Goldman pangkas target harga saham BUMI


JAKARTA (Bisnis): Harga saham PT Bumi Resources Tbk tumbang pada perdagangannya di Bursa Efek Indonesia hari ini setelah Goldman Sachs & Co menurunkan rekomendasinya menjadi jual dan memangkas target harga saham itu sebesar 58%.

Harga saham berkode perdagangan BUMI ini anjlok Rp200 ke level Rp3.225 pada perdagangan siang hari ini. Posisi harga saham tersebut mendekati level terendah dalam setahun terakhir.

"Perusahaan pertambangan batu bara ini mencatatkan potensi penurunan laba terbesar menyusul kejatuhan harga batu bara karena negosiasi harga untuk sebagian besar produksi yang akan dikirim tahun depan belum ditetapkan," kata Yoke Fong Chee, analis Goldman yang berbasis di Singapura dalam laporan risetnya seperti dikutip Bloomberg hari ini.

Sekuritas asing itu memangkas target harga saham BUMI dalam 12 bulan ke depan menjadi Rp2.870, atau 11% lebih rendah dibandingkan dengan harga saham saat ini. Harga batu bara untuk pembangkit listrik di pelabuhan Newcastle, Australia, yang digunakan sebagai patokan harga di Asia anjlok 6,1% ke level US$128,98 per ton pada Jumat pekan lalu.

Penurunan harga terjadi seiring melambatnya permintaan China terhadap bahan bakar itu. Indeks harga batu bara sudah turun 34% sejak mencetak rekor di level US$194,79 per ton pada 4 Juli.

Dalam perkembangan terpisah, manajemen Bumi terus menjalankan program pembelian kembali sahamnya (buyback) di pasar seiring penurunan harga saham dari posisi tertinggi tahun ini. Hingga 24 September, Bumi telah membeli kembali sebanyak 25% saham target buyback senilai Rp834,7 miliar.

Dalam keterangannya ke Bursa Efek Indonesia, Jumat pekan lalu, Direktur Bumi Eddie J. Soebari mengatakan buyback dilaksanakan pada harga Rp3.800, atau diskon Rp100 dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya Rp3.900 per saham.

PT Danatama Makmur bertindak sebagai broker pelaksana yang membeli 80.000 lot atau 40 juta saham (18,21%) dari volume pasar hari itu sebanyak 439.309 lot atau 219,65 juta saham.

Aksi korporasi tersebut direstui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) 12 Juni. Dari target buyback sebanyak 582,12 juta saham, perseroan masih akan membeli 437,21 juta unit dalam jangka waktu setahun setelah RUPS.

Astra Agro akan bagi dividen interim Rp350/saham


JAKARTA: PT Astra Agro Lestari Tbk berencana membagikan dividen interim Rp350 per saham atau total mencapai Rp550,90 miliar pada November menyusul pertumbuhan kinerja pada paruh pertama tahun ini.

Nilai dividen interim yang akan dibagikan perusahaan perkebunan ini lebih besar dibandingkan dengan induk usahanya PT Astra International Tbk, yang akan membagikan dividen Rp300 per saham.

Namun, dengan jumlah saham yang dikeluarkan sebanyak 4,05 miliar, Astra International membagikan dividen interim bernilai total Rp1,21 triliun, dua kali lipat lebih banyak dari yang dibagikan Astra Agro.

"Kami diminta membagikan dividen [interim] yang lebih besar dari Astra. Pembagian dividen interim akan diumumkan di surat kabar pada Senin," kata Head of Investor Relations Astra Agro Tjahyo Dwi Ariantono saat dihubungi Bisnis, pada Jumat pekan lalu.

Menurut dia, pembagian dividen interim merupakan kebijakan grup dengan memerhatikan kinerja yang berhasil dicatatkan pada semester I/2008. Pada periode tersebut, Astra Agro membukukan pendapatan Rp2,37 triliun dan laba bersih Rp770,41 miliar.

Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan yang pendapatannya paling banyak berasal dari penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ini mencatatkan penjualan Rp2,27 triliun dan laba bersih Rp827,05 miliar.

Pada Mei, rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan Astra Agro menyetujui pembagian dividen tunai senilai total Rp1,28 triliun atau Rp815 per saham yang merupakan 65% dari perolehan laba bersih tahun lalu.

Jumlah dividen itu sudah mencakup dividen tunai interim sebesar Rp190 per saham yang telah dibagikan pada 2 November 2007. Selebihnya, dividen final Rp625 per saham dibayarkan pada 30 Juni.

Sebagai perbandingan, pada tahun lalu Astra Agro membagikan dividen sebesar Rp325 per saham atau 25% dari total laba bersih yang sebesar Rp787,3 miliar untuk tahun buku 2006.

Adapun pada tahun lalu, emiten CPO itu membukukan laba bersih sebesar Rp1,97 triliun, melonjak 150,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, penjualan bersih perseroan sebesar Rp5,96 triliun atau naik 58,6% dari tahun sebelumnya.

Harga saham berkode AALI ini ditutup anjlok Rp550 atau 3,99% menjadi Rp13.250 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat pekan lalu. Sebanyak 920.500 saham diperdagangkan hari itu, volume perdagangan ini sangat tipis dibandingkan dengan rata-rata sepekan terakhir 2,29 juta saham atau rata-rata pekan sebelumnya 5,66 juta saham.

BNI bukukan transaksi Ramadan Rp6,3 triliun


JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk memperkirakan permintaan transaksi selama puasa sampai Lebaran mencapai Rp6,3 triliun karena adanya peningkatan transaksi tunai sebesar 33% dari transaksi normal harian Rp296 miliar menjadi Rp395 miliar.

Direktur Konsumer BNI Darwin Suzandi memaparkan pihaknya telah menyiapkan kebutuhan dana untuk permintaan transaksi tunai hingga Rp6,3 triliun selama puasa hingga Lebaran dan hingga kini telah terserap sebesar Rp4,4 triliun.

Permintaan transaksi terbesar masih berada di wilayah Jabodetabek yang mencapai Rp996 miliar disusul Jatim sebesar Rp994 miliar, Jateng senilai Rp466 miliar dan Jabar sebesar Rp425 miliar.

"Untuk menjamin ketersediaan uang, setiap tahun kami menyiapkan pasokan dana lebih tinggi agar kebutuhan transaksi tarik tunai maupun transfer dapat terpenuhi," jelasnya saat konferensi pers Rejeki Mudik BNI, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Darwin menjelaskan saat ini permintaan transaksi paling tinggi adalah untuk keperluan tarik tunai yang mencapai 85% dan sisanya untuk permintaan transfer serta berbagai transaksi lainnya.

GM BNI Card Center Sahala O. Manik mengutarakan permintaan kartu kredit juga naik sebesar 20% dari normal dengan penambahan kartu baru mencapai 160.000 kartu sehingga total kartu kredit yang dikeluarkan BNI sebanyak 1,6 juta kartu.

Di sisi lain, unit usaha syariah BNI merencanakan penjualan kartu kredit (pembiayaan) syariah sebanyak 20.000 kartu pada akhir tahun ini. Kadiv Syariah BNI Ismi Kushartanto mengutarakan pihaknya memproses kerja sama dengan Mastercard International agar mendapatkan jaringan di luar negeri. (17)

Laba bersih Mitra Rajasa melonjak 88 kali


JAKARTA: Laba bersih PT Mitra Rajasa Tbk pada paruh pertama tahun ini meroket hingga 88 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu didorong oleh kontribusi pendapatan dari bongkar muat minyak terapung floating production storage and offloading (FPSO).

Untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2008, perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 8.702% dari Rp433,37 juta menjadi Rp38,15 miliar. Laba bersih per saham dasar pun melonjak dari Rp0,95 menjadi Rp13,94.

Kenaikan laba bersih itu ditunjang oleh perolehan pendapatan yang tumbuh 139% menjadi Rp138,04 miliar dari sebelumnya Rp57,84 miliar.

Direktur Keuangan Mitra Rajasa Inu Dewanto Koentjaraningrat mengatakan lonjakan kinerja perseroan pada paruh pertama tahun ini didorong oleh kontribusi pendapatan dari pengoperasian kapal produksi, penyimpanan, dan FPSO.

"Kontribusi baru terlihat pada semester I/2008 karena akhir tahun lalu baru satu bulan dikonsolidasikan mengingat FPSO baru kami akuisisi pada November 2007.

Pengoperasian FPSO pun tanpa biaya karena beban operasional ditanggung Santos. Kami hanya mengeluarkan biaya asuransi senilai US$700.000 per tahun," paparnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Dia menambahkan FPSO mendapatkan kontrak produksi minyak di Blok Oyong, Sampang, Madura dengan jangka waktu enam tahun dari Santos dengan tarif sebesar US$37.250 per hari. Kontrak ini akan ditinjau ulang setiap dua tahun.

Inu mengatakan dengan adanya kontrak tersebut, diharapkan Mitra Rajasa dapat membukukan penjualan berkisar Rp320 miliar-Rp340 miliar dan laba bersih Rp70 miliar pada tahun ini.

Meskipun mencetak laba, dia mengatakan perseroan belum akan membagikan dividen untuk tahun buku 2008. "Laba ditahan kami masih negatif, lagi pula kami membutuhkan banyak biaya dengan akuisisi Apexindo [PT Apexindo Pratama Duta Tbk]. Kemungkinan kami baru bagi dividen setelah 2009," katanya.

Bumi buyback Rp834,7 miliar


JAKARTA: PT Bumi Resources Tbk melaksanakan 25% dari target pembelian kembali sahamnya (buyback) di pasar setelah melakukan aksi beli senilai Rp834,7 miliar pada perdagangan 24 September.

Dalam keterangannya ke PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat pekan lalu, Direktur Bumi Eddie J. Soebari mengatakan buyback dilaksanakan pada harga Rp3.800, atau diskon Rp100 dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya Rp3.900 per saham.

PT Danatama Makmur bertindak sebagai broker pelaksana yang membeli 80.000 lot atau 40 juta saham (18,21%) dari volume pasar hari itu sebanyak 439.309 lot atau 219,65 juta saham.

Aksi korporasi tersebut direstui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) 12 Juni. Dari target buyback sebanyak 582,12 juta saham, perseroan masih akan membeli 437,21 juta unit dalam jangka waktu setahun setelah RUPS.

Analis PT Citigroup Securities Indonesia Erindra Krisnawan mengatakan saham perseroan itu terlalu murah, sehingga sudah mencerminkan skenario terburuk, dengan rasio harga saham terhadap laba bersih per saham (PER) 6,2 kali pada 2009.

Harga saham berkode BUMI ini tergerus Rp125 atau 3,55% ke level Rp3.400 pada Jumat pekan lalu.

Telkom tender satelit US$200 juta


JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mulai melakukan proses tender satelit Telkom-3 senilai US$150-US$200 juta, yang diikuti oleh tiga peserta� dari luar negeri.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan pihaknya telah mengundang berbagai perusahaan satelit dari beberapa negara, dan proses tender segera dimulai tahun ini.

"Satelit Telkom-2 dulu nilainya US$150 juta. Untuk satelit Telkom-3 ini tentunya di atas itu, kemungkinan sekitar US$150 hingga US$200 juta," tuturnya kepada pers kemarin.

Satelit tersebut memiliki kapasitas 48 transponder, atau dua kali lipat dibandingkan dengan kapasitas Satelit-2, dan bisa digunakan untuk berbagai aplikasi penyiaran seperti TV berbayar, layanan universal service obligation (USO), dan aplikasi observasi muka bumi.

Bagi Telkom, lanjut Rinaldi, satelit tersebut akan menjadi solusi untuk menambah kapasitas layanan telepon tetap, telepon seluler, internet, termasuk program USO.

"Mayoritas responden akan dipakai Telkom, sedangkan sisanya akan dijual kepada pihak swasta antara 30% dan 40%."

Rinaldi menolak menyebutkan identitas dan asal perusahaan peserta tender. Namun menurut catatan Bisnis, perusahaan yang diundang ikut tender tersebut berasal dari Amerika Serikat, China, Eropa, dan Prancis.

Perusahaan yang biasa menggarap jasa pembangunan satelit di bumi di antaranya adalah Alcatel, Orbitel, GreatWall, dan Mitsubishi.

Satelit Telkom-3 direncanakan sudah bisa diluncurkan pada awal 2009. Sebelumnya, tender satelit Telkom-2 yang dimenangkan Orbitel diluncurkan dengan roket ArianSpace di Guyana.

Harga saham Telkom kemarin ditutup menguat Rp100 ke level Rp7.000 dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya sebesar Rp6.900.

Analis Citigroup Global Markets Asia Anand Ramachandran merekomendasikan beli untuk saham berkode TLKM tersebut, dengan target harga Rp10.000 karena masih atraktifnya bisnis seluler Telkomsel.

"Kami memperkirakan penetrasi bisnis seluler akan meningkat dari 23% pada 2005 menjadi 60% pada 2008, dengan Telkom menangkap pangsa pasar terbesar dari pertumbuhan tersebut," ujarnya dalam laporan risetnya.

Akuisisi

Rinaldi tidak bersedia memberi komentar terkait dengan rencana akuisisi Telkom terhadap beberapa perusahaan seperti PT EDI Indonesia dan Biznet, yang sempat diberitakan di media massa.

"Untuk transaksi semacam itu, kami tidak bisa berkomentar sebelum ada kepastian. Jadi, tidak ada komentar untuk rencana akuisisi PT EDI dan belum pernah ada pembicaraan akuisisi Biznet," tuturnya.

Penjualan saham BII ke pasar berlangsung setiap tahun


JAKARTA: Malayan Banking Bhd (Maybank) menyatakan Bapepam-LK mengizinkan bank Malaysia terbesar dari segi aset itu, memperpanjang masa penjualan 20% saham PT Bank International Indonesia Tbk (BII) ke pasar setiap tahun.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan akan memperpanjang batas waktu penjualan kembali 20% saham BII ke pasar pascaakuisisi agar Maybank tidak membukukan kerugian lebih dari 10% nilai investasinya saat membeli BII.

Keputusan itu merupakan ketentuan tambahan terkait dengan peraturan pengambilalihan saham pengendali dan penawaran tender. Perusahaan yang mengakuisisi lebih dari 50% saham perusahaan terbuka wajib melepas kembali 20% saham yang dimilikinya ke pasar dua tahun setelah akuisisi.

"Tidak ada batasan perpanjangan [batas waktu]. Itu [perpanjangan waktu] akan dilakukan setiap tahun," kata Chief Executive Officer Maybank Abdul Wahid Omar seusai rapat umum pemegang saham di Kuala Lumpur, seperti dikutip Bloomberg, kemarin. Dia menyebutkan itu sebagai kesepakatan verbal dengan otoritas pasar modal Indonesia.

Ketua Bapepam-LK A. Fuad Rahmany mengatakan otoritas pasar modal meminta Maybank untuk melanjutkan proses penawaran tender secepatnya setelah libur Lebaran. "Karena pekan depan tidak bisa, maka nanti habis libur Lebaran."

Maybank dijadwalkan menutup transaksi akuisisi 56,13% saham BII senilai US$1,5 miliar atau setara dengan Rp14,01 triliun (asumsi US$1=Rp9.340) pada hari ini.

Akuisisi akan dilanjutkan segera dengan penawaran tender terhadap 44% saham publik. Dengan asumsi harga penawaran tender Rp510 per saham, Maybank diperkirakan menggelontorkan dana tambahan senilai US$1,2 miliar untuk membeli saham publik.

Maybank mengakuisisi saham BII milik pemegang saham pengendali yakni Sorak Financial Holdings Holdings Pte Ltd, yang merupakan konsorsium bentukan Fullerton Financial Holdings Pte Ltd dan Kookmin Bank.

Harga saham BII masih melanjutkan kenaikannya kemarin. Saham berkode BNII ini ditutup naik Rp40 atau 4,44% ke level Rp470, menjadikan bank swasta itu bernilai pasar Rp23,00 triliun. Dalam dua hari terakhir, harga saham BII naik setelah sebelumnya terus tertekan.

JP Morgan Securities menjadi pemborong saham BNII terbanyak setelah membeli 65 juta saham bernilai Rp30,02 miliar. Sebaliknya, CLSA justru menjadi penjual terbesar setelah melepas sebanyak 40 juta saham senilai Rp18,30 miliar.

Hingga 30 Juni 2008, BII tercatat memiliki total aset senilai Rp59,94 triliun, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp54,76 triliun.

Di Bursa Malaysia, saham Maybank ditutup stagnan di level 6,90 ringgit. Dengan mengacu pada harga saham tersebut, nilai pasar Maybank mencapai 33,68 miliar ringgit atau setara dengan Rp92,01 triliun.

PGN bidik laba triwulan III Rp1,8 triliun


JAKARTA: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sampai dengan triwulan III/2008 minimal sebesar 50% dan 45% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Dibandingkan dengan capaian 2007, proyeksi tersebut setara dengan pendapatan senilai Rp9 triliun, dan laba bersih Rp1,8 triliun.

Direktur Keuangan PGN Riza Pahlevi Tabrani mengatakan proyeksi pertumbuhan minimal tersebut mengacu pada kinerja triwulan II/2008 yang meningkat dengan besaran sama dibandingkan dengan periode yang sama pada 2007.

"Pada triwulan II tahun ini, pendapatan tumbuh sekitar 50% dan laba bersih tumbuh 45%. Kami harapkan kinerja triwulan III tidak jauh dari angka itu, tapi kami masih melihat realisasinya nanti seperti apa," tuturnya pekan ini.

Dia menyatakan optimistis target tersebut tercapai. Alasannya, beberapa kontrak baru penyaluran gas mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan perseroan sepanjang Juli hingga September. "Ada kontrak yang mulai berkontribusi pada pendapatan September ini."

Beberapa kontrak yang telah diraih PGN tahun ini di antaranya adalah penyaluran gas untuk PLN Batam sebesar 13,2 juta kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/MMscfd), untuk PLN Muara Tawar 200 MMscfd, dan PLN Tanjung Priok sebesar 30 MMscfd.

Pada triwulan III/2007, PGN membukukan laba bersih Rp1,3 triliun, dari pendapatan Rp6,1 triliun. Tingginya biaya depresiasi dan bunga menekan laba bersih perseroan kala itu.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama PGN Hendi P. Santoso mengatakan realisasi proyek pembangunan terminal penerima LNG di Cilegon, Banten, kemungkinan masih berjalan lama karena menunggu kejelasan LNG Tangguh.

Total nilai investasi proyek tersebut ditaksir mencapai US$ 600 juta-US$800 juta, yang akan didanai dari ekuitas sebesar 30%, dan sisanya sebesar 70% atau US$420-US560 juta dari utang bank.

"Terminal penerima LNG dapat pasokan dari LNG Tangguh. Sudah ada beberapa bank asing yang berminat, namun tidak tertutup kemungkinan juga menarik kredit dari bank lokal," tuturnya.

Kinerja Barito

PT Barito Pacific Timber Tbk menderita rugi bersih sebesar Rp372,70 miliar pada semester I/2008 meskipun pendapatannya meroket 3.814% pada periode enam bulan pertama tahun ini.

Barito Pacific mencatatkan rugi bersih sebesar Rp372,70 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu masih untung Rp37,03 miliar. Padahal, pendapatan perseroan melambung dari Rp217,87 miliar menjadi Rp8,53 triliun.

Kenaikan pendapatan itu dibarengi pula oleh lonjakan beban pokok penjualan sebesar 5.041% dari Rp168,38 miliar menjadi Rp8,66 triliun. Nilai beban pokok penjualan yang lebih besar dari pendapatan mengakibatkan perseroan membukukan rugi kotor Rp129,16 miliar dari sebelumnya mencatatkan laba kotor Rp49,49 miliar.

Ketika dikonfirmasi, Corporate Secretary Barito Pacific Agustino Sudjono tidak menjawab panggilan dan pesan singkat yang dikirimkan Bisnis, kemarin.

Di sisi lain, beban usaha juga melonjak dari Rp48,48 miliar menjadi Rp299,49 miliar sehingga barito Pacific mencatatkan rugi usaha Rp428,65 miliar dari semula untung Rp1,01 miliar.

Empat sekuritas ikuti seleksi buyback saham Antam


JAKARTA: PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyeleksi empat perusahaan sekuritas untuk membantu pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham yang rencananya akan dilakukan akhir tahun ini.

Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis mengatakan empat perusahaan sekuritas yang diseleksi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT BNI Securities. Seleksi ditargetkan bisa rampung pada akhir bulan depan.

"Kami ingin agar buyback perseroan dibantu oleh BUMN sekuritas. Saat ini seleksi akan digelar, sehingga pada akhir tahun ini aksi korporasi tersebut bisa dilaksanakan," katanya di kantor Kementerian BUMN, kemarin.

Meski bersiap melakukan seleksi terhadap beberapa perusahaan sekuritas, saat ini Antam belum memutuskan volume saham yang akan dibeli kembali. Menurut Alwin, pihaknya masih memiliki kas untuk mendukung aksi korporasi itu. "Kami memiliki dana kas pada Juli sebesar US$300 juta, tetapi belum kami putuskan berapa dana yang akan kami putuskan."

Dia menuturkan pada rapat umum pemegang saham mendatang, perseroan akan mengajukan rencana buyback saham Antam.

Meneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan BUMN yang memiliki kas mencukupi diminta untuk menjalankan buyback. Rencana tersebut akan disampaikan kepada pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

Tahun ini Antam merevisi target produksinya untuk mengantisipasi penurunan nilai penjualan. Sebelumnya BUMN tambang tersebut memproyeksikan mampu memproduksi 17.000 ton nikel. Namun, jumlah itu direvisi hingga menjadi 18.000 ton.

Menurut Alwin, hingga akhir tahun harga nikel maksimal akan mencapai US$10 per pon. Sedangkan sepanjang tahun ini harga nikel berada di kisaran US$7 hingga US$8 per pon, sebelum naik pada akhir tahun. (M. Munir Haikal)

Pilih BMRI, IATG, PTBA, PGAS, ANTM dan TLKM


JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diprediksi cenderung menguat dipicu optimisme dari bursa global. Investor direkomendasikan 'beli ketika murah' saham-saham seperti META, BMRI, IATG, PTBA, PGAS, ANTM dan TLKM.

Setelah beberapa hari Dow Jones mengalami penurunan yang cukup dalam namun pada perdagangan kemarin malam Dow Jones mengalami kenaikan sebesar 1,83% (196 poin). Kenaikan Dow Jones pada perdagangan kemarin malam disebabkan oleh para pelaku pasar optimis bahwa pemegang kebijakan di Washington dalam kongres AS hampir pasti menyetujui rencana bailout setelah Presiden George W Bush meminta adanya terobosan mengenai rencana bailout senilai US$700 miliar untuk menyelamatkan sistem finansial.

"Keputusan akan dilakukan dalam beberapa hari kedepan. Berita yang datang dari bursa global
membawa pengaruh positif pada bursa regional yang pada pagi ini dibuka menguat," tutur Head of Research Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing.

Secara teknikal, indeks diperkirakan menguat dengan pola bullish dalam jangka pendek dan pola bearish dalam jangka menengah. Resistance indeks berada pada level 1905-1928 sementara support indeks di level 1843-1817.

Paramitra merekomendasika 'beli ketika murah' atau buy on weakness sejumlah saham yang perusahaannya melakukan aksi korporasi dan berpotensi mendongkrak harga saham.

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) memproyeksikan pendapatan Rp79,6 miliar dari proyek Jalan Tol Seksi Empat Makassar, Sulawesi Selatan yang telah diselesaikan. Adapun untuk total investasi proyek JSTE ini adalah Rp600 miliar. Untuk pendanaan proyek tersebut, META menggunakan kas internal sebesar Rp300 miliar, dan sisanya menggunakan pinjaman Bank Mega sebesar Rp350 miliar. Proyeksikan pendapatan dari jalan tol di tahun 2009 mencapai Rp213,5 miliar.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyetujui restrukturisasi utang PT Semen Bosowa Maros senilai Rp 1,726 triliun. Jadwal pembayaran baru telah disusun ulang. Pada tahun 1996, Semen Bosowa mendapat pinjaman sebesar Rp526,3 miliar atau setara dengan US$225 juta dengan kurs Rp2.339 per dolar AS. Dana tersebut untuk membangun pabrik semen dengan kapasitas 1,8 juta ton. Pinjaman merupakan kredit dengan porsi Bank Mandiri 60%, Bank BNI 36% dan BTN 4%.

Penarikan dilakukan melalui BNI cabang Singapura dengan denominasi dolar AS. Pada tahun 2002, utang tersebut sudah direstrukturisasi menjadi dua bagian. Pertama pinjaman asli senilai Rp526,3 miliar dikenakan suku bunga komersial dan jatuh tempo 2011. Kedua, pinjaman unsustainable sebesar Rp 1,2 triliun yang diakibatkan selisih kurs dengan suku bunga 2% dan jatuh tempo 2015.

PT Infoasia Teknologi Global Tbk (IATG) mengaku tengah mengalami keterbatasan arus kas akibatnya pembayaran kupon bunga ke-15 obligasi IATG I Tahun 2004 yang belum bisa dibayar hingga saat ini. Perseroan sudah menyampaikan kepada para pemegang obligasi mengenai pengundurkan jadwal pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo pada 23 September. Perseroan berjanji akan melakukan pembayaran kupon tersebut bersamaan dengan bunga obligasi yang akan jatuh tempo pada 23 Desember 2008.

PT Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan perolehan laba sebesar Rp1,5 triliun di akhir 2008. Perseroan optimis setelah bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia maka kapasitas angkut produksi batu bara akan meningkat. Target perolehan laba perseroan tahun 2008 diperkirakan meningkat menjadi Rp1,5 triliun.

Pada 2007 perseroan hanya membukukan laba bersih sebesar Rp760 miliar. Hingga semester pertama tahun 2008 perusahaan tambang plat merah tersebut telah mengantongi laba bersih sebanyak Rp710 miliar.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kembali menandatangani nota kerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara untuk memasok gas ke pembangkit listrik di Cilegon sebanyak 30 juta kaki kubik per hari mmscfd. Nilai kontrak kurang lebih hampir sama dengan kontrak yang ditandatangani dengan PLN pekan lalu sebesar Rp1,7 trilyun untuk memasok gas ke pembangkit listrik di Tanjung Priok sebanyak 30 mmscfd. Sebelumnya PGN dan PLN juga telah menandatangani kontrak pasokan gas sebesar 200 mmscfd untuk PLTGU Muara Tawar.

Turunnya harga nikel di pasar internasional mendorong PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)untuk memacu produksinya. Antam merevisi target pertumbuhan produksi menjadi 18.000 ton dalam matte dari sebelumnya 17.000 ton. Peningkatan produksi untuk mengantisipasi penurunan harga dimana per 30 Juni harganya di level US$12 per pon dan sekarang US$8 per pon.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan segera menggelar tender untuk peluncuran satelit Telkom-3 yang ditargetkan pada tahun 2010-2011. Satelit Telkom-3 ini memiliki kapasitas 48 transponder dengan nilai investasi US$ 150-200 juta. Tahun lalu, Telkom sudah meluncurkan satelit Telkom-2 seharga US$150 juta. Satelit tersebut memiliki kapasitas lebih kecil yakni sebanyak 24 transponder.

AS menuju resesi, emas berkilau


JAKARTA (Bisnis.com): Harga emas pagi ini melonjak US$5,5 menjadi US$881,20 per ounce untuk pengiriman segera dipicu perekonomian Amerika Serikat yang menuju resesi karena ketidakpastian bailout, program penyelamatan ekonomi oleh pemerintahnya.

Investor langsung merealisasikan dengan memborong emas ketika Presiden AS George W. Bush memperingatkan perekonomian negara itu akan menuju resesi jika pemerintah tidak segera bertindak mengatasi krisis keuangan.

Dalam waktu dekat bakal banyak perusahaan yang tutup dan orang-orang kehilangan pekerjaan. "Tanpa keputusan segera dari Kongres mengenai rencana bailout US$700 miliar, AS bisa terperosok dalam kepanikan finansial," kata Bush dalam pidatonya selama 13 menit di Gedung Putih Washington kemarin seperti dikutip AP.

Bush menegaskan dana talangan (bailout) senilai US$700 miliar yang diusulkan pemerintah kepada Kongres pada Sabtu lalu sangat penting untuk menghindari resesi ekonomi untuk mencegah perusahaan dan institusi keuangan di AS dari krisis keuangan.

Namun Kongres masih menunda persetujuan pemberian bailout karena menurut sejumlah pelaku pasar, niat pemerintah ini malah menumbuhkan kekhawatiran defisit anggaran tahun depan yang akan menembus rekor US4482 miliar.

Sebelum keluarnya pernyataan Bush ini, harga emas sempat turun karena pasar mendapat angin segar dari rencana bailout pemerintah. Pada perdagangan Kamis, harga emas untuk kontrak pengiriman Desember turun US$13 atau 1,5% menjadi US$882 per ounce di divisi Comex bursa New York Mercantile Exchange. Pagi ini untuk kontrak tersebut harga naik US$6,2 atau 0,7% menjadi US$888,2 per ounce.

Harga sempat menyentuh rekor tertinggi US$1.033,90 pada 17 maret dan melonjak 5,3% tahun ini.

Sebelum Kamis, harga emas juga sempat melonjak 17% dalam dua pekan ketika Lehman Brothers Holdings Inc menyatakan bangkrut dan pemerintah mengambil alih kepemilikan mayoritas saham American International Group Inc (AIG) dan Fannie Mae, Freddie Mac karena koleps.

"Jika bailout berhasil, pasar modal akan reli, dolar menguat lagi dan emas akan turun," kata Leonard Kaplan, president of Prospector Asset Management di Evanston, Illinois. "Mungkin butuh sehari dua hari untuk euphoria ini."

PTBA negosiasi kredit Rp6 triliun


JAKARTA: PT Tambang Batubara Bukit Asam menegosiasikan tambahan kredit dengan PT Bank Mandiri Tbk dari rencana semula senilai Rp6 triliun.

Dana ini dialokasikan untuk pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari 2x100 megawatt (MW) di Kabupaten Lahat Sumatra Selatan.

Sekretaris Perusahaan PTBA Eko Budhiwijayanto mengatakan terdapat kenaikan biaya karena harga baja yang meningkat.

"Sehubungan dengan adanya kenaikan nilai kontrak engineering procurement, construction, Bank Mandiri selaku kreditor sedang mengkaji ulang pinjaman yang diberikan," ujarnya tadi malam.

Proyek pembangkit ini dikerjakan oleh PT Bukit Pembangkit.

Eko juga menuturkan perseroan mengincar pendapatan melampaui Rp7 triliun selama tahun ini, naik 59% dari perolehan tahun lalu sebesar Rp4,12 triliun.

Dia menuturkan peningkatan pendapatan perseroan diperoleh dari penjualan batu bara yang diperkirakan mencapai 12 juta ton. "Perolehan ini ditunjang dari pengangkutan kereta api yang kapasitasnya naik sebesar 27% menjadi 10,2 juta ton dibandingkan dengan kapasitas tahun lalu sebesar 8 juta ton."

Dia mengatakan hingga Juli, infrastruktur transportasi untuk pengangkutan batu bara bertambah 50 gerbong baru dan ada lagi penambahan lagi sebesar 80 gerbong pada Agustus.

Terkait dengan akuisisi 51% saham PT Internasional Prima Coal senilai US$17,85 juta, perusahaan diproyeksikan berkontribusi terhadap PTBA sebesar satu juta ton per tahun pada tahun depan.

"Pada 2010, produksi tambang ini diharapkan mencapai dua juta ton per tahun."

Pinjaman Holcim ke IFC mungkin bertambah


JAKARTA: PT Holcim Indonesia Tbk menjajaki kemungkinan menambah jumlah pinjaman dari anak perusahaan Bank Dunia, International Finance Corporation (IFC).

Holcim mengajukan pinjaman senilai US$150 juta untuk dibiayai oleh IFC, dan bisa ditambah lagi mencapai US$200 juta dengan memperhitungkan komitmen pinjaman dari sindikasi lembaga keuangan yang lain. Pinjaman ini untuk mendanai sebagian kebutuhan pembangunan pabrik semen di Tuban berkapasitas 1,7 juta ton.

Relationship Management Director Holcim Rusli Setiawan mengatakan jumlah pinjaman ke IFC sedang difinalisasi.

"Jumlahnya bisa lebih atau berkurang dari rencana semula. Kami sedang finalisasi pinjaman tersebut," ujarnya pekan ini.

Nilai pembangunan pabrik Tuban senilai US$525 juta-US$600 juta naik dari rencana semula sebesar US$420 juta seiring dengan peningkatan harga baja.

Pabrik baru yang dibangun itu diproyeksikan bisa menggenjot kapasitas produksi Holcim dari 7,9 juta metrik ton per tahun menjadi 10,5 juta metrik ton per tahun pada 2011.

Dia menuturkan perseroan menargetkan peningkatan pendapatan menembus level 30% pada tahun ini dibandingkan dengan perolehan tahun lalu.

Rusli mengatakan sejak Juli sampai Agustus, perolehan laba perseroan telah menyamai kinerja pada semester I tahun ini.

"Laba bersih Holcim pada semester I tahun ini meningkat 56 kali menjadi Rp341 miliar dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6 miliar."

Dia mengatakan perolehan pendapatan perseroan mencapai Rp2,05 triliun dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,6 triliun.

"Penjualan dalam negeri meningkat sebesar 24% menjadi 2,6 juta ton, sedangkan untuk ekspor yang berkontribusi 19% dari total penjualan, menurun sebesar 45% menjadi 0,6 juta ton."

XL pertahankan Goldman Sachs, JP Morgan, dan Merrill Lynch


JAKARTA: PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) tetap mempertahankan sejumlah bank investasi asal AS sebagai penasihat beberapa aksi korporasinya, kendati bank-bank tersebut saat ini mengalami masalah finansial, bahkan ada yang menjadi bank komersial.

Beberapa bank investasi AS yang menangani aksi korporasi XL adalah Goldman Sachs yang menangani penjualan menara, JP Morgan dan Merrill Lynch yang menangani penjualan 10%-15% saham.

Senior VP Corporate Finance XL Johnson Chan mengatakan saat ini belum ada keputusan dari perseroan untuk mengganti bank-bank investasi tersebut, karena pihaknya lebih percaya kepada personal yang menangani aksi korporasi.

"Kami masih tetap menaruh kepercayaan terhadap orang-orang yang menangani aksi korporasi kami. Saat ini kami tetap mempertahankannya," katanya kemarin.

TM International akan melepas 10%-15% sahamnya di� XL saat kondisi bursa saham membaik. XL menunjuk tiga penjamin emisi yang terdiri atas JP Morgan, Merrill Lynch, dan PT Mandiri Sekuritas.

Lima peminat

Menurut Johnson Chan, sejauh ini terdapat lima perusahaan yang berminat membeli menara yang dijual itu.

"Kami akan menyeleksi pembeli yang terbaik memberikan penawarannya. Tidak hanya yang menawarkan harga termahal, tetapi juga perusahaan yang bersangkutan bisa bekerja sama dengan kami," tuturnya.

Penjualan menara ditargetkan bisa selesai paling lambat pada akhir tahun ini.

Sumber Bisnis mengatakan ada satu investor asal Malaysia yang berminat untuk membeli� menara asal Malaysia.

Salah satu investor yang berminat adalah Indo Nusa yang dibantu oleh Recapital Advisors dan Saratoga Investama.

Presiden Direktur� Recapital Rosan Perkasa Roslani membenarkan sejumlah bank asing dan lokal telah menyatakan siap memberikan pinjaman hingga US$ 550 juta.

"Bank lokal memberikan dukungan sebesar 30%, bank asing sebesar 25% dan sisanya adalah bank investasi atau hedge fund."

Harga emas melemah jadi US$884,00 per ounce


JAKARTA (bisnis.com): Harga emas kembali melemah menjadi US$884,00 per ounce dibandingkan dengan posisi sebelumnya yang sempat menguat di atas US$900 per ounce, menurut siaran televisi CNBC.

Harga emas jatuh di bawah US$900 per ounce menandakan pasar berfluktuasi menjadi surut, meredam penampilan logam mulia itu. Harga perak juga merosot.

Menurut Bloomberg, harga emas yang mengalami rali sebesar 20% sejak 11 September di tengah kenaikan dolar AS sebesar 1% terhadap euro setelah kemarin merosot terdalam sejak debut nilai tukar Eropa pada 1999. Sementara itu, harga minyak melemah setelah menguat kemarin.

"[Kenaikan] harga emas� hanya istirahat sejenak," kata� Frank McGhee, head dealer Integrated Brokerage Services LLC in Chicago.

Sementara itu, harga emas untuk pengiriman Desember terpuruk US$17,80 atau 2% menjadi US891,20 per ounce di Comex Division of the New York Mercantile Exchange. Harga logam mulia itu naik 5,1% kemarin. Pada 18 Sepember, harganya menyentuh tingkat US$926, seiring dengan harga tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 1 Agustus.

Di sisi lain, harga perak untuk pengiriman Desember terjatuh 28 sen atau 2,1% menjadi US$13,17 per ounce.

Perkembangan harga emas mengalami reli 6,3% tahun ini, dibandingkan dengan rekor tertinggi pada 17 Maret yang bertengger di posisi US$1.033,90. Sedangkan harga perak runtuh 12%.

"Anda mulai melihat transaksi yang normal akan kembali," ujar McGheed. "Pasar akan segera bernafas kembali."

Hal itu dipengaruhi juga oleh perkembangan bursa AS yang terpuruk. Dari sejarah volatilitas Standard & Poor's 500 Index, indeks sudah naik turun sebesar 54,9% dalam 10 hari. Dow Jones Industrial Average bergerak lebih dari 1.000 poin pada pekan lalu, bahkan menyentuh level terendahnya 10.459,44 pada 18 September.

Federal Reserve, bank sentral AS, sepakat menalangi (bail out) perusahaan asuransu terbesar AS, American International Group Inc (AIG) dan mengutangi JPMorgan Chase & Co untuk membeli Bear Stearns Cos, Lehman Brothers Holdings Inc yang bangkrut pekan lalu dan Merrill Lynch & Co sepakat dibeli Bank of America Corp.

Pabrik Semen Gresik di Pati Produksi 2012


Tuban - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menargetkan bisa memulai produksi pabriknya di Pati tahun 2012 meskipun saat ini masih terjadi tarik ulur dengan warga setempat dan aktivis lingkungan.

Produksi tahun 2012 itu adalah perminatan pemerintah karena pada tahun itu diperkirakan produksi semen nasional tidak sebanding dengan kebutuhan semen nasional yang tiap tahun meningkat.

Pabrik Semen Gresik di Pati berlokasi di kawasan Gunung Kendeng, Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Studi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) direncanakan rampung pada akhir 2008. Studi tersebut saat ini dikerjakan tim Amdal dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Semen Gresik bakal membebaskan lahan seluas 1.430 hektar. Dari jumlah itu seluas 550 hektar (40 persen) milik Perhutani, sisanya berstatus tanah Pemkab Pati dan milik warga.

Demikian ungkap Sekretaris Perusahaan dan Kepala Divisi (Kadiv) Komunikasi PT SG, Saefudin Zuhri, kepada Detiksurabaya.com di Tuban, Selasa (23/09/2008) malam.

Menurut Saefudin Zuhri, untuk kepentingan pendirian pabrik tersebut Semen Gresik Grup menginvestasikan dana sebesar US$ 340 juta. Pabrik ini diproyeksikan bakal memasang produksi terpasang sebanyak 2,5 juta per tahun.

"Konsentrasi produksi dari pabrik Pati untuk memenuhi kebutuhan semen nasional. Karena selama ini kita sudah memenuhi 45 persen kebutuhan semen nasional," kata Saefudin Zuhri .

Mengenai kualitas batuan kapur di Pati yang akan dibebaskan untuk tambang bahan baku, dia menyatakan, kawasan lahan yang dimohon Semen Gresik berstatus batuan kars Kelas 2 dan Kelas 3. Kawasan ini bisa dieksploitasi asal dilengkapi studi Amdal.

Sementara untuk studi batuan kars ini, tim dari Undip Semarang, mengambil lokasi di tiga wilayah kabupaten yakni di Grobogan, Purwodadi dan Pati. "Ini memang butuh waktu, sehingga studi Amdal yang dilakukan agak molor," katanya.

Stanchart tangani cash management XL


JAKARTA: Standard Chartered Bank dan PT XLPratama Tbk menandatangani mandat� cash management, sebuah layanan pengelolaan kas perusahaan dalam satu platform elektronik.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh di Direktur Keuangan XL Willem Lucas Timmermans dan Managing Director Standard Chartered Bank Indonesia, Bharat Padmanabhan di Jakarta, kemarin. Bharat mengatakan Stanchart menawarkan suatu paket menyeluruh akan solusi pengelolaan kapital sesuai dengan kebutuhan.

"Sebagai mitra yang tepat bagi XL. Platform elektronik kami untuk pengelolaan cash, trade dan treasury yang aman ini akan digunakan untuk mengelola kebutuhan XLsecara efisien," tuturnya dalam siaran persnya, kemarin.


JAKARTA: PT Semen Gresik Tbk membekukan rencana penggalian dana eksternal melalui pasar modal, menyusul gejolak finansial dan bursa dunia akibat bangkrutnya Lehman Brothers. Dana internal disiapkan untuk membiayai ekspansi tahun ini.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto mengatakan rencana pencarian dana eksternal melalui pasar modal penerbitan obligasi US$300 juta-US$500 juta dialihkan menjadi tahun depan karena situasi pasar surat utang yang masih bergejolak.

"Kondisi pasar global seperti sekarang, sulit bagi kami menerbitkan obligasi. Kami akan menyiapkan dana internal untuk membiayai ekspansi sampai akhir tahun nanti. Nilainya pada awal tahun ini sekitar Rp2,5 triliun," tuturnya kepada Bisnis,� kemarin.

Di luar itu, lanjutnya, perseroan melirik fasilitas pendanaan dari perbankan untuk memenuhi kebutuhan ekspansi tahun ini yang dianggarkan senilai US$1,1 miliar atau sekitar Rp10 triliun. Dana tersebut terutama dibutuhkan untuk membiayai pembangunan dua pabrik baru dan sepuluh pembangkit listrik Semen Gresik.

Semen Gresik mencari dana eksternal US$1,1 miliar untuk mendukung belanja modal perseroan yang mencapai US$1,6 miliar.

Bisnis mencatat pendanaan eksternal untuk memenuhi kebutuhan yang berdenominasi dolar mencapai US$857 juta dan akan dipenuhi melalui kredit dolar atau obligasi dolar. Selebihnya sebanyak US$725 juta akan menggunakan pembiayaan rupiah seperti obligasi rupiah, pinjaman bank, dan kas internal.

Analis CIMB GK Securities Rania Rahmudita dalam risetnya mengenai Semen Gresik menyebutkan perseroan harus merealisasikan pencarian dana paling lambat tahun depan. Langkah ini, tuturnya, untuk mendukung ekspansi pembangunan pembangkit listrik dan pembangunan pabrik baru.

Dia memasang target harga saham Semen Gresik akan mencapai level Rp6.000. Dia menilai secara demografis, wilayah pemasaran Semen Gresik yang ber- variasi menguntungkan bagi perseroan. "Ledakan harga komoditas meningkatkan kemampuan belanja konsumen di luar Jawa."

Divestasi

Dwi menambahkan proses divestasi anak usahanya masih terus dijalankan, sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang.�

Sesuai dengan rencana induk penataan anak perusahaan dan afiliasi nonsemen, perseroan akan menjual saham tiga anak usahanya yang bergerak di luar bisnis inti. "Proses divestasi sampai sekarang masih dijalankan, diharapkan tahun ini terlaksana," ujarnya.

Menurut catatan Bisnis, enam anak usaha tersebut adalah PT United Tractors Semen Gresik, PT Swadaya Graha, PT Varia Usaha, PT Kawasan Industri Semen Gresik, PT Industri Kemasan Semen Gresik, dan PT Eternit Gresik.

Harga saham Semen Gresik kemarin ditutup melemah 1,45% menjadi Rp3.400 dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu sebesar Rp3.450. Mengacu pada harga saham tersebut, nilai kapitalisasi pasar Semen Gresik mencapai Rp20,16 tri-liun.

United Tractors dapat order Rp17 miliar


JAKARTA: PT United Tractors Tbk (UT) mengantongi penjualan 20 mesin dan chasis bus Scania asal Swedia bernilai sekitar Rp17 miliar dari perusahaan otobus (PO) Nusantara, terbesar di Indonesia.

Public Relation UT Rayria Kusma mengatakan perseroan telah menyerahkan sebanyak 20 bus Scania tipe K124IB 4x2 360 kepada PO Nusantara, kemarin. "Ini memang pembelian terbesar. Pembelian itu hanya meliputi engine dan chasis, sedangkan bodi kendaraan dibuat oleh karoseri PO Nusantara," tuturnya, kemarin.

Dia mengatakan selain memasarkan alat berat merek Komatsu, UT juga menjadi distributor untuk penjualan bus Scania asal Swedia.

Minyak Loncat ke US$ 120, Wall Street Tumbang Lagi


New York - Harga minyak mentah dunia kembali mencatat loncatan terbesar dalam sejarah. Loncatan harga minyak hingga 16 dolar itu langsung memukul lagi bursa saham di Wall Street.

Pada perdagangan Senin (22/9/2008), minyak jenis light untuk pengiriman Oktober melonjak hingga 16,37 dolar atau sekitar 15,7% ke level US$ 120,92 per barel.

Kontrak ini akhirnya menembus US$ 110 per barel untuk pertama kalinya sejak 29 Agustus. Harga sempat mencapai titik tertingginya di US$ 130 per barel.

Sementara minyak jenis Brent pengiriman November juga melonjak hingga 5,43 dolar ke level US$ 106,04 per barel.

"Ini adalah kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Antoine Haiff, analis dari Newedge Group seperti dikutip dari AFP, Selasa (23/9/2008).

Harga minyak mentah terus melonjak seiring dengan anjloknya dolar AS hingga 2% atas euro. Pelemahan dolar AS diakibatkan oleh kekhawatiran investor tentang dampak rencana penyelamatan massal senilai US$ 700 miliar yang diumumkan pemerintah AS.

"Pasar sedang menggila disini dan pelemahan dolar menjadi pemicu dari lonjakan harga minyak. NYMEX pengiriman juga akan segera berakhir dan itulah yang memicu short-covering," kata analis dari Summit Energy di Louisville seperti dikutip dari Reuters.

Wall Street Anjlok Lagi

Sementara saham-saham di Wall Street kembali bertumbangan. Investor terus mencermati dampak lebih lanjut dari rencana penyelamatan krisis finansial bernilai ratusan miliaran dolar yang kini belum mendapat restu dari kongres AS.

Indeks Dow Jones pada perdagangan kemarin ditutup merosot 372,75 poin (3,27%) ke level 11.015,69. Nasdaq ditutup merosot 94,92 poin (4,17%) ke level 2.178,98 dan Standard & Poor's 500 anjlok 47,99 poin ke level 1.207,09.

Investor khawatir apakah rencana itu akan mendapat persetujuan dari kongres AS. Selain itu, jika diimplementasikan, maka dikhawatirkan akan memicu kerusuhan lain di aset-aset yang relatif aman seperti emas dan minyak, sementara dolar AS anjlok. Ini terbukti dari harga minyak yang kemarin melambung tajam.

Mark Zandi dari Economy.com mengatakan, rencana bailout itu sepertinya positif namun tidak akan menyembuhkan dalam perekonomian dalam waktu cepat.

"Terima kasih kepada para pembuat kebijakan atas langkah yang cepat dan kreatif ini, sistem finansial akan kembali dari tepian dan akan segera stabil. Namun kejatuhan ekonomi lainnya masih akan datang," katanya seperti dikutip dari AFP.

"Enam bulan kedepan akan sangat menyakitkan dan 6 bulan berikutnya sepertinya tidak akan nyaman. Perekonomian tidak akan menemukan kakinya hingga akhir dekade ini," pungkasnya.

Harga Minyak Hantui IHSG


Jakarta - Pasar saham akan dibayangi sentimen kenaikan harga minyak yang sangat tinggi hingga US$ 16 menjadi US$ 120 per barel. Secara umum kenaikan harga minyak akan memukul perekonomian tetapi di lain pihak kenaikan ini memberikan berkah ke emiten tambang.

Alhasil, pada perdagangan saham Selasa (23/9/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami tarik menarik yang kuat antara sisi negatif dan positif yang dipacu oleh emiten tambang.

Emiten sektor tambang selalu mendapat keuntungan dari tingginya harga minyak dunia karena kinerja pendapatannya akan kembali terdongkrak jika harga minyak tinggi. Begitu pula dengan saham-saham komoditas di sektor perkebunan yang biasanya akan mengikuti arah harga minyak.

Namun anjloknya saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu AS (22/9/2008) akan membuat pelaku pasar waspada. Indeks Dow Jones merosot 372,75 poin (3,27%) ke level 11.015,69, Nasdaq tertebas 94,92 poin (4,17%) ke level 2.178,98 dan Standard & Poor's 500 anjlok 47,99 poin ke level 1.207,09.

Saham di Wall Street anjlok karena sentimen negatif harga minyak, melemahnya dolar AS dan kecemasan akan krisis finansial yang belum ketahuan akhirnya.

Harga minyak mentah terus melonjak seiring dengan anjloknya dolar AS hingga 2% atas euro. Pelemahan dolar AS diakibatkan oleh kekhawatiran investor tentang dampak rencana penyelamatan massal senilai US$ 700 miliar yang diumumkan pemerintah AS.

Sedangkan pada penutupan perdagangan saham, Senin kemarin (22/9/2008) IHSG naik tipis 5,610 poin (0,3%) menjadi 1.897,341.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks akhirnya ditutup menguat tipis 5 poin ke posisi 1.897 dari sebelumya sempat menyentuh 1.934 akibat aksi profit taking dari sektor pertambangan yang telah rally membawa indeks naik beberapa hari sebesar 300 poin. Investor cenderung memilih cash dengan mulai melepas portofolionya karena antisipasi libur panjang Idul Fitri agar terhindar dari risiko fluktuasi bursa luar negeri. Penguatan indeks masih terbuka dikisaran 1.870-1.950 dengan pilihan saham: AALI, HEXA, PGAS, LSIP dan TINS.

Harga Naik, Laba Timah Tumbuh


INILAH.COM, Jakarta – PT Timah Tbk membukukan laba besih periodik sebesar Rp 1,111 triliun. Artinya, ada kenaikan 42,5%. Pemicunya, tingginya harga logam timah. Tapi, harga sahamnya masih jauh di bawah target analis.

Laba bersih PT Timah Tbk untuk periode yang berakhir 30 Juni 2008 tercatat sebesar sebesar Rp 1,111 triliun. Tahun lalu, untuk periode yang sama, mereka hanya membukukan laba bersih Rp 780,8 miliar.

Menurut riset Paramitra Securuties melalui analis Pardomuan Sihombing, kenaikan laba bersih ini ditunjang tingginya harga logam timah rata-rata yang diterima perseroan. Sejak awal triwulan IV 2006, harga timah dunia cenderung menguat sebagai dampak dilakukannya upaya penegakan hukum terhadap pelaku industri pertimahan di Bangka.

Selama semester pertama tahun 2008, harga logam timah di LME cenderung meningkat dari US$ 16.227 per ton di awal tahun menjadi US$ 22.229 per ton pada akhir semester. Pukul rata, harga timah US$ 20.268 per ton. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2007, harga rata-rata di LME tercatat sebesar US$ 12.635 per ton.

Rata-rata harga logam timah yang diterima perseroan selama semester pertama tahun 2008 adalah sebesar US$ 19.591 per ton. Artinya, 45,6% lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 13.459 per ton.

Kenaikan harga ini menyebabkan terdongkraknya margin laba perseroan dari 31% pada semester pertama tahun 2007 menjadi 40% pada tahun ini.

Sementara itu volume penjualan logam timah menurun. Berkurangnya pasokan timah di Indonesia sejak dilakukannya penertiban usaha pertambangan timah di Bangka pada Oktober 2006 berdampak pada turunnya nilai produksi biji timah penambangan darat. Produksi tinggal 17.256 ton, turun 54% dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya yang 37.152 ton.

Namun penurunan itu diimbangi oleh produksi penambangan lepas pantai yang sebesar 6.391 ton yang naik 51% dari produksi semester pertama tahun sebelumnya yang sebesar 4.264 ton.

Hal ini berdampak pada nilai penjualan timah pada semester pertama 2008 jika dibandingkan dengan penjualan pada semester yang sama tahun 2007, mengalami penurunan. Penjualan semester pertama 2008 tercatat sebesar 20.954 juta ton, turun sebesar 30% dibandingkan semester pertama tahun 2007 yang sebesar 30.456 juta ton.

Aktiva PT Timah Tbk tercatat sebesar Rp 6,810 triliun, lebih tinggi Rp 2,482 triliun atau 57% dibandingkan dengan posisi pada 31 Juli 2007. Hal ini disebabkan, terutama oleh lebih tingginya harga jual rata-rata dan pendapatan selama semester pertama yang berakibat kas dan setara kas lebih tinggi 326%.

Peningkatan total aktiva ini diimbangi oleh utang lain-lain perseroan pada kelompok utang lancar lebih tinggi 289% yang timbul akibat pengakuan hutang deviden kepada pemegang saham dan ekuitas lebih tinggi 51,6%.

Sementara harga saham perusahaan plat merah itu pada perdagangan hari terakahir berada di di level Rp 1.710. Target harga yang dipasang analis masih tinggi, Rp 3.350. Masih terbuka peluang mengoleksi saham timah sebelum menuju nominal ideal.

Mayoritas analis rekomendasikan beli emas


Mayoritas analis rekomendasikan beli emas

oleh : Lahyanto Nadie

* Cetak
* Kirim ke Teman
* Komentar

JAKARTA (Bisnis.com): Sedikitnya 14 dari 22 pedagang, investor dan analis yang disurvei dari Mumbai hingga Chicago pada 18 September dan 19 September memberikan rekomendasi untuk membeli emas, yang naik 13% pada pekan lalu menjadi US$864,70 per ounce di New York.� Tujuh menyatkaan untukmenjual dan seorang berpendapat netral.

Harga emas mencatat rekor naik dua hari berturut-turut setelah Lehman Brothers Holding Inc. menyatakan diri bangkrut dan Federal Reserve mengambil alih American International Group Inc. Harga logam itu mencapai rekor di tingkat US$1.033,90 per ounce pada Maret.

Kenaikan harga emas pekan lalu sebenarnya telah diantisipasi oleh analis yang disurvei pada 11 dan 12 September, tulis Bloomberg.

Pada akhir pekan lalu harga emas sempat menyentuh US$926 per ounce dan dalam tiga hari sudah naik 16% dipicu pelemahan dolar AS terhadap euro yang mencapai level terlemahnya dalam dua bulan.

Sedangkan harga emas untuk kontrak pengiriman Desember melejit US$46,50 atau 5,5% menjadi US$897 per ounce di divisi Comex bursa New York Mercantile Exchange pagi ini menurut data Bloomberg. Bahkan sebelumnya sempat menyentuh US$926 per ounce.
Kenaikan harga emas juga dipicu pelemahan dolar AS terhadap euro hingga level terendahnya dalam empat bulan setelah bank sentral mengatakan akan bertindak untuk mengurangi gejolak pasar finansial, sehingga menurunkan permintaan mata uang AS. Dolar AS terdepresiasi 1,3% menjadi US$1,4509.

PTBA tunggu izin pembangunan rel KA


PALEMBANG: PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tbk tengah mengkaji dan menunggu keputusan izin dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan dalam upaya merealisasikan pembangunan rel kereta api baru sepanjang 308 kilometer.

Pembangunan rel tersebut merupakan patungan dari tiga perusahaan, yakni PT Bukit Asam Tbk, PT Transpacific Railway Infrastructure, dan China Railway Engineering Corp dengan nilai total investasi US$1,06 miliar. PT BA menyetor dana kas sebesar 10%, Transpacific 80%, dan China Railway 10%.

"Ya, kita masih menunggu kesiapan dari dua provinsi tersebut [Sumsel dan Lampung], sebab pembangunan rel kereta api baru itu akan membuka sebagian hutan di perbatasan Provinsi Sumsel- Lampung, dan perizinannya tengah disiapkan," kata Milawarma� Direktur Operasi dan Produksi PT Bukit Asam seusai buka puasa bersama masyarakat dan anak yatim piatu di Palembang, pekan lalu.

Dia menambahkan pembuatan rel melalui patungan tiga perusahaan tersebut juga sudah sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku, yakni mengacu pada UU No.� 23/ 2007� mengenai Perkeretaapian. Salah satunya mengatur tentang aturan main pembangunan rel kereta api milik sendiri.

Dia menjelaskan proyek rel sepanjang 308 km tersebut� menelan dana US$1,06 miliar dan diharapkan dapat dioperasikan pada 2013.

Milawarna berharap dengan adanya rel tersebut bukan hanya untuk kepentingan PTBA, melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan moda transportasi lain� yang berminat dan� membutuhkan angkutan melalui rel kereta api.

Oleh karena itu, dia mengkaji terus kemungkinan pihak pengguna lain menggunakan jalur kereta api itu melalui sistem sewa.�

Selain itu, sambungnya, adanya rel baru itu setidaknya kapasitas angkut meningkat, seperti memperbesar kapasitas muat gerbong. Jika dulu kapasitas muat mencapai 50 ton per gerbong, ke depan akan ditingkatkan menjadi 60 ton-80 ton per gerbong.(k49)

PGN berencana buyback saham


JAKARTA: Setelah PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyatakan akan melakukan pembelian kembali sahamnya (buyback) di pasar, kini giliran manajemen PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) juga menyatakan niat serupa.

Direktur Utama PGN Hendi P. Santoso mengatakan perseroan berencana buyback saham setelah adanya permintaan pemerintah untuk melakukan aksi korporasi itu, guna menjaga harga saham perseroan tidak anjlok di tengah volatilitas pasar finansial.

"Kami ada skenario untuk melakukan buyback saham, kendati sampai saat ini belum ada permintaan resmi yang disampaikan pemerintah kepada kami," katanya kemarin.

Menurut dia, perseroan akan mengkaji lebih jauh rencana tersebut sebelum diputuskan mengenai volume saham yang akan dibeli kembali dan waktu pelaksanaannya.

Terkait dengan rencana buyback ini, hari ini Meneg BUMN Sofyan A. Djalil dijadwalkan akan bertemu dengan jajaran direksi BUMN untuk membicarakannya.

Sofyan A. Djalil meminta agar BUMN yang memiliki likuiditas tinggi menyiapkan diri untuk melaksanakan buyback saham.

"Kami akan meminta BUMN yang memiliki likuiditas tinggi melakukan buyback. Rencananya hari ini [Jumat pekan lalu] kami memanggil beberapa direksi BUMN, tetapi akhirnya jadi pekan depan," tuturnya pekan lalu.

Beberapa BUMN yang memiliki likuiditas tinggi di antaranya PT Aneka Tambang Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Harga saham emiten berkode PGAS ini akhir pekan lalu ditutup di posisi Rp2.350 per saham, atau naik 9,30% dari penutupan hari sebelumnya, Rp2.150 per saham. Apabila mengacu pada harga tersebut, kapitalisasi pasar PGN mencapai Rp53,97 triliun, dan price to earningratio (P/E) mencapai 47,97 kali.

Selasa pekan lalu harga saham PGN sempat menyentuh level terendah, yaitu Rp1.670 per saham. Saham PGN pernah menyentuh level tertinggi pada 29 November tahun lalu, di posisi Rp3.420 per saham.

"Bisa saja rencana buyback akhirnya dihentikan jika harga saham PGN sudah membaik," lanjut Hendi.

Analis pertambangan dan energi dari PT BNI Securities Norico Gaman mengatakan rencana PGN melakukan buyback saham akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap BUMN tersebut.

"Dengan cara itu investor akan yakin bahwa perseroan memiliki bisnis yang prospektif di masa mendatang. Selain itu buyback juga menunjukkan kemampuan finansial dari perseroan," ujarnya.

Menurut dia, kinerja keuangan perseroan diproyeksikan akan membaik seiring keputusan pemerintah yang memberikan kewenangan bagi PGN untuk membicarakan harga gas kepada konsumen perseroan.

Indosat buyback bond US$212 juta


JAKARTA: PT Indosat Tbk telah menggelontorkan dana senilai US$212 juta atau setara dengan Rp1,99 triliun dalam program pembelian kembali surat utang terkait dengan pergantian pemegang saham pengendali perusahaan.

Dengan pembelian kembali (buyback) obligasi tersebut, operator telekomunikasi terbesar kedua nasional itu diperkirakan dapat menghemat biaya bunga hingga US$50,18 juta atau setara dengan Rp470,69 miliar.

Sekretaris Perusahaan Indosat Strasfiatri Auliana mengatakan hingga batas akhir masa penawaran pembelian kembali, pemegang surat utang yang setuju menjual surat berharga itu kepada Indosat mencapai total US$205,8 juta.

Nilai buyback obligasi itu setara dengan Rp1,93 triliun jika asumsi nilai kurs yang digunakan sebesar Rp9.380 untuk per dolar AS. Adapun batas akhir masa penawaran pembelian kembali jatuh pada 16 September pukul 17.00 waktu New York dan masa penyelesaian pada 18 September pukul 10.00.

Auliana menjelaskan jumlah obligasi yang dibeli kembali terdiri dari US$65,2 juta untuk surat utang yang jatuh tempo pada 2010, dan US$140,6 juta untuk yang jatuh tempo pada 2012.

"Total pembayaran yang mencakup harga beli ditambah bunga adalah US$212 juta, semuanya telah dilakukan pada Jumat waktu New York," tulisnya dalam pesan singkat kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Indosat sepakat untuk membeli kembali surat utang yang diterbitkan oleh anak perusahaannya dengan harga premium sebesar 101%, setelah terjadi pergantian pemegang saham pengendali ke tangan Qatar Telecom Q.S.C (Qtel).

Qtel telah mengakuisisi secara tidak langsung sebanyak 2,22 miliar saham seri B yang mewakili 40,81% saham Indosat yang dimiliki oleh Singapore Technologies Telemedia pada 7 Juni.

Indosat melalui unit usahanya Indosat Finance Company BV dan Indosat International Finance Company BV menerbitkan surat utang bergaransi senilai US$300 juta dan US$250 juta yang jatuh tempo berturut-turut pada 2010 dan 2012.

Surat utang yang dicatatkan di Singapore Exchange itu mempunyai tingkat bunga 7,75% dan 7,125%.

Jika dikalkulasikan, dengan pembelian kembali obligasi tersebut, Indosat dapat menghemat biaya bunga total sebesar US$50,18 juta. Terdiri dari dua kali pembayaran bunga surat utang Indosat Finance sebesar US$10,10 juta dan US$40,08 juta untuk empat kali pembayaran bunga obligasi Indosat International.

Pungutan ekspor sawit turun jadi 7,5%


JAKARTA: Pungutan ekspor untuk minyak sawit mentah (crude palm oil, CPO) pada Oktober 2008 ditetapkan sebesar 7,5% dan merupakan terendah selama tahun ini seiring dengan penurunan harga komoditas itu.

Ketua Umum Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AMMI) Adiwisoko Kasman mengatakan pungutan ekspor untuk Oktober ditetapkan sebesar 7,5% mengacu kepada harga rata-rata sawit di Rotterdam yang berada di bawah US$850 per ton. Harga rata-rata sawit di Rotterdam US$735 per ton.

"Melemahnya permintaan minyak sawit membuat harga juga turun. Penurunan harga itu mengakibatkan pungutan ekspor turun," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 72/PMK.011/ 2008 tentang Penetapan Jenis Barang Ekspor Tertentu dan Besaran Tarif Pungutan Ekspor, jika rata-rata harga sawit US$500-US$850 per ton, PE ditetapkan 7,5%. (tabel)

Dalam rapat pembahasan tersebut juga ditetapkan harga patokan ekspor (HPE) kelapa sawit untuk Oktober US$735 per ton turun, atau sebesar US$67 per ton dari bulan sebelumnya US$902.

Menurut Adiwisoko, penurunan pungutan dan harga patokan ekspor sawit akan berdampak terhadap penurunan harga minyak goreng di dalam negeri.

Ketua Harian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Derom Bangun mengatakan penurunan harga sawit yang terus berlanjut disebabkan oleh melemahnya perrmintaan akibat kelesuan perekonomian dunia serta masih ada pasokan hasil pembelian pada periode Juli 2008.

"Permintaan lemah, karena pembeli masih memiliki stok hasil pembelian pada Juli 2008."

Menurut Derom, mulai 20 Juli hingga saat ini, harga sawit terus turun dari US$1.100 per ton-US$745 per ton, sehingga para eksportir pun menahan ekspor.

Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) terus melemah hingga harga rata-rata komoditas itu mencapai US$735 per ton. Penurunan harga komoditas itu disebabkan oleh penurunan permintaan dan pasokan berlebih di pasar.

"PE 7,5% telah tidak pantas lagi, artinya harga CPO dan TBS saat ini hanya memberikan tingkat keuntungan tipis. Pemangkasan 7,5% terlalu memberatkan pengusaha dan petani," ujar Derom.

Tekan tandan sawit

Penurunan harga sawit di pasar dunia berpengaruh terhadap harga tandan buah segar (TBS) yang ikut tertekan.

Asmar Arsjad, Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), mengatakan penurunan PE CPO menjadi 7,5 % untuk Oktober akan menyebabkan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani kian tertekan.

"PE 20 % pada April dan Juli, harga TBS di tingkat petani sudah tertekan 28%-30 %."

Asmar menjelaskan harga TBS saat ini berada di kisaran Rp600 per kg-Rp650 per kg, sehingga harga yang didapatkan petani telah berada di bawah harga pokok petani sebesar Rp800 per kg.

Menurut dia, petani tetap mengharapkan PE paling tinggi sebesar 5%, karena dengan kenaikan PE akan menyebabkan kenaikan biaya bagi produsen sehingga akhirnya juga menekan harga TBS di tingkat petani.

Harga Minyak Kembali Menembus 103 Dolar per Barel


London (ANTARA News) - Harga minyak mentah kembali naik untuk ketiga kalinya berturut-turut, Jumat, sehingga sempat menembus 103 dolar AS per barrel pada akhir pekan fluktuatif ekstrim pasar finansial.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet, untuk pengiriman Oktober, melompat 3,45 dolar AS menjadi 101,33 dolar AS per barrel setelah pada awal mencapai posisi tertinggi perdagangan harian pada 103,64 dolar AS.

Minyak mentah Brent North Sea, London, untuk pengiriman November meningkat 2,72 dolar AS menjadi 97,91 dolar AS per barrel.

"Kenaikan harga berlanjut setelah pasar kembali bergairah, didorong oleh rencana penyelamatan oleh pemerintah AS atas gangguan pasokan," kata Kevin Norrish, seorang analis pada Barclays Capital di London, kepada AFP.

Pemerintah AS mengatakan telah menetapkan rencana penyelamatan untuk menyelesaikan menggunungnya hutang tak tertagih yang merongrong bank-bank selama tahun yang lalu.

Menteri Keuangan Henry Paulson mengatakan, Jumat, sebuah rencana penyelamatan sektor finansial yang bermasalah akan memakan biaya "ratusan miliar" dolar AS.

Berita lain yang mempengaruhi pasar minyak Jumat adalah pernyataan kelompok militan di Nigeria selatan, Gerakan Emansipasi Delta Niger (MEND), yang mengatakan telah menghancurkan pipa utama penyaluran minyak milik Royal Dutch Shell.

Serangan itu merupakan yang kelima kali terhadap fasilitas milik Shell di Rivers State, pusat industri minyak Nigeria, selama sepekan.

Sejak muncul pada awal 2006, MEND yang berjuang agar warga lokal di Nigeria selatan mendapat bagian yang lebih besar dari perolehan penjualan minyak, telah menyebabkan terpangkasnya produksi minyak Nigeria lebih dari seperempatnya.

Pada hari Kamis harga minyak mentah dunia sempat menyentuh level 102 dolar AS, karena dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, setelah sejumlah bank sentral menawarkan pinjaman jangka pendek bernilai miliaran dolar AS kepada sejumlah lembaga keuangan untuk mendapatkan dana segar di tengah tekanan global atas kredit.

Dollar AS yang melemah membuat minyak menjadi lebih murah bagi para pembeli yang memegang valuta asing yang lebih kuat. Minyak, seperti emas, juga merupakan pilihan investasi yang aman di tengah gejolak ekonomi.

Harga minyak mentah melonjak sekitar enam dollar AS pada hari Rabu setelah pemerintah AS menyelamatkan raksasa asuransi AS, AIG, senilai 85 miliar dolar AS gagal menenangkan pasar dan mendorong rush ke dalam komoditas sebagai sebuah "safe haven" (tempat berlindung yang aman) dari badai pasar finansial.

Namun pada Selasa, harga minyak berjangka anjlok hingga di bawah level 90 dolar AS setelah terjadi gejolak di pasar finansial, yang dipicu oleh kekhawatiran melemahnya permintaan terhadap energi, kata para pedagang.

Pada pekan ini negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk 2008 menjadi sebesar 1,02 persen dari sebelumnya 1,17 persen dalam menghadapi penurunan permintaan di AS, negara konsumen energi terbesar di dunia.

Bakrie Sumatera raih pinjaman Rp1 triliun


JAKARTA: PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk mendapatkan komitmen pinjaman US$75 juta dan Rp350 miliar (total setara Rp1 triliun) untuk pengembangan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa lokasi.

Direktur Utama Bakrie Sumatera Ambono Janurianto mengatakan pinjaman yang berdenominasi dolar AS diperoleh dari bank asal Singapura, dan yang berdenominasi rupiah dari bank lokal.

"Dana tersebut untuk kebutuhan pengembangan perkebunan di perusahaan joint venture kami. Dari total kebutuhan dana sebesar US$244 juta, US$100 juta sudah dipenuhi dari ekuitas dan US$144 dari bank. Kami telah mendapatkan sebesar US$75 juta dan Rp350 miliar dari bank," katanya pekan ini.

Bakrie Sumatera mendapatkan pinjaman berdenominasi dolar AS dengan suku bunga sebesar 5,7%, dengan tenor tiga tahun. Adapun yang berdenominasi rupiah bertenor lima tahun. Dana yang dibutuhkan itu untuk mengembangkan lahan seluas 50 hektare milik anak usaha perseroan.

Ambono mengatakan kebutuhan dana untuk pengembangan lahan tersebut tinggal US$30 juta. Perseroan akan mencari pinjaman jika dana yang ada sudah tidak mencukupi lagi.

Target produksi

Tahun ini perseroan menargetkan bisa memproduksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 420.000 ton, dan karet sebesar 30.000 ton. khusus karet jumlah produksi diproyeksikan bisa mencapai 40.000 ton tahun depan.

Menurut Ambono, perseroan berupaya mempertahankan pendapatan perseroan selama tahun ini, meskipun harga komoditas CPO mengalami penurunan. Untuk itu, Bakrie Sumatera berupaya meningkatkan kapasitas produksinya hingga akhir tahun ini.

"Jika produksi dipertahankan seperti semester I, kami mengalami penurunan pendapatan karena harga CPO turun. Jika ingin dipertahankan, jumlah produksi harus dinaikkan," lanjutnya.

Selama semester I/2008, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp1,58 triliun, atau naik 140% dari periode yang sama tahun sebelumnya, Rp638 miliar. Dari jumlah itu, CPO menyumbang sebesar 80,06%, dan sebesar 19,94% berasal dari penjualan karet.

Dari pendapatan tersebut, Bakrie Sumatera mencatat laba bersih Rp326,44 miliar, atau melonjak 335% dari periode yang sama tahun lalu Rp72,02 miliar.

Terkait dengan penjualan CPO, selama enam bulan pertama tahun ini penjualan komoditas tersebut meningkat 184% menjadi Rp1,2 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp423 miliar.

Harga saham perseroan kemarin ditutup di posisi Rp840 per saham, atau naik 9,09% dari penutupan hari sebelumnya Rp770 per saham.

Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp3,18 triliun dan price to earning ratio 6,71 kali.

Minyak berpeluang di bawah US$90/barel


JAKARTA: Harga minyak terus melemah menyusul kekhawatiran pasar bahwa pelemahan perekonomian berlanjut dan memangkas permintaan bahan baku energi itu, sehingga diperkirakan bisa menyentuh US$90 per barel pada akhir tahun.

Kebangkrutan Lehman Brothers, akuisisi Merrill Lynch, dan suntikan US$85 miliar dari The Fed untuk menyelamatkan AIG, dan Morgan Stanley memancarkan sinyal yang sama dalam bentuk kemungkinan merger dengan Wachovia Corp mengonfirmasi kekhawatiran pasar terhadap beberapa raksasa keuangan itu sebelumnya.

Fauzi Ichsan, ekonom dan Senior Vice President Standard Chartered Bank, mengatakan dampak dari krisis sektor finansial AS mendorong harga minyak anjlok ke level terendahnya sejak menyentuh rekor US$147 per barel pada 11 Juli.

Dia memperkirakan harga minyak hingga akhir tahun ini akan menyentuh US$90 per barel. Harga minyak sampai saat ini bertahan di atas US$90 per barel itu, menurutnya, karena faktor spekulan yang berupaya mempertahankan keuntungannya.

Tahun depan, kata Fauzi, aksi penjualan kontrak minyak oleh para spekulan bisa terus menekan bahan baku energi itu ke level US$80 per barel.

"Bisa dibayangkan betapa utang Lehman yang hampir US$600 miliar atau terbesar sepanjang sejarah, melampaui kebangkrutan WorldCom Inc pada 2002 dan kegagalan Drexel Burnham Lambert's pada 1990.

Pengaruhnya tentu saja harga minyak makin anjlok," katanya di Jakarta, Rabu.

Pri Agung Rakhmanto, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, salah satu lembaga kajian reformasi pertambangan,energi, dan lingkungan hidup, bahkan berani memperkirakan harga minyak bisa bergerak pada kisaran US$70-US$80 per barel seperti estimasi OPEC.

"Perkiraan OPEC itu adalah sinyal bahwa mereka terus menjaga produksi untuk mempertahankan harga minyak pada kisaran demikian. Harga yang mencapai rekor dua bulan lalu pada kisaran US$147 per barel itu sudah melebihi faktor fundamental suplai dan permintaan," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Menurut dia, permintaan minyak cenderung melemah terpengaruh imbas krisis finansial yang melanda AS dan tentu berpengaruh juga ke sejumlah negara di Asia seperti China dan India. Konsumsi dunia juga menurun setidaknya hampir 10%.

Harga kontrak minyak untuk pengiriman Oktober, seperti dicatat Bloomberg, anjlok sebanyak US$1,43 atau 1,5% menjadi US$95,73 per barel di bursa New York Mercantile Exchange.

Komoditas itu diperdagangkan pada level US$96,05 pada perdagangan pukul 14.58 waktu Singapura. Pada awal perdagangan, harga minyak sempat naik 98 sen atau 1% ke level US$98,14 barel.

Komoditas anjlok

Selain minyak, krisis di industri keuangan AS juga memukul sejumlah komoditas. CME Group, bursa derivatif paling beragam dan terbesar di dunia, akhirnya memberikan kesempatan AIG untuk menegosiasikan block trade kontraknya di bursa berjangka Chicago Board of Trade.

Dalam rilis yang diterima Bisnis, CME mengambil langkah darurat yang berlaku efektif Rabu guna memproteksi keteraturan fungsi pasar serta melikuidasi jumlah kepemilikan posisi terbuka AIG, salah satu korban krisis kredit di AS.

Kontrak block trade yang bisa dinegosiasikan di antaranya gandum, jagung, minyak kedelai, ternak hidup, dan kedelai. Block trade adalah transaksi yang dinegosiasikan secara tertutup di luar pasar lelang publik.

Harga kontrak berjangka jagung, seperti ditulis Bloomberg, pada perdagangan Rabu� turun 5,3% diikuti gandum dan kedelai yang masing-masing mencatat penurunan sebesar 5,1% dan 4,7%.

Namun, harga kontrak gandum, jagung dan kedelai kemarin masing-masing mencatat lonjakan tipis, yakni 4,3%, 5,2% dan 1,7%. (23)

CP Prima refinancing utang US$175,6 juta


JAKARTA: PT Central Proteinaprima Tbk (CP Prima) berencana membiayai kembali utangnya kepada PT Surya Hidup Satwa senilai US$175,6 juta atau setara dengan Rp1,5 triliun dari dana hasil penawaran umum terbatas (rights issue) pada November.

Head of Corporate Communications CP Prima Fajar Reksoprodjo mengatakan hingga 30 Juni 2008 perseroan telah mencairkan utang senilai US$175,6 juta, setara dengan Rp1,5 triliun, dari total komitmen pinjaman senilai US$250 juta dari Surya Hidup.

Utang tersebut dikucurkan oleh Surya Hidup pada tahun lalu terkait dengan rencana CP Prima mengakuisisi 100% saham PT Dipasena Citra Darmaja, perusahaan tambak udang berlokasi di Lampung, Rp1,7 triliun.

Menurut Fajar, perseroan tidak akan mencairkan seluruh plafon pinjaman. Perseroan bahkan ingin mempercepat pelunasannya menjadi tahun ini dari semula 1 Oktober 2014.

Untuk pembiayaan kembali utang itu, perseroan akan menggelar rights issue. Dalam prospektusnya yang terbit kemarin, manajemen menyatakan akan menerbitkan sebanyak 8,05 miliar saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100. Setiap pemegang 100 saham lama mempunyai 36 hak untuk memesan efek terlebih dahulu untuk membeli satu saham baru yang diterbitkan pada harga Rp200.

Harga pelaksanaan itu premium sekitar 6,5% dibandingkan dengan harga saham per penutupan kemarin. Harga saham berkode CPRO itu ditutup turun Rp1 ke level Rp187 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Dalam prospektus yang sama disebutkan pinjaman dari Surya Hidup Satwa tanpa bunga dan pelunasan pokok dilakukan dengan konversi saham. Untuk itu, Surya Hidup Satwa telah sepakat untuk melaksanakan haknya atas sebanyak 3,63 miliar saham CP Prima yang diterbitkan dalam rights issue ini.

Surya Hidup Satwa juga telah bersedia menjadi pembeli siaga yang akan menyerap seluruh sisa saham yang tidak diambil pemegang saham publik atau hingga maksimal 4,42 miliar saham.

Pemegang saham dapat melaksanakan haknya pada 5-12 November. Namun, sebelumnya perseroan akan meminta persetujuan terlebih dulu dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada 22 Oktober.

Dari penawaran umum itu, perseroan menargetkan dapat meraup dana Rp1,61 triliun.

"Sisa dana rights issue, kalau ada, penggunaannya akan ditentukan pada masa yang akan datang," kata Fajar.

Analis Samuel Sekuritas Ike Rahmawati menilai rencana CP Prima untuk menggelar rights issue mengundang sentimen negatif. Ketika dihubungi, dia belum bisa memprediksi potensi dilusi saham CPRO.

PGN raup kontrak Rp1,7 triliun


JAKARTA: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendapat kontrak untuk memasok gas ke PLTGU Tanjung Priok sebesar 30 juta kaki kubik per hari selama tiga tahun, dengan nilai kontrak Rp1,7 triliun.

PLTGU Tanjung Priok dioperasikan oleh anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara, yaitu PT Indonesia Power.

Sekretaris PGN Heri Yusup mengatakan gas mulai dipasok pada 2009 dengan sumber pasokan berasal dari Sumatra Selatan. Rencananya, gas ini diangkut menggunakan pipa Sumatra Selatan-Jawa Barat (South Sumatra West Java/ SSWJ).

"Perkiraan penyaluran mulai tahun depan karena PGN dan Indonesia Power harus membangun fasilitas penyaluran gas ke pembangkit itu," katanya kemarin.

Menurutnya, Indonesia Power mampu menghemat pengeluaran untuk bahan bakar hingga Rp2 triliun jika menggunakan bahan bakar gas. Meski memperoleh kontrak tersebut, PGN belum berencana merevisi kembali target penjualan gas yang sebelumnya dipangkas.

"Kami tetap menargetkan penjualan gas sebesar 600 mmbtu [million metric british thermal unit], dari sebelumnya 716 mmbtu. Kami belum berencana mengubah target itu."

Pemerintah telah membuat ketentuan yang memperbolehkan PGN membuat kesepakatan harga jual gas dengan konsumennya, terutama segmen industri. Ketentuan itu memungkinkan kinerja keuangan PGN bisa lebih baik karena harga jual gas sesuai dengan harga di pasar.

Menyikapi permintaan pemerintah untuk pembelian kembali (buyback) saham, dia mengatakan PGN masih mengkaji aksi korporasi itu. Heri mengatakan belum ada permintaan langsung secara resmi dari pemerintah agar perseroan menyiapkan dana untuk buyback.

"Kami belum bisa memberikan keterangan secara resmi apakah kami akan buyback. Kami akan mempelajari sehingga bisa mengajukan ke rapat umum pemegang saham."

Pemerintah akan memanggil empat BUMN yang masuk bursa, yaitu PT Tambang Batubara Bukit Asam, PT Aneka Tambang Tbk, PGN, dan PT Timah Tbk untuk menyiapkan dana guna pembelian kembali saham.

Meneg BUMN Sofyan Abdul Djalil mengatakan langkah itu diharapkan dapat menjaga harga saham di pasar.

Mandiri kucurkan kredit jalan tol Rp2,53 triliun


JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk dalam waktu dekat ini mulai mengucurkan kredit sindikasi pada proyek dua ruas jalan tol senilai Rp2,53 triliun setelah sengketa antara investor terkait dan pembebasan lahan terselesaikan.

Kedua proyek tersebut adalah Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) seksi W1 (Kebon Jeruk - Penjaringan) senilai Rp1,5 triliun dan jalan tol Bogor Ring Road dengan porsi pembiayaan bank Rp1,13 triliun dari total investasi Rp1,6 triliun-termasuk tanah.

Direktur Korporasi Bank Mandiri Riswinandi mengatakan skema pencairan dana tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi. Dia memperkirakan dalam satu bulan ini sudah bisa dicairkan.

"Ini sedang tahap finalisasi. Dalam waktu dekat ini semoga bisa dicairkan. Ya sebulan lah. Karena sengketa dan pembebasan lahan sudah selesai, sehingga tinggal proyeknya yang jalan," paparnya di Jakarta, kemarin.

Dalam proyek JORR seksi W1 Bank Mandiri menjadi lead arranger dan Bank DKI selaku peserta sindikasi. "Kami mengambil porsi Rp1,2 triliun, sedangkan sisanya dibiayai Bank DKI sesuai perjanjian yang disepakati," kata Riswinandi.

Sebelumnya, meski sudah ditandatangani kesepakatan kredit pada Agustus 2007 dengan PT Jalan Lingkar Barat (JLB) I selaku pemegang konsesi, kredit belum dapat dicairkan, karena terjadi silang sengketa oleh pemegang saham.

Kasus tersebut sempat dimediasi oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia. Namun, PT Bosowa juga menjadi pemegang saham mayoritas selain PT Bangun Tjipta Sarana pada PT JLB I.

Proyek itu menelan dana investasi sebesar Rp2 triliun, di mana porsi 70% berasal dari pinjaman perbankan. JORR W1 akan menghubungkan ruas tol W2 (Ulujami-Kebon Jeruk-Cilincing-Tanjung Priok).

Sementara itu, pada proyek jalan tol Bogor Ring Road merupakan club deal antara BNI dan BRI yang dibangun oleh PT Jasa Marga Tbk dengan nilai investasi termasuk tanah Rp1,6 triliun.

Mandiri Siapkan Rp 9,1 Triliun Sambut Lebaran


Jakarta - Bank Mandiri mempunyai total dana cadangan yang cukup untuk menghadapi situasi bulan puasa dan lebaran dimana kebutuhan likuiditas masyarakat akan meningkat.

Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan saat ini Bank Mandiri mempunyai total dana cadangan untuk rupiah sebesar Rp 9,1 triliun.

"Jadi kita sudah menjaga kondisi kita sampai melewati lebaran, dan itu memang harus dilakukan karena di Ramadan banyak orang yang cenderung memegang uang tunai," tuturnya usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2008) petang.

Dikatakannya, untuk cadangan dana dalam dolar AS, saat ini Bank Mandiri memiliki dana cadangan likuiditas sekitar US$ 460 juta.

"Tapi kalau ada kebijakan yang melonggarkan rupiah kita sambut baik karena memang kondisinya saat ini sedang ketat," ujarnya.

Selain itu Agus mengatakan saat ini Bank Mandiri menurunkan dana-dana mahalnya dalam bentuk deposito.

"Kita meningkatkan dana-dana murah kita dalam bentuk tabungan sehingga NIM (Net Interest Margin) dan tingkat keuntungan bunga menjadi lebih baik," jelasnya.

Mira siapkan Rp1,31 triliun untuk tender offer Apexindo


JAKARTA: Mira International Holdings Pte Ltd (MIH), anak perusahaan PT Mitra Rajasa Tbk, menyiapkan Rp1,31 triliun guna menggelar penawaran tender atas sisa saham publik PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

Menurut Direktur Utama Mitra Rajasa Beni Prananto, MIH berencana melakukan penawaran tender untuk memperoleh seluruh sisa saham milik publik, yaitu maksimal 537,8 juta saham atau mewakili 20,22% saham publik.

Rencana penawaran tender itu disiapkan sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX. H. 1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka tanggal 30 Juni 2008.

MIH kemarin mengumumkan akan melakukan penawaran tender yang wajib dilakukan oleh Mitra Rajasa terkait dengan terjadinya pengambilalihan secara langsung 2,12 miliar saham Apexindo atau mewakili 79,78% saham Apexindo dari PT Medco Energi Internasional Tbk dan Encore International Ltd.�

"Harga penawaran tender setiap saham Apexindo itu sebesar Rp2.450 atau lebih tinggi dari harga rata-rata, yaitu Rp1.721 per saham. Kami juga telah dinyatakan memiliki dana yang cukup untuk melakukan pembayaran saham dalam penawaran tender oleh Mandiri Sekuritas dan Citibank Singapura," ujarnya, kemarin.

Sebanyak 20 bank investasi, yang menjadi anggota konsorsium kreditor yang dipimpin oleh Goldman Sachs (Asia) L.L.C, mengucurkan utang senilai US$525 juta kepada Mitra Rajasa.

Pinjaman tersebut digunakan untuk melunasi akuisisi mayoritas saham Apexindo Pratama Duta sekaligus membiayai penawaran tender saham itu.

Mitra Rajasa dan Sabre Systems International Pte Ltd menggelontorkan ekuitas US$200 juta, sehingga total dana yang terhimpun mencapai US$725 juta atau setara dengan Rp6,77 triliun.

Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio mengatakan akuisisi Apexindo itu melibatkan struktur utang yang besar.� Namun, porsi perseroan tetap menjadi mayoritas dengan kepemilikan di atas 85% saham di Sabre Systems yang mendirikan Bidco.

Pemanis

Tito menuturkan dalam struktur utang tersebut, Mitra Rajasa memberikan pemanis (sweetener) berupa bunga dan saham dalam Apexindo.

Pada perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode APEX itu ditutup statis atau tidak bergerak dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada 15 September 2008, yaitu Rp2.275.

Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp6,04 triliun.

Adapun, harga saham Mitra Rajasa kemarin naik 3,66% menjadi Rp850 dari Rp820 pada 16 September. Kapitalisasi pasar Mitra Rajasa mencapai Rp2,41 triliun.

MIH membeli 48,72% saham Apexindo dari Medco Energi dan 31,61% saham dari Encore Limited 31,61% seharga Rp2.450 per saham atau US$562 juta.

Melalui akuisisi itu, Mitra Rajasa berekspansi ke bidang pengeboran sumur minyak dan gas dari sebelumnya bergerak di bidang transportasi darat dengan armada truknya.

Nilai pengambilalihan 80,57% saham Apexindo tersebut tergolong transaksi material, karena perbandingan dengan saldo ekuitas mencapai 966% dan terhadap pendapatan 3.060%.

Maybank bisa tunda divestasi 20% saham BII


JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akhirnya memberi kelonggaran kepada Malayan Banking Berhad (Maybank) berupa perpanjangan masa divestasi 20% saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk.

Semula, divestasi 20% saham BII dipatok selama dua tahun setelah penawaran tender.

Bank Negara Malaysia membuka kembali izin kepada Malayan Banking untuk mengakuisisi PT Bank Internasional Indonesia Tbk.

Pengumuman yang disampaikan oleh Maybank dalam keterbukaan informasi di Bursa Malaysia menyebutkan kebijakan ini ditempuh setelah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan membuka jalan untuk berlanjutnya akuisisi BII.

Saat ini, Maybank dengan Fullerton Financial Holding dan Kookmin Bank berupaya menuntaskan proposal akuisisi dengan mengacu pada share sale agreement tertanggal 26 Maret 2008.

Sumber Bisnis mengatakan ada perkembangan terbaru dari Maybank untuk melanjutkan akuisisi BII terkait dengan kelonggaran Bapepam-LK.

"Bapepam-LK tetap tidak akan memberikan pengecualian. Tetapi Bapepam-LK akan mendefinisikan apa pengertian keadaan darurat yang menyebabkan perpanjangan masa divestasi itu bisa dilaksanakan," ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan Pasal 21 Peraturan Bapepam-LK No. IX. H. 1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka menyebutkan Bapepam-LK dapat memperpanjang jangka waktu pemenuhan kewajiban pengendali baru. Syarat yang ditegaskan dalam pasal itu a.l. keadaan darurat.

Bisnis memperoleh surat Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany No. S-6428/BL/2008 tertanggal 15 September kepada CEO Maybank Dato Sri Abdul Wahid Omar yang menyebutkan penundaan pelepasan kembali 20% saham BII ke pasar dapat dilaksanakan bila memenuhi dua syarat. Pertama, apabila pelepasan kembali saham BII (refloat) dapat mengakibatkan potensi kerugian terhadap pengendali baru.�

Kedua, kondisi kerugian material itu mencapai 10% dari total investasi dalam akuisisi perusahaan terbuka.

Selanjutnya, dalam surat itu Fuad menyatakan Bapepam-LK meminta tanggapan dari Maybank terkait dengan surat itu dan berharap akuisisi BII akan mengarah pada perkembangan yang positif.

Surat itu ditembuskan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Boediono, dan Gubernur Bank Negara Malaysia Tan Sri Dato' Sri Zeti Akhtar Aziz.

Jalan keluar

Saat dikonfirmasi Bisnis, Fuad tidak membantah. "Kami memandang akan ada jalan keluar bagi Maybank dan BII," ujarnya kemarin.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengatakan� masih� menunggu respons dari Maybank terkait dengan surat yang dikirimkan Ketua Bapepam-LK.�

"Kami melihat surat yang dikirimkan Pak Fuad itu sudah menjadi jalan keluar terbaik. Suspend akan kami buka apabila sudah jelas arahnya, apakah akuisisi akan berlanjut atau tidak. Lagipula, 26 September nanti adalah batas akhir dari kejelasan transaksi itu. Ini harus jelas," ujarnya.

Maybank sepakat membayar US$1,5 miliar kepada Sorak Financial Holdings guna membeli BII.� Bank negeri jiran ini juga menyiapkan dana sebesar US$1,2 miliar untuk penawaran tender 44% saham publik yang tersisa di pasar bursa.

Maybank pernah menyatakan berpotensi kehilangan US$1 miliar apabila mengikuti Peraturan Bapepam-LK No. IX. H. 1 tentang Peng- ambilalihan Perusahaan Terbuka.

CEO Maybank Abdul Wahid Omar mengatakan penyebab kerugian tersebut adalah klausal mengenai kewajiban divestasi 20% saham publik BII dalam waktu paling lambat dua tahun.

Dia menuturkan Maybank membayar pada harga premium, yaitu Rp510 per saham, dengan dasar bahwa tidak akan ada penjualan kembali.

Selanjutnya, dia mengasumsikan apabila dalam dua tahun Maybank menjual pada posisi Rp319, kerugian Maybank akan mencapai Rp191 per saham.

Maybank memproyeksikan kerugian tersebut akan mencapai 3,4 miliar ringgit atau US$1 miliar.

Pemerintah isyaratkan Qtel dapat miliki 65% saham Indosat


JAKARTA: Pemerintah Indonesia mengisyaratkan Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) dapat memiliki maksimal 65% atas saham PT Indosat Tbk, karena 98% lini bisnis Indosat berada di sektor seluler.

Langkah itu menunjukkan Qtel dapat melaksanakan penawaran tender atas saham publik Indosat hingga 24,2%, menyusul akuisisi Qtel terhadap 40,8% saham Indosat senilai US$1,8 miliar atau Rp7.388 per saham pada 30 Juni 2008.

Menurut sumber Bisnis yang mengetahui keputusan itu, pemerintah akan mengambil keputusan dalam rapat koordinasi yang dijadwalkan dilaksanakan tadi malam, tetapi rapat itu batal digelar.

"Pemerintah menetapkan porsi kepemilikan saham Qtel di Indosat 65%, karena sektor seluler Indosat mencapai 98% dan sisanya fixed-line. Jadi, lebih pantas apabila DNI yang ditetapkan pemerintah adalah 65% bagi Qtel," ujarnya kemarin.

Saat dikonfirmasi Bisnis, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan Ahmad Fuad Rahmany menyatakan otoritas pasar modal akan mengikuti kebijakan sektoral terkait dengan kepemilikan maksimal asing di sektor telekomunikasi. "Hal ini akan menjadi acuan Bapepam-LK dalam batas maksimal penawaran tender," ujarnya.

Qtel sempat berencana membeli saham PT Indosat Tbk melalui pasar, sehingga kepemilikan perusahaan dapat mencapai lebih dari 49% atau bahkan hingga 65% apabila pemerintah tak kunjung memberikan kejelasan atas porsi maksimal kepemilikan Qtel di Indosat.

Menurut Komisaris Indosat yang juga juru bicara Qtel di Indonesia Rahmat Gobel, Qtel berencana melakukan investasi jangka panjang di sektor telekomunikasi di Tanah Air.

Guna memastikan pengambilan keputusan terhadap laju Indosat, perseroan ingin menguatkan posisinya melalui kepemilikan saham di perusahaan telekomunikasi� tersebut hingga lebih dari 49%.

"Kami memandang saat ini penting bagi pemerintah untuk menetapkan apa kepentingannya. Karena, andaikan pemerintah tak kunjung memberikan kejelasan, bisa saja Qtel mengambil tender offer, lalu membeli saham Indosat melalui pasar hingga lebih dari 49% atau hingga 65%," ujar Rahmat.

Dia menuturkan Indosat merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sehingga tidak seharusnya Qtel dibatasi oleh Daftar Negatif Investasi dalam Perpres No.111/2007.

Batasan yang tengah ditanyakan Menkominfo kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal adalah Perpres No.111/2007 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal yang ditetapkan pada 27 Desember 2007.

Kepemilikan asing

Bagian C tentang kepemilikan modal No. 44 dalam Perpres disebutkan batasan kepemilikan asing di penyelenggaraan jaringan telekomunikasi maksimal 49%, sedangkan batasan kepemilikan asing di jaringan seluler maksimal 65%.

"Seharusnya, kami diatur oleh UU Pasar Modal dan sudah semestinya memperoleh pengecualian dari Menkominfo atas DNI, karena kami mengambil saham Singapore Technology Telemedia yang merupakan pemain lama," tutur Rahmat.

Chairperson Qtel Sheikh Abdullah Bin Mohamed Bin Saud Al Thani mengatakan kepastian pengendalian saham di Indosat adalah bagian kunci dari rencana ekspansinya. "Kami senang dengan keputusan MA yang memperbolehkan kami tetap memegang saham yang telah kami ambil alih pada Juni."

Pada perdagangan kemarin, harga saham Indosat ditutup di level Rp5.900 atau tidak bergerak dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada 16 September 2008.

Energi Mega raup pinjaman US$450 juta


JAKARTA: PT Energi Mega Persada Tbk, melalui anak usahanya EMP Holdings Singapore Pte Ltd, mengantongi utang US$450 juta atau setara dengan Rp4,27 triliun untuk menutup total utang senilai US$260,11 juta yang jatuh tempo.

Vice President Capital Markets Energi Mega Herwin Wahyu Hidayat mengatakan pinjaman itu bertenor lima tahun. Perseroan telah menutup kesepakatan pinjaman tersebut pada 12 September.

Pinjaman, yang diatur oleh Credit Suisse cabang Singapura itu, akan digunakan untuk membiayai kembali utang Energi Mega kepada Credit Suisse senilai US$152,75 juta, yang sempat diperpanjang selama empat pekan dari masa jatuh tempo pada 15 Agustus.

Selain itu, pinjaman baru juga digunakan untuk melunasi utang kepada PMA Capital Management senilai US$107,36 juta yang akan jatuh tempo pada Juni 2009.

"Pinjaman ini mempunyai tingkat bunga yang tidak jauh berbeda dengan kedua utang yang telah jatuh tempo yakni sekitar 8%-10% di atas Libor [London interbank offered rate], tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Dengan diraihnya pinjaman ini, rasio utang bersih perseroan terhadap ekuitas naik menjadi 88% dari 69% pada semester I/2008. Berdasarkan data perseroan, utang kepada Credit Suisse memiliki tingkat bunga 5% di atas Libor untuk 12 bulan pertama dan 9% di atas Libor sampai dengan tanggal jatuh tempo, sedangkan utang kepada PMA bertingkat bunga 7% di atas Libor.

Utang dari PMA itu diperoleh anak usaha Energi yakni Enviroco Company Ltd pada 18 Oktober 2007, dengan masa 18 bulan sejak penarikan pertama fasilitas tersebut.

"Sisa pinjaman [senilai US$189,89 juta] akan kami gunakan untuk modal kerja dan mempercepat pengembangan aset yang telah ada."

Menurut dia, pinjaman ini akan membantu perseroan mencapai target pertumbuhan produksi minyak dan gas 30% pada tahun ini serta 15%-20% pada 2009.

Modal kerja juga akan digunakan untuk mempercepat produksi Lapangan Terang Sirasun Batur di Blok Kangean, Jawa Timur sebanyak 300 juta kaki kubik per hari pada 2010.

Dia menjelaskan dana pinjaman tidak akan digunakan perseroan untuk mengakuisisi sejumlah aset migas baru, yang direncanakan terjadi pada tahun ini. "Untuk akuisisi kami masih akan eksplorasi sumber lain. Namun, yang jelas kebutuhan pendanaan kami untuk jangka pendek dan menengah sudah cukup."

Bakrie & Brothers gadaikan kembali saham ELTY


JAKARTA: Kepemilikan PT Bakrie & Brothers Tbk terhadap PT Bakrieland Development Tbk pada bulan ini berkurang lagi, diduga karena adanya aksi gadai tambahan terhadap saham perusahaan properti tersebut.

Dalam laporannya kepada Bursa Efek Indonesia, Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita menyatakan untuk per 10 September 2008 saham Bakrieland dipegang oleh Bakrie & Brothers sebesar 17,24% dan sejumlah klien yang tergabung dalam rekening CGMI sebesar 15,45%.

Kepemilikan Bakrie & Bro-thers itu telah menyusut 4,14% dibandingkan dengan posisi akhir Agustus sebanyak 21,38%.

Pada 4 September, Corporate Secretary Bakrieland Nuzirman Nurdin bahkan mela- porkan kepemilikan Bakrie & Brothers di perusahaan pro-perti itu hanya 15,74%, atau berkurang 5,64% dibandingkan dengan per 31 Agustus 2008.

Padahal, bila mengacu pada penawaran umum terbatasnya tahun ini, Bakrie & Brothers semestinya memiliki sedikitnya 40% saham perusahaan pro-perti itu.

Ketika dikonfirmasi, Nuzirman menolak mengomentari berkurangnya kepemilikan Bakrie & Brothers di perusahaannya.

Namun, secara fundamental dia mengatakan kinerja Bakrieland tidak terpengaruh oleh berkurangnya kepemilikan saham itu. Penjualan rumah di Bogor Nirwana Resort pada Agustus secara rata-rata mencapai 80 unit, lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan pada Juni yang mencapai 60 unit.

Direktur Bakrie & Brothers Dileep Srivastava tidak membantah tentang adanya penggadaian atau menjadikan saham Bakrieland sebagai ja- minan untuk mencari pendanaan.

"Saya tidak tahu persis angkanya, tapi ini hanya kegiatan bisnis normal. Wajar kalau kami [Bakrie & Brothers] sebagai perusahaan investasi memanfaatkan saham anak usaha yang merupakan portofolio bisnis kami," katanya.

Menurutnya, untuk aksi penjaminan aset berupa saham ini perseroan telah mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham.

Bangkrutnya Lehman Brothers Tekan IHSG Anjlok 4,70%


JAKARTA, investorindonesia.com
Kebangkrutan Lehman Brothers menekan perdagangan saham di Bursa effek Indonesia (BEI), sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Senin, ditutup turun tajam 4,70% atau berada dititik terendah sejak 7 Maret 2007. IHSG ditutup melemah 84,808 poin menjadi 1.719,254 atau titik terendah sejak penutupan pada 7 Maret 2007 di level 1.741,579.

Sedangkan indeks LQ45 turun 21,111 poin atau 5,86% ke level 339,303 atau hampir mendekati penutupan 12 Oktober 2006 di posisi 339,350.

"Penurunan indeks ini lebih disebabkan oleh faktor bangkrut perusahaan keuangan Lehman Brothers yang mempengaruhi pelaku pasar di Indonesia," kata Analis Riset PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah, kepada Antara di Jakarta.

Menurut dia, dengan bangkrutnya perusahaan keuangan ini, pasti akan melepas semua aset yang dimilikinya dengan harga berapapun, karena pasar saham dalam kondisi sedang jatuh. "Para pelaku pasar takut saham-saham yang ada di Indonesia akan dilepas dengan harga rendah, sehingga pasar kelihatan panik," jelasnya.

Alfian juga mengungkapkan pasar juga masih dipengaruhi harga minyak yang di bawah US$ 100 per barel yang menekan saham-saham berbasis komoditas.

Sedangkan dari dalam negeri masih datang dari melemahnya nilai tukar rupih yang mencapai Rp 9.455 per dolar AS dan meningkatnya inflasi akibat meningkatnya konsumsi menjelang hari lebaran idul fitri.

Sentimen-sentimen negatif ini yang telah membuat saham yang turun di BEI lebih mendominasi sebanyak 192 dibanding yang naik hanya 18 dan 43 tidak berubah harganya.

Penurunan indeks masih dipimpin oleh saham-saham komoditas, seperti Bumi Resources yang tertekan Rp 100 menjadi Rp 3.500, Tambang Timah yang turun Rp 280 menjadi 1.250, Perusahaan Gas Negara terkoreksi Rp 125 ke posisi Rp 1.900, Antam melemah Rp 180 ke level Rp 1.020, Bakrie Plantations turun Rp 60 ke harga Rp 710, Tambang Batubara Bukit Asam terkikis Rp 950 menjadi Rp 9.000, dan Adaro Energi anjlok Rp 30 ke posisi Rp 1.360.

Turunnya saham komoditas ini juga diikuti oleh saham unggulan lainnya, seperti Bank BRI melemah Rp 250 ke level Rp 4.800, Telkom tertekan Rp 600 ke harga Rp 6.250, Astra Internasional terjun Rp 400 ke Rp 15.200, dan Bank Mandiri turun Rp 200 menjadi Rp 2.250.

Transaksi yang terjadi sebanyak 49.648 kali dengan jumlah saham yang berpindah tangan sebanyak 2,344 miliar dan nilai perdagangan Rp 2,054 triliun.

Posisi investor asing masih net sell (jual netto), yakni telah melepas 444.776.992 lembar saham dan hanya membeli 396.076.512 saham.

Astra Eksekusi 280 Juta Rights Issue United Tractors


Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) telah menyelesaikan eksekusi 280.731.333 saham baru (rights issue) yang diterbitkan PT United Tractors Tbk (UNTR). Kepemilikan ASII kini menjadi sebesar 58,54%.

"Total jumlah saham ASII di UNTR sekarang sebanyak 1.947.604.158 saham atau setara dengan 58,45% saham," ungkap Investor Relations UNTR, Ari Setiyawan saat dihubungi detikFinance, Senin (15/9/2008).

Pekan lalu, UNTR baru saja merampungkan rights issue sebanyak 475.268.183 saham di harga Rp 7.500 atau total senilai Rp 3,564 triliun. ASII bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyers).

Sebelum rights issue, kepemilikan ASII di UNTR sebanyak 1.666.872.825 saham atau sekitar 58,45%. Sisanya sebesar 41,55% dimiliki oleh publik.

Dalam rights issue tersebut, ASII mengeksekusi sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham publik lainnya sebanyak 280.731.333 saham. Total dana yang dikeluarkan perseroan untuk eksekusi tersebut mencapai Rp 2,105 triliun.

Jumlah saham yang dimiliki ASII saat ini sebanyak 1.947.604.158 saham atau setara dengan 58,54%, naik 0,09% dari porsi sebelum rights issue.

Dana hasil rights issue sebesar Rp 3,564 triliun tersebut rencananya akan digunakan untuk melunasi utang (30%), akuisisi tambang batubara (55%) dan modal kerja (15%).

Minyak Anjlok ke US$ 93


London - Harga minyak mentah dunia kembali anjlok ke US$ 93 per barel, menyentuh level terendahnya dalam 7 bulan terakhir. Kebangkrutan Lehman Brother menggambarkan buruknya krisis finansial global sehingga bisa memicu berkurangnya permintaan.

Pada perdagangan Senin (15/9/2008) di London, kontrak minyak jenis Brent pengiriman Oktober anjlok hingga US$ 92,84 per barel, yang merupakan level terendah sejak Februari 2008. Namun harga selanjutnya rebound ke US$ 93,42 per barel, yang berarti turun 4,16 dolar.

Sementara minyak jenis light pengiriman Oktober juga anjlok 4,40 dolar ke level US$ 96,78 per barel.

"Kontrak berjangka minyak turun seiring dengan gejolak di pasar finansial yang memberi sentimen negatif bahwa permintaan akan turun," ujar analis dari Sucden, Michael Davies seperti dikutip dari AFP.

Harga minyak juga turun berkat kabar bahwa fasilitas minyak milik AS di Teluk Meksiko aman dari amukan badai Ike. Dampak badai Ike ternyata tak seburuk yang dikhawatirkan.

Dengan penurunan ini, harga minyak berarti sudah turun hingga sepertiganya, setelah menembus rekor tertinggi di US$ 147 per barel pada 11 Juli lalu. Kekhawatiran berkurangnya permintaan, memicu penurunan harga minyak. Turunnya harga minyak juga dibantu oleh apresiasi dolar AS.

Apalagi krisis finansial akhir-akhir ini semakin memanas setelah Lehman Brothers bangkrut, sementara Merrill Lynch akan diakuisisi oleh Bank of America.

Danamon naikkan bunga KPR


JAKARTA: PT Bank Danamon Tbk bersiap menaikkan kembali suku bunga kredit pemilikan rumah pada kisaran 13% menyusul terus melajunya suku bunga acuan bank sentral yang meningkatkan beban biaya dana.

Executive Vice President Retail Banking Lending Head Juanita A Luthan mengutarakan saat ini perseroan menawarkan suku bunga KPR sebesar 12,5% dan dalam beberapa pekan ini akan dinaikkan sekitar 0,5%.

"Kenaikan suku bunga lebih banyak dipengaruhi pergerakan BI Rate yang telah menyentuh level 9,25% sehingga pasar dengan cepat merespons untuk menaikkan kembali suku bunga pinjaman termasuk kredit perumahan," jelasnya usai MoU Bank Danamon dengan penerbit koran berbahasa Inggris The Jakarta Post di Jakarta, kemarin.

Juanita menjelaskan kenaikan suku bunga kredit tidak akan mengganggu pasar KPR mengingat perge-rakan suku bunga bank masih terbilang normal dibandingkan dengan lonjakan harga properti setiap tahunnya.

Mandiri kejar kredit mikro Rp4 triliun


JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk optimistis realisasi pembiayaan mikro dapat menembus target di atas Rp4 triliun mengingat sektor kredit itu tidak memiliki beban likuiditas yang terlalu besar.

Direktur Mikro & Ritel Bank Mandiri Budi G Sadikin mengutarakan hingga Agustus 2008 pembiayaan mikro telah mencapai Rp3 triliun atau tumbuh hampir dua kali lipat diban-dingkan tahun lalu.

"Sektor mikro ini porsinya kecil sehingga masalah likuiditas tidak akan menghambat pertumbuhan kreditnya dan pembiayaan hingga akhir dipercaya dapat menembus target," jelasnya seusai penanda- tanganan nota kesepahaman dengan PT Titan Multi Agro di Jakarta, kemarin.

Budi mengatakan pembiayaan sektor mikro sebagian besar diberikan untuk kalangan pedagang dan sisanya untuk industri pengolahan dan pertanian. Nilai kredit yang diberikan rata-rata sekitar Rp22 juta.

Pada kesempatan itu, Bank Mandiri juga menyepakati pemberian pinjaman kemitraan terhadap 8.000 petani jagung di Bojonegoro melalui PT Titan Multi Agro dengan jumlah pinjaman sebesar Rp22 miliar.

Budi menambahkan pinjaman itu bagian dari peningkatan kredit untuk ketahanan pa-ngan yang telah disalurkan sebesar Rp250 miliar. Kredit itu, kata dia, ditargetkan mencapai Rp400 miliar.

"Kami memanfaatkan alokasi dana CSR perseroan untuk mengembangkan lahan tadah hujan milik petani di Bojonegoro seluas 3.000 ha untuk meningkatkan produksi komoditas jagung yang jangka waktu pinjamannya disesuaikan dengan musim tanam," ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, beberapa bank swasta juga tengah agresif mengucurkan kredit mikro untuk mendorong pertumbuhan kredit di kalangan pengusaha kecil yang menggerakkan sektor riil.

Salah satunya PT Bank Danamon mengucurkan kredit mikro hingga Juli 2008 sebesar Rp10 triliun atau hampir mendekati target tahun ini sebesar Rp11 triliun.

Wadirut Bank Danamon Jos Luhukay pernah mengutarakan kredit di sektor mikro itu pasarnya terus berkembang dan tidak banyak dipengaruhi oleh naiknya beban biaya dana dan kondisi perekonomian yang kurang stabil.

PT Bank Syariah Mega Indonesia juga telah mengucurkan kredit mikro yang baru dilakukan selama tiga bulan hingga Agustus 2008 sebesar Rp97 miliar dan sampai akhir tahun diproyeksikan mencapai Rp650 miliar.

Direktur Bisnis Bank Syariah Mega Ani Murdiati mengutarakan saat ini perseroan tengah fokus menggenjot pembiayaan di sektor mikro yang memiliki peluang pasar besar di samping pembiayaan komersial.

"Pembiayaan mikro ini terlihat bagus dan belum terlihat ada kredit bermasalah. Untuk nasabahnya mayoritas dikucurkan kepada kalangan pedagang, pengusaha restoran dan bengkel," ujarnya.

Telkom jajaki jual menara


JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengkaji rencana penjualan menara base transceiver station (BTS) setelah BUMN mengonsolidasikan pengelolaan antarmenara Divisi Fixed Wireless (Flexi) dan anak usaha PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Seorang manajer investasi asing menuturkan manajemen Telkom tengah mengeksplorasi kemungkinan akuisisi sebuah perusahaan yang bergerak di sektor menara telekomunikasi.

Setelah itu, Telkom mengkaji kemungkinan menyatukan menara Telkomsel dan Flexi ke sebuah unit bisnis tersendiri dan melakukan divestasi terhadap menara BTS.

"Selama ini SingTel [pemegang saham Telkomsel] menolak adanya konsolidasi antara Telkomsel dan Flexi, tetapi akhirnya mereka sepakat," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dia menuturkan SingTel juga akhirnya menyepakati mengenai rencana divestasi menara pemancar tersebut dalam satu tahun hingga dua tahun ke depan setelah pembangunan unit bisnis menara itu rampung.

SingTel, lanjutnya, sepakat terhadap konsolidasi dan pelepasan menara itu terkait dengan Peraturan Menkominfo atas kepemilikan asing di menara telekomunikasi.

Langkah yang dilaksanakan Telkom, menyusul pertumbuhan kinerja keuangan semester I/2008 yang menurun apabila dibandingkan dengan semester I/2007.

Langkah lainnya adalah penurunan tarif sebagai bentuk adaptasi atas performa semester I/2008.

Chief Financial Officer Telkom Sudiro Asno ketika dikonfirmasi mengatakan Telkom sedang dalam tahap konsolidasi pengelolaan menara perseroan.

"Kami sedang mengkaji pengelolaan menara Telkom. Memang kalau sudah terkonsolidasikan barulah ke depan kami akan melakukan divestasi. Namun, menara mana saja yang akan didivestasi belum diputuskan. Menara yang strategis akan dipertahankan," ujarnya.

Dia menuturkan langkah itu dilaksanakan guna pengelolaan menara yang lebih baik. Meski demikian, Sudiro mengatakan kajian itu belum sampai pada penentuan harga per menara apabila didivestasi.

Manajer investasi itu menuturkan harga jual satu menara yang terdiri dari beberapa BTS mencapai US$130.000-US$ 140.000. Adapun, jumlah menara yang dimiliki Telkom saat ini mencapai 12.000 menara.

Berdasarkan riset PT Danareksa Sekuritas pada 12 Agustus 2008, ketatnya kompetisi di sektor telekomunikasi mendorong besarnya inisiatif pemasaran yang tidak hanya bergantung pada keputusan internal, tetapi juga reaksi dari kompetitor.

Kinerja keuangan Telkomsel pada triwulan II/2008 mengalami tekanan, meski jumlah pelanggan bertambah 1,1 juta.

Namun, melalui struktur tarif yang baru dan kampanye pemasaran yang dimulai pada Juni-Juli 2008, Telkomsel mengindikasikan meraih jumlah pelanggan 3,2 juta pada Juli 2008.

Harga saham emiten berkode TLKM ini pada perdagangan kemarin ditutup pada level Rp7.200 atau turun 2,04% dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada 10 September 2008, yaitu Rp7.350.

Semen Gresik Akuisisi Produsen Semen Asing


Jakarta - Untuk ekspansi usaha, PT Semen Gresik Tbk akan mengakuisisi perusahaan semen di luar negeri khususnya di Asia Tenggara. Usulan akuisisi itu datang dari pemegang saham Semen Gresik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Semen Gresik Heru D Adiningrat usai buka bersama di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/9/2008) malam.

"Kami sedang membahas rencana ekspansi ke luar negeri membidik produsen semen di Asia Tenggara," ujarnya.

Rencana tersebut awalnya datang dari pemegang saham Semen Gresik, yaitu Rajawali melalui Blue Valley Holdings Pte Ltd yang saat ini memiliki kepemilikan 24,9% saham Semen Gresik, atau kedua terbesar setelah pemerintah sebanyak 51,01%, dan sisanya saham publik.

Alasan dilakukannya akuisisi tersebut karena kapasitas produksi Semen Gresik saat ini sudah hampir mencapai batas maksimal, yaitu sudah 94% sehingga tidak memungkinkan untuk ditingkatkan kembali.

Sayangnya, Heru enggan membocorkan nama dari perusahaan yang dibidik begitu pula dengan dana yang disiapkan. "Semua masih dalam kajian," imbuhnya.

Ia juga mengatakan, proses akuisisi biasanya lebih efisien ketimbang harus membangun pabrik baru.

Analis: Buy on weakness BBRI, BMRI, TLKM


JAKARTA (Bisnis.com): Terjungkalnya indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak tiga hari lalu menyeret harga sejumlah saham yang sebenarnya masih berfundamental bagus yakni seperti BBRI, AQUA, INTA, BMRI, TLKM, ELSA, ENRG, dan ITMG direkomendasikan beli karena sudah murah.

Paramitra Alfa Sekuritas menyatakan 'buy on weakness' saham-saham tersebut. Berikut berita seputar emiten beserta rekomendasi Paramitra.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tengah mengkaji untuk mengakuisisi saham PT Bank Bukopin Tbk. Jika direstui pemerintah, porsi saham Bukopin yang diakuisisi tidak akan lebih dari 30%. Kepemilikan saham BRI dan Bukopin sama-sama dimiliki oleh pemerintah dengan porsi berbeda.

Saham BRI tercatat dimiliki oleh pemerintah sebanyak 56,82%, sedangkan Bukopin dimiliki oleh pemerintah sebesar 18,19% dan pemegang saham mayoritas adalah Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia sebanyak 39,84%. BRI memiliki modal inti sebesar Rp 16,66 triliun dan Bukopin Rp 2,01 triliun. BRI masih dalam tahap mengkaji kemungkinan akuisisi tersebut. Rekomendasi Paramitra 'Buy On Weakness'.

PT Aqua Golden Missisipi Tbk menyiapkan 3 lokasi alternatif, setelah rencana pembangunan pabrik barunya di Serang, Banten mendapat kecaman dari masyarakat setempat. Seandainya hasil pembicaraan dan sosialisasi dengan masyarakat setempat tidak berujung kesepakatan, maka perseroan akan memindahkan lokasi pembangunan pabrik. Perseroan mempunyai 3 lokasi alternatif di Jawa. Rekomendasi Paramitra, 'Buy On Weakness'.

PT Intraco Penta Tbk (INTA) memperoleh kontrak jasa pemeliharaan perlengkapan alat berat senilai US$14,90 juta dari PT Thailindo Bara Pratama. Intraco Penta akan merawat 54 unit alat berat dalam jangka waktu lima tahun. Pelaksanaan kontrak tersebut dimulai 5 Januari 2009. Perseroan juga akan menandatangani kontrak serupa dengan PT Kaltim Prima Coal senilai US$7,32 juta dalam waktu dekat. Rekomendasi Paramitra, 'Buy On Weakness'.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menaikkan suku bunga kredit 0,75%. Kenaikan tesebut merupakan penyesuaian terhadap kenaikan BI rate. Penyesuaian kenaikan bunga tersebut dilakukan untuk mengantisipasi NIM yang tergerus akibat kenaikan BI rate. Kenaikan suku bunga kredit tersebut sudah efektif. BMRI telah menyalurkan kredit mikro Rp3 triliun dengan target akhir tahun sebesar Rp4 triliun. Adapun bunga kredit mikro sebesar 1,25% per bulan atau 15% per tahun. Rekomendasi Paramitra, 'Buy On Weakness'.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menginvestasikan Rp2,5 miliar untuk membangun 500 titik hotspot di wilayah Divre II di Jabodetabek hingga akhir 2008. Saat ini Telkom baru menyelesaikan 200 titik dan ditargetkan sampai akhir tahun 2008 sudah bisa mencapai 500 titik. Telkom hanya meneruskan rencana pembangunan hotspot di seluruh Jakarta yang sebelumnya ditargetkan bisa tercapai hingga 1.000 titik sebagai bagian dari corporate social responsibility. Rekomendasi Paramitra, 'Buy On Weakness'.

PT Elnusa Tbk (ELSA) selama 7 bulan pertama yang berakhir Juli 2008 berhasil meraup kontrak jasa hulu migas sebesar US$334 juta dimana dari total angka tersebut sekitar U$150 juta akan dibukukan tahun 2008. Disisi lain, anak perusahaan PT Pertamina ini akan melakukan ekspansi kompetensi pada segmen marine seismic untuk memasuki pasar offshore di wilayah Asia Pasifik. Ekspansi ini akan dilakukan melalui suatu kerjasama dengan Bergen Oilfield Services. Rekomendasi paramitra 'Buy On Weakness'.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melalui anak perusahaan hingga 29 Agustus 2008 sudah mengeluarkan dana sebesar US$7,45 juta untuk membiayai tiga proyek eksplorasi. Proyek pertama yang dibiayai adalah eksplorasi Blok Malacca Straits PSC, Riau Sumatera dengan total biaya sebesar US$2,04 juta. Proyek kedua yang dibiayai adalah Blok Malacca Straits PSC Riau Sumatera dalam hal pengeboran sumur appraisal MSAC-33 oleh Kondur Petroleum SA dengan biaya yang dikeluarkan US$3,18 juta sampai 9 Agustus 2008. Proyek ketiga adalah Blok Semberah TAC Kalimantan berupa pengeboran sumur pengembangan SBR-19 oleh PT Sembrani Persada Oil dan menelan dana US$2,22 juta sampai 3 Agustus 2008. Rekomendasi Paramitra 'Buy On Weakness'.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2008 sebesar Rp344 per saham pada 22 Oktober 2008. Total dividen interim yang akan dibagikan mencapai US$41,60 juta. Berdasarkan kurs tengah BI pada 9 September 2009. Cum dividen dan ex dividen di Pasar Reguler/Pasar Negosiasi masing-masing pada 8 dan 9 Oktober 2008. Sedangkan cum dividen dan ex dividen di Pasar Tunai masing-masing akan dilaksanakan pada 13 dan
14 Oktober 2008. Rekomendasi Paramitra 'Buy On Weakness'.

Telkom Investasi Rp 2,5 M Bangun Hot Spot Speedy di Jabodetabek


JAKARTA, investorindonesia.com
PT Telkom Divisi Regional II akan mengalokasikan dana sekitar Rp2,5 miliar untuk membangun sekitar 500 titik jaringan hot spot layanan internet pita lebar berkecepatan tinggi (broadband) Speedy hingga akhir tahun 2008.

"Untuk membangun satu titik hot spot butuh investasi sekitar Rp 5 juta," kata Executive General Manager Divre II Telkom Mas`ud Khamid, di Jakarta, Rabu malam.

Mas`ud menjelaskan Telkom akan menjadikan Ibukota Jakarta dan sekitarnya sebagai cyber city dengan menyediakan sekitar 1000 hot spot gratis Speedy di 180 lokasi strategis yaitu di pusat-pusat keramaian, mal, kafe, museum, taman kota, hotel dan kompleks perkantoran.

"Sejak program ini dicanangkan pada Juni 2008, telah dibangun sekitar 200 hot spot, dan hingga akhir tahun akan dibangun sekitar 300 titik lagi," kata Mas`ud.

Ia menjelaskan kapasitas hot spot yang disediakan memiliki kapasitas bandwith hingga mencapai 1 Mbps.

Cukup dengan perangkat komputasi portabel yang memiliki koneksi internet nirkabel seperti komputer jinjing (laptop) dan telepon pintar (smart phone) akses sudah dapat dilakukan dengan nyaman.

"Program ini tujuan bukan semata meningkatkan jumlah pelanggan Speedy tetapi mengedukasi masyarakat lebih memeratakan layanan internet sekaligus mendorong penggunaan teknologi internet," Mas`ud yang baru menjabat EGM Divre II sejak 2 September ini.

Hingga akhir Agustus 2008, jumlah pelanggan internet Speedy di Jabodetabek mencapai sekitar 200.000 satuan sambungan layanan (SSL), sedangkan secara nasional mencapai sekitar 510.000 SSL dari target akhir tahun satu juta SSL.

Pada kesempatan itu, Mas`ud juga menjelaskan Divre II juga akan menggenjot pelanggan layanan telepon tetap nirkabel TelkomFlexi dari saat ini sekitar 1,7 juta nomor, menyusul adanya penambahan menara radio pemancar (BTS) dari saat ini sekitar 700 unit BTS.

Terkait menghadapi lonjakan trafik Flexi saat menghadapi Lebaran 2008, ia menuturkan akan meningkatkan kapasitas jaringan dengan menambah 32 unit BTS termasuk 4 unit Mobile Switching Center (MSC).

"Bakal terjadi lonjakan trafik suara dan layanan pesan singkat (SMS), tetapi ini telah diantisipasi sehingga layanan tetap pada kapasitas yang terjaga," katanya.

Minyak hempaskan emas hingga capai US$754,10


JAKARTA (Bisnis.com): Harga emas pagi ini kembali turun dari posisi kemarin menjadi US$754,10 per ounce, melanjutkan penurunan yang merupakan level terendah sejak Oktober 2007.

Penurunan ini dipicu spekulasi harga komoditas akan berlanjut turun seiring penguatan dolar AS sehingga menekan permintaan logam mulia untuk mengantisipasi risiko inflasi.

Reuters/Jefferies CRB Index, indeks harga 19 komoditas, kemarin juga anjlok untuk kesembilan kalinya dan turun 24% dari rekor.

Harga emas sudah anjlok 27% dari rekor tertingginya US$1.032 per ounce pada Maret 2008 dan euro melemah 14% dari rekor terkuatnya pada Juli terhadap dolar AS.

"Emas meradang, ketakutan akan inflasi mulai mereda karena harga minyak dan komoditas lainnya mulai turun, sehingga tidak ada faktor pendukung harga emas," kata Matt Zeman, metals trader LaSalle Futures Group di Chicago seperti dikutip Bloomberg.

Harga emas untuk kontrak pengiriman Desember anjlok menjadi US$754,10 per ounce, menurut data televisi CNBC dari posisi kemarin US$762,50 per ounce di divisi Comex bursa New York Mercantile Exchange, level terendahnya sejak 24 Oktober 2007.

Investasi SPDR Gold Trust, pengelola dana berbasis logam mulia terbesar yang bertransaksi di bursa, anjlok 11% menjadi 631,2 metrik ton dari rekor 705,6 ton pada 11 Juli.

Sejak pertengah Juli-2 September 2008, investor indeks komoditas menjual kontrak minyak mentah senilai US$39 miliar akibat harga yang terus menurun.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Oktober baik 70 sen atau 0,7% menjadi US$103,28 per barel pada pukul 9.01 a.m waktu Sydney di New York Mercantile Exchange. Kemarin malam, harga kontrak ini turun hingga US$102,58 per barel di New York, terendah sejak 2 April 2008.

Padahal pada kemarin siang harga sempat mencapai US$105 ketika organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) memutuskan mengurangi kuota produksi sebesar 520.000 barel per hari (bph)menjadi 28,8 juta bph karena untuk menjaga harga minyak jangan jatuh di bawah US$100 per barel. Pada pagi hari kemarin, harga minyak Brent sempat turun hingga US$99.

Harga minyak Brent pagi ini untuk kontrak Oktober kembali anjlok 1,4% menjadi US$98,97 per barel di ICE Futures Europe Exchange di� London, posisi penutupan pertama di bawah US$100 sejak 24 Maret. Harga sudah anjlok dalam 10 hari terakhir, penurunan terpanjang sejak 1988.

Bali Sec: Patut dikoleksi ASII, TLKM, JSMR


JAKARTA (Bisnis.com): Investor dianjurkan untuk tetap menjaga emosi, beberapa saham sudah terkoreksi dan beberapa hari ini dapat rebound. Saham-saham yang dapat dikoleksi hari ini ASII, TLKM, dan JSMR.

Riset Analis Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan ketiga saham ini menjadi rekomendasi dengan pertimbangan menjadi pemimpin di sektor indutri masing-masing, sektor yang menonjol dan akan survive, murah, volatilitas rendah, berorentasi domestik dan permintaan produk tidak terpengaruh oleh gejolak ekonomi global, target price (TP) sampai akhir tahun masih tinggi.

Dia menambahkan investor dapat membeli saham Astra Interbational (ASII) dengan target harga� pada 2008 naik 29% menjadi Rp25.000, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dengan target naik 42% menjadi Rp10.500 dan Jasa Marga (JSMR) dengan target naik 170% menjadi Rp3.000.

Investor masih tidak percaya pada tingkat harga dari masing–masing saham. Hal ini membuat investor selalu mencari valuasi harga secara terus menerus walaupun kondisi perusahaan-perusahaan tidak berbeda dengan kondisi di semester pertama. Hal ini mengindikasikan bahwa investor hanya bereaksi pada sentimen saja yang sebenarnya sangat merugikan investor.

"Strategi investasi yang paling menguntungkan disaat ini adalah strategy defensif dan strategy wealth protection bukan active strategy yang mengandalkan market timing," kata Ketut.

Indeks mendapat tekanan sepanjang hari kemarin. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin anjlok 73 point ke posisi 1885,04 (-3,76%). Ini merupakan kejatuhan indeks yang tidak berdasar sehingga para investor hampir tidak mempercayainya.

Penurunan indeks ini dipicu oleh penurunan saham-saham berbasis komoditas. Tampaknya investor percaya bahwa harga minyak dapat mencapai harga di bawah US$100 sehingga menekan industri batu bara dan CPO. Sementara itu investor kemungkinan mempercayai perlambatan permintaan produk mineral dan penurunan yang harga jualnya dapat turun terus sehingga menekan saham-saham pertambangan.

Sementara itu, melihat perkembangan terbaru dari ekonomi global, banyak pengamat percaya bahwa ekonomi global akan mengalami perlambatan dan menuju pada krisis baru yang membuat emerging countries seperti China, Rusia, India termasuk Indonesia terkena dampaknya.

Namun, kenyataannya memang terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan inflasi dan ekspektasi penurunan pendapatan perusahaan-perusahaan di negara-negara ini. Dengan adanya penurunan harga pangan dan komoditas dunia, kemungkinan hal itu dengan sendirinya akan dapat diatasi dengan tanpa membuat investor menghindar dari pasar saham.

Pasar saham di negara-negara ini masih sangat menjanjikan khususnya di sektor infastruktur, properti, perbankan, telekomunikasi, otomotif, utilitas dan konsumer, sedangkan sektor pertambangan, pertanian, energi, masih akan mendapat tekanan dan tidak berkembang seperti tahun 2006 dan 2007.

Sektor ini akan kembali mengulang pertumbuhan yang tinggi kembali (as a growth sector) pada 2009 atau saat ekonomi dunia berkembang lagi paling tidak tumbuh di atas 4%.� Ekonomi dunia sementara ini masih menuju pada penurunan pertumbuhan seiring dengan belum pulihnya krisis finansial AS dan beberapa negara maju. Tampaknya hal ini masih� memerlukan waktu dan effort dari masing-masing negara.�

Namun, hal mendasar menjadi kunci utama yang investor tunggu adalah kestabilan nilai tukar mata uang negara-negara besar terhadap dolar AS. Hampir semua negara telah melakukan dalam bentuk intervensi secara terbatas, namun tampaknya masih belum� efektif. Sementara nilai tukar dolar AS masih bergejolak dan menguat terus dan membuat investor secara terus menerus revaluasi aset terhadap mata uang AS ini sehingga volatilitas pasar masih tinggi.

Wall Street Naik Tipis, Minyak Aman di Level US$ 98


New York - Saham-saham di Wall Street berhasil naik tipis setelah sebelumnya dilanda aksi jual besar. Sementara harga minyak justru turun lagi, meski OPEC sudah memutuskan untuk memangkas produksinya.

Pada perdagangan Rabu (10/9/2008), indeks Dow Jones naik tipis 38,19 poin (0,34%) ke level 11.268,92. Nasdaq naik tipis 18,89 poin (0,85%) ke level 2.228,70 dan Standard & Poor's 500 naik 7,53 poin (0,61%) ke level 1.232,04.

Penguatan tipis ini terjadi setelah kemerosotan tajam di Wall Street pada perdagangan sebelumnya, menyusul terperosoknya saham Lehman Brothers. Investor mengambil reaksi dari pengumuman Lehman Brothers yang akan menjual asetnya untuk menutup modalnya.

Saham Lehman yang sebelumnya turun hingga 45% sempat menguat tajam pada awal pembukaan, namun akhirnya ditutup melemah lagi.

Sebelum pasar dibuka, bank investasi terbesar keempat AS ini mengumumkan kerugian fiskalnya sekitar US$ 3,9 miliar pada kuartal III karena adanya hapus buku. Lehman selanjutnya melakukan serangkaian restrukturisasi, termasuk dengan menjual properti komersial dan unit manajemen investasinya.

Lehman juga menyatakan akan meningkatkan modalnya dengan melepas mayoritas saham sekitar 55% di divisi manajemen investasinya.

"Investor menemukan sedikit kenyamanan dari pengumuman Lehman," jelas Colleen King dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari AFP, Kamis (11/9/2008).

Ketidakpastian yang menaungi masa depan Lehman telah melemahkan saham-saham sektor finansial. Saham Citigroup turun 1,06%, Merrill Lynch turun 5,9%, Goldman Sachs turun 2,5%.

Harga Minyak Turun Lagi

Sementara harga minyak yang kemarin sempat menembus di bawah US$ 100 per barel, kembali turun meski sebelumnya sempat rebound. Investor mengabaikan keputusan dari OPEC yagn menurunkan produksinya, dan lebih fokus pada lemahnya permintaan.

Pada perdagangan kemarin, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Oktober turun 68 sen ke level US$ 102,58 per barel.

Sementara minyak jenis Brent pengiriman Oktober turun hingga 1,37 dolar ke level US$ 98,97 per barel. Kontrak ini kemarin untuk pertama kalinya menembus di bawah US$ 100 per barel setelah 2 April.

Elnusa incar laba Rp196 miliar


JAKARTA: PT Elnusa Tbk mengincar laba bersih sebesar Rp196 miliar tahun ini naik 100% dibandingkan dengan pencapaian laba bersih tahun lalu, yaitu Rp100 miliar.

Hal itu terungkap dalam laporan PT Kim Eng Securities yang diterbitkan 9 September 2008, menyusul pertemuan Kim Eng dan Elnusa awal pekan ini.

Adapun, Elnusa melalui anak perusahaannya yaitu PT Elnusa Patra Ritel berencana mengambil alih seluruh saham PT Radiant Ramok Senabing.

Elnusa Patra akan mengambil alih seluruh saham Radiant Ramok dari Tradewinds Oil & Gas International Ltd, perusahaan yang berdomisili di Texas, Amerika Serikat, melalui pihak afiliasinya.Selanjutnya, Elnusa juga akan mengambil alih seluruh saham Gulfstream Resources Ramok Senabing Ltd. secara langsung dari Tradewinds.

Radiant Ramok dan Gulfstream adalah para pemegang working interest pada Blok TAC Ramok Senabing.

RUMOR PASAR Investor Daily 11 September 2008


Cermati Terus Saham Bumi
HARGA saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan terus ditekan ke bawah hingga level Rp 2.800-3.000. Menurut sumber Investor Daily, harga pembelian kembali (buyback) saham perseroan berkisar antara Rp 2.800-3.500. Harga tersebut tidak terpaut jauh dengan harga REPO. Dengan demikian, perseroan hanya akan menyediakan dana buyback saham sekitar Rp 2 triliun, atau lebih efisien dibandingkan rencana semula Rp 6 triliun.

Namun, kata dia, apabila harga BUMI sudah menyentuh level Rp 2.800-3.000, saham produsen batubara terbesar di Indonesia itu akan kembali naik menuju level Rp 4.000-5.000. Ketidakjelasan proyek Herald Resources menjadi momentum penurunan harga BUMI. Sebab, proyek Herald di Sumatera Utara sulit mendapatkan izin dari Menteri Kehutanan karena terkait hutan lindung. Sementara itu, pada perdagangan kemarin, BUMI ditutup melemah Rp 450 (11,3%) ke posisi Rp 3.500. Nilai transaksinya sebesar Rp 1,38 triliun. (jau)


Akumulasi Saham Mitra Rajasa
PT MITRA Rajasa Tbk (MIRA) tengah menjajaki private placement sahamnya kepada perusahaan investasi dari Qatar. Menurut sumber Investor Daily, perusahaan asal Timur Tengah itu akan membeli 10% saham perseroan pada harga Rp 900. Beberapa fund yang mengetahui rencana tersebut akan mengerek MIRA menembus level Rp 1.000.

Rampungnya akuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) oleh perseroan juga akan menjadi momentum penguatan harga MIRA. Sebab, kata dia, kinerja perseroan bakal naik signifikan karena mengonsolidasikan keuangan Apexindo. Apalagi, perseroan akan membangun FPSO II di Batam yang mampu memproduksi minyak sebanyak 150 ribu barel. Pada perdagangan kemarin, MIRA ditutup terkoreksi Rp 10 (1,2%) ke level Rp 820. Nilai transaksinya sebesar Rp 28,5 miliar. (jau)


Saham Multistrada Menuju Rp 300
HARGA saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) bakal diangkat ke level Rp 250-300 untuk jangka pendek dan menengah. Menurut sumber Investor Daily, sejumlah broker asing dan lokal telah mendapatkan pesanan dari pihak tertentu untuk mengerek MASA ke level tersebut.

Selain itu, kata dia, keberhasilan perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp 54 miliar atau tiga kali lipat (248%) dari periode yang sama tahun lalu, serta penambahan mesin-mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksinya bakal ikut mendorong kenaikan harga saham. Pada perdagangan kemarin, MASA ditutup melemah Rp 5 (2,2%) ke posisi Rp 220. Nilai transaksinya sebesar Rp 4 miliar.

XL raih Visionary Award 2008

JAKARTA: Symantec Corporation memilih PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) sebagai pemenang Visionary Award 2008 untuk kawasan Asia Selatan pada acara Symantec Vision + ManageFusion 2008.

Operator seluler tersebut menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang meraih penghargaan, di samping empat perusahaan lain dari Asia dalam konferensi tahunan bagi para pengguna Symantec tersebut.

Dalam penjelasan resminya, Symantec menyatakan Visionary Award memberi pengakuan kepada para pemimpin teknologi informasi (TI) atas penggunaan berbagai produk dan layanan Symantec secara inovatif untuk mengamankan dan mengelola sistem dan informasi mereka.


Telkom perpanjang Flexi Jumbo

JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk memperpanjang promo Flexi Jumbo Bonus hingga 31 Desember 2008.

Flexi Jumbo Bonus merupakan program promo yang menetapkan tarif flat Rp49 per menit ke seluruh Indonesia dan SMS sepuasnya dengan Rp5.000. Selain memperpanjang masa promo, Telkom memberikan� bonus tambahan berupa gratis 20 SMS ke semua operator.

Eddy Kurnia, Vice Presiden Public and Marketing Communication Telkom, menjelaskan program promo Flexi Jumbo Bonus mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat, terbukti dengan meningkatnya pelanggan Flexi. "Hingga akhir Agustus 2008, terdapat lebih dari 8 juta pelanggan Flexi," ujarnya melalui siaran pers.


BNI Kucurkan KPR dan Kredit Apartemen Rp 6,6 Triliun


Jakarta - Bank Negara Indonesia (BNI) hingga Juli 2008 telah mengucurkan kredit pemilikan rumah dan apartemen BNI Griya sebesar Rp 6,6 triliun atau tumbuh 39 persen dalam waktu 7 bulan dari awal 2008 yang sebesar Rp 4,7 triliun.

"Pertumbuhan ini didukung dengan peningkatan kualitas layanan dan inovasi produk," ujar Direktur Konsumer BNI Darwin Suzandi dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (10/9/2008).

BNI, lanjut Darwin akan meningkatkan penerapan teknologi sehingga aplikasi pengajuan kredit BNI Griya menjadi lebih murah dan cepat.

BNI Griya merupakan fasilitas pemberian kredit oleh BNI. Proyek properti seperti Lippo Karawaci, Lippo Cikarang, Royal Serpong Village, St Moritz dan Apartemen Kemang Village, Rasuna Office Park, Nirwana Condotel Bali, Apartemen WaterPlace Residen merupakan proyek yang menggunakan fasilitas kredit BNI Griya.

RUMOR PASAR Investor Daily 10 September 2008


Akumulasi Saham PGN
HARGA saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) akan dikerek menuju level Rp 3.200 dalam jangka pendek maupun menengah. Sumber Investor Daily mengatakan, kenaikan harga PGAS akan memanfaatkan momentum peresmian proyek SSWJ II dalam waktu dekat.

Selain itu, kata dia, kenaikan harga PGAS juga terkait kepentingan pemegang saham terkait divestasi PGN pada November tahun ini. Merryll Linch dan JP Morgan yang dikabarkan mendapatkan mandat dalam menangani divestasi akan turut memicu penguatan PGAS. Pada perdagangan kemarin, PGAS ditutup melemah Rp 75 (3,5%) ke level Rp 2.125 . Nilai transaksinya sebesar Rp 72,5 miliar.


Lautan Luas Dirikan Perusahaan Patungan Baru
PT LAUTAN luas Tbk (LTLS) berpotensi menuju Rp 1.500 dalam jangka pendek, seiring rencana perseroan melalui anak usahanya Linc Group International Pte Ltd yang akan membentuk perusahaan patungan baru di Singapura dan Thailand. Menurut sumber Investor Daily, ekspansi tersebut dalam rangka mengembangkan jaringan distribusi chemical di luar negeri. Pada perdagangan kemarin, LTLS ditutup terkoreksi Rp 50 (5,2%) ke posisi Rp 950. Nilai transaksinya sebesar Rp 2,07 miliar.


Cermati Saham Darma Henwa
HARGA saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berpotensi menuju level Rp 450 dalam jangka pendek. Menurut sumber Investor Daily, perseroan akan masuki bisnis pembangkit listrik bertenaga batubara (coal fired power plant), jasa pengangkutan batubara, dan pengelolaan pelabuhan batubara.

Pemegang saham mayoritas sudah setuju dengan rencana tersebut. Bahkan, kata dia, perseroan siap mengakuisisi atau bermitra dengan perusahaan yang berpengalaman di bidang PLTU bertenaga batubara. Pada perdagangan kemarin, DEWA ditutup terkoreksi Rp 40 (16,6%) ke posisi Rp 240. Nilai transaksinya sebesar Rp 4,5 miliar.

IPO Krakatau Steel Tinggal 2 Langkah Lagi


Jakarta - Rencana PT Krakatau Steel untuk masuk lantai bursa tinggal dua langkah lagi. Rapat panitia kerja (panja) Komisi VI DPR telah memberi restu kepada Krakatau Steel untuk melaksanakan privatisasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi VI Totok Daryanto usai Rapat Kerja Panja Privatisasi Komisi VI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/9/2008).

"Rapat panja sudah selesai kami sudah setuju, kami akan proses laporan hasil keputusan secepatnya. Privatisasi Krakatau Steel ini sudah masuk tahap akhir," ujarnya.

Dengan keputusan ini, maka IPO Krakatau tinggal melewati dua tahap lagi. Langkah pertama, hasil keputusan dari panja tersebut akan dilaporkan kepada komisi untuk dibicarakan lebih lanjut melalui rapat kerja.

Jika komisi sudah merestui, maka hasil laporannya akan dilanjutkan ke Ketua DPR RI. "Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi di rapat komisi dan Ketua DPR sehingga bisa keluar surat keputusannya dalam waktu dekat," ujarnya.

Sayangnya, Ia enggan membocorkan target keluarnya keputusan akhir dari Ketua DPR. "Itu tidak bisa diprediksikan, biarkanlah berjalan dulu," imbuhnya.

Telkom incar stasiun TV


JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menjajaki akuisisi stasiun televisi terestrial nasional untuk mendukung ekspansi dalam bisnis media.

Seorang manajer investasi asing menuturkan Telkom telah mengundang beberapa bank investasi untuk menyiapkan kajian akuisisi stasiun TV.

"Pekan lalu, Telkom mengundang beberapa investment banker guna membahas kajian ekspansi bisnis media. Dalam pertemuan itu terungkap adanya rencana mengkaji akuisisi stasiun televisi," ujarnya kemarin.

Dia menuturkan Telkom akan memperdalam bisnis media yang sudah ada melalui layanan televisi berlangganan (pay tv) yaitu Telkomvision.� Selain itu, Telkom menjajaki opsi akuisisi perusahaan penyedia layanan konten (content provider).

Saat dikonfirmasi Bisnis, Chief Financial Officer Telkom Sudiro Asno tidak membantah. Hanya saja dia mengaku belum secara spesifik dibahas stasiun televisi terestrial nasional yang mana yang akan diakuisisi. "Kami memang sedang mengkaji untuk mengakuisisi stasiun televisi, kami sedang dalam tahap pendekatan," ujarnya kemarin.

Dia mengatakan akuisisi itu bisa direalisasikan tahun ini atau tahun depan, bergantung pada hasil diskusi dan kesepakatan dengan pemilik stasiun televisi.

Perseroan, lanjutnya, menggunakan dana internal untuk mengakuisisi stasiun televisi itu.

Namun, dia enggan menyampaikan berapa besarnya investasi yang akan ditanamkan perseroan dalam ekspansi tersebut.�

Belanja modal yang dipatok Telkom pada tahun ini adalah US$2,5 miliar atau setara dengan Rp23,12 triliun.

Sudiro mengonfirmasi Telkom belum memiliki perusahaan penyedia layanan konten. Guna memperdalam potensi bisnis media, Telkom menjajaki kerja sama atau akuisisi dengan perusahaan content provider.

Mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Amelia Hezkasari Day memproyeksikan biaya akuisisi stasiun televisi terestrial nasional berkisar Rp1 triliun-Rp3 triliun. "Bergantung stasiun televisi mana yang akan diakuisisi. Saat ini, stasiun televisi� sudah mengalami penambahan modal mencapai Rp2 triliun-Rp3 triliun."

Analis PT Optima Securities Ikhsan Binarto mengatakan langkah Telkom itu menilai sebagai diversifikasi usaha untuk mengintegrasikan bisnis telekomunikasi dan media.

"Langkah Telkom memperkuat dan mengembangkan usaha dari Telkomvision. Nantinya, unit usaha media ini satu atap dengan Telkomvision," ujarnya.

Minyak Jatuh di Bawah 100 Dolar


New York, (ANTARA News) - Harga minyak dunia merosot di bawah 100 dolar AS untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir di London, Selasa. Hal itu terjadi setelah OPEC mengindikasikan akan mempertahankan batas produksi seperti saat ini.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman pada Oktober jatuh ke posisi terendah 99,04 dolar AS sebelum ditutup pada 100,34 dolar AS di London, turun 3,10 dolar AS. Ini kali pertama sejak 2 April, Brent turun di bawah batas psikologis 100 dolar AS per barrel.

Kontrak utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman Oktober, jatuh 3,08 dolar AS dan ditutup pada 103,26 dolar AS per barrel.

Sejak mencapai rekor tertinggi di atas 147 dolar AS pada Juli, harga minyak cenderung terus turun mengarah ke batas psikologis 100 dolar AS.

Penurunan harga minyak yang berkelanjutan terjadi di tengah kekhawatiran menurunnya permintaan karena melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Hal itu juga terjadi di tengah gejolak pasar keuangan yang dipicu merosotnya sektor perumahan AS dan seretnya aliran kredit.

Pasar fokus pada pertemuan resmi pertama OPEC sejak Maret. Pertemuan dibuka di Wina pada malam hari karena puasa Ramadhan untuk Muslim.

Brent turun tajam pada Selasa setelah presiden Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memperkirakan kelompok tersebut akan mempertahankan batas produksinya.

"Kami akan tetap pada tingkat produksi sekarang," kata Presiden OPEC yang juga Menteri Energi Aljazair, Chakib Khelil, kepada para reporter.

Ke-13 negara anggota OPEC belum mengubah batas produksi resmi mereka yaitu 29,67 juta barrel per hari (bpd) sejak pertemuan pada September 2007.

Beberapa analis telah memberikan kesan bahwa OPEC akan menurunkan kelebihan produksinya, yang diperkirakan sekitar satu juta barrel per hari.

Harga minya turun meski diperkirakan Badai Ike akan memasuki Teluk Meksiko, Selasa, dimana seperempat minyak AS diproduksi.

"Badai Ike diperkirakan akan menguat ketika memasuki Teluk Meksiko," Pusat Topan Nasional memperingatkan.

Phil Flynn dari Alaron Trading mengatakan bahwa harga minyak menyesuaikan kembali nilainya sebagai sebuah instrumen keuangan pada makro ekonomi umum terbesar.

Jasa Marga Jajaki Lepas Saham Minoritas di 6 Ruas Tol


Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) jajaki pelepasan seluruh kepemilikan saham minoritas di 6 ruas tol. Namun realisasi aksi tersebut masih menunggu keadaan pasar.

"Sebetulnya memang telah menjadi kebijakan perusahaan untuk melepas seluruh saham minoritas di proyek-proyek tol. Namun untuk melepas sangat tergantung pada kondisi pasar," ungkap Corporate Secretary JSMR, Okke Marlina saat dihubungi detikFinance, Selasa (9/9/2008).

Enam ruas tol tersebut adalah:

1. Ruas Waru-Juanda (12,8 km) yang dikelola oleh PT Citra Marga Surabaya
2. Ruas Tangerang-Merak (73 km) yang dikelola PT Marga Mandala Sakti,
3. Ruas Surabaya-Gresik (20,7 km) yang dikelola PT Margabumi Matraraya,
4. Ruas Ujung Pandang Tahap I (6,05 km) yang dikelola PT Bosowa Marga Nusantara,
5. Ruas Cawang-Tanjung Priok (15,5 km) dan
6. Ruas Pluit-Ancol-Jembatan Tiga (11,55 km) yang dikelola PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP).


JSMR menguasai 5% saham di CMS, 5,36% saham di Marga Mandala Sakti, 6,47% di Margabumi Matraraya, 10% saham di Bosowa Marga Nusantara dan 4,23% saham di CMNP.

"Saat ini belum ada pembahasan secara mendalam mengenai rencana ini, tapi kemungkinan kesana memang ada," ujar Okke.

Okke menambahkan, saat ini JSMR masih fokus pada penggarapan 6 ruas tol terkini yang tendernya baru saja dimenangkan perseroan.

"Jika prospeknya lebih untung tentu akan kami lepas, namun secara keuangan, saat ini masih mencukupi. Tapi tidak tertutup kemungkinan seluruh saham minoritas di ruas-ruas tersebut akan dilepas jika pasar kondisinya baik," ujar Okke.

Berlian Laju dapat komitmen pinjaman US$400 juta


JAKARTA: PT Berlian Laju Tanker Tbk segera merealisasikan rencana perseroan menambah 20 unit armada kapal, setelah perusahaan itu mendapat komitmen pinjaman sindikasi perbankan sekitar US$400 juta dari total kebutuhan dana US$500 juta.

Direktur Utama Berlian Laju Tanker Widihardja Tanudjaja mengatakan beberapa bank yang terlibat dalam sindikasi itu antara lain Fortis Bank serta Bank Mandiri. Pengiriman kapal akan dilakukan mulai tahun ini hingga 2012.

"Kapal-kapal yang kami beli itu akan meningkatkan kemampuan armada perseroan, terutama untuk angkutan cairan dan migas. Tahun ini kapal yang kami pesan akan datang dua unit," katanya kepada Bisnis kemarin.

Kapal-kapal yang dipesan itu berasal dari Jepang dan Korea, dengan harga rata-rata US$25 juta per unit. Perseroan akan lebih fokus pada bisnis angkutan cairan dan migas dan akan menjajaki untuk masuk ke bisnis angkutan pertambangan batu bara.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Berlian Laju Kevin Wong mengatakan akan mencari pinjaman untuk menutup kebutuhan penambahan kapal baru sebanyak 20 unit kapal. Perseroan juga tidak khawatir pinjaman itu akan meningkatkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER).

"Kami menargetkan DER bersih perseroan tahun ini di level 1,3-1,4 kali, atau lebih rendah dari kuartal I/2008 sebesar 2,1 kali. Kondisi itu memungkinkan kami memperoleh utang yang dibutuhkan," katanya beberapa waktu lalu.

Sejauh ini pendapatan perseroan lebih banyak disumbang oleh pengangkutan bahan kimia cair sebesar 70%. Untuk angkutan minyak menyumbang 50% dari pendapatan dan fasilitas produksi, penyimpanan angkutan gas (floating production, storage, and offloading) sebesar 5%.

Menurut Widihardja, selain kapal-kapal tersebut, perseroan dalam waktu dekat juga akan memiliki kapal baru untuk pengangkutan LNG dari lapangan Tangguh ke sejumlah negara.

Kapal pengangkut LNG itu berkapasitas 155.000 kubik, dan tahap pertama akan datang pada November, dan kapal kedua datang pada semester I/2009.

"Kontrak untuk pengangkutan itu selama 20 tahun, dan bisa kami perpanjang lagi hingga sepuluh tahun. Nilai kontrak cukup besar, di atas US$1 miliar. Kami menandatangani perjanjian pengangkutan sekitar tiga tahun lalu," tuturnya.

Jual kapal

Tahun ini perseroan menjual lima unit kapalnya untuk meraup US$125 juta (sekitar Rp1,1 triliun). Dana yang diperoleh untuk membayar utang perseroan.

Perseroan mempunyai pinjaman talangan US$250 juta yang akan jatuh tempo pada Desember 2008. Pinjaman itu diperoleh Berlian tahun lalu untuk membantu mengakuisisi perusahaan kapal Chembulk Tankers LLC senilai US$850 juta pada Oktober 2007.

Akuisisi dilakukan dengan harapan permintaan pengangkutan bahan kimia cair akan meningkat. Namun, utang baru itu kian melambungkan rasio utang Berlian menjadi 3,6 kali, jauh di atas level yang ditetapkan kreditor yakni 2,5 kali.

RUMOR PASAR Investor Daily 9 September 2008


Cermati Saham Bakrie Sumatera
GRUP Bakrie akan mengintervensi harga saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) karena harganya telah turun tajam belakangan ini. Menurut sumber Investor Daily, Grup Bakrie sudah menyiapkan dana untuk membeli UNSP di pasar. Tahap awal, harga UNSP akan dinaikkan hingga level Rp 1.300.

Saat ini, tiga perusahaan sekuritas asing telah mengeluarkan rekomendasi beli UNSP. Hal itu terkait dangan rencana pemerintah Malaysia yang akan mengintervensi harga CPO. Pemerintah Malaysia akan menutup ekspor CPO, sedangkan India kebanjiran dan Thailand terlibat masalah politik. Dengan begitu, sekuritas asing tersebut optimistis harga CPO kembali naik ke level 2.900 pada tahun ini. Sementara itu, pada perdagangan kemarin, UNSP ditutup terkoreksi Rp 10 (0,9%) ke posisi Rp 1.030.


Investor Kanada Ikut Tawar Saham Indah Kiat
SAHAM PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) bakal diburu kembali oleh para broker untuk jangka pendek maupun menengah. Pasalnya, kata sumber Investor Daily, sejumlah investor asing beramai-ramai ingin membeli saham perusahaan kertas tersebut. Saat ini, giliran investor asal Kanada yang ikut menawar saham.

Menurut dia, beberapa manajer investasi asing mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli lagi INKP. Pasalnya, harga INKP bakal melonjak lagi dalam waktu dekat terkait momentum tersebut. Pada perdagangan kemarin, INKP ditutup menguat Rp 370 (28%) ke level Rp 1.690.


Saham United Tractors Menuju Rp 12.000
HARGA saham PT United Tractors Tbk (UNTR) bakal menuju level Rp 12.000 dalam jangka pendek, seiring rampungnya akuisisi satu produsen batubara dalam waktu dekat. Menurut sumber Investor Daily, perusahaan yang akan diakuisisi itu berlokasi di Kalimantan dengan kapasitas produksi sebanyak tiga juta ton per tahun. United Tractors akan menggunakan dana hasil rights issue untuk menyelesaikan transaksinya.

Setelah itu, kata dia, perseroan akan mengakuisisi lagi satu perusahaan tambang batubara pada awal 2009. Sebelumnya, perseroan telah mengambil alih 99% saham PT Tuah Turangga Agung. Perusahaan itu memiliki kuasa pertambangan (KP) eksploitasi selama 30 tahun di lahan seluas 5.000 hektare di Kapuas Tengah, Kalimantan Tengah. Cadangan batubara yang dimilikinya sekitar 40 juta ton. Pada perdagangan kemarin, UNTR ditutup menguat Rp 150 (1,5%) ke level Rp 9.900.

Mandiri biayai ruko Tangerang City


JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk dan PT Pancakarya Griyatama menandatangani perjanjian kerja sama pembiayaan pembelian ruko dengan kredit pemilikan rumah (KPR)� kepada konsumen Tangerang City.

Sarastri Baskoro, Senior Vice President Consumer Loans Bank Mandiri mengatakan kedua pihak akan memasarkan dan mempromosikan program marketing yang lebih komprehensif dengan memanfaatkan kekuatan bisnis masing-masing.

Dia menambahkan pihaknya hingga Juni menyalurkan kredit konsumer termasuk kartu kredit sebesar Rp17,52 triliun dengan komposisi mortgage loans termasuk home equity loan sebesar Rp10,9 triliun.

Ian Wisan,� Wakil� Direktur Utama PT Pancakarya Griyatama (Trivo Grup), selaku pengembang Tangerang City menyebutkan fasilitas KPR akan memudahkan calon pembeli untuk melakukan transaksi pembelian unit ruko di Tangerang City.

IPO Krakatau Steel disetujui DPR


JAKARTA: Rencana penawaran saham perdana (initial public offering/ IPO) PT Krakatau Steel dipastikan segera terealisasi setelah Panitia Kerja (Panja) Privatisasi DPR menyetujui aksi korporasi itu.

Danareksa Sekuritas berpeluang menangani penawaran saham perdana KS mengingat perusahaan tersebut menawarkan fee paling murah. Namun, pemerintah masih� mengalkulasi poin penilaian yang lain mengingat kemampuan daya serap (stand by buyer) juga menjadi pertimbangan.

Ketua Komisi VI DPR yang juga menjadi salah satu anggota Panja Privatisasi Totok Daryanto mengatakan sudah ada keputusan di level Panja untuk menyetujui IPO KS. Selanjutnya, keputusan itu akan disampaikan kepada pemerintah dan pimpinan DPR.

"Dipastikan KS bisa segera IPO, karena kami di DPR tidak menghendaki adanya strategic sale [penjualan strategis]. Selain itu, kami juga ingin agar KS bisa menguasai pasar baja dalam negeri," katanya kepada Bisnis kemarin.

Menurutnya, Panja Privatisasi telah bertemu dengan berbagai pihak, seperti halnya KS dan pemerintah yang terkait dengan aksi korporasi itu.

Komisaris KS Alexander Rusli mengatakan perseroan sudah siap untuk menggelar IPO jika DPR telah memberikan restunya.

"Kalau DPR sudah memberikan restu untuk IPO, kami segera melaksanakannya," ujarnya.

Sumber Bisnis mengatakan terjadi persaingan fee yang ketat antarperusahaan sekuritas untuk memperebutkan IPO KS. "Bahkan terjadi prak- tik saling membanting fee."

Menurut Alex, sejauh ini Danareksa memang menawarkan fee paling murah sebagai underwriter. Namun, pihaknya akan melihat secara kemampuan dari perusahaan sekuritas itu secara keseluruhan agar pelaksanaan IPO bisa berjalan.

"Tidak hanya masalah fee yang kami pertimbangan, tetapi juga komitmen dari perusahaan yang bersangkutan untuk menyerap secara penuh jika tidak laku di pasar. Kami masih mempertimbangkan siapa perusahaan yang kami tunjuk sebagai underwriter," tuturnya.

Dalam IPO yang akan digelar, perseroan menargetkan bisa meraup dana sebesar Rp5 triliun.

Sejauh ini terdapat tiga perusahaan sekuritas yang lolos seleksi, yaitu PT Danareksa Securities, PT Bahana Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

Namun, pelaksanaan IPO PT Perkebunan Nusantara III, IV, dan VII belum bisa digelar pada tahun ini, karena Panja menilai masih banyak persoalan internal yang harus diselesaikan, baik oleh perseroan maupun pemerintah

Totok mengatakan rencana IPO PTPN III, IV, dan VII kemungkinan besar belum mendapat restu DPR dalam waktu dekat ini.

Pasalnya, pemerintah dan perusahaan yang bersangkutan belum menyampaikan secara rinci rencana pengembangan bisnis ke depan.

"Seperti halnya pembentukan holding perkebunan, kami masih butuh penjelasan mengenai rencana tersebut. Selain itu, kami juga meli- hat ada banyak persoalan dalam internal perseroan."

DPR kemungkinan hanya mengizinkan pelepasan saham KS ke pasar maksimal 30%. Menurut Totok, jumlah itu didasarkan pada kebutuhan dana dan mempertimbangkan saham pemerintah di perusahaan baja itu.

Sumber Bisnis menambahkan manajemen PTPN IV telah mengajukan enam perusahaan sekuritas dalam daftar pendek (shortlisted).

"Ada enam yang lolos, yaitu Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, CIMB GK Securities, UBS Securities Indonesia, dan CLSA."

Semula, terdapat sembilan sekuritas bersaing menangani IPO PTPN IV. Tiga sekuritas lainnya adalah Macquarie, DBS, dan Indo Premier Securities.

Terkait dengan PTPN IV, Alexader Rusli yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Kementerian BUMN tidak berkomentar. "Semuanya sudah memasukkan nama-nama perusahaan yang bisa ditunjuk sebagai underwriter. Namun, sejauh ini belum ada keputusan."

Rights issue UNTR diserap pasar


JAKARTA: Penawaran terbatas (rights issue) PT United Tractors Tbk cukup direspons positif pasar. Pada hari terakhir hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kemarin, diperkirakan saham yang dilepas hampir seluruhnya diserap oleh investor.

Investor Relations United Tractors Ari Setiyawan mengatakan masih menghitung permintaan yang masuk, ataupun potensi terjadinya kelebihan permintaan.

"Namun, yang jelas permintaannya cukup besar. Kami akan mengetahui dalam beberapa hari ini," katanya kemarin.

United Tractors melepas 475,27 juta saham, dengan harga dengan harga Rp7.500 per saham.

Merrill Lynch menargetkan harga saham United Tractors bisa mencapai Rp15.300 per saham.

Pabrik Unilever senilai US$60 juta beroperasi akhir tahun


JAKARTA: PT Unilever Indonesia Tbk segera menuntaskan pembangunan pabrik produk perawatan kulit senilai US$60 juta atau setara dengan Rp552 miliar (dengan asumsi US$1=Rp9.200) akhir tahun ini.

Menurut Sekretaris Perusahaan Unilever Franky Jamin, pembangunan pabrik itu tidak mengalami kemunduran dan penambahan biaya pembangunan, meski harga baja dan bahan bangunan melonjak.

"Pabrik di Cikarang itu akan selesai akhir tahun ini dan langsung siap beroperasi," ujarnya, kepada Bisnis, kemarin.

Pabrik produk perawatan kulit di Cikarang dibangun guna meningkatkan kapasitas dari pabrik di Surabaya yang sudah kelebihan kapasitas. Biaya pembangunan pabrik itu diambil dari belanja modal tahun lalu dan tahun ini.

Menurut laporan PT Danareksa Sekuritas yang terbit kemarin, manajemen Unilever baru-baru ini bertemu dengan pihak Danareksa.

"Kami bertemu dengan manajemen Unilever dan mereka menyampaikan bahwa pabrik produk perawatan kulit di Cikarang, Jawa Barat dalam tahap pembangunan. Total investasi proyek ini senilai US$60 juta," tulis laporan itu.

Terkait dengan selesainya pembangunan pabrik itu, kapasitas mesin juga akan meningkat dua kali lipat.

Ekspansi itu dilaksanakan perseroan, karena manajemen melihat potensi pertumbuhan di industri perawatan kulit.

Adapun, Indonesia adalah pasar nomor 1 di dunia untuk produk perawatan kulit Unilever, Ponds.

Franky menuturkan Unilever tidak mengubah alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) pada tahun ini sebesar Rp677 miliar.

Pertumbuhan penjualan selama semester I/2008 naik 23% dibandingkan dengan semester I/2007 diperkirakan tahun ini tumbuh dua digit.

Waspadai Pelemahan IHSG


Jakarta - Penguatan saham-saham di Wall Street tak akan serta merta memacu kenaikan IHSG di lantai BEI. Apalagi sejumlah bursa regional kembali melemah, sehingga bisa menyandung penguatan IHSG.

Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin sempat tertahan. Sempat menguat hingga 50 poin, IHSG akhirnya tak bertahan lama karena aksi profit taking.

Pada penutupan perdagangan saham Senin (8/9/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 15,434 poin (0,76%) menjadi 2.037,998.

Kejadian serupa bisa terulang pada perdagangan Selasa (9/9/2008). Meski Wall Street dan bursa-bursa Eropa menguat, IHSG masih bisa tersandung-sandung.

Sentimen positif diharapkan datang dari penguatan bursa-bursa global. Pada perdagangan Senin (8/9/2008), indeks Dow Jones ditutup naik 289,78 poin (2,58%) ke level 11.510,74, Nasdaq naik 13,88 poin (0,62%) ke level 2.269,76 dan S&P naik 25,48 poin (2,05%) ke level 1.267,79.

Bursa-bursa Eropa pun kemarin ikut bergrairah. Indeks FTSE 100 di London menguat hingga 3,92% ke level 5.446,30, meski sempat ada gangguan teknis. Sementara indeks CAC 40 Paris naik 3,42% ke level 4.340,18 dan DAX Frankfurt naik 2,22% ke level 6.263,74.

Namun penguatan itu tidak diikuti oleh Bursa Saham Brasil, yang justru merosot tajam karena para pialang mendapat sentimen negatif dari anjloknya harga komoditas.

Indeks Ibovespa anjlok 2,4% ke level 50.717 poin, sehingga menyentuh level terendahnya kembali. Indeks Brasil ini terasa sangat kontras dengan penguatan bursa-bursa dunia lainnya.

Sementara pada Selasa (9/9/2008) ini, penguatan harga saham-saham di Wall Street juga tak lagi diikuti oleh bursa regional. Pagi ini indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo melemah 114,41 poin (0,91%) ke level 12.510,55.

Demikian pula indeks KOSPI Korsel yang juga dibuka turun 1,1% ke level 1.460,37, setelah kemarin menguat hingga 5%.

IHSG pun bisa kembali diterpa pelemahan. Tanda-tanda tertahannya penguatan saham sudah terjadi sejak perdagangan kemarin, dan diprediksi bisa terulang pada hari ini.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Kemarin terlihat IHSG menguat ditengah reboundnya bursa regional. Meski demikian
terlihat IHSG ditutup lebih rendah dibandingkan dengan pembukaannya (open). Selain
itu, kenaikan IHSG (+0.7%) juga relatif kecil jika dibandingkan dengan kenaikan
bursa regional lain. Hal tersebut mengindikasikan gerak indeks masih lebih mengikuti
pergerakan harga minyak/komoditas. Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak
mixed dengan kisaran support-resistance 2.010-2.080.

Optima Securities:

Penguatan bursa regional yang cukup kencang tidak diikuti bursa domestik sehingga
hanya menguat tipis 0.7% keposisi 2.037. Aksi profit taking serta pelemahan sektor
perkebunan dan infrastruktur menahan indeks untuk rebound. Indeks selanjutnya
menunggu tren harga komoditas dengan arah pergerakan dilevel 2.020-2.070 dengan
pilihan saham: TLKM, UNTR, PTBA, BBRI dan BDMN.

Harga emas spot pagi ini US$801,45 per ounce

JAKARTA: Harga emas di pasar spot pagi ini tercatat di posisi US$801,45 per troy ounce, anjlok jika dibandingkan dengan level harga US$815,57� per troy ounce di perdagangan waktu yang sama kemarin, menurut siaran televisi CNBC pagi ini.

Padahal kemarin harga emas naik menjadi akibat dipicu kembali naiknya harga minyak mentah akibat ancaman Badai Ike yang menyebabkan terhambatnya produksi minyak.

Dalam sepekan kemarin harga emas tergerus akibat menguatnya dolar AS terhadap euro meskipun pemerintah AS melaporkan pengangguran naik hingga level tertinggi lima tahun.

Bahkan, pada perdagangan 4 September harga emas terpuruk hingga di level US$796,45 per ounce untuk pengiriman segera dan di awal pekan lalu harga masih bertengger pada level US$817,70 atau anjlok US$13,45 dari posisi akhir pekan sebelumnya, 29 Agustus, US$831,15.

Harga emas sudah terkoreksi 22% dari rekor tertingginya US$1.033,90 pada 17 Maret 2008 dipicu dolar AS yang terus menguat terhadap euro.

Sementara itu, harga emas untuk pengiriman Desember turun 30 sen menjadi US$802,50 per ounce di Comex division of the New York Mercantile Exchange. Sebelumnya harga logam mulia itu sempat naik US$20,20 atau 2,5% menjadi US$823.

Di sisi lain, harga perak untuk pengiriman Desember di bursa berjangka turun 26 sen atau 2,1% menjadi US$12,065 per ounce di Comex. Harga perak turun 19% taun ini, ketika harga emas juga turun 4,2%.

Bloomberg juga melaporkan harga kontrak emas tertekan memasuki hari keempat berturut-turut karena euro melemah terhadap dolar AS, mengikis penampilan logam mulia itu sebagai investasi alternatif.

Emas juga melemah setelah harga minyak mentah anjlok 2,6% menyentuh level US$106,52 per barel di Nymex. Harga minyak sudah mengalami penurunan 28% dari posisi rekor US$147,27 yang dicapai pada 11 Juli, sementara emas sudah melemah 22% dari posisi tertingginya yang mencapai US$1.033,90 pada 17 Maret 2008.


Mitra gaet Ancora tutup akuisisi Apexindo


JAKARTA: PT Mitra Rajasa Tbk menggaet Ancora Capital sebagai mitra strategis dalam mengakuisisi 80,57% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk senilai Rp5,19 triliun.

Konsorsium Mitra dan Ancora pada Jumat pekan lalu menutup transaksi itu dengan melunasi pembelian saham emiten pengeboran migas tersebut kepada penjual, yaitu PT Medco Energi Internasional Tbk dan Encore International Ltd.

Pada transaksi itu, Mitra Rajasa membeli 48,87% saham Apexindo dari Medco Energi, sedangkan akuisisi 31,7% saham Apexindo dari Encore.

"Ancora berpartisipasi dalam akuisisi Apexindo dengan menyuntikkan modal US$200 juta ke Sabre Systems International [anak perusahaan Mitra Rajasa], sehingga Ancora memiliki mayoritas saham di Sabre Systems," ujar eksekutif yang mengetahui transaksi itu kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Untuk membiayai akuisisi itu, ujarnya, perusahaan private equity Ancora, milik mantan Presiden Direktur PT JPMorgan Securities Indonesia Gita Irawan Wirjawan, mengumpulkan dana dari Timur Tengah dan Malaysia.

"Mayoritas pembiayaan akuisisi Apexindo dibiayai oleh pemimpin konsorsium kreditor Goldman Sachs," ujarnya.

Sabre System, katanya, juga berencana mencatatkan saham di bursa saham Singapura pada akhir tahun depan atau awal 2010 agar valuasinya meningkat, terutama setelah membeli Apexindo.

Menurut dia, melalui Sabre, Ancora akan menempatkan satu komisaris di dewan komisaris Apexindo.

Chairperson Ancora Gita Wirjawan ketika dikonfirmasi kemarin membenarkan partisipasinya dalam akuisisi Apexindo.

Gozco Plantations cari pinjaman Rp500 miliar


JAKARTA: Emiten perkebunan, PT Gozco Plantations Tbk menjajaki pinjaman bank sebesar Rp500 miliar untuk mendukung akuisisi lahan sawit seluas 10.000 hektare senilai Rp800 miliar-Rp1 triliun.

Presiden Direktur Gozco Plantations Tjandra M. Gozali mengatakan perseroan telah menyiapkan dana dari kas internal sekitar Rp500 miliar untuk keperluan akuisisi kebun tersebut.

"Sehingga sisa kebutuhan dana akan kami cari dari bank. Untuk mencari kebutuhan dana sebesar itu kemungkinan tidak sulit, karena banyak bank yang siap memberikan pinjamannya," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Saat ini Gozco memiliki lahan seluas 60.000 hektare. Dari jumlah itu, 15.000 hektare sudah ditanami, dan sisanya seluas 45.000 hektare masih belum dikembangkan.

Khusus untuk perkebunan kelapa sawit di wilayah Sumatra Selatan, perseroan memiliki lahan seluas 13.050 ha dengan lahan cadangan 5.417 ha, dan status izin lokasi 10.815 hektare.

Dengan tambahan lahan yang sudah berproduksi seluas 10.000 hektare, memungkinkan perseroan meningkatkan produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/ CPO) menjadi 80.000 ton per tahun, dari sebelumnya 50.000 ton per tahun.

"Sebab kebun yang akan kami akuisisi itu sudah ditanami dan berproduksi, sehingga bisa memberi kontribusi langsung terhadap produksi CPO perseroan," tuturnya.

Perseroan, lanjut Tjandra, akan mengkaji target laba bersih yang ditetapkan sebesar Rp500 miliar hingga akhir tahun, akibat anjloknya harga komoditas CPO di pasaran.

Dia mengatakan perseroan tetap mencermati kondisi pasar komoditas untuk mengevaluasi target yang sebelumnya telah dipatok.

"Kami akan melihat dulu kondisi pasar CPO yang belakangan ini harganya menurun akibat anjloknya harga minyak bumi. Namun, kami belum menentukan perubahan target itu," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Gozco menggelar IPO untuk meraup dana sekitar Rp337,5 miliar. Sebanyak 45% dari aksi korporasi itu digunakan untuk membiayai pengembangan lahan seluas 30.000 hektare dan 20% untuk pengembangan lahan milik anak usahanya PT Golden Blossom Sumatra.

BRI Masuk 50 Perusahaan Hebat Asia versi Forbes


Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 'Asian Fabulous 50' atau 'Daftar 50 Perusahaan Hebat Asia' versi majalah Forbes.

BRI tercatat memiliki nilai pasar US$ 8,1 miliar dan penjualan US$ 2,7 miliar.

'Asian Fabulous 50' merupakan daftar perusahaan-perusahaan publik terbesar Asia, di luar peringkat 500 dunia.

Untuk masuk daftar ini tidaklah mudah karena daftar ini dibuat oleh Forbes berdasarkan laba jangka panjang, pertumbuhan penjualan dan pendapatan, kenaikan harga saham, proyeksi pendapatan.

Perusahaan-perusahaan yang masuk daftar ini juga harus memiliki kapitalisasi pasar paling tidak US$ 5 miliar.

China menguasai daftar ini, dengan menempatkan 13 wakilnya. Separuh dari wakil China di daftar ini umumnya menguasai pangsa pasar domestik seperti China Mobile, China Construction Bank dan China Vanke.

Sementara India menempatkan 10 wakilnya. Malaysia juga menempatkan satu-satunya wakil yakni IOI Corporation Berhard.

Perusahaan-perusahaan yang masuk daftar ini melalui tehun yang tidak mudah. Harga saham 'Asian Fabulous 50' turun rata-rata 30% sejak Januari. Namun perusahaan-perusahaan yang masuk daftar ini mampu menunjukkan bahwa mereka sudah mampu melewati masa-masa susah dan menyenangkan.

Tahun lalu, kapitalisasi pasar 'Asian Fabulous 50' turun hingga 0,8%. Separuh dari daftar ini mampu menunjukkan konsistensi performanya dibanding tahun sebelumnya.

Sebanyak 23 perusahaan baru masuk 'Asian Fabulous 50' ini, dan kebanyakan berasal dari China. Berikut peringkat 'Asian Fabulous 50' seperti dikutip detikFinance dari Forbes, Jumat (5/9/2008).

1. Acer
2. Angang Steel
3. Asustek Computer
4. Bank Rakyat Indonesia (BRI)
5. Bharat Heavy Electricals
6. Bharti Airtel
7. BHP Billiton
8. Brambles
9. Cheung Kong Holdings
10. China Construction Bank
11. China Mobile
12. China Shenhua Energy
13. China Vanke
14. Chiyoda Corp
15. Citic Securities
16. CSL
17. Delta Electronics
18. Doosan Corp
19. Esprit Holdings
20. Gome Electrical Appliances
21. Gree Electric Appliances
22. HDFC Bank
23. Hon Hai Precision Industry
24. HTC Corp
25. Infosys Technologies
26. IOI Corp
27. ITC Ltd
28. Jardine Matheson Holdings
29. Kasikornbank
30. Larsen & Toubro
31. Group
32. LG Corp
33. Li & Fung
34. Mahindra & Mahindra
35. Nintendo
36. Noble Group
37. Origin Energy
38. PLDT-Philippine Long Distance Telephone
39. Reliance Industries-RIL
40. Rio Tinto
41. Sims Group
42. Sinopec-China Petroleum & Chemical
43. Suning Appliance
44. Tata Steel
45. Tingyi Holding
46. Wipro
47. Wistron
48. Woolworths Ltd
49. Yahoo Japan
50. ZTE

Saham Indocement Melawan Arus


Jakarta - Buruknya pasar saham global akan berimbas pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham-saham unggulan seperti Telkom masih bisa terseret negatif sementara Indocement mencoba melawan arus.

Panin Sekuritas dalam rekomendasi sahamnya, Jumat (4/9/2008) mengulas IHSG pada Kamis kemarin bergerak melemah (-1.93%) seiring dengan tekanan jual dari saham batubara. Dengan penurunan kemarin, tercatat IHSG sudah mengalami penurunan -4.29% pada pekan ini. Situasi ini bertambah buruk setelah tadi malam Dow Jones turun -344 poin menyusul naiknya angka pengangguran. Anjloknya Dow Jones diperkirakan akan berimbas terhadap gerak bursa regional Asia pada pagi ini. Disamping Dow Jones, harga minyak dunia juga kembali melemah pagi ini, memberikan sinyal negatif bagi saham berbasis komoditas.

Secara teknikal, IHSG terlihat akan kembali menguji support di 2.035. Jika tembus kemungkinan IHSG dalam jangka pendek akan menuju gap lama di 1.965.

Berikut dua saham yang bisa dimonitoring yang dikaji secara teknikal:

Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), Kamis kemarin bergerak menguat di tengah tekanan terhadap indeks. Dari perbandingan chart, saham INTP terlihat bergerak melawan arah gerak IHGS sejak bulan lalu. Meski berada dalam uptrend, untuk jangka pendek juga terlihat ruang untuk bergerak naik relatif sudah terbatas. Hal tersebut ditunjukkan oleh beberapa oscillator indicator yang
menunjukkan mulai memasuki area overbought. Trading dengan kisaran support-resistance 6.300-6.700.

Telkom (TLKM), harga saham ADR TLKM di New York turun -4% pada perdagangan kemarin. Kami perkirakan TLKM masih akan bergerak melemah pada hari ini. Beberapa indikator juga menunjukkan sinyal saham ini masih akan melemah. TLKM diperkirakan akan menuju support 7.425 (FR 23.6%), jika tembus kemungkinan menuju batas lower Bollinger band di 7.200-an. Trading jual.

Bakrie Brothers Gadai Saham Anak Usaha di Bawah Harga Pasar


Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah menggadaikan sejumlah saham di 3 anak usahanya jauh di bawah harga pasar untuk memperoleh pinjaman jangka pendek dari Odickson Finance sebesar US$ 1,09 miliar.

Dalam laporan keuangan semester I-2008 yang dipublikasikan, BNBR menyatakan telah melakukan penggadaian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 3.739.040.000 saham, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 4.460.330.000 saham dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebanyak 3.796.540.000 saham.

Aksi penggadaian 19,27% saham BUMI, 30,97% saham ENRG dan 19,06% saham ENRG tersebut dilakukan untuk memperoleh pinjaman jangka pendek dari Odickson Finance sebesar US$ 1,09 miliar pada 21 April 2008.

Jika mengacu pada harga saham BUMI, ENRG dan ELTY pada 21 April 2008, masing-masing di level Rp 6.750, Rp 1.010 dan Rp 420, maka nilai penggadaian tersebut masing-masing mencapai Rp 25,23 triliun, Rp 4,504 triliun dan Rp 1,594 triliun. Totalnya mencapai Rp 31,328 triliun.

Namun sebagaimana disampaikan dalam laporan keuangan perseroan, total pinjaman yang diperoleh dari aksi penggadaian tersebut hanya sebesar US$ 1,09 miliar atau setara dengan Rp 10 triliun.

Artinya nilai penggadaian yang dilakukan perseroan 3 kali lebih rendah di bawah harga pasar. Sayangnya, Direktur Keuangan BNBR, Yuanita Rohali enggan membeberkan harga masing-masing saham yang digunakan perseroan untuk memperoleh pinjaman Odickson tersebut.

Yuanita hanya mengatakan, pinjaman dari Odickson akan jatuh tempo dalam waktu kurang lebih satu tahun dan dalam periode tersebut, perseroan akan mencari cara melunasi hutang tersebut.

"Kami sedang membicarakan beberapa opsi untuk melunasi hutang tersebut," ujarnya.

Sementara mengenai aksi gadai murah tersebut, analis BNI Securities, Muhammad Alfatih mengatakan dalam mekanisme pasar modal memang diizinkan melakukan penggadaian saham tidak berdasarkan harga pasar.

"Itu wajar kok. Dalam perjanjian antara kedua belah pihak bisa membuat patokan harga saham yang digadaikan sesuai dengan kesepakatan," ujar Alfatih ketika dihubungi detikFinance, Jumat (5/9/2008).

Namun, analis Valbury Asia Securities, Mastono Ali mengatakan bahwa kebanyakan aksi penggadaian saham dilakukan di bawah tangan dan sejauh yang ia tahu peraturan pasar modal tidak mewajibkan adanya informasi ke publik mengenai aksi tersebut.

"Lebih pastinya bisa konfirmasi ke Bapepam, karena peraturan mengenai hal ini cukup kompleks. Tapi sepengatahuan saya, aksi gadai saham bisa dilakukan tanpa perlu memberikan informasi ke publik," ujar Mastono.

Pinjaman sebesar US$ 1,09 miliar (Rp 10 triliun) tersebut digunakan untuk menutupi kekurangan dana dalam aksi akusisi internal di 3 anak usahanya, BUMI, ENRG dan ELTY, sebagaimana telah disetujui dalam RUPSLB 17 Maret 2008.

Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui rencana akuisisi 35% saham BUMI, 40% saham ENRG dan 40% saham ELTY, serta beberapa agenda lainnya. Total nilai aksi-aksi korporasi tersebut mencapai Rp 51,318 triliun.

Dananya diperoleh melalui rights issue sebesar Rp 40,118 triliun, pinjaman dari Long Haul Holding Ltd Rp 757,555 miliar, pinjaman dari PT Brantas Indonesia Rp 641,704 miliar dan pinjaman dari Odickson Finance sebesar US$ 1,09 miliar (Rp 10 triliun).

Untuk menutupi kekurangan dana dari serangkaian aksi korporasi tersebut, perseroan melakukan penggadaian sejumlah saham di 3 anak usahanya. Meski dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi 3 anak usaha yang sama.

Selain ke Odickson, aksi gadai saham murah, juga kembali dilakukan oleh BNBR untuk memperoleh pinjaman dari ICICI dan JP Morgan sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,76 triliun.

Saham yang digadaikan perseroan adalah sebanyak 1,55 miliar saham BUMI. Aksi tersebut dilakukan selama dua hari perdagangan pada 18 dan 21 Juli 2008.

Harga saham BUMI tanggal 18 Juli di level Rp 5.900 dan harga BUMI tanggal 21 Juli di level Rp 6.300. Dengan demikian rata-rata harga saham BUMI di level Rp 6.100 selama periode tersebut.

Jika mengacu pada harga tersebut, seharusnya nilai saham BUMI dari penggadaian 1,55 miliar saham tersebut mencapai Rp 9,455 triliun. Namun pinjaman yang diperoleh hanya sebesar Rp 2,76 triliun, lebih rendah 3 kali lipat dari seharusnya

Saham XL yang dilepas bertambah jadi 15%


JAKARTA: TM International akan melepas 10%-15% sahamnya di PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) saat kondisi bursa saham membaik.

Pemegang saham publik melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) telah mengizinkan Excelcomindo memberikan bantuan kepada TM International untuk memuluskan pelepasan saham tersebut.

CEO TMI Dato' Jamaludin Ibrahim mengatakan jadwal pelepasan saham miliknya melalui Indocel Holding Sdn Bhd itu bisa dilakukan tahun ini, tetapi juga bisa ditunda menjadi tahun depan bergantung kondisi pasar.

"Saham yang dilepas akan berkisar 10%-15%. Kami masih menunggu masukan dari XL mengenai rencana ini," tuturnya usai RUPSLB kemarin.

Untuk memuluskan pelepasan saham tersebut, XL menunjuk tiga penjamin emisi yang terdiri atas JP Morgan, Merrill Lynch, dan PT Mandiri Sekuritas.

Namun, pihaknya belum bisa menentukan target dana yang akan diraup dari divestasi tersebut. Yang jelas, pihaknya akan melepas saham milik TMI saja dan bukannya milik pemegang saham lain.

Dengan pelepasan saham Indocel 10%-15%, kepemilikan saham publik akan meningkat. "Tujuan pelepasan saham untuk meningkatkan jumlah investor domestik dan internasional di pasar," jelas Jamaludin.

TM International Berhad (TMI) memiliki 83,79% saham XL, Emirates Telecom memiliki 15,97% unit saham, dan sisanya dimiliki publik.

Menurut catatan Bisnis, divestasi saham XL sekaligus penawaran umum terbatas (rights issue) saham baru maksimal 10% diperkirakan meraup dana segar US$200 juta-US$300 juta atau setara dengan Rp1,84 triliun-Rp2,76 triliun.

XL telah menunjuk JP Morgan Securities, Merril Lynch, dan Mandiri Sekuritas sebagai book runner divestasi dan rights issue saham operator seluler tersebut, untuk menambah porsi saham publik.

Harga saham XL kemarin ditutup menguat 2% pada level Rp2.550 per saham dibandingkan dengan harga penutupan hari sebelumnya Rp2.500. Apabila mengacu pada harga saham tersebut, kapitalisasi pasar XL mencapai Rp18,07 triliun.

Akhir tahun lalu, harga saham berkode EXCL tersebut sempat meroket di level Rp2.700 ketika Etisalat membeli seluruh saham XL dari Bella Sapphire Ventures Ltd, yang dimiliki oleh konglomerat Peter Sondakh, pada level Rp3.600 per saham.

Jual menara

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Excelcomindo Hasnul Suhaimi mengatakan pemegang saham juga telah menyepakati penjualan 7.000 unit towernya.

Dana hasil penjualan tower digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dan membayar utang.

Harga jual menara tersebut akan mengacu kisaran yang diberikan PT Ujatek Baru selaku penilai independen, yakni US$90.737-US$115.408 per menara. Mengacu pada kisaran tersebut, dana yang bisa diraup adalah sekitar US$635 juta-US$808 juta, atau setara dengan Rp5,7 triliun-Rp7,3 triliun.

"Harga jual minimum mengacu pada kisaran yang diberikan Ujatek. Namun, batas maksimalnya tergantung hasil negosiasi. Kami bisa menjual di atas kisaran harga yang telah ditentukan oleh tim independen," tuturnya.

Penjualan tersebut akan diberikan pada satu perusahaan atau konsorsium. Saat ini, tegasnya, negosiasi masih berlangsung dan belum ada pemenang tender penjualan tersebut.

Saham pilihan: UNVR, BBRI, ASII, AKRA, dan SMGR.


JAKARTA (Bisnis.com): Dengan masih minimnya sentimen positif, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan. Saham pilihan UNVR, BBRI, ASII, AKRA, dan SMGR.

Trimegah Securities mengatakan dengan terkoreksinya IHSG pada perdagangan kemarin mengonfirmasi bahwa indeks masih berada pada masa konsolidasi jangka pendek.

Support testing 2.110 akan kembali diuji. Jika pada level tersebut indeks tidak bisa ditahan, IHSG berpotensi kembali ke bawah level 2.100, atau menutup gap di posisi 2.088. Dengan demikian, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 2.088-2.130.

Optima Securities mengatakan melemahnya� bursa regional dan harga komoditas memukul sektor pertambangan dan perkebunan lebih dari 4% menjadikan indeks terkoreksi 43 poin ke posisi 2.116.

Pemodal akan fokus pada rapat dewan gubernur yang diperkirakan menahan BI Rate di level 9%. Indeks bergerak ke kisaran 2.100-2.150 dengan pilihan saham: UNVR, BBRI, ASII, AKRA, dan SMGR.

Disclaimer

Keputusan untuk melakukan transaksi jual, beli atau investasi saham lainnya sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham dan harian Bisnis Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, dengan mengacu pada rekomendasi saham di kolom ini. Dalam melakukan investasi, pembaca membuat penilaian independen.

XL Batalkan Opsi Penerbitan Obligasi US$ 250 Juta


Jakarta - PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) membatalkan opsi penerbitan obligasi sebesar US$ 250 juta akibat tingginya tingkat suku bunga. Perseroan kini menjajaki pinjaman baru.

"Opsi penerbitan obligasi tidak jadi kami ambil," ujar Presiden Direktur EXCL, Hasnul Suhaimi, usai RUPSLB di Grha XL, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (3/8/2008).

Pada RUPSLB yang telah diadakan sebelumnya tanggal 29 Juli 2008, pemegang saham telah menyetujui penambahan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar US$ 250 juta menjadi US$ 1,25 miliar.

Untuk penambahan dana sebesar US$ 250 juta tersebut, pemegang saham menyetujui opsi penerbitan obligasi rupiah maupun dollar.

"Tingkat suku bunga terlalu tinggi. Jadi kami memutuskan tidak mengambil opsi penerbitan obligasi. Lebih baik cari pinjaman perbankan saja," ujar Direktur Keuangan EXCL, Willem Timmermans.

Sehubungan dengan itu, tahun ini EXCL menganggarkan capex sebesar US$ 1,25 miliar dan agenda pembiayaan kembali (refinancing) sebesar US$ 600 juta, atau totalnya sekitar US$ 1,85 miliar.

Sebelumnya, Hasnul pernah mengatakan porsi kas internal dalam pendanaan tersebut sekitar US$ 625 juta, sisanya sebesar US$ 1,225 miliar dari pendanaan eksternal.

Dalam catatan detikFinance, pinjaman yang telah diperoleh EXCL tahun ini totalnya sebesar US$ 828,26 juta dengan kurs US$ 1 = Rp 9.200.

Pinjaman tersebut terdiri dari Mandiri Rp 2,7 triliun, BCA Rp 3 triliun, DBS Rp 700 miliar, ABN AMRO US$ 50 juta, HSBC US$ 50 juta dan SMBC Rp 300 miliar.

Sementara itu, fasilitas pinjaman dari Mandiri yang dimiliki EXCL masih ada sebesar Rp 1,3 triliun (US$ 141,3 juta) yang belum dicairkan.

"Kami akan mencari pinjaman baru, terutama dari bank-bank yang pernah memberikan pinjaman pada kami. Namun bisa juga bank-bank lain," ujar Willem.

Sejauh ini ada 9 bank yang pernah memberi pinjaman pada EXCL, yaitu Mandiri, BCA, DBS, HSBC, ABN AMRO, Standard Chartered, Mizuho, JP Morgan dan SMBC

Bakrieland Gandeng Suntech Power


Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menggandeng Suntech Power asal China untuk mengembangkan teknologi energi matahari dalam proyek-proyek perseroan.

"Tujuan kami adalah mengenalkan penggunaan teknologi energi matahari yang ramah lingkungan dalam industri properti dan infrastruktur di Indonesia. Ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia," ujar Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah S Thaib.

Demikian disampaikan disela-sela penandatanganan ELTY dengan Suntech di kantor pemasaran Rasuna Epicentrum, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu Malam (3/9/2008).

Sebagai tahap awal, ELTY akan menggunakan teknologi asal China tersebut di proyek superblok Rasuna Epicentrum yang ditargetkan rampung tahun 2014.

Pengerjaan megaproyek Rasuna Epicentrum dibagi dalam dua tahap. Tahap satu ditargetkan rampung pada 2011 dan tahap dua rampung 2014.

Untuk pengerjaan Rasuna Epicentrum, ELTY menggandeng perusahaan kontraktor raksasa asal Dubai, Limitless LLC yang sebelumnya telah mengakuisisi 30% saham di 3 anak usaha ELTY senilai Rp 1 triliun.

"Total dana pengembangan proyek Rasuna sekitar Rp 17 triliun," jelas Hiramsyah.

Mengenai nilai kerjasama dengan Suntech, Hiramsyah belum dapat memberikan angka pastinya. Sebab perseroan masih membahas opsi-opsi penggunaan teknologi asal China tersebut.

"Saat ini kami masih dalam pembicaraan dengan Suntech untuk teknologi yang akan kami gunakan di Rasuna Epicentrum. Namun dengan asumsi kami mengambil secara maksimal, nilainya bisa mencapai 10% dari total nilai proyek," ungkap Hiramsyah.

Dengan asumsi tersebut, artinya nilai kerjasama ELTY dengan Suntech di megaproyek Rasuna Epicentrum bisa mencapai Rp 1,7 triliun.

"Rencananya, kerjasama dengan Suntech tidak hanya di proyek Rasuna, tapi di seluruh proyek kami, termasuk proyek jalan tol. Pada prinsipnya kami ingin berpartisipasi dalam mengenalkan teknologi ramah lingkungan," ujar Hiramsyah.

Suntech Power merupakan perusahaan pengembang teknologi energi matahari asal China. Salah satu proyek masterpiece milik Suntech adalah penggunaan panel-panel energi matahari di Stadion Bird Nest di Beijing yang digunakan untuk Olympiade.

Harga yang ditawarkan juga cukup murah, hanya sekitar US$ 5-6 per watt, atau sekitar US$ 5-6 juta per megawatt. Nilai tersebut memang lebih mahal ketimbang kisaran penggunaan energi batubara yang sebesar US$ 1-1,5 juta per megawatt.

"Namun dengan menggunakan panel energi matahari, tidak lagi dibutuhkan pembelian bahan bakar seperti pada penggunaan energi batubara. Jadi untuk penggunaan jangka panjang jauh lebih murah," ujar Managing Director Solpower Group Pte Ltd (Suntech), Ng Ho Seng.

Hiramsyah pun menyatakan hal senada dengan Ng Ho.

"Perhitungan kasar sementara, penghematan yang bisa kami lakukan sekitar 30-40% ketimbang menggunakan energi fosil," ujar Hiramsyah.

Suntech memang sedang membidik Indonesia untuk ekspansi usahanya. Selain ELTY, ke depan Suntech berencana melakukan kerjasama dengan perusahaan pengembang properti lainnya.

"Ke depan, tidak tertutup kemungkinan kami akan bekerja sama dengan pemain-pemain properti besar lainnya seperti Agung Podomoro, dan sebagainya," ujar Ng Ho.

Suku bunga diduga naik 25 basis poin


SINGAPURA (Bisnis.com): Survei Bloomberg memprediksikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia besok akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dari level 9%.

Survei tersebut merupakan prediksi 20 dari 25 ekonom yang dihubungi. Lima dari ekonom tersebut memprediksi suku bunga akan bertahan.

Pemerintah akan melelang tiga seri surat utang negara dengan target Rp3 triliun, atau setara dengan US$326 juta untuk mendapatkan pendanaan anggaran belanja pemerintah pada 9 September nanti. Surat utang yang kembali dilelang memiliki waktu jatuh tempo pada September 2011, Juni 2015, dan Juli 2038.

Berdasarkan data Perhimpunan Pedangang Surat Utang Negara (Himdasun), nilai imbal hasil (yield) obligasi dengan kupon 9% dan waktu jatuh tempo 2018 melemah sebesar 11 basis poin menjadi 12,01% pada penutupan perdagangan kemarin.

Sebelumnya, pemerintah baru menjual obligasi negara ritel (ORI) seri 005 sebesar Rp2,71 triliun, yang merupakan 43,61% dari target yang ditetapkan agen penjual sebesar Rp6,22 triliun. Kupon bunga obligasi itu ditetapkan sebesar 11,45%.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto memperkirakan salah satu penyebab tidak tercapainya target adalah tingginya tingkat bunga deposito yang ditawarkan sektor perbankan dalam masa penawaran ORI di kisaran 11,75% hingga 12,50%.

Akibatnya, pemerintah tidak menunjuk agen penjual terbaik dalam penjualan surat utang ritel ini karena tidak ada yang mampu mencapai target yang mereka sanggupi sebelumnya.

Jamsostek akan beli 7% saham PGN


JAKARTA: PT Jamsostek (Persero) berencana membeli 5%-7% saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dari pasar dalam waktu dekat.

"Kami tengah memfinalisasi kajian untuk membeli saham PGN� karena prospek industri yang digeluti emiten itu cukup prospektif," ujar Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga kepada Bisnis, kemarin.

Menurut dia, Jamsostek akan menggunakan dana likuid perseroan guna membiayai investasi tersebut, yaitu pencairan deposito.

Berdasarkan data Bloomberg, saham perseroan yang beredar di pasar saat ini mencapai 22,96 miliar. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode PGAS� ditutup melemah 0,96% menjadi Rp2.575 dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan hari sebelumnya Rp2.600. Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi perseroan mencapai Rp59,14 triliun.

Jika Jamsostek berniat membeli saham PGN, BUMN itu harus menyediakan dana Rp2,95 triliun-Rp4,13 triliun.

"Kami tidak akan berkongsi dengan pihak lain. Kami melakukan investasi ini sendiri," tutur Hotbonar.

Analis saham Mandiri Sekuritas Ari Pitoyo dalam riset 28 Agustus 2008 memproyeksikan rasio harga saham terhadap laba per saham PGAS bisa 18,6 kali pada tahun ini, sedangkan pada tahun depan diperkirakan mencapai 15,6 kali.

"Kami tertarik pada upaya PGN untuk menyesuaikan harganya seiring dengan kenaikan harga bahan bakar alternatif lainnya yang juga ikut naik," paparnya.

Mandiri Sekuritas, lanjutnya, mempertahankan target harga PGN pada posisi Rp2.960.

Adapun, analis saham CLSA Indonesia Angus Graham dalam riset 6 Agustus 2008 mengatakan CLSA optimistis terhadap pertumbuhan PGN adalah pemain dominan dalam industri gas di Tanah Air dan menguasai pangsa pasar hingga 93% dalam distribusi gas di Indonesia.

"Kami yakin PGN akan melanjutkan keuntungan dari melonjaknya kebutuhan dari indistri gas."

Laba bersih PGN pada semester I/2008 melonjak hampir 45% karena peningkatan jumlah gas yang didistribusikan dan ditransmisikan ke pelanggan.

Pada kurun waktu enam bulan pertama tahun ini, keuntungan PGN naik menjadi Rp1,45 triliun atau Rp63 per saham dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp1 triliun atau Rp44 per saham. Pada saat yang sama, pendapatan perseroan dari penjualan gas dan biaya transmisi gas naik 51% dari Rp3,85 triliun menjadi 5,82 triliun.

Tetap tinggi

Pertumbuhan laba bersih perseroan tetap tinggi meskipun PGN membukukan laba kontrak swap yang lebih kecil dari tahun lalu, yakni turun dari Rp108,66 miliar menjadi Rp31,99 miliar.

Pada semester I/2008 ini, BUMN distribusi gas itu mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp4,72 miliar dari sebelumnya meraup untung selisih kurs Rp66,64 miliar. PGN juga membukukan beban bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni naik dari Rp155,76 miliar menjadi Rp258,30 miliar.

Corporate Secretary PGN Heri Yusup mengatakan peningkatan beban bunga tersebut disebabkan oleh adanya penyelesaian proyek. "Bunga pinjaman yang tadinya dikapitalisasi sebagai aset sewaktu masa konstruksi berjalan, kini dibukukan sebagai beban bunga," katanya.

PGN juga membukukan kenaikan biaya penyusutan jaringan pipa yang berasal dari proyek transmisi Sumatra Selatan Jawa Barat, yang sebagian besar telah selesai.

Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas, pada enam bulan pertama tahun ini PGN mendistribusikan 551,3 MMscfd.

PGN berharap dapat menggenjot kapasitas distribusi dari 527 mmscfd pada Januari 2008 menjadi 730 mmscfd pada November 2008, dengan rata-rata volume distribusi 600 mmscfd.

"Kami melihat PGN sebagai pemain potensial, baik dari sisi volume maupun kenaikan volume. Harga gas harus naik dari harga US$5,5 per MMBtu saat ini," ujar Ari.

Mitra Rajasa terancam gagal akuisisi Apexindo


JAKARTA: Akuisisi 80,57% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk oleh PT Mitra Rajasa Tbk terancam gagal karena pembeli belum melunasi transaksi senilai Rp5,19 triliun hingga batas terakhir pada akhir Agustus.

"Hingga akhir Agustus 2008, Mitra Rajasa belum bayar. Padahal, berdasarkan SPA [sale and purchase agreement] disebutkan mereka harus melunasi transaksi itu. Saya memandang dari sisi SPA, akuisisi ini sudah batal, tetapi sekarang bergantung pada PT Medco Energi Internasional Tbk [penjual saham Apexindo]," ujar Presiden Direktur Apexindo Hertriono Kartowisastro kepada Bisnis, kemarin.

Menurut dia, Medco harus mengambil sikap apakah masih bisa memberi tambahan tenggat kepada Mitra Rajasa terkait dengan mundurnya jadwal pembayaran akuisisi itu.

Padahal, lanjutnya, Mitra Rajasa memberikan jaminan secara tertulis kepada manajemen Medco Energi bahwa Goldman Sachs siap menggelontorkan dana untuk menopang pembiayaan akuisisi perusahaan pengeboran migas itu. "Seharusnya, kalau sudah fully underwritten begitu, ya tanpa syarat. Namun, kok sampai sekarang duitnya belum muncul," tuturnya.

Hertriono mengatakan tidak mengetahui secara jelas alasan Mitra Rajasa menunda pembayaran akuisisi tersebut.
"Apakah Medco akan menerima terus situasi itu. Tenggat semula 21 Agustus 2008, tetapi diundur menjadi 29 Agustus 2008. Sekarang malah mundur lagi entah sampai kapan. Pembeli Apexindo saat ini masih Mitra Rajasa meski mungkin ada yang masih berharap," katanya.

Sejak semula, transaksi pembelian saham Apexindo oleh Mitra Rajasa penuh kontroversial. Banyak analis menilai harga akuisisi Apexindo terlalu rendah, padahal PT Pertamina sempat menawar saham Apexindo pada harga lebih tinggi.

Meski menyatakan didukung oleh Goldman dan mitra strategis, sebagian analis juga sempat menyangsikan kemampuan finansial Mitra Rajasa membiayai akuisisi saham tersebut.

Apabila Mitra Rajasa tidak sanggup membayar transaksi itu, berarti Medco harus menerima fakta tiga kali gagal menjual saham emiten pengeboran migas tersebut.��

Direktur Utama Mitra Rajasa Beni Prananto, Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio, dan Sekretaris Perusahaan Mitra Rajasa ketika dikonfirmasi Bisnis tidak menjawab panggilan di telepon selulernya.

Mitra strategis

Manajemen Mitra Rajasa pada 19 Agustus menyatakan akan memfinalisasi mitra strategis guna pembayaran akuisisi pada 29 Agustus 2008. Mitra Rajasa menggelar road show ke Singapura dan Hong Kong guna pencarian mitra strategis tersebut. Direktur Utama Mitra Rajasa Beni Prananto mengatakan mitra strategis itu akan digandeng Goldman Sachs dalam rangka akuisisi Apexindo.

Hertriono menambahkan kemunduran tersebut juga berakibat pada penggantian jadwal rapat umum pemegang saham yang sedianya akan dilaksanakan kemarin dengan agenda a.l. pergantian direksi dan komisaris Apexindo.

Dia mengisyaratkan saat rapat pemegang saham Apexindo digelar pada 10 September 2008 karena ada beberapa direksi yang akan mengundurkan diri.

"Selain komisaris yang berasal dari Medco Energi akan mundur, ada beberapa direksi yang kemungkinan akan mengundurkan diri," tuturnya.

Tito Sulistio sebelumnya mengatakan pengendali perseroan yang menguasai 80,57% saham Apexindo itu berencana tidak mengubah susunan direksi di Apexindo.

"Namun, Mitra Rajasa akan menempatkan tambahan direksi dan komisaris di Apexindo," ujarnya.

Hertriono mengatakan dalam rapat pemegang saham itu, perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham terkait dengan pembiayaan kembali (refinancing) utang pembelian rig Soehanah senilai US$110 juta yang jatuh tempo.

Namun, katanya, langkah yang diambil dalam pembiayaan kembali itu harus dilaksanakan oleh pengendali saham yang baru.

Harga saham emiten berkode APEX ini pada penutupan perdagangan kemarin ditutup ke level Rp2.175, naik 1,16% dibandingkan dengan penutupan perdagangan 1 September 2008, yaitu Rp2.150.

XL bahas beri bantuan TM International Berhad


JAKARTA (bisnis.com): PT Excelcomindo Pratama Tbk hari ini menggelar RUPSLB pada pukul 14:00 di Volta Room, Graha XL, Lt 2, Jl. Mega Kuningan Lot E4 - 7 No. 1, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta.

Agenda rapat yang dibahas adalah persetujuan atas rencana perseroan untuk memberikan bantuan kepada TM International Berhad dan persetujuan atas rencana penjualan aset.

Sementara itu, PT Metrodata Electronics Tbk ��� juga menggelar RUPSLB pada pukul 13:30 di��� Merchantile Athletic Club, WTC Lt. 18, Jl. Jend. Sudirman Kav 29-31, Jakarta.

Perusahaan elektronik milik Lippo Group membahas persetujuan atas rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal perseroan tanpa HMETD melalui penerbitan saham baru dalam kerangka MSOP.

Bakrie & Brothers Raup Untung Besar di Semester I-2008


Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencetak keuntungan besar pada paruh pertama 2008 hingga mencapai Rp 590,274 miliar atau naik 594% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 85,802 miliar.

Motor usaha milik kelompok Bakrie ini juga mencatat kenaikan pendapatan hingga 93% menjadi Rp 3,925 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,031 triliun.

Demikian laporan keuangan BNBR semester I-2008 yang diumumkan, Rabu (3/9/2008). BNBR memiliki banyak anak usaha mulai dari sektor perkebunan, tambang, properti, manufaktur.

Laba usaha yang dibukukan mencapai Rp 610,823 miliar atau naik 121% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp276,952 miliar.

Perusahaan ini juga mengalami lonjakan kenaikan total aset yang hingga Juni 2008 mencapai Rp 26,101 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 9,586 triliun.

Bank Mega mulai kucurkan kredit 2 PLTU


JAKARTA: PT Bank Mega Tbk mulai mencairkan kredit untuk proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton dan Suralaya. Perjanjian kredit kedua proyek itu ditandatangani lima bulan lalu.

Dirut Bank Mega Yungky Setiawan mengatakan pengucuran kredit untuk dua PLTU tersebut dilaksanakan belum lama ini sebagai tahap awal pembiayaan pembangunan proyek tersebut.

"Investor PLTU Suralaya dan Paiton mulai menarik kredit itu secara bertahap. Memang masih kecil, tetapi saya lupa nilainya. Dua proyek itu kan nilainya mencapai Rp1,3 triliun," ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Dia menjelaskan pencairan pada tahap awal itu untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan berdenominasi rupiah, sesuai dengan sasaran kredit semula. Kredit itu akan digunakan untuk kebutuhan bahan baku lokal.

"Kami kan pembiayaan untuk proyek pembangunan lokal, sedangkan pendanaan asing didukung oleh bank dari China yang menjual alatnya itu," paparnya.

Bank Mega dan empat bank nasional pada pertengahan April menandatangani perjanjian kredit tahap pertama pembangunan lima PLTU di Jawa untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan senilai Rp5,7 triliun. Kredit itu berjangka waktu 12 tahun.

Bank milik pengusaha Chairul Tadjung itu membiayai proyek PLTU Suralaya berkapasitas 1x600MW senilai Rp735 miliar dan PLTU Paiton 1x600 MW sebesar Rp600 miliar.

Bank Mandiri mengucurkan kredit untuk PLTU Rembang 2x300 MW senilai Rp1,91 triliun, Bank BNI untuk PLTU Indramayu 3x300 MW Rp1,27 triliun, dan PLTU Labuan 2x300 MW dibiayai kredit BCA sebesar Rp1,19 triliun.

Selain itu, Bank Bukopin dan Bank Mega memenangi proyek pembiayaan PLTU senilai Rp7,3 triliun dalam tender tahap kedua yang digelar PLN lima bulan lalu. Porsi kredit yang akan disalurkan oleh Bank Mega sebesar Rp4,5 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk PLTU Teluk Naga 3x300 MW, PLTU Pelabuhan Ratu 3x300 MW, dan PLTU Tanjung Awar-awar 2x300 MW. Selain itu, kredit tersebut juga untuk membiayai PLTU di luar Jawa, seperti PLTU Sumatra Utara 2x200 MW, PLTU Lampung 2x100 MW-150 MW dan beberapa PLTU lain.

Apabila ditotal dengan tender pertama dan kedua, Bank Mega meraih porsi pembiayaan terbesar yaitu Rp5,84 triliun dalam proyek listrik 10.000 MW. Bagian bank itu mencapai separuh dari kebutuhan pendanaan PLN dalam denominasi rupiah Rp11,5 triliun.

BRI bantah tak serius kucurkan KUR


JAKARTA: Bank BRI menampik tudingan tidak serius menjalankan program kredit usaha rakyat (KUR) karena mewajibkan pelaku usaha mikro, kecil menengah (UMKM) menyerahkan jaminan saat hendak mengakses paket kredit itu.

Direktur UMKM Bank BRI Sulaiman Arief Arianto mengatakan jaminan yang mereka minta hanya sebagai metoda untuk mengetahui calon debitor itu serius mengakses dana atau hanya memanfaatkan KUR menjadi modus penyelewengan.

"Kalau seorang calon debitor dari UMKM serius, apa pun yang diminta perbankan pasti diberikan. Mengapa, karena niatnya memang menjadikan dana itu menjadi modal usaha," kata Sulaiman pekan lalu.

Karena itu, Bank BRI yang sudah berusia 102 tahun, belum pernah mengeksekusi jaminan debitor, apalagi dari UMKM. Kalaupun sita jaminan dilakukan terhadap UMKM, maka komoditas misalnya berupa cabai akan busuk dalam beberapa hari.

Menurut Sulaiman, pihaknya sangat serius menyalurkan KUR karena merupakan jawaban terbaik untuk memenuhi keperluan UMKM. Karena itu, besaran bunga pinjaman yang ditetapkan 24% per tahun bisa mereka atasi.

Ketika program KUR diluncurkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, memang dinyatakan tanpa agunan dan jaminan. Besaran bunganya ditetapkan antara 16% untuk pinjaman Rp5 juta hingga Rp500 juta serta 24% untuk angka Rp5 juta ke bawah.

Bagi sebagian perbankan, melayani kredit usaha mikro dan kecil menjadi beban karena operasional cost-nya menjadi sangat tinggi, sedangkan BRI bersedia melayani sektor itu dengan bunga 24% hanya untuk menutup overhead cost pelayanan.

Saat ini, Bank BRI sudah memiliki 5.095 jejaring kantor di seluruh wilayah Indonesia. Dengan jumlah kantor sebesar itu, BRI terpaksa merekrut 3.600 karyawan baru yang khusus melayani kredit usaha rakyat.

Dengan jumlah nasabah sebanyak 10 juta lebih, naik dari 5,6 juta sebelum melayani debitor KUR, beban pelayanan tidak bisa diberikan kepada karyawan lama. Dengan program KUR Bank BRI merencanakan pendirian 100 kantor cabang setiap tahun.

"Sesuai dengan UU Perbankan No.10, bank memang wajib meminta agunan. Jika tidak, perbankan tidak diperkenankan menyalurkan kredit. Sebenarnya, pengertian agunan itu untuk proyek yang dibiayai. Dalam KUR, kami hanya ingin mengetahui keseriusan calon debitor."

Kalau debitor yakin bisa mengembalikan pinjaman dari perputaran usahanya, jaminan yang kami minta bukan halangan.

Bakrie & Brothers jajaki IPO Bakrie Indo dan Bakrie Metal


JAKARTA: PT Bakrie & Brothers Tbk berencana melepas saham dua anak perusahaannya, yaitu PT Bakrie Indo Infrastructure dan PT Bakrie Metal kepada publik melalui penawaran umum perdana (initial public offering) guna memenuhi kebutuhan pendanaan perseroan.

Berdasarkan laporan CIMB-GK per 20 Agustus 2008, pada Corporate Day 14-15 Agustus 2008 di Bali, Bakrie & Brothers tersebut mempresentasikan kajian tersebut. Pertemuan itu dihadiri oleh 23 korporasi dan 50 manajer investasi dan analis.

"Meski telah memperoleh dana dari rights issue yang sangat besar dan dari utang, perseroan memiliki pendanaan yang terbatas setelah mengakuisisi tiga anak perusahaannya. Salah satu solusi yang dipresentasikan adalah melepas unit non-listed ke publik," tulis laporan itu.

Namun, Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali enggan berkomentar mengenai rencana tersebut.

"Dalam waktu dekat, kami akan menyampaikan mengenai rencana perseroan ke depan," ujarnya akhir pekan lalu.

Namun, Yuanita belum lama ini menegaskan ke depan Bakrie & Brothers akan terus mengembangkan sektor infrastruktur, perkebunan dan telekomunikasi.

"Kami terus mencari investasi baru,� akuisisi jalan tol, pembangkit listrik, dan telekomunikasi jalan terus. Proyek baru juga jalan terus, Bakrie & Brothers sebagai perusahan investasi selalu mencoba mencari peluang yang bisa mendapatkan imbal hasil yang sesuai dengan target kami."

Dia mengatakan Bakrie Indo Infrastructure berencana mengakuisisi beberapa perusahaan di bidang infrastruktur pada tahun ini, seperti jalan tol dan pemipaan.

"Ada beberapa target yang sedang kami due diligence. Akan tetapi, kami baru bisa sampaikan detailnya saat sudah ada sales purchase agreement."

Bakrie & Brothers Tbk memproyeksikan laba bersih perseroan hingga akhir 2008 akan mencapai 8 kali sampai 9 kali dari perolehan 2007 menjadi Rp1,78 triliun-Rp2 triliun dari Rp223 miliar pada tahun lalu.

Menurut Yuanita, kontribusi terbesar dari lonjakan laba bersih perseroan itu karena adanya kontribusi dari tiga perusahaan yang diakuisisi perseroan, yaitu PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, dan PT Energi Mega Persada Tbk.

Adapun, peningkatan pendapatan perseroan diproyeksikan akan naik 35% dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar Rp5,2 triliun.

Analis saham Rania Rahmundita dalam riset CIMB per 14 Agustus 2008 mengatakan diversifikasi usaha yang besar dalam perusahaan induk itu, Bakrie & Brothers akan mendorong nilai perseroan dalam waktu yang lebih lama. Sekuritas itu menargetkan harga saham perseroan mencapai Rp570.

Laba Bakrie Plantations melonjak tiga kali lipat


JAKARTA: Laba bersih PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk melonjak 335%� sepanjang semester I tahun ini menjadi Rp326,44 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp72,02� miliar.

Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Ambono Janurianto mengatakan pendapatan perseroan meningkat 140% menjadi Rp1,58 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp638 miliar.

"Kami optimistis minyak kelapa sawit [crude palm oil/CPO] akan menjadi komoditas bisnis andalan. Sekitar 80,06% pendapatan Perseroan, berasal dari CPO, selebihnya sebesar 19,94% dari karet," ujarnya kemarin.

Dia menuturkan selama semester I tahun ini, nilai penjualan CPO perseroan meningkat 184% menjadi Rp1,2 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp423 miliar.

Ambono juga menuturkan luas lahan perkebunan kelapa sawit perseroan meningkat signifikan.� "Luas lahan perkebunan inti kelapa sawit kami yang hanya 20.613 hektare pada semester pertama 2007 lalu, pada semester pertama 2008 ini sudah bertambah luas� menjadi 44.555 hektare.� Luasnya bertambah hingga 116%."

RUMOR PASAR Investor Daily 2 September 2008


Bank of China Berniat Akuisisi Bank Panin
Bank of China tengah menguji tuntas (due diligence) PT Bank Panin Tbk (PNBN). Menurut sumber Investor Daily, uji tuntas itu telah memasuki tahap akhir. Pada pekan lalu, pemilik Grup Panin dan manajemen ANZ berada di Singapura untuk negoisasi harga dengan Bank of China. Saham Bank Panin dihargai tiga kali nilai buku atau setara Rp 1.175 per lembar. Pada perdagangan kemarin, PNBN ditutup terkoreksi Rp 10 (1%) ke posisi Rp 920. Nilai transaksinya sebesar Rp 23,3 miliar.


Cermati Saham Hexindo
Saham PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) berpotensi menembus Rp 3.000, seiring niat perseroan untuk menjadi perusahaan tertutup (go private). Sumber Investor Daily mengatakan, langkah tersebut mengikuti jejak pemegang saham perseroan, Komatsu yang telah go private tiga tahun lalu. Aksi ini menunggu waktu yang tepat dan kabarnya di harga Rp 3.500. Pada perdagangan kemarin, HEXA ditutup melemah Rp 25 (0,9%) ke posisi Rp 2.650. Nilai transaksinya mencapai Rp 1,3 miliar.


Tiga Investor Minati Saham PGN
Tiga investor strategis yakni Temasek, Texas Pacific Group, dan Jamsostek berminat membeli 5% saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Menurut sumber Investor Daily, ketiga investor tersebut telah melayangkan surat penawaran kepada Menneg BUMN. Kementerian BUMN telah menunjuk Danareksa selaku lead investment yang mewakili pemerintah. Rencananya, penjualan saham PGN itu akan dilakukan sebelum lebaran. Pada perdagangan kemarin, PGAS ditutup menguat Rp 50 (1,9%) ke level Rp 2.600. Nilai transaksinya mencapai Rp 91,6 miliar.


Darma Henwa Jajaki Rights Issue
HARGA saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berpeluang menuju level Rp 500-600 dalam jangka pendek maupun menengah. Menurut sumber Investor Daily, perseroan akan melangsungkan rights issue untuk membiayai ekspansi perseroan membangun PLTU Muara Enim, Sumsel senilai US$ 1,8 miliar. Perseroan akan menggandeng investor asing untuk memenuhi ekuitasnya sebesar 30%. Pada perdagangan kemarin, DEWA ditutup melemah Rp 5 (1,4%) ke posisi Rp 335. Nilai transaksinya sebesar Rp 3,6 miliar.

Minyak mereda, hampir terendah empat bulan


DALLAS (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini hampir menyentuh level terendah dalam empat bulan setelah Topan Gustav melemah sebelum merusak pelabuhan Lousiana sehingga menghilangkan kekhawatiran kerusakan terhadap sejumlah rig dan ladang penyulingan.

Kerusakan yang disebabkan Topan Gustav yakni terhentinya produksi minyak lepas pantai dan 10% kapasitas penyulingan minyak AS menjadi 25% dari rekor kapasitasnya US$41,1 miliar yang disebabkan Badai Katrina pada 2005, data Risk Management Solutions Inc.

Gustav mulai mereda dan menjadi badai berkategori topan nomor dua sebelum melampaui pelabuhan southwest New Orleans kemarin.

"Ketika Topan Gustav melanda, pelaku pasar khawatir akan ketersediaan minyak. Namun saat ini pasar sudah mulai melihat kondisi yang sebenarnya sehingga harga mulai turun," kata Michael Rose, trading director Angus Jackson Inc. di Fort Lauderdale, Florida.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Oktober pagi ini anjlok 3,5% dari posisi penutupan pekan lalu menjadi US$111,40 per barel di bursa New York Mercantile Exchannge pada pukul 9:26 a.m waktu Sydney.

Kemarin transaksi di bursa Nymex ditutup karena libur Labor Day di Amerika Serikat.

Harga gas alam untuk kontrak Oktober juga terjungkal 5,3% menjadi US$7,525 per mmbtu dan harga bensin turun 3,4% menjadi US$2,7584 per galon.

Harga minyak mentah sudah terkoreksi 24% dari rekor tertingginya US$147,27 per barel pada 11 Juli 2008, namun harga melonjak ke US$118,60 kemarin di pasar Asia akibat kekhawatiran Badai Gustav menghantam Gulf of Mexico dan menjadikannya sebagai Topan nomor 4, peringkat badai tertinggi.

"Kami melihat harga minyak menuju tren penurunan karena permintaan� berkurang dan pasokan bertambah sedangkan kerusakan sudah bisa diatasi," kata Simon Wardell, energy research manager Global Insight Inc di London.

Harga minyak brent untuk kontrak Oktober juga terkoreksi 4,1% menjadi US$109,41 per barel di ICE Futures Europe Exchange kemarin.

Pekerja dari 70% rig di Gulf telah dievakuasi ketika Gustav mendekat, data Minerals Management Service AS. Sekitar produksi 1,3 juta barel minyak per hari dan 7,06 miliar kaki kubik gas ditutup dari tempat produksi lepas pantai dan 95% produksi gas.

Pefindo Ingatkan Risiko Proyek-proyek Bermasalah Adhi Karya


Jakarta - Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat idA- dan idA-(sy) untuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk atas performa perusahaan dan obligasinya. Tapi Pefindo mengingatkan akan risiko yang terkait dengan proyek-proyek yang penyelesaiannya masih bermasalah.

Pefindo menetapkan untuk perusahaan dan obligasi Adhi Karya IV/2007 senilai Rp 375 miliar yang jatuh tempo Juli 2012 dan obligasi Syariah Mudharabah senilai Rp 125 miliar jatuh tempo Juli 2012. Outlook untuk peringkat di atas adalah Stabil. Peringkat tersebut untuk periode 14 Agustus 2008 sampai 1 Juni 2009.

Peringkat tersebut mencerminkan keberadaan perusahaan yang kuat di bisnis konstruksi, keuntungan sebagai perusahaan milik negara dan tingginya porsi proyek-proyek yang berkaitan dengan pemerintah.

"Tetapi, peringkat masih dibatasi dengan tingkat hutang Perusahaan yang agresif dan proteksi arus kas yang rata-rata, risiko yang terkait dengan proyek-proyek yang penyelesaiannya masih bermasalah dan segmen bisnis yang baru, serta bisnis konstruksi yang relatif volatile," kata analis Pefindo Ronald Hertanto & Dina Sih Pratiwi dalam siaran pers, Senin (1/9/2008).

Adhi Karya didirikan pada tahun 1960, dan merupakan perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia dan menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Sampai akhir Juni 2008, komposisi pemegang saham Perusahaan adalah Pemerintah Indonesia (51%), publik (42,8%), Fortis Bank (Nederland) NV (5,55%), dan manajemen/BOD (0,65%).

Lini bisnis Perusahaan meliputi tiga bagian yaitu konstruksi, EPC (Engineering Procurement and Construction) dan investasi. Kegiatan operasional Adhi Karya didukung oleh 819 karyawan. Salah satu proyek Adhi Karya yang bermasalah adalah terkait dengan kepemilikan sahamnya di Jakarta Monorail

Indosat 3,5G Tawarkan Broadband Unlimited


JAKARTA, Investor Daily
PT Indosat Tbk dan Research In Motion (RIM) memperkenalkan smartphone terbaru, yaitu BlackBerry Bold. Telepon seluler (ponsel) pintar yang dipersenjatai prosesor 624 MHz ini bisa mengakomodasi jaringan internet berkecepatan tinggi, High Speed Downlink Package Access (HSDPA).


Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro mengatakan, selain bisa mengakomodasi HSDPA, BlackBerry Bold juga dilengkapi alat navigasi (GPS) dan WiFi. Fitur-fitur yang ada sesuai dengan kebutuhan profesional bisnis.

“Kami menjadi operator pertama yang mempersembahkan BlackBerry Bold kepada masyarakat Indonesia. Hal ini merupakan komitmen kami untuk selalu menjadi pelopor demi kenyamanan pelanggan,” ujar Guntur di Jakarta, akhir pekan lalu.

Regional Director Asia Pacific RIM Adele Beachley mengatakan, BlackBerry Bold memungkinkan pengguna mengakses internet dan email lebih cepat. Pelanggan juga dapat mendengarkan musik. Dengan media player, gambar, slideshow, dan film dalam full display dapat ditampilkan. Audionya didukung dengan dual speaker stereo. Layarnya VGA LCD Display (480 x 320, resolusi 217 ppi). Memorinya bisa ditingkatkan hingga 16 GB.

“BlackBerry Bold merupakan simbol kesempurnaan, karena memiliki kemampuan dan kapabilitas yang luar biasa untuk para profesional bisnis dan pencinta gadget,” ujar Beachley.

Indosat, kata Guntur, juga menawarkan layanan BlackBerry On Demand, tidak hanya bagi pelanggan pascabayar (Matrix), namun juga untuk pelanggan prabayar (Mentari dan IM3). Indosat menyediakan layanan mingguan (tujuh hari) dan bulanan (30 hari), dengan tarif masing-masing sebesar Rp 60.000 dan Rp 175.000.

Setelah memperkenalkan jaringan HSPA 14.4 Mbps, lanjut Guntur, Indosat juga meluncurkan paket Indosat 3.5G Broadband Unlimited. Paket yang ditawarkan berkecepatan 256 Kbps dengan tarif Rp 100.000 per bulan, 1 Mbps (Rp 300.000), 3,6 Mbps (Rp 500.000), dan 7,2 Mbps (Rp 1,5 juta). Kecepatan akses maksimum mengacu pada batas penggunaan secara wajar sesuai kategori Paket (2-10 GB). Setelah batas penggunaan wajar, kecepatan akses akan disesuaikan.

“Dengan adanya pilihan paket Indosat 3.5G Broadband Unlimited, pelanggan Indosat tidak perlu khawatir dengan tarif tambahan setelah quota paket yang dipilih pelanggan habis. Dengan paket ini, pelanggan korporasi Indosat bisa mengontrol bujet pemakaian internetnya. Akan tetapi bagi pelanggan Indosat yang lebih tertarik menikmati kecepatan jaringan hingga 14,4 Mbps, kami juga mempunyai tawaran paket Indosat 3.5G Broadband yang lebih menarik,” kata Guntur.

Paket itu adalah New Exo yang quota bulanan 500 MB dengan tarif Rp 90.000 per bulan, New Medium (1,25 GB sebesar Rp 200.000), dan New Heavy (3 GB sebesar Rp 400.000).

Inflasi Agustus 0,51%


Jakarta - Inflasi bulan Agustus 2008 tecatat sebesar persen 0,51 persen. Inflasi Agustus ini lebih rendah dibanding Juli 2008 yang sebesar 1,37 persen. Inflasi tertinggi tercatat di Mamuju, Sulawesi Barat. Faktor makanan memberikan kontribusi besar dalam inflasi.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jalan Sutomo, Jakarta, Senin (1/9/2008).

Seperti diumumkan BPS pukul 13.33 WIB, kenaikan inflasi terjadi di 60 kota, 6 kota sisanya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju 3,21 persen dan yang terendah di Pematang Siantar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi di Kupang 0,97 persen terendah di Kendari 0,06 persen.

Menurut Rusman, inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks barang dan jasa di semua kelompok yang mengalami inflasi antara lain sektor makanan yang paling tinggi 0,94 persen, makanan jadi, minuman rokok 0,59 persen, perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar 0,53 persen.

Harga yang mengalami penurunan adalah kelompok sandang 0,53 persen, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen karena tidak ada lagi kenaikan tarif angkatan berdasarkan catatan BPS. "Kenaikan angkutan terakhir terjadi pada bulan Juli," ujarnya

Harga Minyak Tinggi Lagi


New York - Harga minyak mentah dunia kembali merayap naik setelah sejumlah produsen minyak utama menutup fasilitas di Teluk Meksiko akibat ancaman badai Gustav.

Pada perdagangan Minggu (31/8/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light naik 1,24 dolar menjadi US$ 116,70 per barel. Harga bahkan langsung melonjak ke US$ 118,60 per barel sesaat setelah pasar elektronik dibuka.

New York Mercantile Exchange tetap membuka perdagangan di CME Globex platform, 3,5 jam lebih cepat ketimbang perdagangan normalnya guna memfasilitasi perdagangan sebelum badai Gustav mendarat.

Gustav diperkirakan menjadi badai kategori 3 pada Senin pagi ketika menghantam Louisiana.

"Gustav berpotensi bisa menjadi badai yang paling berbahaya untuk sektor energi yang pernah kita lihat. Gustav akan melintasi kawasan-kawasan paling penting. Saya yakin kita akan melihat beberapa kerusakan akibat Gustav," jelas Chris Jarvis, analis dari Caprock Risk Management seperti dikutip dari Reuters, Senin (1/9/2008).

Lebih dari 96% produksi minyak di Teluk Meksiko dihentikan minggu kemarin. Teluk Meksiko tersebut memroduksi sekitar 1,3 juta barel minyak per hari, atau sekitar seperempat total produksi domestik AS.

Sekitar 9 kilang minyak dengan gabungan kapasitas sekitar 2,2 juta barel per hari harus ditutup, sementara kilang lainnya harus mengurangi produksi gara-gara Gustav.

Pertemuan OPEC

Sementara menteri perminyakan Iran kemarin mengatakan bahwa harga minyak US$ 100 per barel adalah harga paling rendah yang dapat diterima. Ia mengatakan, pasar minyak mendapat suplai yang cukup dalam beberapa pekan terakhir sehingga harga minyak sempat turun hingga 30 dolar dari level tertingginya di US$ 147 per barel.

OPEC rencananya akan menggelar pertemuan di Wina, Austria pada 9 September mendatang untuk mendiskusikan masalah produksi.

Akuisisi BII Terkatung-katung, Maybank Tak Mau Disalahkan


Kuala Lumpur - Nasib akuisisi PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) oleh Malayan Banking Berhard (Maybank) hingga kini masih belum jelas. Namun Bank terbesar Malaysia itu tetap tak mau disalahkan.

"Saya kira tidak adil rasanya jika setiap orang menyalahkan Maybank atau Bank Negara Malaysia. Isu utamanya adalah aturan baru yang diumumkan dan diaplikasikan untuk sebuah transaksi yang diluncurkan pada Maret," jelas Chief Executive Maybank, Abdul Wahid Omar dalam wawancaranya dengan mingguan finansial the Edge dan dikutip oleh Reuters, Senin (1/9/2008).

Ia menambahkan, Maybank kemungkinan akan membatalkan transaksi BII senilai US$ 2,7 miliar jika Bapepam tidak bersedia menuruti keinginan mereka terkait aturan tender offer itu.

"Kami masih mencari jalan yang ingin kita ambil untuk transaksi ini. Tapi yang yang jelas kami ingin dikecualikan dari aturan baru itu. Kami tidak dapat melanjutkannya jika kondisi tidak kondusif," tegas Wahid lagi.

Maybank sebelumnya telah sepakat untuk membeli 55% saham BII dari konsorsium Temasek dan Kookmin Bank senilai US$ 2,7 miliar. Namun saat transaksinya akan tuntas, Bank Sentral Malaysia membatalkan transaksi dengan alasan keluarnya aturan tender offer dari Bapepam yang akan merugikan BII.

Dalam aturan tender offer yang diluncurkan Juni lalu, diwajibkan adanya pelepasan 20% saham setelah kurun waktu 2 tahun. Hal itu dinilai Bank Negara Malaysia akan merugikan Maybank.

Padahal menurut Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany, aturan itu bisa sangat fleksibel. Maybank bisa saja tidak melepas 20% sahamnya dalam kurun waktu 2 tahun jika kondisi pasar sedang tidak baik.

Akibat segala ketidakjelasan tersebut, saham BII dikenakan suspensi sejak lebih dari 2 pekan silam. Investor di pasar saham pun hanya bisa gigit jari karena pembekuan saham BII yang sudah berlangsung sekian lama itu.

Maybank sebelumnya juga telah menemui Bapepam LK terkait masalah ini, namun hingga kini belum ada kejelasan apapun. Maybank tetap meminta keringanan agar dikecualikan dari transaksi tersebut mengingat kesepakatan akuisisi sudah diteken sejak Maret.

Dalam wawancara terpisah dengan The Star, Wahid mengatakan bahwa Maybank tetap berkomitmen untuk investasi di Indonesia.

"Kami ingin berada di Indonesia. Tapi jika tidak bisa dilakukan sekarang, maka ini hanya sekedar masalah untuk bisa masuk lagi ke pasar di waktu yang tepat kedepannya.

Jika transaksi ini sampai gagal, maka Maybank terancam kehilangan 480 juta ringgit atau sekitar US$ 141,5 juta. Akibat adanya provisi atau pencadangan untuk deposit tersebut, laba BII pun tergerus hingga sepertiganya. Maybank memiliki waktu hingga 26 September.

Namun Abdul Wahid menegaskan, jumlah kerugian yang sesungguhnya hanyalah 290 juta ringgit karena mempertimbangkan gain valas 193 juta ringgit terhadap dolar Singapura.

Kartu kredit BNI tembus Rp5 triliun


JAKARTA: Transaksi kartu kredit PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk hingga Agustus 2008 telah mencapai Rp5 triliun, meningkat 22% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dirut BNI Gatot M. Suwondo mengatakan peningkatan transaksi tersebut karena didukung penerbitan kartu kredit baru yang tumbuh 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hingga Agustus 2008 jumlah kartu kredit yan diterbitkan BNI mencapai 1,4 juta kartu atau tumbuh 14% dari tahun sebelumnya," ujarnya di dalam acara pencanangan program Menuju Indonesia Sehat di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menyampaikan pihaknya akan memanfaatkan sisa tahun ini dengan momentum-momentum hari besar untuk meningkatkan transaksi kartu kredit, seperti halnya program Family Ramadhan Inspiration.

"Program seperti itu nanti akan memberikan kemudahan transaksi kepada nasabah untuk kebutuhan renovasi rumah, liburan Lebaran, buka puasa, belanja di supermarket, mudik, dan kebutuhan lainnya," paparnya.

Dalam kesempatan itu, BNI menjalin kerja sama dengan sejumlah jaringan rumah sakit mengenai fasilitas kemudahan dan keringanan pembayaran pelayanan rumah sakit.

BCA pertahankan hadiah tabungan


JAKARTA: PT Bank Central Asia Tbk masih mempertahankan tradisi memberikan hadiah bagi para penabung Tahapan BCA. Untuk periode kedua 2008, bank tersebut mengundi mobil mewah dan ratusan televisi.

"Ini akan tetap dipersembahkan sebagai bentuk apresiasi bagi para nasabah yang setia mempercayakan pengelolaan dana dan transaksi keuangan di Tahapan BCA," ungkap Direktur BCA Suwignyo Budiman dalam siaran persnya, pekan lalu.

Menurutnya, undian tabungan berhadiah telah diselenggarakan BCA selama sembilan belas tahun terakhir. "Tak ada yang berubah pada komitmen BCA untuk mempersembahkan hadiah bagi nasabah pemenang yang diundi setiap minggunya."

Dia menjelaskan hadiah yang dapat diperoleh para nasabah BCA pada Gebyar Tahapan Periode II 2008 kali ini adalah mobil Lexus IS 300 dan ratusan TV Polytron layar datar yang diundi setiap minggu. Satu unit mobil Lexus LS 460L disiapkan khusus sebagai� hadiah utama bagi nasabah pemenang di akhir periode II 2008.

Bekasi Asri jajaki lagi kemungkinan gaet Penton


JAKARTA: Manajemen PT Bekasi Asri Pemula Tbk akan mempertimbangkan kembali rencana menggaet Penton International Ltd sebagai mitra strategis jika aksi korporasi tersebut tidak menguntungkan.

Hal ini karena ternyata saham Penton, yang tercatat di bursa Singapura, disetop perdagangannya sejak 2002. Singapore Stock Exchange juga pernah melayangkan surat peringatan delisting dengan batas waktu 30 September 2008.

Corporate Secretary Bekasi Asri Dharmawati mengatakan rencana perseroan untuk menjalin kerja sama dengan Penton melalui pengalihan sebanyak 51% saham baru berupa perjanjian jual beli bersyarat.

"Jadi, ini masih penjajakan sampai 30 September, belum final. Kalau pemegang saham publik Bekasi Asri nantinya dirugikan, kami akan memikirkan kembali aksi korporasi ini," tuturnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Untuk mengkaji lebih jauh mengenai aksi korporasi itu, manajemen Bekasi Asri menjadwalkan rencana konsultasi dengan Bursa Efek Indonesia. Namun, hingga kini, kata Dharmawati, jadwal pertemuan itu belum dapat dipastikan.

Dia menambahkan upaya perseroan menggaet Penton untuk memudahkan dalam mencari pendanaan untuk aksi korporasi pada masa datang.

"Bekasi Asri berencana menjalankan sejumlah aksi korporasi, tapi saya belum bisa jelaskan apa itu," ujarnya.

Selain itu, Bekasi Asri juga sedang giat mencari pendanaan untuk menyelesaikan sejumlah proyek properti seperti pembangunan rumah susun sederhana hak milik (rusunami).

Bekasi Asri melalui PT Adicipta Griya Sejati, pemegang saham pendiri, menjalin kesepakatan untuk menjual 51% saham kepada Penton. Penton setuju untuk membeli 41% saham yang dipegang oleh Adicipta dan 10% lagi dari PT Papua Timber Jaya senilai S$6,34 juta atau setara dengan Rp41,87 miliar atau Rp130 per saham.

Penton akan membayar saham Bekasi Asri dengan 380,00 juta saham baru atau 49% sahamnya kepada Adicipta dan dana tunai sebesar S$1,3 juta. Harga saham baru itu sebesar S$0,01 per saham. Penton juga akan menyerahkan 124,39 juta saham baru kepada Papua Timber selaku pemilik lain saham Bekasi Asri.

Namun, otoritas bursa menilai penjelasan mengenai aksi korporasi yang diberikan manajemen Bekai Asri kurang memadai. Bursa juga mempertanyakan aksi korporasi tersebut. Akibatnya, BEI menyetop perdagangan saham perusahaan properti itu sejak 21 Agustus.

Terakhir kali, saham berkode BAPA itu diperdagangkan pada 14 Agustus. Saham itu ditutup turun Rp4 atau 2,68% ke level Rp145, menjadikan nilai kapitalisasi pasarnya Rp94,25 miliar.

Bank Mega batal terbitkan obligasi US$200 juta


JAKARTA: PT Bank Mega Tbk membatalkan rencana penerbitan obligasi berdenominasi dolar senilai US$200 juta yang semula dijadwalkan pada tahun ini.

Lonjakan tekanan suku bunga yang berdampak terhadap kenaikan biaya obligasi membuat perseroan membatalkan penerbitan surat utang itu.

Direktur Bank Mega Johanes Bambang Kendarto mengatakan proposal penerbitan obligasi yang diajukan ke Bank Indonesia ditarik kembali.

"Situasi pasar keuangan sedang tidak kondusif, sehingga kami membatalkan rencana penerbitan obligasi. Kalau situasi pasar keuangan membaik, rencana ini bisa diteruskan," ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Dia menjelaskan Bank Mega tidak mengalami masalah dengan pembatalan penerbitan obligasi dolar mengingat rasio kecukupan modal perseroan saat ini berada di kisaran 68%, jauh di atas batas ketentuan minimal oleh Bank Indonesia yang sebesar 8%.

"Target ekspansi perseroan tetap berjalan meskipun penerbitan obligasi dibatalkan. Mungkin saja tahun depan rencana penerbitan obligasi dolar dilanjutkan lagi."

Tahun ini, manajemen perseroan menargetkan pembiayaan kredit sebesar Rp19,5 triliun. Semula, penerbitan obligasi senilai US$200 juta dialokasikan untuk memperkuat modal perseroan.

Bank Mega Tbk mengincar laba Rp240 miliar dari penjualan obligasi pemerintah, sehingga pada akhir tahun ini perolehan laba bersih perseroan mencapai Rp732 miliar.

Bank Mega berencana melepas sebagian obligasi pemerintah dari total Rp7 triliun yang dimiliki dan akan menerbitkan surat utang pada akhir tahun ini.

Stagnan

Harga saham Bank Mega pada perdagangan 14 Agustus ditutup stagnan di level Rp3.000 dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Dengan mengacu pada harga saham tersebut, nilai kapitalisasi pasar Bank Mega mencapai Rp4,87 triliun.

Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia Kahlil Rowter menilai banyak emiten yang memilih pinjaman bank untuk mendanai ekspansi bisnisnya.

"Banyak perusahaan yang sebenarnya merencanakan penerbitan obligasi. Namun, situasi pasar keuangan yang tidak kondusif membuat rencana ini banyak dibatalkan sambil menunggu situasi membaik."

Dia menilai harga yang diminta investor pembeli obligasi sangat mahal. "Kalau ada perusahaan yang ingin refinancing (membiayai kembali) obligasi dengan menerbitkan surat utang baru akan berhadapan dengan ekspektasi investor yang meminta kupon lebih tinggi."

Salah satu emiten yang terus melanjutkan rencana penerbitan obligasi adalah PT Bank Danamon Tbk. Bank itu� baru saja menunjuk Barclays Capital dan JP Morgan Securities.

Copyright © 2008 - Informasi Saham - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template