “Bukannya perbaikan, Bumi malah mengeluarkan dana yang besar. Padahal, prospek perusahaan (Fajar Bumi) yang diakuisisi belum teruji,” jelasnya.

Deo menambahkan, keputusan Bumi mengakuisisi Fajar Bumi mengakibatkan perdagangan saham perseroan di BEI, kemarin, autorejection batas bawah ke level Rp 850, atau anjlok Rp 90 (9,6%).

Pelaku pasar belum mengenal tentang Fajar Bumi, sehingga mereka berspekulasi tentang prospek perusahaan itu. Apalagi, jumlah dana yang akan dihabiskan untuk akuisisi Fajar Bumi terlalu besar.

PROFIL FAJAR BUMI SAKTI
Kantor Pusat : Jakarta (Wisma Bakrie)
Lokasi Penambangan : Tenggarong dan Tabang, Kaltim
Luas Konsesi : 9.991 ha
Cadangan : 114 juta ton
Kandungan : 6.500-6.800 dan 5.200-5.800 kcal per kg

AGIS Akuisisi Comstar dan Erafone


Jakarta - Perusahaan ritel elektronik, PT Agis Tbk (AGIS) segera merealisasikan akuisisi Comstar Mobile Pte Ltd dan PT Erafone Arta Retailindo. Aksi tersebut dijadwalkan rampung bulan Januari 2009 ini.

"Perseroan segera merealisasikan akusisi Comstar dan Erafone," ujar Presiden Direktur AGIS, Samuel A. Lorenzo dalam siaran persnya, Selasa (6/1/2009).

Jumlah saham yang akan diambil alih adalah 30% saham Comstar senilai Rp 530 miliar dan 30% saham Erafone senilai Rp 10 miliar. Pendanaannya diperoleh dari hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) III senilai Rp 700 miliar pada tahun 2008.

"Akuisisi ini akan meningkatkan kinerja perseroan karena menambah lebih dari 100 outlet handphone," ujar Samuel.

Selain itu, AGIS juga memiliki hak distribusi untuk handphone bermerek Nokia, Sony Erickson, dan Samsung untuk kawasan Asia Pacifik (termasuk Indonesia).

Samuel menjelaskan, Comstar adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi handphone, sedangkan Erafone bergerak di bidang perdagangan ritel handphone.

"Dengan adanya akusisi ini tentunya kinerja perusahaan di masa mendatang akan menjadi lebih baik," katanya.

Samuel mengakui terjadi perubahan strategi investasi yang dilakukan perusahaanya. Sebelumnya AGIS berencana untuk mengembangkan investasi untuk memperbesar bisnis mereka di multimedia dan elektronik seperti menambah jumlah gerai atau membangun gerai baru.

"Tapi setelah kami melakukan berbagai studi, manajemen memutuskan melakukan investasi di bisnis yang sudah ada, sehingga risiko diminimalisir bahkan bisa meningkatkan produktifitas menjadi lebih baik lagi," jelasnya.

Keberhasilan SMS Indosat capai 95%


JAKARTA (Bisnis.com): Jaringan seluler PT Indosat Tbk mencatat keberhasilan pengiriman layanan pesan singkat (SMS) ke sesama pelanggannya mencapai lebih dari 95% sepanjang masa Natal dan Tahun Baru 2009.

Sementara tingkat keberhasilan pengiriman SMS ke antaroperator mencapai lebih dari 90% meskipun terjadi kepadatan trafik pada periode tersebut, demikian pula dengan lalu lintas percakapan (voice) yang diklaim tidak mengalami kendala yang berarti.

“Kami bergembira dapat melayani pelanggan dengan baik pada masa liburan Natal dan Tahun Baru ini, sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan lancar dan nyaman. Menjadi komitmen kami untuk selalu memberikan layanan terbaik dalam situasi dan kondisi apapun,” demikian disampaikan Adita Irawati, Division Head Public Relations Indosat, dalam siaran pers.

Adita menyatakan secara umum trafik telekomunikasi seluler Indosat, baik untuk voice maupun SMS, mengalami kenaikan yang cukup signifikan dengan total SMS terkirim mencapai 2,21 miliar pengiriman dan 2,2 miliar menit voice dalam kurun waktu sembilan hari, sejak H-1 Natal atau 24 Desember 2008 hingga hari H Tahun Baru atau 1 Januari 2009.

Puncak lonjakan pengiriman SMS terjadi pada 25 Desember 2008 yang mencapai 270,2 juta SMS atau naik sekitar 20% dibandingkan dengan hari biasa, sedangkan lonjakan voice terjadi pada 1 Januari 2009 yang mencapai 269 juta menit atau melonjak 15,2% dibandingkan dengan hari biasa.

Masa Natal dan Tahun Baru yang bersamaan dengan libur panjang akhir tahun, membuat lonjakan trafik lebih terkonsentrasi pada tempat wisata dan pusat kegiatan masyarakat, yang terlihat dari hasil pemantauan jaringan Indosat selama dua minggu terakhir di bulan Desember 2008 ini.

Sementara layanan “i-menu Special Natal dan Tahun Baru” yang berisi berbagai menu seperti Renungan Natal, Quiz X-Mas & New Year, i-ring, Game Special, Music Special, Gambar Special dan Ramalan Akhir Tahun, juga cukup diminati oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari adanya lonjakan akses penggunaan beberapa layanan ini selama kurun Natal dan Tahun Baru.

Pembelian 3 Kapal Timah Ditargetkan Rampung 2009


JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) menargetkan pembelian tiga kapal senilai Rp230 miliar rampung tahun 2009. Kapal tersebut terdiri atas kapal biasa Rp30 miliar dan dua kapal besar Rp200 miliar.

"Pembelian tiga kapal itu akan diselesaikan tahun ini," ujar Direktur Utama Timah Wachid Usman, di sela pembukaan perdagangan saham perdana 2009, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (5/1/2008).

Dia mengatakan, pembelian kapal tersebut menggunakan sisa anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun lalu. Pada 2008, TINS menganggarkan belanja modal sebesar Rp1,4 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk membangun tiga pabrik pengolahan timah dan pembelian tujuh kapal hisap. "Tahun lalu kami telah menyelesaikan pembelian empat kapal. Tiga kapal akan diselesaikan tahun ini," jelas Wachid.

Wachid menjelaskan, pada 2009 perseroan tidak berniat mengakuisisi tambang baru. Rencana akuisisi yang dihembuskan sejak 2008 masih berjalan, namun pengambilalihan tambang tidak akan terealisasi tahun ini. "Tapi kalau ada kesempatan, kami akan ambil," kata dia.

Pada 2009, jelas dia, perseroan berniat meningkatkan tambang laut menjadi 50 persen dibanding darat. Adapun pada tahun lalu, tambang laut hanya mencapai 40 persen dan darat 60 persen. Wachid menambahkan, kinerja keuangan perseroan tahun ini sulit meningkat. Perseroan mengantisipasi situasi saat ini dengan efisiensi produk, salah satunya adalah dengan pembelian tiga kapal tersebut. Kinerja tahun ini diharapkan sama dengan 2008. "Tahun ini kami berharap bisa bertahan," ujarnya.

Riset Trimegah Securites menyatakan, pembelian kapal Timah diprediksi akan mengangkat kinerja perseroan di tahun mendatang. Apalagi hal ini ditunjang dengan rencana perseroan yang akan menggenjot produksi dari operasi tambang laut. Namun hal itu akan berisiko jika rencana tersebut gagal.

"Operasi tambang laut umumnya berbiaya lebih tinggi dari tambang darat. Dengan harga timah yang makin rendah dan biaya operasi yang makin tinggi, risikonya makin besar pula," kata tim riset Trimegah.

Timah akan fokus pada operasi tambang laut untuk meningkatkan produksi dengan target penjualan tahun ini minimal 50.000 ton. Pada 2009 perseroan berharap produksi timah lepas pantai menyumbang 50 persen dari total pemasukan.

Ciptadana Securities menyatakan, Timah memperkirakan akan mengekstraksi 60.000 metrik ton timah pada 2008 dan 2009. Tahun ini, 80 persen berasal dari onshore mining dan pada 2009 setengahnya berasal dari area hak penambangan lepas pantai (offshore mining).

Tahun 2008 Timah optimis target pendapatan Rp10,48 triliun dengan asumsi produksi 60.000 ton dan harga timah USD19.000 per ton. Masih tingginya harga komoditas ke depan dan sejumlah ekspansi produksi TINS menjadi pemicunya

Telkom kurangi 800 karyawan tahun ini


GRESIK, Jatim: Memasuki 2009 PT Telkom Tbk siap mengurangi jumlah karyawan sebanyak 500 hingga 800 orang sebagian besar dari terkena program pensiun dini.

Direktur Human Capital and General Affair PT Telkom Faisal Syam mengatakan pengurangan karyawan tersebut tidak ada kaitannya dengan krisis keuangan global. Sebaliknya, katanya, rencana pensiun dini karayawan murni merupakan hasil pertimbangan di dalam pengembangan bisnis perusahaannya.

”Tahun ini alokasi pengurangan karyawan Telkom ditargetkan sekitar 500 hingga 800 orang,” ujarnya seusai menyerahkan bantuan Broadband Learning Centre (BLC) di sentra industri kerajinan tenun sarung di Desa Wedani Kabupaten Gresik, Jawa Timur, hari ini.

Menurut dia, setiap tahun jumlah karyawan BUMN ini harus bisa minus 6%. Sementara itu, penerimaan pegawai baru hanya sebesar 20% dari yang telah pensiun. Saat ini total karyawan Telkom masih sekitar 25.000 orang, ujarnya.

Jumlah tersebut, kata dia, belum masuk kategori ideal jika dikaitkan dengan rencana bisnis Telkom di masa mendatang. Pasalnya di tengah kompetisi industri telekomunikasi yang semakin ketat BUMN ini harus dapat melakukan diversifikasi usaha atau mengembangkan bisnis baru seperti broadband, meskipun tetap juga harus dapat� mempertahankan bisnis tradisionalnya.

Sebelumnya, lanjut dia, Telkom telah mentargetkan jumlah karyawan pada akhir 2008 akan tinggal 15.000-an orang. Pengurangan karyawan tersebut diharapkan melalui pengajuan secara suka rela atau mengikuti program pensiun dini.

Mandiri incar bank & asuransi


JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk mengincar dua perusahaan untuk diakuisisi sahamnya sebesar 51%-90% yakni perusahaan asuransi dan bank umum yang ditargetkan dapat terealisasi mulai kuartal kedua tahun ini untuk memperbesar aset perseroan.

Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan pihaknya memiliki rencana akuisisi sedikitnya dua perusahaan yakni asuransi dan bank yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

"Dalam situasi seperti ini, memungkinkan untuk lebih banyak lagi melakukan akuisisi karena akan lebih banyak perusahaan yang membutuhkan mitra dalam mempertahankan bisnisnya, dan Mandiri siap melakukan itu," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Agus mengutarakan rencana akuisisi itu masih harus dikaji sehingga pelaksanaannya paling cepat pada kuartal kedua. Dia menyatakan pihaknya akan terus melihat peluang akuisisi tersebut.

Menurut dia, pelaksanaan akuisisi itu harus dilakukan sangat selektif dengan menerapkan kriteria yang ketat salah satunya perusahaan yang bersangkutan harus profesional menjalankan bisnis di bidangnya.

Selain itu, katanya, perusahaan itu juga harus memberikan nilai tambah bagi perseroan yakni dapat meningkatkan return on equity perusahaan menjadi lebih baik dan mendukung kinerja operasional menjadi lebih tangguh.

"Kami optimistis mampu [untuk akuisisi], karena pengalaman Mandiri waktu merger empat bank itu berjalan baik, sehingga kalau ada kesempatan lagi kami siap mengambil itu."

Ditanya mengenai kemungkinan adanya tawaran bank sentral tentang salah satu bank kecil yang harus diakuisisi, Agus menyatakan pihaknya siap terlibat dalam konsolidasi perbankan yang tengah disiapkan regulator tersebut.

Agus menambahkan pihaknya mengharapkan aturan mengenai pembatasan kepemilikan bank hanya dua bank itu dapat dilonggarkan setidaknya dalam 2 tahun ke depan selama holding-nya berupa bank.

"Saat ini, bank dibatasi hanya boleh memiliki bank umum dan bank syariah. Tapi secara temporary kiranya ini dapat dibuka supaya dalam upaya konsolidasi perbankan, kami juga bisa berpartisipasi," paparnya.

Selain itu, katanya, dalam situasi perekonomian yang belum stabil, bank sentral juga harus mempertimbangkan kembali aturan batas maksimum pemberian kredit bagi pihak terkait, seperti kepada anak perusahaan, yang dibatasi 10% dari modal perseroan.

"Kiranya itu dapat dilonggarkan dulu setidaknya dalam 2 tahun ke depan sampai perekonomian membaik dan upaya konsolidasi perbankan juga semakin cepat karena semakin banyak yang berpartisipasi."

Uji tuntas

Khusus asuransi, Haryanto T. Budiman, EVP Coordinator Change Management Office Bank Mandiri, mengungkapkan proses uji tuntas masih berlangsung.

Menurut dia, kepemilikan asuransi kerugian akan melengkapi anak usaha asuransi saat ini yaitu Axa Mandiri Financial Services (AMFS). Selain AMFS, Bank Mandiri sudah memiliki anak usaha keuangan seperti Bank Syariah Mandiri, Bank Sinar Harapan Bali, Mandiri Sekuritas serta Tunas Finance.

Komitmen kredit Telkom Rp8 triliun Pendapatan diperkirakan tumbuh 10%


JAKARTA: Empat bank BUMN siap mengucurkan pinjaman hingga Rp8 triliun kepada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) untuk keperluan belanja modal (capital expenditure/capex) 2009.

Perseroan mematok pertumbuhan pendapatan 2009 sebesar 10% dari pendapatan tahun lalu.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan nilai pinjaman itu di luar biaya akuisisi perusahaan lain. Dana akan dipakai untuk mengembangkan bisnis dan pembiayaan kembali (refinancing) utang.

"Kalau untuk investasi biasa, kebutuhan pinjaman hanya Rp4 triliun hingga Rp5 triliun. Namun, jika ditambah untuk kebutuhan refinancing, bank BUMN bisa memberikan utang hingga Rp8 triliun," katanya seusai acara pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, kemarin.

Empat bank BUMN itu adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara.

Menurut Rinaldi, mereka bersedia memberikan pinjamannya hingga Rp8 triliun karena rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) Telkom dinilai masih rendah.

Dari laporan keuangan per 30 September 2008, total pinjaman bank ke Telkom mencapai Rp12,93 triliun, dengan perincian Rp6,50 triliun adalah utang bank yang jatuh tempo kurang dari satu tahun dan Rp6,43 triliun yang jatuh tempo lebih dari 1 tahun.

Ekuitas Telkom pada periode yang sama mencapai Rp32,59 triliun, sehingga DER mencapai 39,67%.

Terkait dengan rencana akuisisi, Telkom sejauh ini masih menjajaki pengambilalihan sebagian saham BUMN telekomunikasi di Iran.

Analis saham PT Optima Securities Ikhsan Binarto menilai Telkom perlu mengikuti tren penurunan tarif sambungan telepon dan koneksi Internet serta penurunan biaya beban ke depan guna menghadapi kompetisi yang kian ketat.

"Dengan masuknya Qtel [Qatar Telecom] ke Indosat, Telkom akan mendapatkan kompetitor yang kuat. Qtel punya modal yang kuat. Telkom harus terus cost down."

Dia mengatakan rencana ekspansi Telkom secara organik dan anorganik perlu diperkuat guna menggenjot pendapatan dan laba bersih perseroan.

Satelit Telkom-3

Dalam kesempatan itu, Rinaldi mengatakan harga satelit Telkom-3 yang akan diluncurkan akan lebih murah dari yang diperkirakan. Sebelumnya perseroan memproyeksikan kebutuhan dana untuk proyek ini US$200 juta.

Menurut Rinaldi, murahnya harga pembuatan satelit karena ada peserta tender dari Rusia yang menawarkan harga di bawah US$200 juta.

"Perusahaan Rusia ingin membuka pasar di Indonesia, dengan menawarkan pembuatan satelit yang lebih murah. Saat ini sudah dalam tahap akhir, dan perusahaan Rusia itu menjadi salah satu peserta yang masuk dalam tahap seleksi final," tuturnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, perusahaan Rusia yang dimaksud adalah Retchesnev, dengan harga penawaran sekitar Rp2 triliun.

Untuk keperluan ini, perseroan akan menjajaki pinjaman dari bank sebesar 40% dari total proyek, dan sisanya sebesar 60% akan dipenuhi dari kas internal.

Harga saham emiten berkode TLKM ini kemarin ditutup naik 6,52% ke Rp7.350.

Deflasi 0,04%, daya beli turun


JAKARTA: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadinya deflasi pada Desember sebesar 0,04% yang turut disumbang oleh kebijakan penurunan harga premium dan solar.

Menurut Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidi menjelaskan terjadinya deflasi ini membawa laju inflasi tahun kalender 2008 menembus angka 11,06% atau lebih baik dari yang ditargetkan pemerintah dalam APBN-P 2008 sebesar 11,4%.

"Penurunan harga BBM jelas menarik turun harga-harga ke bawah sehingga terjadi deflasi," ujarnya dalam pengumuman perkembangan indeks harga consumen/ inflasi Desember 2008, kemarin.

Dia menjelaskan deflasi terjadi akibat penurunan harga BBM membuat tekanan harga di sektor transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Indeks harga konsumen pada kelompok sektor itu turun 2,74%.

Dari 66 kota, lanjutnya, 27 kota mengalami deflasi dan 39 kota inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Ambon yakni 1,84% dan terendah di Pekanbaru dan Banjarmasin masing-masing 0,03%.

Ekonom Kepala PT BNI Tbk Tony A. Prasetyantono menilai penurunan harga BBM memang menjadi faktor terjadinya deflasi pada Desember, tetapi bukan satu-satunya yang menentukan.

Daya beli turun

Faktor lain yang menyebabkan deflasi adalah turunnya daya beli masyarakat yang mulai menahan diri untuk lebih berhati-hati dalam rangka mengantisipasi krisis keuangan dan ekonomi.

"Faktor-faktor itu menyebabkan demand menjadi turun, dan kemungkinan kondisi itu juga masih berlanjut pada Januari tahun ini. Walau tidak akan terjadi deflasi, saya perkirakan inflasi Januari akan rendah misalnya 0,1% atau 0,2%," tuturnya.

Di tempat terpisah, Ketua Kadin Indonesia M.S. Hidayat menegaskan deflasi Desember seharusnya menjadikan Bank Indonesia berani menurunkan BI Rate menjadi level 8,5% pada bulan ini dari 9,25% pada Desember.

Helmi Arman, Economist Treasury & Capital Markets PT Bank Danamon Indonesia Tbk, juga memperkirakan ruang penurunan BI Rate kian terbuka. "BI Rate akan terus menurun sebelum mencapai level 8% pada April 2009."

Ketua Currency Management Board Farial Anwar juga meminta bank sentral memberikan stimulus lain dengan cara menurunkan BI Rate sedikitnya 50 basis poin.

"BI Jangan menunggu NPL [non performing loan] melonjak dan gelombang PHK semakin besar karena pengusaha menanggung biaya yang besar," kata Farial.

Akan tetapi, Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menilai penurunan BI Rate sebaiknya dilakukan secara perlahan dan bertahap. Dia memperkirakan penurunan BI Rate akan berkisar 25 basis poin sesuai dengan perkembangan inflasi.

"Saya kira penurunan BI Rate cukup 25 basis poin dan tidak bisa terlalu banyak," katanya.

Medco turunkan produksi


JAKARTA: PT Medco E&P Indonesia memperkirakan produksi minyak dan kondensat pada 2009 akan turun dibandingkan dengan tahun lalu.

Dirut Medco E&P Indonesia Budi Basuki mengatakan pada 2009 produksi minyak ditargetkan 39.000 barel per hari atau turun dibandingkan dengan 2008 yang 43.000 barel per hari. "Produksi turun karena satu wilayah kerja, TAC Sanga-Sanga, Kaltim sudah dikembalikan Oktober 2008," katanya dalam satu pernyataan kepada pers, kemarin.

Budi mengatakan pada tahun ini, belanja modal dialokasikan mencapai US$325 juta, sementara 2008 mencapai US$225 juta.

Kontrak minyak 'memanas' Harga Februari mencapai US$46,34 per barel


JAKARTA: Kontrak minyak mentah dunia diproyeksikan menembus US$60 per barel karena terpengaruh situasi geopolitik di Timur Tengah dan terpangkasnya produksi Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Mayoritas dari 33 analis yang disurvei Bloomberg optimistis harga minyak akan menyentuh US$60 per barel karena gangguan pasokan emas hitam ini terkait dengan serangan militer Israel atas Palestina di Jalur Gaza.

Harga minyak juga akan dipengaruhi sikap OPEC yang memangkas produksi untuk ketiga kali. Kondisi geopolitik juga memengaruhi pengiriman gas alam dari Rusia ke Ukraina.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga minyak untuk pengiriman Februari naik US$1,74 atau 3,9% menjadi US$46,34 per barel pada pukul 14.52 WIB di New York Merchantile Exchange (Nymex), level tertinggi sejak 11 Desember. Pekan lalu, harga minyak naik 23% dan terbesar sejak Agustus 1986.

Pada pekan yang berakhir 19 Desember, harga minyak sempat anjlok 27% yang merupakan penurunan terbesar sejak diperdagangkan pada 1983.

Poltak Hotradero, Head of Research PT Recapital Securities, menilai situasi politik di Jalur Gaza tidak banyak berpengaruh terhadap pasokan minyak. Pergerakan harga minyak, katanya, masih didominasi penurunan permintaan di tengah rendahnya daya beli negara konsumen.

"Harus dilihat dulu apakah wilayah yang terkena serangan itu memiliki minyak atau tidak. Kalau di Jalur Gaza kan tidak, tetapi produsen terbesar tetap di Arab Saudi yang masih jauh ke Timur dan Irak. Mungkin yang bisa terpengaruh adalah yang terdekat dengan Jalur Gaza, Lebanon," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Dia mengatakan harga minyak masih tertahan di kisaran US$40 per barel pada jangka pendek saat ini mengingat perekonomian dunia belum benar-benar pulih.

Lembaga konsultan industri Oil Movements memperkirakan OPEC akan memangkas pengiriman minyak mentah harian hingga 1% dalam empat pekan sampai 17 Januari seperti yang sudah disepakati sebelumnya.

Adapun Halifax, perusahaan pengiriman minyak yang berbasis di Inggris, menyatakan OPEC akan mengirim 23,75 juta barel per hari (bph) dalam periode tersebut, atau turun dari empat pekan sebelumnya yang berakhir 20 Desember yakni 24 juta bph.

Pelabuhan tutup

Presiden Strategic Energy & Economic Research Michael Lynch mengatakan selain isu geopolitik, volatilitas harga minyak saat ini juga dipicu penutupan pelabuhan Houston Ship Channel.

Pelabuhan itu adalah bagian dari pelabuhan Houston, salah satu Pelabuhan tersibuk di AS. Houston Ship ditutup bagi masuknya kapal dan tanker minyak akibat kabut yang menutupi Teluk Galveston.

Di wilayah tersebut, terdapat delapan kilang minyak yang mampu untuk menghasilkan 2,22 juta barel per hari atau mewakili 13% total produksi AS.

"Penutupan Houston Ship Channel menandakan bahwa kita akan melihat pasokan minyak mentah akan berkurang pada pekan depan," kata Lycnh.

Harga kontrak bensin untuk pengiriman Februari naik 4,6% menjadi US$1,1105 per galon di New York, sedangkan heating-oil juga naik 2,6% menjadi US$1,4803 per galon.

Green shoe BNI dilepas tahun ini


JAKARTA: Kementerian BUMN berencana menutup target setoran privatisasi BUMN pada tahun ini dari pelepasan saham green shoe PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) 4,14%.

Pada tahun ini target privatisasi BUMN untuk APBN mencapai Rp1 triliun. Dari jumlah itu, Rp500 miliar merupakan carry over tahun lalu.

Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu mengatakan pihaknya akan menunggu membaiknya kondisi pasar finansial. Selain itu, pelepasan saham green shoe akan dilakukan jika saham BNI berada di posisi Rp2.050 per saham.

"Kami ingin mencari momen yang tepat, sehingga pelepasan green shoe BNI bisa mendapatkan dana yang maksimal. Privatisasi BUMN selama 2008 tidak bisa terlaksana," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Saham green shoe BNI yang akan dilepas itu setara dengan 473,89 juta saham. Jika pelepasan menunggu level saham BNI di posisi Rp2.050 per saham, dana yang bisa diraup mencapai Rp971,47 miliar.

Pada akhir perdagangan 2008, saham BNI ditutup pada posisi Rp680 per saham. Jika pemerintah melepas saham tersebut di posisi saat ini, dana yang diraup sebesar Rp322,24 miliar.

Green shoe BNI seharusnya dilepas pada tahun lalu. Namun, rencana tersebut urung dijalankan karena harga saham BNI yang terus merosot, ditambah kondisi pasar finansial yang memburuk.

BNI ketika melakukan penawaran saham kedua pada Juli 2007, menerbitkan 1,99 miliar saham baru.

Selain akan menjual saham green shoe, pemerintah juga berencana melego 20% saham atau 3,04 miliar saham BNI kepada pemodal strategis.

Said Didu mengatakan privatisasi carry over 2008 meliputi pelepasan saham-saham minoritas di sejumlah perusahaan, seperti Hotel Borobudur dan di beberapa pabrik kertas, yaitu pabrik kertas Leces serta Blabag.

Modal Darma Henwa naik jadi Rp6 triliun


JAKARTA (bisnis.com): PT Darma Henwa Tbk menggelar RUPSLB hari ini pukul 10:00 dengan agenda meminta persetujuan perubahan anggaran dasar sehubungan dengan peningkatan modal dasar dari semua Rp4 triliun menjadi Rp 6 triliun.

Agenda lainnya adalah persetujuan perubahan anggaran dasar sehubungan dengan penambahan dan perluasan kegiatan usaha dari perseroan. Selain itu rapat juga meminta ersetujuan atas perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana.

Emiten lainnya yang menggelar RUPS hari ini adalah PT Duta Graha Indah Tbk ��� pada pukul 9:30 di Board Room, Bimasena, Jl. Dharmawangsa Raya No. 39, Kebayoran Baru, Jakarta.

Rapat tersebut membahas perubahan anggaran dasar perseroan sehubungan dengan penyesuaian peraturan Bapepam No. IX J1 tgl 14 Mei 2008, tentang pokok-pokok anggaran dasar perseroan yang melakukan penawaran umum efek bersifat ekuitas dan perusahaan publik.

Selain itu rapat juga membahas penetapan susunan pengurus perseroan.

XL catat kenaikan trafik 217,9% pada 1 Januari


JAKARTA (Bisnis.com): PT Excelcomindo Pratama Tbk menyatakan jaringannya tetap aman dan sukses melayani pelanggan selama pergantian tahun dari 2008 ke 2009.

Manager Public Relation XL Febriati Nadira mengatakan pihaknya mencatat kenaikan cukup signifkan pada trafik layanan pesan singkat (SMS) dan suara.

“Lonjakan trafik SMS tertinggi terjadi pada H-1 atau 31 desember yang mencapai 133 juta pengiriman , naik 64,2% dibandingkan periode yang sama 2007,” ujarnya sore ini.

Sementara trafik percakapan tertinggi terjadi pada hari H (1 Januari 2009) mencapai 890 juta percakapan, melonjak 217,9% dari 2008 dengan jumlah panggilan keluar 470 juta (naik 261,5%).

Sebelumnya, XL mencatat kenaikan jumlah panggilan hingga 780 juta pada hari H Natal (25 Desember), melonjak 112,4% dibandingkan dengan tahun lalu.

“Jaringan XL tetap aman dan sukses melayani pelanggan selama Natal tahun ini,” demikian pernyataan resmi operator tersebut.

Berdasarkan data XL, trafik percakapan tertinggi terjadi pada 25 Desember hingga 780 juta percakapan dengan jumlah panggilan keluar 410 juta panggilan.

Sementara percakapan keluar pada H-1 Natal tercatat 400 juta panggilan, naik 545,2 % dibandingkan dengan Natal tahun lalu sebanyak 62 juta panggilan.

Pada hari H, jumlah percakapan keluar yang melalui jaringan XL tercatat 410 juta panggilan, naik 112,4% dari tahun lalu 193 juta panggilan.

Untuk trafik layanan pesan singkat (SMS), pada H-1 tercatat 80 juta pengiriman, naik 14,3% dari Natal 2007, sementara pada hari H 70 juta pengiriman, turun 12,5% dari tahun lalu sebanyak 80 juta pengiriman.

2009, Bukit Asam Incar Laba Rp 2,28 Triliun


JAKARTA, Investor Daily

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi mengakuisisi 51% saham PT International Prima Coal (IPC), perusahaan batubara di Kalimantan Timur. Akuisisi itu menghabiskan dana sebesar US$ 17,85 juta yang bersumber dari kas internal perseroan.



Sekretaris Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam Eko Budhiwijayanto mengatakan, perseroan dan pihak penjual telah mencapai kesepakatan atas pengambilalihan 51% saham IPC. “Akuisisi ini tentunya menjadi bagian dari rencana strategis perseroan dalam meningkatkan produksi batubara,” kata dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily di Jakarta, Kamis (14/8).



Menurut Eko, IPC kini memiliki konsesi pertambangan (KP) eksploitasi di Kaltim serta pengolahan/pemurnian, dan pengangkutan/penjualan batubara hingga 2016. Sumber daya batubara IPC sekitar 45 juta ton dengan kualitas antara 4.800-6.000 kcal/kg ADB.



Saat ini, tambang IPC sedang dalam tahap eksplorasi dan membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan untuk siap produksi. Rencananya, produksi IPC sekitar satu juta ton pada tahun pertama. Setelah itu, produksi akan ditingkatkan hingga mencapai dua juta ton per tahun.



Lokasi pertambangan IPC yang kini dikuasai Bukit Asam sangat strategis karena terletak di dekat Sungai Sanga-Sanga (5 km). Perseroan tidak akan kesulitan mengangkut batubara dengan menggunakan tongkang ukuran 7.500 DWT. Jarak antara tambang ke dermaga ini sangat menguntungkan. Sebab, perseroan bisa menekan biaya operasi.



Sebelumnya, Bukit Asam sudah mempunyai satu tambang batubara di Kalimantan yang dikelola anak perusahaan, PT Batubara Bukit Kendi. Produksinya sekitar 1,2 juta ton per tahun. Selain itu, tambang perseroan di Sumsel juga telah beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai sembilan juta ton per tahun. Pada 2007, total penjualan batubara Bukit Asam sebanyak 10,86 juta ton.

Jasa Marga bayar obligasi 5 Januari


JAKARTA (Bisnis.com): PT Jasa Marga (Persero) Tbk sudah menyiapkan dana untuk membayar kupon ke-10 obligasi XII/2006 seri Q senilai Rp33,75 miliar.

"Dana itu akan kami transfer melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia [KSEI] pada 5 Januari," ujar Kepala Biro Keuangan dan Akuntansi Jasa Marga Ronny Haryanto dalam keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini.

Berdasarkan data BEI, obligasi seri itu memiliki outstanding senilai Rp1 triliun dan mengantongi peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dari data itu disebutkan bahwa emiten masih memiliki kewajiban melunasi kupon dan pokok obligasi X/2002 seri 0, obligasi XI/2003 seri P, obligasi XII/2006 seri Q, dan obligasi XIII/2007 seri R dengan total jumlah outstanding pokok obligasi sebesar Rp4,15 triliun.

Tahun ini emiten menyiapkan dana Rp1,38 triliun dari sisa hasil penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) untuk keperluan belanja modal dan modal kerja.

Perseroan mengalokasikan dana dari perolehan IPO Rp3,46 triliun untuk menyuntikkan dana di sejumlah anak perusahaan dan membayar obligasi yang jatuh tempo.

Dana sebesar Rp256,9 miliar dialokasikan untuk penyertaan saham sebanyak 55% di PT Marga Sarana Jabar yang menggarap ruas tol Bogor Ring Road. Dana Rp1,22 triliun dialokasikan untuk penyertaan saham di PT Trans Marga Jateng yang menggarap ruas tol Semarang-Solo.

Perusahaan juga mengalokasikan dana sebesar Rp441,9 miliar untuk penyertaan 60% saham di PT Trans Marga Jatim Pasuruan yang menggarap ruas tol Gempol-Pasuruan. Selanjutnya, dana senilai Rp150 miliar dialokasikan untuk pelunasan pokok obligasi VIII seri M yang jatuh tempo pada Maret lalu.

Diperkirakan dana Jasa Marga yang tersisa dari IPO mencapai Rp1,38 triliun.

BRI Tetap Inginkan Dana di Indover Kembali


INILAH.COM, Jakarta - BRI tetap menginginkan exposure-nya yang berada di Bank Indover kembali. Saat ini pihak kurator masih menghitung nilai aset setelah dinyatakan pailit. Bi sebagai pemiliknya juga tidak pernah konsolidasi dengan bank yang jadi korban.

Menurut Direktur Keuangan BRI, Abdul Salam, pihaknya menginginkan dananya kembali

100%. "Tapi kalau bisa 50% ya lumayanlah, apalagi nilai asetnya kan terus menurun," katanya usai MoU dengan Depag, di Jakarta, Rabu (31/12).

Pihaknya memperkirakan, perhitungan nilai aset akan selesai pada akhir Januari 2009. Sebab target perhitungannya sekitar 2 bulan. BRI sendiri sudah menunjuk pengancara untuk menyelesaikan hal tersebut.

BRI memiliki exposure di Indover sebesar US$ 60 juta. Menurutnya, BI sebagai pemilik tidak pernah melakukan konsolidasi terhadap bank yang dananya tersangkut di Indover. "Kita dulu kan lihatnya yang punya BI, tetapi karena terkena krisis ya menjadi kolaps," ujarnya.

Laba Bersih Jasa Marga Rp 600 M Lebih


INILAH.COM, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 600 miliar lebih dari pendapatan usaha sebesar Rp 3,3 triliun pada 2008.

Melihat kenyataan tersebut, perseroan juga memprediksikan pendapatan di 2009 sebesar Rp 3,7 triliun. Sedangkan laba usaha 2008 mencapai Rp 1,39 triliun.

Direktur Utama JSMR Frans Sunito mengatakan dengan semakin meningkatnya volume kendaraan yang memakai fasilitas jalan tol secara otomatis akan mendongkrak pendapatan perseroan. "Tahun 2009 saya harap pendapatan perseroan bisa bisa mencapai angka Rp 3,7 triliun," ujarnya dalam pemaparan publik akhir tahun di Jakarta (31/12).

Untuk volume lalu lintas yang melakukan transaksi di jalan tol sepanjang 2007 angkany mencapai 859,3 juta kendaraan. Tahun ini diprediksikan bisa mencapai 880,4 juta.

Frans juga menyatakan ada dua tender proyek yang peroleh JSMR pada 2007 dan telah berjalan sesuai dengan rencana. "Proyek ini merupakan bagian dari JORR 2 dimana ada sekitar 5 proyek jalan tol dan semua telah berjalan sesuai rencana. Sedang untuk proyek Bogor Ring Road I proses pengadaan lahannya sudah mencapai 90 persen dan konstruksinya sekitar 40 persen," paparnya.

Copyright © 2008 - Informasi Saham - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template