Indosat siap tambah belanja modal US$550 juta


JAKARTA: PT Indosat Tbk akan mengalokasikan dana pembelian kembali (buy back) obligasi senilai US$550 juta untuk belanja modal tahun depan, jika pemegang obligasi tidak bersedia melepas surat utang itu kepada perseroan.

Direktur Utama Indosat Johny Swandi Sjam mengatakan perseroan tidak bisa memaksa pemegang saham untuk melepas surat utang itu kepada Indosat, meski perseroan berniat melakukan buy back.

"Kalau buy back tidak berhasil, maka kami akan menggunakannya untuk kebutuhan pengembangan perseroan. Dana itu akan kami alokasikan untuk persediaan capex [capital expenditure/ belanja modal] tahun depan. Tahun ini kami sudah mengalokasikan dana sendiri," katanya kemarin.

Menurut Johny, capex tahun depan akan lebih difokuskan untuk memperluas area jangkauan Indosat. Namun, sejauh ini perseroan belum memiliki proyeksi nilai untuk belanja modal tahun depan.

Indosat menawarkan untuk membeli kembali obligasi berdenominasi dolar AS bernilai total US$550 juta pada harga 101% menyusul adanya perubahan pemegang saham pengendali perusahaan.

Dalam aksi korporasi itu, Indosat bersama dengan Indosat Finance Company B.V. dan Indosat International Finance Company B.V. menawarkan untuk membeli kembali obligasinya yang jatuh tempo pada 2010 dan 2012.

Obligasi dolar AS yang jatuh tempo pada 2010 bernilai US$300 juta dan bertingkat bunga 7,75%, sedangkan obligasi yang jatuh tempo pada 2012 bernilai US$250 juta menawarkan kupon 7,125%.

Untuk program penawaran pembelian obligasi ini, Indosat menunjuk Goldman Sachs sebagai broker pelaksana, dan HSBC sebagai penasihat keuangan dalam program penawaran pembelian obligasi ini.

Perubahan pengendali di Indosat terjadi menyusul akuisisi secara tidak langsung oleh Qatar Telecom Q.S.C. terhadap sebanyak 2,22 miliar saham seri B yang mewakili 40,81% saham Indosat, pada 7 Juni.

Pada tahun ini Indosat menggenjot target belanja modal tahun ini menjadi US$1,4 miliar atau setara dengan Rp12,91 triliun dari sebelumnya US$1,2 miliar (Rp11,07 triliun), karena rekor pertambahan jumlah pelanggan baru.

Johnny mengatakan jumlah pelanggan baru perseroan bertambah 8 juta atau tumbuh 62% menjadi 32,4 juta pada 30 Juni 2008.

Dengan pertumbuhan pelanggan yang pesat pada periode Januari-Juni, perseroan merevisi target pertambahan pelanggan baru menjadi 12 juta pada tahun ini.

Harga saham Indosat kemarin ditutup naik 2,5% pada level Rp6.160 per saham dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya, Rp6.000 per saham.

Medco raih kontrak US$12 miliar


JAKARTA: PT Medco Energi Internasional Tbk, melalui anak usahanya PT Medco E&P Tomori Sulawesi (Medco Tomori), mengantongi kontrak jual beli gas dari lapangan Senoro senilai US$12 miliar.

Kontrak tersebut ditandatangani oleh Medco Tomori bersama dengan mitra kerjanya di joint operating body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi dan PT PHE Tomori Sulawesi (Pertamina Tomori) selaku penjual dengan PT Donggi Senoro LNG selaku pembeli. Pertamina Tomori merupakan operator dari blok Senoro-Toili di Provinsi Sulawesi Tengah.

Dengan kontrak perjanjian itu JOB Tomori akan memasok gas sebesar 250 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/ MMscfd) untuk jangka waktu 15 tahun mulai semester II/2012 ke kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang akan dibangun oleh Donggi Senoro. Setiap tahun JOB akan mengirim sebanyak 30 kargo LNG.

"Sesuai kesepakatan, harga gas akan dikaitkan dengan harga minyak sesuai Japan Crude Cocktail. Nilai pasokan gas ini diharapkan akan mencapai lebih dari US$12 miliar," kata Corporate Secretary Medco Cisca Alimin, kemarin.

Gas tersebut akan dialirkan melalui pipa sejauh 30 km yang dibangun oleh JOB Tomori dari lapangan Senoro menuju kilang LNG. Kilang LNG ini mempunyai kapasitas produksi 2 juta ton per tahun.

Cisca menambahkan selain mendapatkan pasokan gas dari lapangan Senoro, kilang ini juga akan mendapatkan pasokan gas dari Blok Matindok yang dioperasikan oleh Pertamina.

Direktur Operasi Medco Lukman Mahfoedz mengatakan nilai penjualan tersebut harus dikurangi biaya produksi dan pajak terlebih dahulu sebelum akhirnya dibagi kepada pihak yang terlibat pada JOB.

"Jadi harus dihitung dulu. Namun, yang terpenting bagi kami adalah final investment decision [keputusan akhir investasi] diharapkan berlangsung pada Oktober tahun ini," jelasnya.

Zurich Kurangi Investasi di Darma Henwa


Jakarta - Zurich Assets International Ltd kembali mengurangi porsi sahamnya di perusahaan batubara PT Darma Henwa Tbk. Zurich yang merupakan pemegang saham mayoritas kepemilikannya kini tinggal 36%.

Dalam laporan Biro Administrasi Efek (BAE), PT Ficomindo Buana Registrar ke Bursa Efek Indonesia, Sabtu (30/8/2008) Zurich diketahui melepas 16,21% sahamnya di DEWA.

Zurich menjual sahamnya itu kepada Goldwave Capital Limited yang kini memiliki 16,21% saham DEWA atau setara 2.529.943.000 saham.

Sementara kepemilikan Zurich di DEWA kini tinggal 36,73% dari semula 57,42% atau tinggal memiliki saham sebanyak 5.733.965.489 saham.

Porsi saham Zurich di DEWA terus mengalami penurunan. Pada April 2008 Zurich masih memiliki 75,43% saham, kemudian Mei 2007 turun menjadi 74,71%, Juni turun lagi menjadi 65,59%, Juli 2008 turun lagi menjadi 62,25%.

Darma Henwa yang berdiri tahun 1991 bergerak dalam jasa kontraktor penambangan batubara terintegrasi. Bisnisnya mulai dari jasa pembuatan dan pengelolaan infrastruktur tambang, jasa penambangan hingga pemasaran. Kini perseroan juga tengah mengembangkan usahanya dalam bisnis terkait lainnya seperti pembangkit listrik bertenaga batubara (coal fired power plant) serta manajemen bahan bakar (fuel management).

Perseroan yang salah satu pemiliknya adalah mantan menteri perindustrian Rini Soemarno itu, menghasilkan 5,6 juta ton batubara di 2006 dan direncanakan berproduksi 9 juta ton di 2008.

Pendapatan PGN Semester I Naik 51%


JAKARTA, investorindonesia.com
Terdorong oleh meningkatnya distribusi gas bumi, pendapatan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pada semester pertama 2008 PGN telah mencapai Rp 5,83 triliun naik Rp 1,98 triliun (51%) dibanding periode sama 2007 senilai Rp 3,85 triliun.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusuf, dalam siaran persnya yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, mengatakan, kegiatan usaha transportasi gas bumi pada semester satu 2008 naik 3,83% menjadi 743,1 MMScfd dibanding periode sama 2007 yang hanya 719,7 MMScfd.

Naiknya distribusi ini juga mendorong naiknya volume penjualan hingga akhir Juni 2008 sebanyak 551,3 MMScfd atau naik 42,4% dari volume periode sama 2007 389,2 MMScfd.

Kegiatan distribusi ini telah mendorong naiknya pendapatan, walaupun di saat bersamaan terjadi peningkatan biaya penyusutan jaringan pipa yang berasal dari proyek transmisi SSWJ (Jalur Sumatera Selatan Jawa Barat) pada saat ini hampir selesai.

Dengan naiknya pendapat tersebut, PGN telah mencatat laba usaha semester satu menjadi Rp 2,30 triliunatau naik 65% dari periode sama Rp1,40 triliun.

Sedangkan Laba bersih tercatat Rp 1,45 triliun atau anaik Rp 448,95 miliar (45%) dari Rp 1 triliun pada semester satu 2007.

BRI Danai 12 PTPN Sebesar Rp 2 Triliun


JAKARTA, Investor Daily
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mendanai 12 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dengan plafon sebesar Rp 2 triliun. Fasilitas dana pinjaman itu bisa dipakai untuk investasi dan memenuhi kebutuhan modal kerja seluruh perusahaan perkebunan negara tersebut.

Direktur Bisnis dan Kelembagaan BRI Asmawi Syam mengatakan, sebagian dari kredit itu dialokasikan untuk merevitalisasi tiga pabrik gula dan perluasan lahan kelapa sawit. “Tahun ini plafon kami untuk 12 PTPN sekitar Rp 2 triliun,” ujar Asmawi Syam kepada Investor Daily, usai penandatanganan kerja sama fasilitas kredit waralaba dengan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart), di Jakarta, Rabu (27/8).

Dia mengatakan, BRI akan menyalurkan dana Rp 240 miliar untuk program revitalisasi gula, berupa pembangunan tiga pabrik gula yang dilakukan oleh PTPN. Khusus untuk PTPN XIV, BRI menyalurkan dana Rp 550 miliar untuk pengembangan lahan kelapa sawit di beberapa daerah.

Namun, untuk seluruh PTPN, BRI komit mendanai kebutuhan modal kerja mereka dengan plafon pinjaman sekitar Rp 2 triliun, yang dikucurkan secara bertahap berdasarkan kebutuhan.

Sebelumnya, BRI menargetkan pendanaan perusahaan-perusahaan milik negara (badan usaha milik negara/BUMN) sebesar Rp 7 triliun. Bank pemerintah itu menargetkan dapat menyalurkan kredit modal kerja maupun investasi untuk 60 BUMN.

Asmawi mengatakan, BUMN saat ini membutuhkan sumber pendanaan dari perbankan agar kinerja mereka terus meningkat. Pemberian kredit BUMN itu juga terkait upaya pemerintah yang memprogramkan revitalisasi perkebunan, pertanian, pembangunan infrastruktur, dan pertambangan.

Untuk itu, beberapa BUMN yang bakal menerima kredit dari BRI, misalnya, PTPN, PT Inka, hingga PT Aneka Tambang Tbk.

Asmawi mengatakan, masuknya BRI ke BUMN dengan menyalurkan kredit korporasi bertujuan memberikan pelayanan perbankan secara menyeluruh. Diharapkan, BRI dapat membiayai pula para pemasok, pengusaha kecil di sekitar lokasi pertambangan, milik BUMN-BUMN.

“Kami membidik juga pemasok, usaha-usaha kecil di sekitar pabrik, atau pertambangan yang tentu semuanya UMKM (usaha, mikro, kecil, dan menengah),” kata dia.

Gandeng Alfamart

Sementara itu, BRI menggandeng Alfamart untuk menyalurkan kredit waralaba bagi para investor Alfamart. Alfamart merupakan jaringan waralaba minimarket terbesar di Tanah Air dengan jumlah outlet sekitar dua ribu.

Pada kerja sama itu, BRI siap memberikan pinjaman kepada investor Alfamart (franchise) dalam bentuk pinjaman UMKM. ”Waralaba merupakan bisnis UMKM paling prospektif yang akan didanai secara serius oleh BRI,’’ kata Direktur UMKM BRI Sulaiman A Riyanto.

Dengan potensi kesuksesan hingga 90% dalam bisnis waralaba, BRI siap membiayai debitor atau calon investor Alfamart. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh direksi kedua perusahaan di Jakarta, kemarin.

Laba Indofood Melesat 125%


Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk mencatat kenaikan laba bersih hingga 125% menjadi Rp 827,45 miliar selama semester I-2008. Pada semester I-2007, laba bersih Indofood tercatat hanya 367,18 miliar.

Sementara core profit meningkat dari Rp 383,43 miliar menjadi Rp 842,29 miliar.

Penjualan bersih perseroan tercatat naik 53,8% menjadi Rp 18,92 triliun selama semester I-2008 dibandingkan Rp 12,30 triliun selema semester I-2007.

Kelompok usaha strategis Indofood yakni untuk divisi mie instan, penyedap makanan, makanan ringan serta nutrisi dan makanan khusus membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 30,3%.

Sementara grup Bogasari, Agribisnis dan distribusi mencatat pertumbuhan penjualan masing-masing 42,3%, 137,4% dan 28,5% selama semester I-2008.

Laba kotor meningkat 88,9% menjadi Rp 4,87 triliun, yang didukung oleh kenaikan penjualan seluruh lini usaha. Marjin laba kotor naik dari 21% menjadi 25,8%. Laba usaha tumbuh 159,4% menjadi Rp 2,58 triliun dan marjin laba usaha meningkat dari 8,1% menjadi 13,6%.

"Tingginya inflasi yang disebabkan meningkatnya harga komoditas dan BBM pada semester I-2008 mempengaruhi daya beli konsumen khususnya kelas menengah ke bawah. Ini mengakibatkan penurunan permintaan atas produk-produk konsumen bermerek di segmen ini," jelas Anthoni Salim, Presdir dan CEO Indofood dalam siaran persnya, Jumat

Mengunduh hasil integrasi bisnis Indofood


Bagi perusahaan yang memiliki ketergantungan pada komoditas perkebunan dan pertanian, penurunan harga komoditas dua sektor itu tentu akan membawa berkah.

Pun bagi produsen mi terbesar di dunia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Longsornya harga komoditas perkebunan dan pertanian akan memberi gairah baru menggenjot kinerja keuangan perseroan yang sebelumnya sempat dibayangi oleh tingginya harga CPO dan gandum.

Ya, penurunan harga komoditas tersebut bisa saja disebut berkah bagi Indofood. Pasalnya, perseroan sebelumnya mengambil skenario terburuk melalui konsolidasi bisnis di sektor hulu untuk meminimalisasi lonjakan harga pangan dunia.

Setelah keluarnya pengumuman mengenai kenaikan harga pangan dunia dari Asianomic Ltd mengenai ancaman kenaikan harga pangan dunia, emiten ini merespons isu tersebut dengan mengakuisisi PT London Sumatera senilai Rp5,7 triliun.

Hal ini dilakukan mengingat Indofood memenuhi hampir 70% minyak sawit mentah CPO melalui impor. Akuisisi itu memungkinkan perseroan meminimalisasi risiko akibat kenaikan harga CPO di pasaran internasional.

Tak hanya CPO, perusahaan milik Grup Salim ini juga masuk ke industri gula dengan membeli 60% saham di PT Laju Perdana Indah senilai Rp375 miliar.

Indofood menilai saat ini masih terdapat kekurangan pasokan gula di dalam negeri dan juga terjadi pengalihan penggunaan lahan dari tanaman untuk kebutuhan pangan menjadi tanaman untuk kebutuhan energi.

Langkah mengakuisisi beberapa perusahaan agribisnis itu ditempuh, setelah sebelumnya emiten ini hanya didukung oleh satu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan produksi mi, yaitu PT Bogasari Flour Mills.

Meski ancaman harga pangan yang melonjak berangsur mulai berlalu, CIMB-GK Securities mengapresiasi langkah Indofood yang berancang-ancang dengan skenario terburuk melalui berbagai akuisisi itu.

Dalam riset yang dipublikasikan 14 Agustus, analis bursa dari CIMB-GK Securities Erwan Teguh mengungkapkan akuisisi tersebut memungkinkan Indofood memiliki entitas sangat kuat untuk kesinambungan produksi perseroan.

Lewat akuisisi Lonsum, Indofood mampu mengamankan pasokan CPO. Kebutuhan tepung terigu bisa diamankan dari Bogasari. Sedangkan pasokan gula akan diamankan� lewat Laju Perdana.

"Namun yang juga perlu dilihat, turunnya harga komoditas pertanian dan perkebunan akan memberikan profitabilitas yang tinggi bagi Indofood," ujarnya.

Tak hanya berhenti di gula, Indofood sedang bernegosiasi untuk membeli saham perusahaan pengolahan susu PT Indolakto secara tidak langsung melalui pembelian 100% saham Drayton Pte yang menguasai 68,57% saham Indolakto.

Indolakto merupakan produsen berbagai jenis susu seperti merek Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Orchid Butter, dan es krim bermerek Indoeskrim.

Hingga akhir tahun, CIMB-GK Securities memperkirakan laba bersih yang bisa diraup perseroan mencapai Rp1,70 triliun, atau naik 73,4% dari tahun lalu sebesar Rp980 miliar.

Kenaikan itu berasal dari lonjakan pendapatan perseroan yang diproyeksikan oleh perusahaan sekuritas itu mencapai Rp41,13 triliun, atau naik 47,5% dari pendapatan yang dicatat selama 2007, yang mencapai Rp27,85 triliun.

"Dalam pandangan kami, membaiknya penjualan dari produk andalan Indofood, Indomie, akan memberikan dampak jangka panjang bagi perseroan.," tulis Erwan.

Penjualan melonjak

Indofood membukukan lonjakan penjualan bersih 53,8% pada semester I tahun ini menjadi Rp18,92 triliun dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu Rp12,30 triliun.

Dalam siaran pers kemarin disebutkan pertumbuhan penjualan terbesar berasal dari usaha Agribisnis sebesar 137,4%, disusul Grup Bogasari 42,3%, Grup Produk Konsumen Bermerek 30,3%, dan distribusi 28,5%.

Laba bersih Indofood pada semester I/2008 naik menjadi Rp827,45 miliar dibandingkan dengan laba pada periode yang sama tahun lalu Rp367,18 miliar.

CIMB-GK menilai kinerja Indofood outperform, dan menargetkan harga saham bisa mencapai Rp3.000 per saham. Dengan mengacu pada harga tersebut, rasio pendapatan per saham dibandingkan dengan harga per saham (price to earning ratio/ PE) bisa menyusut menjadi sebesar 11,7 kali selama tahun ini, dari tahun lalu 20,2 kali.

Harga saham emiten berkode INDF ini kemarin ditutup di posisi Rp2.090 per saham atau naik 6,63% dari penutupan hari sebelumnya, Rp1960 per saham. Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp19,73 triliun, dan PE sebesar 15,03 kali.

Di sisi finansial, rencana perseroan untuk kembali menerbitkan saham treasury sebanyak 251,8 juta saham juga membuka peluang bagi Indofood meraup dana segar Rp500 miliar.

Indosat genjot belanja modal jadi US$1,4 miliar


JAKARTA: PT Indosat Tbk menggenjot target belanja modal tahun ini menjadi US$1,4 miliar atau setara dengan Rp12,91 triliun dari sebelumnya US$1,2 miliar (Rp11,07 triliun), karena rekor pertambahan jumlah pelanggan baru.

Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam mengatakan jumlah pelanggan baru perseroan bertambah 8 juta atau tumbuh 62% menjadi 32,4 juta pada 30 Juni 2008.

Dengan pertumbuhan pelanggan yang pesat pada periode Januari-Juni, perseroan pun merevisi target pertambahan pelanggan baru menjadi 12 juta pada tahun ini. Target itu dua kali revisi dari sebelumnya delapan juta dan enam juta.

"Pertambahan pelanggan memberi keyakinan kami untuk meningkatkan target belanja modal menjadi US$1,4 miliar pada tahun ini," tuturnya kemarin.

Sebelumnya operator telekomunikasi terbesar kedua nasional itu menganggarkan belanja modal sebesar US$1,2 miliar atau setara dengan Rp11,07 triliun pada tahun ini. Nilai belanja itu menggunakan asumsi nilai tukar yang digunakan perseroan Rp9.225.

Menurut dia, belanja modal paling banyak dialokasikan untuk penambahan kapasitas dan pembangunan base transceiver station (BTS). Pada paruh pertama tahun ini, operator seluler terbesar kedua di Indonesia membangun sebanyak 1.304 BTS baru sehingga total BTS Indosat berjumlah 12.064 unit, yang tersebar di 428 kabupaten di seluruh Tanah Air. Indosat menargetkan dapat membangun sebanyak 3.000 BTS pada tahun ini.

Peningkatan jumlah pelanggan baru itu mendorong perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 25% pada semester I/2008 menjadi Rp1,05 triliun atau Rp155,5 per saham dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp845,1 miliar atau Rp194,3 per saham.

Pada saat yang sama, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha 14,9% dari Rp7,69 triliun menjadi Rp8,83 triliun. Kontribusi pendapatan usaha dari layanan seluler, data tetap (multimedia, komunikasi data, dan Internet), serta telepon tetap 75%, 15%, dan 10%.

Pendapatan seluler Indosat tumbuh 12% dari Rp5,90 triliun menjadi Rp6,61 triliun berkat adanya pertambahan pelanggan baru sebanyak delapan juta atau tumbuh 62% menjadi 32,4 juta.

Penawaran tender

Terkait penawaran tender saham Indosat oleh Qatar Telecom Q.S.C (Qtel), Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Erman Rajagukguk mengatakan tidak ada alasan yang mengharuskan Qtel berpegang pada daftar negatif investasi (DNI).

"Qtel bisa meningkatkan kepemilikan sahamnya di perusahaan telekomunikasi itu sampai di atas yang ditentukan oleh DNI," katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, kemarin.

Dia mengatakan hal itu menanggapi pro kontra pembatasan jumlah saham yang bisa dimiliki Qtel pada penawaran tender saham Indosat.

Menurut Erman, sesuai dengan Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, penjelasan pasal 2 menyebutkan DNI hanya berlaku bagi investasi langsung bukan untuk perusahaan terbuka yang merupakan portofolio investasi.

RUMOR PASAR Investor Daily 28 Agustus 2008


Saham Truba Menuju Rp 600
RENCANA PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) merevisi harga right issue sebesar Rp 600 akan mendorong harga TRUB ke level tersebut. Selain itu, kata sumber Investor Daily, rencana akuisisi perusahaan telekomunikasi dalam rangka diversifikasi usaha perseroan turut mendorong penguatan TRUB dalam waktu dekat. Pada perdagangan kemarin, TRUB ditutup terkoreksi Rp 10 (2%) ke posisi Rp 480.


Pakuwon Jajaki Private Placement
HARGA saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) akan diangkat menembus level Rp 700 dalam jangka pendek maupun menengah. Menurut sumber Investor Daily, perseroan berencana private placement di kisaran harga tersebut. Sebelumnya, perseroan melakukan roadshow ke mancanegara. Hal itu memicu investor asing membeli saham perseroan dalam jumlah besar. Pada perdagangan kemarin, PWON ditutup menguat Rp 15 (3,1%) ke level Rp 485.


Cermati Saham Kokoh Inti
HARGA saham PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) bakal diangkat kembali menuju harga perdananya di level Rp 170. Menurut sumber Investor Daily, pemodal asing melalui broker asing dan lokal sudah menyiapkan strategi untuk memborong KOIN. Selain itu, rencana perseroan mengakuisisi supermarket bahan bangunan juga bakal mendorong penguatan harga saham. Pada perdagangan kemarin, KOIN ditutup melemah Rp 5 (6,4%) ke level Rp 72.

Laba Permata tumbuh 40%


JAKARTA: PT Bank Permata Tbk membukukan laba bersih selama enam bulan pertama 2008 sebesar Rp277,5 miliar atau naik 40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp198,2 miliar.

Meningkatnya perolehan laba itu didorong oleh pertumbuhan kredit yang naik sebesar 26% dari sebelumnya Rp24,8 triliun menjadi Rp31,2 triliun.

Direktur Utama Bank Permata Stewart D. Hall mengatakan pertumbuhan laba perseroan pada semester pertama itu menunjukkan kualitas bisnis perseroan yang semakin baik yang terlihat dari peningkatan kredit yang disalurkan.

"Kami tidak saja berhasil meningkatkan laba, tetapi juga meningkatkan fungsi intermediasi bank dalam mendukung perekonomian serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit," jelasnya dalam siaran pers, kemarin.

Aset Bank Permata hingga Juni 2008 tumbuh 10,1% menjadi Rp43,1 triliun. selain itu dana pihak ketiga juga naik sebesar 11,9% dari sebelumnya Rp29,8 triliun menjadi Rp33,3 triliun.

Pemegang saham restui Hanson jual Primayudha


JAKARTA: Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Hanson International Tbk menyetujui penjualan 99% saham PT Primayudha Mandirijaya ke PT Bitratex Industries.

Hasil dari penjualan itu untuk melunasi utang Hanson senilai Rp215,9 miliar kepada Bank Mandiri yang terdiri dari utang pokok Rp46,1 miliar dan US$17,3 juta, ditambah dengan tunggakan bunga dan denda Rp10 miliar.

Direktur Hanson International Irwando Saragih mengatakan perseroan mendapatkan Rp361,2 juta dari Bitratex Industries. Sebagai kompensasinya, Bitratex melunasi utang Hanson ke Bank Mandiri.

"Nilai likuidasi perusahaan Hanson mencapai Rp216,87 miliar dan nilai pasarnya Rp433,75 miliar. Dengan utang yang akan dibayar ke Bank Mandiri lebih kecil dari nilai likuidasi, kami mendapat dana dari penjualan Primayudha," tuturnya.

Namun, dia tidak bersedia menyebutkan identitas Bitratex. "Yang jelas Bitratex adalah perusahaan investasi asing."
Masih terafiliasi

Salah seorang investor mengaku� tidak memperoleh penjelasan yang memuaskan dari jajaran direksi mengenai identitas Bitratex.

Dia menduga perusahaan yang membeli Primayudha masih terafiliasi dengan Hanson International.

Irwando juga mengatakan bahwa perseroan akan memperbesar kepemilikan di Hanson Energy, yang bergerak di bisnis perdagangan batu bara, hingga mencapai 99%.

Hanson International memiliki 10% saham produsen batu bara itu. Hanson International ingin memperbesar kepemilikan di Hanson Energy karena prospek batu bara yang dinilai masih menguntungkan.

"Kami juga baru saja meraih kontrak dari PLN sebesar Rp28 triliun dalam jangka waktu 20 tahun."

Untuk itu, Hanson International telah menunjuk PT BNI Securities untuk menangani aksi korporasi itu.

Padahal, BNI Securities semula terancam tidak ditunjuk menjadi konsultan akuisisi Hanson Energy, menyusul sanksi pembekuan sementara akibat kegagalan memasarkan saham perdana PT Wahana Artha Harsaka.

Sehingga, perseroan menyeleksi tiga perusahaan sekuritas sebagai konsultan akuisisi PT Hanson Energy, menyusul pembekuan BNI Securities yang semula telah menduduki posisi tersebut.

Grup Bakrie incar 25% saham Indosat


JAKARTA: Setelah niat Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) mengakuisisi 85,71% saham PT Indosat Tbk terbentur aturan daftar negatif investasi, Grup Bakrie berniat membeli 25% saham operator seluler terbesar kedua di Indonesia itu.

Pembelian saham Indosat bisa dilaksanakan melalui penawaran tender atau mengumpulkan saham dari pasar. Namun, sejauh ini belum ada kesepakatan secara internal di Grup Bakrie mengenai skema pembelian saham Indosat dan pembiayaannya.

Sumber Bisnis yang mendengar informasi itu mengatakan dengan bersinergi bersama Indosat, anak per- usahaan Grup Bakrie yang bergerak di telepon seluler berbasis code division multiple access (CDMA) yaitu PT Bakrie Telecom Tbk, bisa menjangkau area yang telah dilayani oleh Indosat.

"Belum ada kesepakatan mengenai pihak yang ditunjuk untuk membeli Indosat, apakah Bakrie Telecom, Bakrie & Brothers, dan perusahaan yang lain. Banyak alternatif yang bisa ditempuh," ujarnya kemarin.

Dia menilai akuisisi Indosat lebih menguntungkan bagi Grup Bakrie karena bisa masuk dua segmen telekomunikasi sekaligus yaitu global system for mobile communication (GSM) dan CDMA.

"Grup Bakrie membidik Indosat dengan pertimbangan bisa melakukan sinergi bisnis, misalnya penggunaan menara bersama. Namun, gan- jalan rencana itu adalah sumber pendanaan."

Menurut dia, saat ini Grup Bakrie masih mengkaji sumber pendanaan untuk membeli saham sebanyak 25% milik Indosat.

Manajemen Bakrie & Brothers menyatakan secara gamblang keinginannya membeli saham Indosat dalam. Hal itu terungkap dalam riset CIMB-GK Securities per 20 Agustus 2008. Laporan itu mengulas Corporate Day yang digelar oleh CIMB-GK di Bali pada 14-15 Agustus 2008

Bisnis meminta konfirmasi ke Pre-siden Direktur Bakrie Telecom Anindya Novyan Bakrie, tetapi telepon selulernya tidak bisa dihubungi.

Direktur Bakrie & Brothers Dileep Srivastava ketika dikonfirmasi tidak bersedia berkomentar mengenai rencana Grup Bakrie yang membidik 25% saham Indosat.

Memegang kunci

Satu bankir investasi lokal menambahkan Bakrie Telecom kini memegang kunci dari semua strategi terkait dengan akuisisi PT Mobile-8 Telecom Tbk, operator penyedia jasa layanan telepon Fren, dan rencana pembelian saham Indosat.

"Pembicaraan awal antara pemilik Fren dan Bakrie Telecom merupakan salah satu opsi konsolidasi antarope-rator CDMA di tengah ganasnya persaingan. Namun, masih ada opsi utama yang tengah digodok Grup Bakrie yakni akuisisi Indosat," ujarnya.

Menurut dia, opsi membeli saham operator seluler Mentari itu merupakan yang utama karena bisa memberikan nilai tambah sangat besar terhadap Bakrie Telecom dan Grup Bakrie secara menyeluruh. "Rencana akuisisi Fren merupakan opsi kedua yang dipertimbangkan Grup Bakrie jika gagal masuk Indosat, sehingga negosiasinya masih terlalu dini," tuturnya.

Grup Bakrie, ujarnya, kini menunggu keputusan Mahkamah Agung terkait dengan sengketa antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Singapore Technologies Telemedia.

"Begitu MA memenangkan KPPU, Altimo [perusahaan investasi dari Rusia], siap menjadi mitra Grup Bakrie untuk mengakuisisi saham Indosat," ujarnya.

Meski opsi akuisisi Mobile-8 merupakan strategi kedua Grup Bakrie, harga saham emiten berkode FREN kemarin langsung meroket sejak praperdagangan saham. Lonjakan harga saham Mobile-8 terjadi setelah bursa mencabut suspend saham itu kemarin.

Saham FREN melesat ke level Rp120 setelah naik Rp49 atau 69,01%. Saham emiten itu mencatat nilai transaksi sebesar Rp 50 miliar, atau melompat 100 kali lipat dibandingkan dengan nilai transaksi rata-rata hariannya. Akibatnya sistem perdagangan bursa pun menyetop dengan terpaksa perdagangan saham itu.

Dari sisi volume, ada sebanyak 440,8 juta saham FREN yang diperdagangkan. Harga saham FREN men-cetak level rekornya tahun ini di level Rp260 pada 2 Januari.

Berdasarkan harga penutupan kemarin, Mobile-8 tercatat memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp2,43 tri-liun.

Harga saham Bakrie Telecom kemarin ditutup di posisi Rp285 per saham, atau naik 1,79% dari penutupan hari sebelumnya Rp280. Apabila mengacu pada harga tersebut, kapitalisasi pasar mencapai Rp8,11 triliun, dan price to earning ratio (P/E) 36,62 kali.

Secara terpisah, Komisaris Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Tanri Abeng membantah kabar adanya rencana BUMN itu membeli saham BTEL.

Telkomsel meraih izin remittance BI


JAKARTA: PT Telkomsel berhasil meraih izin khusus dari Bank Indonesia sebagai perusahaan jasa pengiriman uang, sehingga operator tersebut sudah dapat menggelar layanan jasa pengiriman uang (remittance) tenaga kerja Indonesia (TKI).

Kiskenda Suriahardja, Dirut PT Telkomsel, menuturkan pihaknya telah mendapatkan izin dari BI untuk memberikan layanan remittance.

"Izin ini kami dapat Agustus ini dan Insya Allah akan dapat digunakan segera," ujarnya seusai peluncuran Telkomsel Siaga kemarin.

Menurut dia, proses mendapatkan izin tersebut membutuhkan waktu dan melalui tahapan uji tuntas.

"Izin ini tidak semudah izin mendapatkan lisensi untuk alat pembayaran menggunakan kartu [APMK]. Kini yang jelas di mobile wallet T-Cash sudah dapat untuk remittance maupun untuk transaksi pembayaran," paparnya.

Telkomsel telah menggandeng Bank BNI dalam merancang program mobile wallet untuk memberikan solusi remittance (pengiriman uang) secara mudah dari para tenaga kerja Indonesia di Hong Kong ke Indonesia.

Selain menggandeng BNI, Telkomsel bekerja sama dengan operator seluler terkemuka di Hong Kong yaitu CSL dan Shinetown Mobile dalam layanan Simpati Kangen.

Pengiriman uang ke kampung halaman nantinya dapat dilakukan lebih mudah, murah dan cepat. TKI cukup menyimpan uangnya di BNI Hong Kong, kemudian untuk mengirimkannya cukup dengan short message service (SMS).

Adapun penerima kiriman dalam melakukan pengambilan dana (cash out) di kantor cabang dan ATM BNI di daerah masing-masing. Penerima kiriman SMS T-Cash juga dapat menguangkan fasilitas elektronik tersebut di seluruh merchant T-Cash yang sudah berjalan saat ini yaitu di Indomaret dan Fuji Image Plaza.

Telkomsel Siaga

Dalam peluncuran Telkomsel Siaga ke-12 untuk mengantisipasi trafik selama puasa dan Lebaran, kemarin manajemen Telkomsel menyatakan telah menyetel jaringannya sesuai dengan pola pemakaian dan pola pemudik.

Kiskenda mengatakan pihaknya telah meningkatkan kapasitas pengiriman layanan pesan singkat (SMS) tiga kali lipat menjadi 43.000 SMS per detik dari sekitar 16.000 SMS per detik pada kondisi normal.

"Konfigurasi jaringan sudah kami set akan match dengan perilaku pemudik," ujarnya.

Dia berpendapat pola komunikasi akan berubah seiring dengan penurunan tarif SMS yang semakin kompetitif terhadap tarif percakapan.

Secara total kapasitas infrastruktur jaringan terintegrasi (integrated network) operator tersebut dipatok dapat menangani kebutuhan 65 juta pengguna. Adapun saat ini Telkomsel telah menjaring 58 juta pengguna seluler.

Dia menjelaskan biasanya trafik di Jawa Tengah yang merupakan basis pemudik mempunyai porsi terbesar, diikuti Jawat Barat dan Jawa Timur.

Operator itu menyatakan siap membuka pelayanan seperti Posko Telkomsel Siaga di 55 titik di sepanjang jalur mudik di Jawa dan Sumatra. Telkomsel akan bekerja sama dengan sekitar 200 mitra, mulai dari Kepolisian, Dinas Perhubungan, asuransi, agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil, media televisi hingga mitra penyedia konten layanan seluler.

Harga minyak stabil pada US$118,26


NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah tidak banyak berubah di New York meski muncul spekulasi dampak badai tropis Gustav bakal lebih dahsyat sejak Katrina yang kini tengah menuju ke anjungan lepas pantai di Teluk Meksiko.

Gustav kemungkinan menjadi akan bencana yang paling destructive dibandingan dengan rivalnya, Rita dan Katrina. Dua badai sebelumnya memaksa kilang dan anjungan minyak di Teluk tutup dan membawa harga minyak melambung mencapai rekor. National Hurricane Center melaporkan Gustav berkekuatan sekitar 50 mil atau 85 km per jam.

"Ramalan cuaca menyebutkan Gustav tengah menuju Louisiana, dan itu berita buruk," kata Peter Beutel, president of energy consultant Cameron Hanover Inc, New Canaan, Connecticut.

Minyak mentah untuk pengiriman Oktober naik US$0,11 menjadi US$118,26 per barel pada 8.44 a.m. waktu Sydney di New York Mercantile Exchange. Jika dibandingkan tahun lalu harga naik 65%. Untuk bursa berjangka turun 20% sejak menyentuh rekor US$147,27 per barel 11 Juli. Kemarin, minyak naik US$1,88 atau 1,6% menjadi US$118,15.

Gas alam untuk pengiriman Oktober turun US$0,02 menjadi US$8,588 per million British thermal unit setelah naik 2,6% menjadi US$8,608 per million British thermal unit di New York, kemarin.

Hanson jual aset ke Bitratex


JAKARTA: PT Bitratex Industries membeli 99,99% saham PT Hanson Internasional Tbk di PT Primayudha Mandirijaya senilai Rp361,20 juta.

Sekretaris Perusahaan Hanson Rony Agung Suseno dalam keterbukaan informai ke bursa memaparkan seiring dengan pembelian tersebut, Bitratex akan melunasi utang Primayudha di PT Bank Mandiri Tbk senilai Rp215,92 miliar.

Transaksi ini akan dimintakan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa� yang akan digelar hari ini. Penyelesaian transaksi ini direncanakan berlangsung pada 30 September.

Primayudha mendapatkan keringanan berupa potongan pembayaran bunga dan penghapusan denda dari Bank Mandiri. Sehingga, transaksi ini membuat neraca keuangan Hanson Internasional berkurang jumlah utangnya.

Saham Fren Beredar Lagi


Jakarta - Saham PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) akhirnya bisa beredar lagi di lantai bursa setelah otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi perdagangan sahamnya.

Bursa memutuskan untuk melakukan pencabutan penghentian sementara saham FREN di seluruh pasar pada 27 Agustus 2008 setelah disuspensi satu hari pada Selasa kemarin (26/8/2008).

BEI mencabut suspensi tersebut setelah mendapat penjelasan dari Direktur PT Mobile-8 Telecom Tbk, Anthony C Kartawira. Dalam penjelasan tersebut, manajemen meminta, BEI mencabut suspensi saham Fren karena menilai pemberitaan bahwa pemilik Fren, Hary Tanoe menjual sahamnya ke Bakrie Telecom tidak benar.

"Perseroan memastikan tidak ada informasi soal itu," kata Anthony.

Sebelumnya, BEI melakukan suspensi terhadap saham perusahaan Hary Tanoe itu karena terkait kabar penjualan saham PT Mobile-8 Telecom Tbk oleh PT Global Mediacom Tbk sebesar 15,8% atau 3,19 miliar seharga Rp 143 per saham.

Dikabarkan saham Fren yang dijual oleh Global Mediacom telah dibeli oleh PT Bakrie Telecom Tbk yang merupakan operator telepon CDMA, Esia.

Harga saham FREN terakhir sebelum disuspensi pada Senin kemarin (25/8/2008) ada di level Rp 71 per saham.

BCA Berhasil Jual Rp 469,5 Miliar, Lima Bank Siap Pasarkan ORI Rp 3,3 Triliun


JAKARTA, Investor Daily
Sebanyak lima bank nasional menargetkan pemasaran obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 005 senilai Rp 4 triliun atau 64,52% dari target Rp 6,2 triliun.

Kelima bank tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank NISP Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Wakil Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, per 25 Agustus, pihaknya berhasil menjual ORI sebesar Rp 469,5 miliar dari target Rp 700 miliar.

Sementara itu, Senior Vice President Group Head Wealth Management Bank Mandiri Heri Gunardi mengaku, pihaknya menargetkan penjualan ORI terbesar di antara 17 agen penjual lainnya.

“Kami menargetkan menjadi agen penjualan ORI terbanyak,” kata dia kepada Investor Daily, di Jakarta, pekan lalu.

Tahun lalu, Mandiri berhasil menguasai penjualan ORI-004 sebesar 17,8% atau Rp 2,3 triliun dari pangsa pasar nasional Rp 13,46 triliun.

Namun, untuk pemasaran ORI-005, Bank Mandiri belum mempunyai target penyerapan. Hanya saja, penjualan untuk tahun ini ditargetkan tidak berbeda jauh dengan tahun lalu.

Sementara itu, Direktur BNI Suwoko Singoastro menargetkan penjualan sebesar Rp 850 miliar. Perseroan optimistis target ini dapat tercapai dan terlampaui.

“Berdasarkan pengalaman penjualan ORI lalu, BNI berhasil menjual ORI Seri 004 sebesar Rp 1,3 triliun dari kuota sebesar Rp 1 triliun,” kata Suwoko.

Manajemen Bank NISP juga menargetkan penjualan ORI sebesar Rp 400 miliar. Menurut Direktur Bank NISP Rudi Hamdani, pihaknya sejauh ini tidak mengkhawatirkan peralihan dana deposito akibat kupon obligasi lebih tinggi, yakni sebesar 11,45% berbanding bunga deposito 7-8%.

Hal yang sama juga diutarakan manajemen BRI yang mengincar penjualan ORI sekitar Rp 108 miliar. “Bisnis wealth management kami baru dibentuk, jadi belum bisa banyak-banyak target penjualannya,” kata Sekretaris Perusahaan Hartono Sukirman.

Untuk memasarkan ORI kali ini, pemerintah telah menunjuk 18 agen penjualan, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Bank Permata, Bank Lippo, Bank Panin, Bank Danamon, BII, Bank Mega, Bank Bukopin, Bank NISP, Citibank, Bank Niaga, HSBC, Trimegah Securities, Danareksa Sekuritas, dan Reliance Securities.

Tingkat bunga yang ditawarkan adalah 11,45% dan bakal jatuh tempo pada 15 September 2013. Penawaran berlangsung dari 19-29 Agustus 2008. Jumlah pemesanan minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 3 miliar. Sedangkan pembayaran bunga dilakukan pertanggal 15 setiap bulan.

Tak Menarik

Terkait besaran suku bunga ORI tersebut, Ekonom Tony Prasetiantono mengatakan, tingkat bunga ORI-005 sebesar 11,45% tidak menarik, karena di bawah laju inflasi yang sudah mencapai 11,9%. “Pemerintah mungkin tidak ingin cari dana yang besar, karena defisit diperkirakan berkurang seiring penurunan harga minyak,” ujar dia.

Meski dinilai bunganya tidak menarik, Tony tetap melihat dalam jangka panjang, investasi di obligasi ritel tetap dapat memberikan keuntungan. “Tapi yang berpikir jangka panjang sedikit, lebih banyak membandingkan dengan kondisi sekarang,” kata Tony.

Akuisisi 68,57% Saham Indolakto, Indofood Masuki Bisnis Susu


JAKARTA, Investor Daily
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) segera merambah bisnis susu melalui akuisisi 68,57% saham PT Indolakto. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat merek-merek terkenal produk makanan dan minuman perseroan.

Indofood membeli saham Indolakto dari Drayton Pte Limited, anak usaha Pastilla Investment Limited. Kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman yang tidak mengikat (non-binding) pada 21 Agustus 2008. Terkait rencana akuisisi itu, Indofood yang juga produsen mi terbesar di dunia sedang melakukan due diligence.

Indolakto merupakan salah satu penghasil susu cair dan bubuk terbesar di Indonesia. Beberapa merek terkenal meliputi Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, dan Indoeskrim.

Wapresdir Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang mengatakan, akuisisi tersebut menjadikan perseroan pertama kali untuk memasuki bisnis susu. Namun, dia tidak bersedia menjelaskan finalisasi pengambilalihan 100% saham Drayton di Indolakto. “Kami berharap, akuisisi rampung secepatnya, tapi belum dapat dipastikan waktunya. Jadi, kami mengikuti MoU saja,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (25/8).

Dia juga enggan menyebutkan nilai akuisisi saham Drayton. Sebab, langkah tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan pemegang saham.

Dalam penjelasan tertulisnya kepada otoritas bursa dan pasar modal, kemarin, Sekretaris Perusahaan Indofood Sukses Makmur Werianty Setiawan mengatakan, investasi pada industri susu merupakan rencana yang cukup atraktif. Soalnya, konsumsi susu per kapita di Indonesia tergolong rendah dibandingkan negara-negara tetangga. Dengan demikian, lanjut dia, dalam lima tahun terakhir konsumsi susu domestik terus meningkat seiring kesadaran akan manfaat minum susu semakin bertambah.

“Indofood telah mengenal produk-produk Indolakto. Karena dalam beberapa tahun terakhir, melalui anak perseroan, kami sudah mendistribusikan sebagian besar produknya. Akuisisi diharapkan semakin memperkuat produk-produk makanan dan minuman Grup Indofood, termasuk mendukung pertumbuhan kinerja keuangan ke depan,” tandas dia.

Nilai Tambah

Dihubungi terpisah, pengamat pasar modal Edwin Sinaga menilai, akuisisi Indolakto akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan. Pasalnya, aksi korporasi tersebut dapat juga memberikan nilai tambah bagi Indofood, termasuk potensi kenaikan harga sahamnya.

“Ini memberi nilai tambah melalui akuisisi perusahaan yang sehat. Apalagi, Indolakto memiliki bisnis yang berjalan baik dan telah menguasai pangsa pasar susu cair dan bubuk,” jelas dia.

Menurut Edwin, akuisisi ini seharusnya dapat mendongkrak harga saham Indofood. Sayangnya, nilai akuisisi belum diumumkan. Sebab, pelaku pasar belum mengetahui apakah nilai akuisisi termasuk wajar atau tidak. Selain itu, sumber pendanaan belum diketahui. Dengan begitu, dia sulit memprediksi kenaikan harga saham INDF pascaakuisisi Indolakto.

Sementara itu, pada perdagangan kemarin, harga saham INDF ditutup terkoreksi Rp 20 ke level Rp 1.960 per unit. Nilai transaksi mencapai Rp 6,18 miliar.

Sebelumnya, Indofood lewat anak usahanya, Indofood Agri Resources Limited (Indoagri), menekuni lagi bisnis perkebunan tebu dan gula di Indonesia. Ekspansi tersebut ditempuh dengan cara mengambil alih 60% saham PT Laju Indah Perkasa. Nilai akuisisi mencapai Rp 375 miliar.

Laju Perdana Indah mengelola kebun tebu seluas 37,500 hektare (ha) di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumsel dan pabrik gula di Kabupaten Pati, Jateng. Hingga akhir Maret 2008, 7,3% dari total lahan sudah ditanami kebun tebu. Pemegang saham lain perseroan adalah keluarga Samsuddin.

Indogari memprediksi, bisnis gula di Indonesia masih menggiurkan seiring tingginya permintaan. Konsumsi per kapita 2005 tercatat 15,93 kilogram dan naik menjadi 16,18 kilogram tahun 2006. Untuk memenuhi tingginya permintaan, Indoagri berniat meningkatkan kapasitas produksi menjadi 8.000 ton tebu per hari pada akhir 2010. Luas lahan kebun tebu juga akan diperluas menjadi 18.600 ha pada 2011.

Total nilai investasi kebun tebu dan pabrik gula di Sumsel mencapai US$ 118 juta. Renovasi pabrik gula di Pati menelan dana US$ 10 juta. Pabrik diharapkan siap beroperasi pada pertengahan 2008 dengan kapasitas produksi 3.000 ton tebu per hari. Perseroan mengalokasikan dana senilai Rp 1,56 triliun. Jika digabung dengan ekspansi pabrik gula dan perkebunan kelapa sawit, Grup Salim bakal menginvestasikan Rp 2,8 triliun sampai akhir tahun.

Salim lewat induk usahanya, First Pacific Holding Limited yang tercatat di bursa Hong Kong, juga gencar mengambil alih sejumlah perusahaan di Filipina, antara lain operator ruas tol, rumah sakit, dan air bersih. Bahkan total investasi di negara tersebut melampaui nilai investasi di Indonesia. Salim kini merajai bisnis telekomunikasi, jalan ton, dan air bersih.

Pemilik Fren dan Esia negosiasi jual beli saham


JAKARTA: Manajemen PT Global Mediacom Tbk menyatakan terjadi pembicaraan mengenai rencana jual beli saham antara pemegang saham PT Mobile-8 Telecom Tbk dan pemilik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), operator Esia.

"Kalau memang dari pembicaraan itu menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan, kenapa tidak. Apakah yang dipilih adalah merger atau penjualan kami tidak mengetahui keputusannya karena Pak Hary [CEO Global Mediacom Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo] yang mengetahui hal itu," ujar Sekretaris Perusahaan Global Mediacom Gilang Iskandar kepada Bisnis kemarin.

Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik menambahkan rencana penjualan saham itu kemungkinan dibahas di level pemegang saham.

"Yang kami sampaikan kepada Bursa Efek Indonesia adalah dari sisi formalnya, karena rencana itu belum dibahas. Namun, kemungkinan hal itu dibahas di level pemegang saham," ujarnya.

Pemegang saham emiten� penyedia jasa telepon Fren per 31 Juli 2008 adalah Global Mediacom sebanyak total 66,81% saham dan Qualcomm Incorporated 5,01%. Selebihnya 28,18% dipegang oleh publik dengan kepemilikan kurang dari 5%.

Sementara itu, PT Media Nusantara Citra Tbk hadir dalam Indonesia Investor Conference 2008 yang diselenggarakan oleh Citigroup� kemarin. Pertemuan itu dihadiri oleh 44 emiten dan manajer investasi asing dan lokal itu.

Presiden Grup dan CEO Global Mediacom Hary� yang juga Bos Media Nusantara Citra pun hadir dalam pertemuan itu. Namun, dia belum bersedia menjelaskan secara detail rencana penjualan Mobile-8. "Maaf, saya sedang� roadshow."

Hary juga tidak mengatakan apakah roadshow itu terkait dengan penjelasan kinerja semester II Mobile-8 atau� membahas rencana divestasi.

Sumber Bisnis menuturkan� Hary Tanoe dan rombongannya banyak menerima pertanyaan dari manajer investasi mengenai rencana itu.

�"Jadi, intinya adalah meski Bakrie Telecom merupakan investor yang dinilai paling strategis, tetapi tampaknya masih ada kemungkinan bagi investor strategis lainnya. Siapa tahu bisa mendapat nilai yang lebih tinggi dari Bakrie Telecom," ujar sumber itu.

Cabut suspend

BEI berencana mencabut suspend perdagangan saham emiten berkode FREN hari ini.� "Bursa mencabut penghentian sementara perdagangan efek Mobile-8 di seluruh pasar pada 27 Agustus 2008," ungkap Kepala Divisi Perdagangan Saham Supandi dalam keterbukaan informasinya, kemarin.

Harga saham BTEL� kemarin ditutup pada level Rp280 atau naik 7,69% dibandingkan dengan penutupan perdagangan 25 Agustus 2008, yaitu Rp260.

Heru Sutadi, Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, mengisyaratkan rencana penerbitan peraturan menteri akan mengatur merger operator� telekomunikasi.

Dia memprediksi dengan kompetisi pasar yang semakin ketat dan lebarnya kesenjangan antara operator existing,� langkah merger maupun akuisisi tidak mungkin dihindari.

Wika diminta tak setop konstruksi tol Sumo


JAKARTA: PT Wijaya Karya (Wika) Tbk selaku kontraktor proyek tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) diminta tidak menghentikan pekerjaan proyek itu meskipun ada rencana pengalihan saham di PT Marga Nujyasumo Agung, pemilik konsesi jalan bebas hambatan itu.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan rencana akuisisi saham PT Marga Nujyasumo Agung oleh PT Jasa Marga seharusnya tidak menganggu proses konstruksi.

"Harusnya pekerjaan tidak berhenti, karena siapapun pemenangnya, kontraktornya tetap Wika. Akuisisi saham juga tidak akan mengubah nilai kontrak, proyeknya harus tetap berjalan," katanya di Jakarta, kemarin.

Menanggapi permintaan Menteri PU, Direktur Operasional I Wijaka Karya Budiharto mengatakan penghentian pekerjaan bukan disebabkan adanya proses akuisisi saham, melainkan belum adanya perkembangan pembebasan tanah pada proyek itu.

"Konstruksi bisa dilanjutkan jika pembebasan lahan bertambah. Kami akan meneruskan pekerjaan lagi setelah ada tambahan pembebasan tanah," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Proyek pekerjaan seksi IA tol Surabaya-Mojokerto terhenti sejak dua bulan lalu karena PT Marga Nujyasumo Agung kesulitan pendanaan. Padahal dalam perjanjian seharusnya seksi pertama itu beroperasi pada Juli lalu.

Berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), proyek itu dipegang oleh PT Marga Nujyasumo Agung yang dimiliki oleh PT Moeladi sebesar 36,5%, PT Jasa Marga Tbk 16%, PT Dressa Cipta 20%, PT Kaliurang Daya Cipta 15%, dan PT Induco Matra 12,5%.

PT Marga Nujyasumo Agung kemudian berencana melepas sebagian sahamnya untuk mengejar target pekerjaan tol sepanjang 37 kilometer itu agar bisa beroperasi awal 2010.

PT Wika yang menjadi kontraktor proyek itu, lalu menyatakan minatnya untuk mengambil alih saham proyek tol Surabaya-Mojokerto itu hingga 51%.

BUMN lainnya, Jasa Marga juga berencana memperbesar porsi sahamnya menjadi 55% dan sudah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Marga Nujyasumo Agung.

Djoko mengatakan sudah meminta keterangan dari investor tol Sumo yang dihadiri oleh Jasa Marga, Marga Nujyasumo Agung dan perwakilan dari Wika.

Proses uji tuntas

Menteri PU mengatakan kepastian penjualan saham dari Marga Nujyasumo Agung akan ditentukan proses uji tuntas (due diligence) oleh Jasa Marga selama satu bulan.

"Jika Jasa Marga yang menang, semuanya [empat investor lain] harus dukung [Jasa Marga]. Sampai sekarang belum bisa diputuskan [pemegang konsesi baru] karena masih tunggu proses due diligence," katanya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung mengatakan konstruksi jalan tol di Sumo terhenti sekitar dua bulan lalu. Proses akuisi saham atau penjualan saham sebaiknya tidak mengganggu proses konstruksi.

Dirut Wika Bintang Perbowo mengatakan pekerjaan konstruksi dihentikan sementara karena proses pembebasan tanah oleh panitia pembebasan tanah yang terdiri dari Departemen PU, investor, dan dinas setempat belum rampung.

"Proses konstruksi baru sekitar 5% sampai 6%. Dari dana Rp1,8 triliun untuk konstruksi, kami baru terima Rp107 miliar. Prosesnya belum bisa dilanjutkan jika dana tidak ada dan pembebasan tanah belum selesai," katanya.

Bintang mengatakan siapapun investor baru yang akan menggarap proyek itu, Wika tetap akan melanjutkan proses konstruksi untuk mengejar target beroperasi pada awal 2010.

Dirut Jasa Marga Frans Satyaki Sunito mengatakan akan mengurus jika transaksi pembelian saham dari MNA selesai setelah uji tuntas.

"Proses konstruksi akan dilanjutkan setelah due diligence," katanya akhir pekan lalu.

Ruas tol Sumo merupakan bagian dari proyek tol trans-Jawa. Lahan yang dibutuhkan sekitar 703 hektare. Tol ini akan melewati 32 desa dan sembilan kecamatan di empat kota/ kabupaten. Proses pembangunan dibagi menjadi empat seksi dan sampai saat ini sudah masuk tahap konstruksi di seksi I.

Seksi I melewati Waru-Western Ring Road (6,60 km), seksi II mulai Eastern Ring Road-Driyorejo (5,30 km), seksi III dari Driyorejo-Krian (6,10 km), dan seksi IV sepanjang 18,55 km mulai dari Krian menuju Mojokerto.

Ruas Surabaya-Mojokerto ini memerlukan investasi senilai Rp2,23 triliun. Tiga bank yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Bukopin Tbk telah berkomitmen kredit sebesar Rp1,52 triliun pada MNA.

Harga Minyak Terus Turun


New York, (ANTARA News) - Harga minyak dunia kembali turun menyusul kekhawatiran dunia tentang bakal berkurangnya permintaan akibat melonjaknya ongkos bahan bakar yang dinilai terlalu memberatkan konsumen dan kemungkinan menurunnya pasokan akibat badai tropis di Karibia.

Awal pekan ini harga minyak menyentuh 114,25 dolar AS per barel atau 34 sen lebih rendah dibanding penutupan Jumat yang turun 5,4 persen atau penurunan terbesar dalam sehari sejak 27 Desember 2007.

Harga Minyak Brent Laut Utara yang menjadi patokan dunia turun 31 sen menjadi 113,61 dolar per barel.

Harga minyak dunia merosot setelah mencapai rekor tertinggi 147 dolar pada 11 Juli 2008 karena AS dan negara-negara konsumen minyak lainnya mengkhawatirkan lonjakan harga akan menurunkan permintaan.

Pusat Badai Nasional AS memperkirakan, dua dari enam badai sedang bergerak menuju baratlaut Teluk Meksiko, padahal kawasan ini adalah pusat produksi minyak dan gas AS. Empat badai lainnya bergerak menuju Belize atau Semenanjung Yucatan.

Kekhawatiran pada badai ini juga menjadi faktor pemicu menguatnya kurs dolar AS di awal sesi perdagangan Senin. Sebelum ini, investor mengalihkan portofolio ke komoditas (diantaranya minyak) untuk mengantisipasi dampak inflasi dan depresiasi dolar AS.

"Apresiasi dolar AS seharusnya membuat harga minyak mentah turun banyak, ironisnya kekhawatiran bakal datangnya badai di Laut karibialah yang justru membuat harga miyak turun," kata Phil Flynn dari Alaron Trading, Chicago.

Selain badai di Karibia, hubungan tegang Barat dan Rusia gara-gara Georgia dan rencana negara-negara pengekspor minyak (OPEC) untuk bertemu pada 9 September 2008 dengan agenda memangkas produksi, juga menjadi pemicu turunnya harga minyak kali ini.

Rusia yang mulai menarik pasukannya dari Georgia pekan lalu mengatakan, tentaranya akan berpatroli di pelabuhan Georgia di Laut Hitam. Manuver ini seolah menantang desakan Barat agar Rusia menarik semua kekuatan militernya di Georgia.

DPR Rusia (Duma) bahkan telah meminta Kremlin mengakui kemerdekaan dua kawasan yang sedang memberontak terhadap Georgia. Alhasil, hubungan Rusia-Barat kian memburuk.

Sementara itu, menteri perminyakan Iran memperkirakan, OPEC tengah mempersiapkan skenario turunnya harga minyak dengan mengkaji kembali kelebihan pasokan pada pertemuan 9 September di Wina, Austria.

Salah satu anggota OPEC, Venezuela, juga telah mengisyaratkan untuk membahas pemangkasan produksi minyak pada dalam pertemuan Wina jika harga minyak cenderung terus turun.

Namun, sumber-sumber di OPEC justru menyebutkan organisasi ini lebih suka mempertahankan kebijakan tidak mengubah kuota produksi.

Sebaliknya, sebuah konsultan industri logistik perminyakan di New York percaya bahwa OPEC yang memasok dua pertiga kebutuhan minyak dunia itu akan meningkatkan produksinya Agustus ini.

BCA beli kembali 1,32 juta saham


JAKARTA: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah membeli kembali (buy back) sebanyak 1,32 juta sahamnya sebagai kelanjutan dari proses pembelian kembali saham perseroan hingga maksimal 10% dari total yang diterbitkan perseroan.

Corporate Secretary Raymon Yonanto dan Corporate Relations Elizabeth Siagian mengatakan pihaknya telah membeli kembali sahamnya pada 21 Agustus di harga Rp2.975 per saham atau bernilai total Rp3,94 miliar.

"Transaksi dilakukan antara 30 menit sesudah pembukaan dan 30 menit sebelum penutupan perdagangan," paparnya dalam keterbukaan informasi kemarin.

Broker pelaksana transaksi buy back ini adalah PT Trimegah Securities Tbk.� BCA telah membeli kembali 181,02 juta saham dari jumlah maksimal 246,55 juta.

Laba bersih PGN melejit


JAKARTA: Laba bersih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sepanjang semester I tahun ini naik 45% menjadi Rp1,45 triliun dari periode yang sama tahun lalu, Rp1 triliun.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusuf menyebutkan kenaikan laba tersebut disebabkan peningkatan pendapatan perseroan sebesar 51% menjadi Rp5,83 triliun dari sebelumnya Rp3,85 triliun.

"Laba usaha perseroan membukukan angka Rp2,30 triliun, atau naik 65% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,4 triliun," ujarnya tadi malam.

Penjualan perseroan selama semester I tahun ini mencapai 551,3 juta kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/MMscfd), naik 42,4% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 389,2 MMscfd.

Adhi Karya pangkas target laba 10%


AKARTA: PT Adhi Karya Tbk memangkas target pendapatan dan laba bersih sebesar 10% tahun ini menjadi Rp6,03 triliun dan Rp153 miliar dibandingkan dengan target semula.

Pada awal tahun ini, BUMN konstruksi itu mematok pendapatan Rp6,7 triliun dan laba bersih Rp170 miliar.

Direktur Keuangan Adhi Karya Indradjaja Manopol menjelaskan revisi target itu dilakukan perseroan karena perolehan laba bersih selama semester I anjlok 75% menjadi Rp10,38 miliar, jauh di bawah perolehan laba pada periode yang sama tahun lalu Rp40,42 miliar.

Perseroan, ujarnya, berupaya menggenjot perolehan laba bersih pada semester II karena ada beberapa proyek infrastruktur besar yang telah diraih.

"Sejauh ini kami memproyeksikan penurunan laba bersih dan pendapatan 10%. Kami menargetkan bisa mencapai laba bersih di atas Rp100 miliar karena baru saja memperoleh proyek pengerjaan tiga ruas jalan tol trans Jawa senilai Rp2 triliun," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Menurut dia, perolehan proyek jalan tol itu mampu menopang perolehan laba bersih perseroan selama 2008 yang sempat anjlok pada semester I. Selain jalan tol, Adhi Karya juga mengincar beberapa proyek infrastruktur lainnya, sehingga perolehan kontrak bisa mencapai yang ditargetkan perseroan, sebesar Rp8 triliun.

Perseroan akan memutuskan secara resmi mengenai revisi target 2008 pada Oktober. Hal ini ditempuh mengingat manajemen akan mengkaji kinerja keuangan selama kuartal III, sebelum revisi target diputuskan.

"Setelah Lebaran [Oktober] kami akan memutuskan revisi kinerja keuangan yang sebelumnya telah ditargetkan di RKAP [rencana kerja anggaran perusahaan]. Kami masih terus memantau kinerja keuangan kami," tuturnya.

Terkait dengan pengerjaan monorel, Indradjaja menjelaskan Adhi tengah menjajaki untuk menggandeng investor baru guna melanjutkan proyek tersebut.� "Jika berdasarkan kajian melepas kepemilikan di Jakarta Monorel lebih menguntungkan, hal itu akan dilakukan sesuai dengan prosedur," tuturnya.

Proyek monorel membutuhkan US$484 juta. Dari jumlah itu, US$144 berupa ekuitas yang akan dipenuhi dari internal pemegang saham. Menurut Indra, saat ini dana ekuitas baru terkumpul US$20 juta.

Rights issue

Beberapa waktu lalu Adhi Karya telah memperoleh restu untuk menggelar rights issue guna meraup dana sebesar Rp600 miliar. Agar aksi korporasi itu berjalan, DPR meminta agar pemerintah menyerap saham yang dilepas perseroan, sehingga kepemilikan pemerintah di Adhi tetap mayoritas.

Sekretaris Meneg BUMN M. Said Didu mengatakan pemerintah akan menjajaki mekanisme rights issue Adhi Karya melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Harga saham Adhi kemarin ditutup stagnan pada level Rp400 dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu.

"Nantinya PPA yang melaksanakan haknya dalam rights issue Adhi Karya. PPA bertindak sebagai wakil pemerintah sebagai pemegang saham," katanya.

Maybank minta penerbitan kembali izin akuisisi BII


JAKARTA: Malayan Banking Bhd, investor yang hendak mengambil alih saham PT Bank Internasional Indonesia senilai US$2,7� miliar meminta Bank Negara Malaysia menerbitkan kembali izin akuisisi.

Peryataan itu diungkapkan oleh Chief Financial Officer Maybank Abdul Wahid Omar kepada wartawan di Kuala Lumpur sebagaimana dikutip Bloomberg, kemarin. �

Maybank, yang disebut sebagai bank terbesar di Malaysia juga tengah berbicara dengan berbagai pihak di Indonesia dan perusahaan induk Singapura Temasek Holding Pte Ltd yang telah setuju melepas sahamnya di BII.

Pada perkembangan terpisah, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta Maybank segera melaporkan opsi jalan keluar bagi akuisisi BII kepada otoritas pasar modal.

Dia menegaskan otoritas pasar modal menggariskan agar Maybank segera mencari jalan keluar bagi akuisisi tersebut dan bukan otoritas pasar modal yang menyusun pengecualian bagi Maybank.

Bapepam-LK tidak membuat pengecualian atas Peraturan Bapepam-LK No. IX. H. 1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, meski peraturan itu memungkinkan adanya pengecualian terhadap lamanya pelepasan kembali 20% saham ke pasar setelah penawaran tender.

"Mereka yang menentukan akan terus atau tidak. Kalau kami sudah jelas dengan posisi kami. Kami harap mereka menyesuaikan dengan peraturan Bapepam-LK. Kami menunggu opsi pilihan jalan keluar untuk melanjutkan akuisisi itu," ujarnya, kepada Bisnis, kemarin.

Dia juga mengatakan manajemen Maybank berencana bertemu kembali dengan Bapepam-LK dalam waktu dekat, tetapi dia belum mengetahui kepastian waktu pertemuan itu.

"Kami tunggu saja kejelasan dari mereka, toh sebentar lagi," tandas Fuad.

Rencana akuisisi Maybank terhadap BII kembali mentah setelah Bank Negara Malaysia mencabut izin akuisisi yang sejak awal telah diberikan. Bank sentral Malaysia itu menganggap akuisisi akan merugikan karena harga yang terlalu tinggi.

Hary Tanoe lego Fren ke Esia


JAKARTA: PT Global Mediacom Tbk, secara bertahap, menjual saham anak perusahaannya yang memiliki kegiatan di luar bisnis media.

Salah satu saham anak perusahaan yang akan dilepas adalah PT Mobile-8 Telecom Tbk, penyedia jasa telepon Fren, kepada PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), operator seluler berbasis code division multiple access (CDMA) Esia.

"Kami mengkaji untuk fokus ke bisnis inti, yaitu media. Anak perusahaan yang di luar bisnis media akan kami lepas," ujar Presiden Grup dan CEO Global Mediacom Tbk Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Namun, dia tidak bersedia berkomentar mengenai penjualan saham Mobile-8 kepada Bakrie Telecom.

Sebagai langkah awal divestasi Mo-bile-8, Global Mediacom pada awal bulan ini melepas 15,8% saham-atau 3,19 miliar saham-operator Fren ke pasar pada harga Rp143 per saham dengan nilai Rp457,54 miliar. Dengan demikian, kepemilikan Global Mediacom berkurang dari 66,8% menjadi 51%.

"Tujuan dari transaksi itu adalah memperkuat fokus perseroan di bisnis media," tutur Hary. Namun, dia tidak bersedia menjelaskan mengenai identitas investor yang membeli saham Mobile-8 itu.

Presdir Mobile-8 Wityasmoro Sih Handayanto mengatakan masalah divestasi itu merupakan urusan pemegang saham. "Saya tidak pernah mengetahui rencana itu dan [hal tersebut] tidak ada urusannya dengan direksi."

Segera diumumkan

Sumber Bisnis yang mengetahui transaksi itu menambahkan kelompok Bakrie serius dengan rencana tersebut dan mereka membeli saham itu di pasar. "Mereka sudah bernegosiasi dan tidak lama lagi diumumkan ke publik."

Bisnis CDMA yang dikembangkan Mobile-8 sama dengan yang dioperasikan oleh BTEL saat ini, sehingga sangat mudah menyatukan keduanya dalam satu entitas bisnis.

Pemilik Grup Bakrie Nirwan Dermawan Bakrie yang ditemui Bisnis kemarin tidak bersedia menjawab soal itu. "Saya tidak bisa menjawab. Tanyakan saja ke Pak Anin [Anindya Novyan Bakrie, Dirut BTEL]," ujarnya.

Ketika dihubungi, Anindya Bakrie belum bersedia menjelaskan transaksi itu lebih jauh.

Namun, eksekutif yang mengetahui transaksi tersebut memastikan BTEL membeli 15,8% saham Mobile-8 itu melalui pasar.

"Keahlian Global Mediacom kan di industri pertelevisian. Persaingan di industri ini luar biasa ketat. Kami butuh fokus," ujarnya.

Selain menjual Mobile-8 kepada Bakrie Telecom, katanya, Mobile-8 juga menjajaki mekanisme merger dengan Bakrie Telecom.

"Kedua operator terbukti mampu melalui masa sulit. Frekuensinya sama 800 Mhz. Fren dan Esia sama-sama bergerak, tapi Esia di CDMA dan Fren di sektor fixed-wireless. Mereka saling melengkapi melalui merger ini dan daya saing mereka pasti meningkat," ujarnya.

Menurut dia, jika merger itu direalisasikan, saham Global Mediacom di Mobile-8 otomatis terdilusi.

Namun, kekuatan aset Mobile-8 dan BTEL akan membentuk perusahaan telekomunikasi baru terbesar keempat di Indonesia. Nilai aset gabungan Mobile-8 dan BTEL bisa mencapai Rp12,6 triliun, dengan perincian 1.500 base transceiver station Fren Rp4,6 triliun dan aset Bakrie Telecom Rp8 triliun.

Sebagai perbandingan, total aset PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rp85 triliun, PT Indosat Tbk Rp46 triliun, dan PT Excelcomindo Pratama Tbk Rp23 triliun.

Seorang bankir investasi membenarkan BTEL ditawari saham Mobile-8. "Karena operator Fren menyerah. Apalagi persaingan di bisnis seluler semakin ganas."

BRI berniat beli bank lagi


JAKARTA: Setelah membeli Bank Jasa Arta, PT Bank Rakyat Indonesia� Tbk (BRI) kembali mengincar satu bank lain sebagai langkah pengembangan usaha. Kepastian akuisisi dilakukan setelah proses pemisahan unit usaha syariah menjadi bank umum syariah.

Direktur Bisnis Umum BRI Sudaryanto Sudargo mengatakan bank yang dikelolanya tengah mencari bank menengah ke bawah. Namun, ungkapnya,� sejauh ini belum ada calon pasti bank mana yang hendak dibeli.

"Sampai saat ini belum ada calon yang positif," ujarnya kepada Bisnis, melalui layanan pesan singkat, kemarin.

Senada dengan Sudaryanto, Sekretaris Perusahaan� BRI Hartono Sukiman masih enggan menyebutkan nama bank yang sedang diincar. "Karena ini masih dalam kajian strategis," paparnya.

Dia menjelaskan rencana akuisisi bank itu tujuannya untuk mendorong pertumbuhan aset BRI secara nonorganik. Namun, lanjutnya, syarat bank yang akan diakuisisi termasuk adalah bank menengah ke bawah. "Penyaluran kreditnya pun harus golongan menengah ke bawah."

Klasifikasi penyaluran kredit BRI terbagi atas lima segmen, pertama kredit mikro di bawah Rp50 juta, kredit usaha kecil konsumer di kisaran Rp200 juta, kredit usaha kecil komersial antara Rp50 juta dan Rp5 miliar, kredit menengah Rp5 miliar-Rp50 miliar dan kredit korporasi di atas Rp50 miliar.

Pertengahan tahun lalu, BRI telah mengakuisisi 100% saham PT Bank Jasa Arta senilai Rp61 miliar yang kemudian akan dijadikan sebagai bank syariah bulan depan. Sebagai modal awal pemegang saham akan mengucurkan modal sebesar Rp500 miliar.

Dalam kesempatan terpisah, Komisaris Independen BRI Aviliani membenarkan bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan terkait dengan rencana BRI bertumbuh secara nonorganik dengan mengakuisisi bank.

Namun, dia belum mengetahui nama bank yang akan diakuisisi tersebut. Menurut dia, pihak komisaris meminta jajaran direksi menyelesaikan terlebih dahulu rencana pemisahan unit usaha syariah menjadi bank umum syariah.

"Kami menyampaikan spin off syariah diselesaikan terlebih dulu. Jangan sampai investor menilai manajemen BRI bekerja setengah-setengah, yang satunya belum selesai sudah mencari yang lain," paparnya.

Dari sisi keuangan, lanjutnya, BRI tidak mengalami kesulitan untuk akuisisi bank menengah ke bawah. Pasalnya, bank publik itu bisa menghimpun dana melalui penerbitan obligasi dan juga pinjaman dana jangka panjang. "Kalau sekarang dari sisi financial tidak masalah."

Saham bank berkode BBRI tersebut kemarin ditutup pada level Rp5.850, tidak berubah dari akhir pekan lalu. Posisi tertinggi tahun ini sempat dicapai pada perdagangan 28 Februari Rp7.500.

Dikuasai asing

Aviliani yang juga Ekonom Indef mengatakan bahwa pihaknya mendorong perbankan dalam negeri, seperti BRI, untuk melakukan ekspansi usaha secara nonorganik dengan membeli bank lokal yang kekurangan modal.

Alasan dia, agar bank-bank kecil itu tidak dikuasai investor asing yang saat ini asetnya di Indonesia sudah lebih dari 50%. Menurut dia, aset bank asing dalam dua tahun ke depan akan terus menggurita hingga mencapai 80%.

"Saya perkirakan aset bank asing atau bank yang dimiliki investor asing akan mencapai 60%-80%. Lalu ke mana nanti bank nasional? Maka ini perlu disikapi juga bagi semua pemangku kepentingan, termasuk bank milik pemerintah seharusnya turut menyelamatkan aset bank kecil," jelasnya.

Wika ikut tender proyek mal di Libia


JAKARTA: PT Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersaing dengan 10 perusahaan Libia dan asing lainnya untuk memperoleh proyek pembangunan mal di Libia senilai Rp1,55 triliun.

Dirut Wijaya Karya Bintang Perbowo mengatakan nilai penawaran yang diajukan Wika sebesar Rp1,55 triliun itu berada pada urutan kedua dari 11 perusahaan yang mengikuti tender pada proyek yang dikelola oleh perusahaan milik keluarga Presiden Moammar Khadafi itu.

"Kami berada pada urutan kedua dari 11 perusahaan. Penawar terendah sebesar Rp1,35 triliun. Kami sedang menunggu visa ke Libia karena sudah masuk tahap final," katanya di Jakarta kemarin.

Dia optimistis dapat meraih proyek itu baik sebagai kontraktor utama maupun subkontraktor karena pemerintah setempat mengutamakan kerja sama dengan negara muslim atau mayoritas penduduk muslim.

Sebanyak 10 orang tim Wika sudah berada di Libia untuk negosiasi dan finalisasi kontrak tersebut.

Wika juga sedang mengkaji proyek properti di Eropa senilai Rp1,9 triliun.

"Semua proyek di luar negeri akan terus dikaji mulai dari term contract, overhead, hingga keuntungannya," ujar dia.

Dalam negeri

Di dalam negeri, Wika akan menggarap proyek 14 infrastruktur dan properti senilai Rp2,5 triliun yang diperoleh pada periode Juli-Agustus 2008.

Bintang mengatakan sekitar 30%-40% dari jumlah proyek itu mulai dikerjakan pada semester kedua tahun ini sedangkan sisanya dikerjakan mulai tahun depan.

"Perusahaan terus melakukan diversifikasi bisnis secara horizontal melalui anak perusahaan kami. Proyek baru itu mulai dari bidang energi, properti dan konstruksi gedung, infrastruktur, dan power plant," katanya.

Proyek baru dalam negeri yang akan digarap itu di antaranya pekerjaan konstruksi struktur gedung Astra senilai Rp75 miliar, Hotel L.J. Meritus Rp63 miliar, M.T. Hayono Square Rp45 miliar.

Perseroan juga berhasil memperoleh kontrak proyek apartemen Cervino Village di Jakarta senilai Rp160 miliar untuk pekerjaan konstruksi, arsitektur dan desain.

Proyek bidang energi berupa pengadaan kompor gas dan tabung gas senilai Rp1,56 triliun merupakan proyek terbesar yang diraih BUMN itu pada periode Juli-Agustus.

Wika & Indopower menang tender WKP


JAKARTA: PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Indonesia Power telah memenangi tender untuk pengelolaan wilayah kerja panas bumi dengan komitmen royalti dari hasil penjualan listrik sebesar 2,5%.

Untuk Wika, perusahaan yang banyak bergerak di bidang konstruksi itu memenangi� tender untuk wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Tampomas, sementara Indonesia Power memperoleh WKP Tangkuban Perahu dan Cisolok-Cisukarame.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Ditjen Migas Sugiharto mengatakan kedua perusahaan itu telah memenangi tender WKP dan kini tinggal menunggu izin dari pemerintah daerah setempat.

"Khusus pembagian royalti nantinya akan dinikmati pemerintah setiap tingkat provinsi, kabupaten maupun pusat," ujarnya kemarin.

Sugiharto menambahkan kedua perusahaan itu harus menyetorkan royalti dari hasil penjualan listrik sebesar 2,5%. Dari royalti sebesar 2,5% itu, sebanyak 80% dialokasikan untuk daerah, yang terdiri dari 32% untuk kabupaten penghasil, 32% untuk kabupaten sekitar, dan sisanya untuk provinsi. Khusus 20% sisanya akan disetorkan ke pusat.

Provinsi Jawa Barat memang terkenal memiliki potensi energi panas bumi. Kontribusi panas bumi Jawa Barat secara nasional mencapai 775 MW dari total 857 MW. Kontribusi ini didapatkan dari empat PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi), yakni Kamojang (140 MW), Awibengkok G. Salak (380 MW), Darajat (145 MW), dan Wayang Windu (110 MW).

Selain keempat PLTP, ada tiga PLTP masing-masing Drajat III, Kamojang IV dan Wayang Windu II yang masih dalam tahap pengembangan dengan perkiraan kapasitas terpasang mencapai 1.520 MW.

Setelah tender tiga WKP itu, tambahnya, pemerintah segera melakukan lelang terhadap WKP Jailolo di Maluku Utara. "Lelang WKP di Maluku Utara ini akan dilaksanakan dalam bulan ini," ujarnya.

Sugiharto menambahkan akan mengeluarkan regulasi yang mendukung percepatan pengembangan usaha panas bumi di Tanah Air.

"Salah satunya dengan penghapusan bea masuk peralatan eksplorasi dan penghapusan PPn," ujarnya.

Penton International Beli 51% Saham Bekasi Asri


Jakarta - PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) mengkonfirmasi masuknya Penton International Ltd sebegai pemegang saham pengendali baru setelah membeli 51% sahamnya.

Penton International Ltd adalah sebuah perusahaan tercatat dari Singapura. BAPA menegaskan, pihaknya tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Penton.

"Masuknya Penton International ke PT Bekasi Asri Pemula Tbk akan mempermudah akses bagi permodalan BAPA dari investor luar," jelas Corporate Secretary BAPA, Dharmawati dalam keterbukaan informasinya kepada BEI, seperti dikutip detikFinance, Sabtu (23/8/2008).

Saham BAPA sebelumnya dimiliki oleh PT Bekasi Asri Pemula (99,99%) dan PT Adicipta Griyasejati (0,01%). BAPA pada 14 Januari 2008 mencatatkan 23% sahamnya ke publik.
Pada 21 Agustus 2008, saham BAPA disuspensi oleh BEI sehubungan dengan informasi yang belum memadai terkait rencana aksi korporasi perusahaan properti tersebut.

Dalam penjelasan tersebut dikatakan, baik Penton maupun BAPA tidak ada rencana untuk mengubah kegiatan usaha utama perseroan.

"Tidak ada perubahan strategi bisnis untuk 3 tahun kedepan. Perseroan tetap akan melakukan pengembangan proyek-proyek yang sedang dilakukan," kata Dharmawati.

BAPA juga belum berencana melakukan restrukturisasi secara entitas dalam grup sehingga PT Karya Graha Cemerlang dan PT Puriayu Lestari masih di bawah kepemilikannya.

Pemegang saham pendiri BAPA yakni PT Adicipta Griya Sejati rencananya juga akan tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya, setelah masuknya Penton.

"Dalam transaksi dengan Penton International, PT Adicipta Griya Sejati masih mempertahankan kepemilikan PT Bekasi Asri Pemula," katanya.

Penton membeli saham BAPA secara tunai dan penerbitan saham-saham baru melalui Bursa Efek Singapura. PT Adicipta Griya Sejati rencananya akan mengambil bagian dari aksi korporasi Penton tersebut.

Sehingga PT Adicipta Griya Sejati nantinya akan masuk menjadi salah satu pemegang saham Penton. Kepemilikan PT Adicipta Griya Sejati dalam Penton International setelah pembayaran pembelian saham BAPA adalah 24,77%.

Harga minyak diperkirakan kembali terkoreksi


JAKARTA: Penguatan harga minyak yang cukup tinggi akhir pekan lalu berpotensi melemah pada pekan ini karena pergerakan itu lebih banyak dipengaruhi oleh aksi ambil untung para spekulan.

Aksi para spekulan ini didasarkan pada alasan pelemahan dolar AS dan masalah geopolitik.� Dolar AS yang sempat menunjukkan penguatan akhir-akhir ini terhadap euro diperkirakan akan kembali mengalami pelemahan karena dibayangi kenyataan masih tingginya defisit perekonomian terbesar di dunia itu.

Penguatan dolar AS ini sempat membuat posisi minyak melemah pada pertengahan Juli 2008. Selain itu, penurunan permintaan dari China yang menghentikan operasi pabriknya selama Olimpiade juga berpartisipasi mendorong pelemahan harga minyak.

"Kalau [harga] pasar naik tinggi hingga US$120, ini berarti bisa turun lagi. Jadi dalam beberapa hari ke depan harga bisa turun, tetapi kemudian terjadi rebound lagi," kata Kurtubi, pakar perminyakan, kepada Bisnis saat mengomentari kondisi harga minyak yang akhir pekan lalu menembus US$121 per barel.

Kurtubi menganalisis tren harga minyak yang mahal dan cenderung naik biasanya akan bertahan. Dia memperkirakan harga minyak tidak mungkin jatuh ke bawah US$100 per barel sampai dengan akhir tahun.

Rata-rata harga minyak dari Januari hingga Desember 2008, dalam perhitungan Kurtubi, akan mencapai US$120 per barel.

Harga minyak mentah akhir pekan lalu di New York Merchantile Exchange (Nymex) berada pada kisaran US$114,59 per barel atau naik 0,6% dari hari sebelumnya. Harga kontrak minyak anjlok 22% sejak menyentuh rekor tertingginya US$147,27 per barel 11 Juli.

Kurtubi juga mengingatkan kemungkinan kenaikan harga minyak pada kuartal IV/2008 yang dipicu oleh peningkatan permintaan pada saat musim dingin dari semua negara, terutama AS dan Eropa yang umumnya memerlukan lebih banyak minyak untuk menghangatkan suhu ruangan.

"Pada kuartal IV/2008, harga bisa naik signifikan, yaitu mencapai US$130-US$140 per barel," katanya.

Permintaan naik

Kurtubi menuturkan permintaan minyak pada kuartal IV/2008 umumnya naik 1,5 juta barel per hari dari permintaan minyak pada kuartal III.

Namun, Pri Agung Rakhmanto, pakar perminyakan dan peneliti LP3ES, memperkirakan pengaruh musim dingin terhadap permintaan minyak pada kuartal IV/2008 relatif rendah.

Menurut dia, permintaan minyak pada saat itu umumnya hanya naik 10% karena kebutuhan untuk penghangatan ruangan saja setelah banyak penduduk negara maju mulai mengurangi kegiatan bepergian.

Selain harga minyak mentah, sejumlah komoditas juga terpengaruh pergerakan dolar AS terhadap euro.

Sembilan dari 20 analis dan pedagang yang disurvei Bloomberg akhir pekan lalu memperkirakan harga tembaga akan naik pekan ini. Enam responden menilai sebaliknya, harga tembaga akan turun. Sedangkan lima bersikap netral. Dolar AS melemah 1,3% terhadap euro pekan lalu membuat harga komoditas terpengaruh juga.

United Tractors jajaki beli tambang milik Benny Tjokro


JAKARTA: PT United Tractors Tbk (UT) sedang menjajaki kemungkinan membeli tambang batu bara green field (lahan kosong) di Kalimantan Tengah milik pengusaha Benny Tjokrosaputro.

Tambang itu merupakan salah satu aset yang dibidik oleh anak perusahaan PT Astra International Tbk itu dalam rangka ekspansi ke bisnis batu bara.

"United Tractors sedang uji tuntas [due diligence] tambang batu bara milik Benny Tjokro. Sejauh ini belum diketahui nilai akuisisinya. UT ingin membeli mayoritas kepemilikan tambang itu," ujar eksekutif yang mendengar informasi itu kepada Bisnis belum lama ini.

Menurut dia, luas lahan tambang tersebut di atas 10.000 hektare dengan cadangan 150 juta ton. Benny Tjokro adalah pengusaha yang berasal dari Solo. Bisnis keluarga Tjokrosaputro berawal di PT Hanson International Tbk yang kini mempunyai anak perusahaan PT Hanson Energy yang bergerak di bisnis batu bara.

Sebelum berubah menjadi Hanson, perusahaan itu semula bernama PT Mayertex yang bergerak di usaha tekstil. Pada 1991, Mayertex mengubah namanya menjadi PT Hanson Industri Utama Tbk dan akhirnya menjadi Hanson International pada 2004.

Selain di Hanson, Benny juga memiliki saham PT Suba Indah Tbk yang bergerak di pengolahan jagung yang kini sahamnya dihapus oleh PT Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI) karena dipailitkan oleh salah satu kreditornya Bunge Agribusiness Singapore. Tak hanya di situ, berda- sarkan data dari BEI, Benny tercatat menjabat sebagai komisaris utama PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk sejak 21 Oktober 2003.

Empat bulan lalu, nama Hanson International kembali berkibar setelah Hanson Energy memenangi tender pengadaan batu bara berkualitas rendah pada empat bulan lalu dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memasok ke enam PLTU senilai Rp28 triliun.

Ketika dikonfirmasi mengenai minat UT membeli tambang batu bara miliknya, Benny mengatakan negosiasi itu masih jauh. "Saya belum berani bicara banyak karena terikat perjanjian kerahasiaan," ujarnya.

Dia mengakui mempunyai tambang batu bara, tetapi bukan milik dari perusahaan terbuka. "Itu tambang milik pribadi."

Direktur Utama UT Djoko Pranoto membantah informasi itu. Dia mengatakan kabar yang menyebutkan UT berminat membeli tambang batu bara milik Benny Tjokro merupakan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. "Kabar dari siapa itu kalau tambang yang kami incar milik Benny Tjokro?" ujarnya.

Dana rights issue

UT akan mengalokasikan 55% dana dari penawaran terbatas untuk membeli tambang baru. Perusahaan itu baru saja mengantongi izin dari pemegang saham untuk melaksanakan penawaran umum terbatas (rights issue) guna meraup US$390 juta.

UT mengakuisisi PT Dasa Eka Jasatama, sebuah perusahaan batu bara dengan cadangan 20 juta ton, tahun lalu.

UT pada awal tahun ini juga mengakuisisi sebuah perusahaan tambang batu bara, yaitu PT Tuah Turangga Agung. Cadangan di tambang tersebut diperkirakan 35 juta-40 juta ton dengan nilai akuisisi US$115 juta.

Dalam riset Merrill Lynch mengenai UT yang dirilis pada 15 Agustus disebutkan selain untuk membayar utang senilai US$116 juta, modal kerja, dan belanja modal atau membayar utang Pamapersada, UT kemungkinan memanfaatkan dana hasil rights issue untuk membeli kembali obligasi tukar Tuah Turangga yang jatuh tempo awal tahun depan.

Harga saham UT Jumat pekan lalu ditutup naik ke level Rp10.600 dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya Rp10.400 per saham.

Adaro turunkan jumlah utang


JAKARTA: PT Adaro Energy Tbk menargetkan utangnya pada tahun ini turun menjadi US$661 juta dibandingkan dengan posisi 2005 saat perseroan membeli PT Adaro Indonesia dengan utang (leverage buy out) US$923 juta.

Manajemen Adaro menyatakan perseroan mengantongi utang bank US$570 juta dan pinjaman mezzanine US$353 juta untuk mengambil alih Adaro Indonesia, perusahaan pertambangan batu bara terbesar kedua pada 2005.

Utang bank mempunyai beban bunga 450 basis poin (bp) di atas London Interbank Offered Rate (Libor), sedangkan pinjaman mezzanine bertingkat bunga 17%.

"Secara bertahap nilai utang itu telah turun, hingga akhir tahun lalu utang bank perseroan turun menjadi US$190 juta dan pinjaman mezzanine US$265 juta," tulis manajemen dalam materi pertemuan analis yang digelar pada 19 Agustus.

Namun, perseroan membukukan pinjaman lain dalam bentuk obligasi senilai US$400 juta dengan tingkat bunga 8,5%.

Perseroan mengharapkan total utang turun menyusul peningkatan produksi batu bara dari 26,7 juta ton pada 2005 menjadi 38-39 juta ton pada tahun ini. Walaupun curah hujan tinggi, tahun lalu pertumbuhan produksi sebesar 5% tetap tercapai.

Telkom & Altimo incar Bakrie Telecom


JAKARTA: Divisi Fixed Wireless PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan perusahaan investasi dari Rusia Altimo menjajaki kemungkinan membeli sebagian saham PT Bakrie Telecom Tbk milik PT Bakrie & Brothers Tbk.

Bagi Divisi Fixed Wireless Telkom dengan produknya yang bermerek TelkomFlexi, penjajakan itu merupakan strategi aliansi untuk memperkuat posisi di pasar seluler berbasis code division multiple access (CDMA) di tengah ganasnya kompetisi antar- operator telekomunikasi.

Eksekutif yang mengetahui informasi mengenai penjajakan itu mengatakan Altimo mendekati Bakrie Telecom karena terkait dengan keinginannya masuk operator seluler terbesar kedua di Indonesia, yakni PT Indosat Tbk.

"Tanpa menggandeng mitra lokal, Altimo sulit masuk Indosat, apalagi Mahkamah Agung memenangkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha," ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Direktur Bakrie Telecom Rahmat Junaedi me-ngatakan hal itu merupakan isu lama. "Sejauh ini belum ada pembicaraan dengan pihak terkait."

Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng mengatakan perseroan saat ini terus menajamkan rencana akuisisi perusahaan telekomunikasi lokal dan asing.

Chief Financial Officer Telkom Sudiro Asno me-ngatakan belum mengetahui tentang rencana itu.

Telepon seluler Direktur Regional Asia Tengah dan Tenggara Altimo Soeharto kemarin sedang tidak aktif ketika dikonfirmasi mengenai penjajakan itu.

Berdasarkan riset Bakrie Telecom yang dirilis oleh CIMB-GK Securities pada 16 Mei disebutkan Bakrie & Brothers menguasai 52,6% saham emiten berkode perdagangan BTEL tersebut.

Analis Kelvin Goh dalam riset itu menyakini BTEL lebih fleksibel dibandingkan dengan operator GSM lainnya dalam menghadapi kerasnya persaingan. Namun, model bisnis Bakrie Telecom dalam jangka panjang bisa terancam.

Operator CDMA dengan produk Esia itu tetap mempertahankan estimasi pendapatan Rp3 triliun tahun ini, tetapi memangkas margin laba sebelum bunga, pajak, depre-siasi, dan amortisasi dari 35%-37% jadi 33%.

Harga saham BTEL pada Jumat pekan lalu ditutup naik ke level Rp250 per saham dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya Rp225.

Harga saham Timah naik hingga 20,17%


JAKARTA: Harga saham PT Timah Tbk melambung menyusul lonjakan harga komoditas logam timah di pasar global dan estimasi cadangan yang meningkat dua kali lipat.

Harga saham berkode TINS itu dalam tiga hari terakhir terbang dengan total kenaikan 20,17% atau Rp475.

Pada perdagangan kemarin, saham TINS ditutup naik 6,93% atau Rp175 ke level Rp2.700 menjadikannya berkapitalisasi pasar Rp13,59 triliun. Kenaikan itu lebih tinggi dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 1,54% ke level 2.120,49.

Logam timah untuk pengiriman tiga bulan ke depan naik 6,3% menjadi US$21.800 per ton pada Kamis. Lonjakan harga komoditas metal ini terjadi setelah Pemerintah RI menyatakan akan memangkas jumlah ekspor pada tahun ini. Di samping itu, Timah memprediksikan volume produksi meleset. Kontrak timah masih terus merangkak hingga ke level US$21.850 per ton, kemarin.

"Kinerja mereka terkait erat dengan pergerakan harga global seiring dengan tingkat cadangan yang mulai terbatas. Karenanya akan menjadi perhatian mereka untuk mempertahankan harga di level tinggi," ujar analis PT Danareksa Sekuritas Muhammad Natsir, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Direktur Utama Timah Wachid Usman mengatakan volume produksi pada semester kedua kemungkinan akan sama dengan capaian pada paruh pertama tahun ini sebanyak 24.000 ton, atau total untuk sepanjang tahun sebanyak 48.000 ton.

Itu berarti volume produksi Timah pada tahun ini akan meleset dari perkiraan awal. Sebelumnya pada 24 Juni, Usman memperkirakan produksi tahun ini sebanyak 60.000 ton.

Namun, tetap saja perusahaan pertambangan pelat merah yang berbasis di Pangkalpinang ini mempunyai estimasi cadangan timah yang lebih tinggi dua kali lipat hingga 1 juta ton.

"Harga logam timah semestinya naik seiring dengan penurunan produksi Timah. Tetapi kami belum dapat mengatakan harganya akan naik sampai ke level berapa," kata Natsir.

�Secara terpisah, Head of Research HD Capital Adrian Rusmana Setyamihardja mengatakan harga logam timah yang tinggi akan mampu menopang harga rata-rata paruh pertama tahun ini.

Harga Minyak Catat Penurunan Terbesar Sejak Tahun 2004


New York - Harga minyak mentah dunia pada Jumat kemarin merosot hingga 5,4%, atau penurunan yang terbesar sejak 27 Desember 2004.

Kontrak utama New York untuk minyak jenis light pada Jumat (22/8/2008) kemarin ditutup merosot 6,59 dolar (5,4%) ke level US$ 114,59 per barel. Sementara minyak jenis Brent merosot 6,24 dolar ke level US$ 113,92 per barel.

Anjloknya harga minyak terjadi setelah dolar AS kembali rebound, membalas pelemahan sebelumnya. Penurunan ini sekaligus menambah penurunan harga minyak hingga 20% yang sudah terjadi sejak pertengahan Juli lalu.

Pada Kamis (21/8/2008), harga minyak sempat melonjak menembus US$ 122 per barel, menyusul anjloknya dolar AS.

"Orang-orang yang kemarin melakukan aksi beli kemarin mengambil untung pada hari ini. Selain itu terdapat juga technical selling baru dan pembicaraan lagi tentang prospek permintaan. Dolar AS juga semakin menguat lagi," ujar Peter Beutel, analis dari consultancy Cameron Hanover seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/8/2008).

Penurunan harga terjadi setelah keluarnya dua laporan. Salah satu adalah tentang naiknya produksi OPEC dan satu lagi adalah proyeksi penurunan jumlah orang yang liburan panjang AS 1 September mendatang, sehingga mengurangi permintaan BBM.

Konsultan industri Petrologistic kemarin menyatakan, tingkat produksi minyak OPEC diharapkan meningkat selama Agustus sebesar 450.000 barel per hari menjadi 32,95 juta bph.

Sementara perusahaan otomotif dan perjalanan AS, AAA melaporkan bahwa jumlah orang yang melancong pada hari Buruh 1 September mendatang diperkirakan turun. Jumlah penurunannya terbesar dalam 8 tahun terakhir, seiring dengan tingginya harga BBM.

BNI Belum Minati Sukuk Negara


Tangerang - Bank Negara Indonesia (BNI) mengakui belum tertarik untuk memperluas portofolionya kepada instrumen sukuk yang akan diterbitkan pemerintah, karena imbal hasil yang didapatkan lebih rendah ketimbang imbal hasil yang didapatkan dari kredit dan pembiayaan.

Hal ini dikatakan oleh Direktur UKM dan Syariah BNI Achmad Baiquni dalam diskusi di Hotel Imperial Aryaduta, Karawaci Tangerang, Jumat (22/8/2008).

"Kita belumlah pada sukuk, tapi pada kredit dan pembiayaan karena yield yang didapat lebih bagus," ujarnya.

Seperti diketahui, perbankan baik konvensional maupun syariah nantinya bisa melakukan jual beli surat berharga syariah negara atau suku untuk pengelolaan likuiditasnya. Hal itu dimungkinkan setelah BI selesai merevisi ketentuan tentang kepemilikan surat berharga oleh bank konvensional.

BNI sendiri memang tengah melakukan ekspansi kredit yang gencar. Pada Semester I-2008 outstanding kredit perseroan meningkat menjadi Rp 99,02 triliun dari Rp 89,18 triliun pada periode yang sama 2007.

Dari total outstanding kredit tersebut total kredit konsumer mencapai Rp 15,84 triliun yang didominasi oleh KPR sebesar 40%, untuk KPR BNI mentargetkan outstanding KPR sebesar Rp 6,9 triliun.

Sementara kredit kepada 32 multifinance untuk kendaraan bermotor outstandingnya mencapai Rp 4,7 triliun sampai Juli 2008.

Bakrie Telecom akan Akuisisi Kontraktor BTS


JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tengah menjajaki akuisisi perusahaan kontraktor pembuat menara BTS. Akuisisi itu untuk mempercepat pengembangan jaringan perusahaan.

Menurut sumber okezone, perseroaan akan menggunakan dana dari pinjaman sindikasi sebesar Rp200 miliar.

Sejumlah pihak akan mengangkat BTEL menuju level Rp300.

Pada penutupan perdagangan Jumat, (22/8/2008), BTEL ditutup menguat Rp25 ke level Rp250.

Kenaikan laba Bumi didorong harga batu bara


JAKARTA (bisnis.com): PT Bumi Resources Tbk membukukan laba bersih US$301,80 juta atau US$15,67 per 1.000 saham pada semester I/2008 menyusul kenaikan harga jual batu bara.

Nilai laba bersih itu setara dengan Rp2,75 miliar jika asumsi nilai tukar per US$1 sebesar Rp9.100. Dalam laporan keuangannya yang terbit, Bumi menyatakan laba bersih per 30 Juni 2007 yang sebesar US$720,30 juta memperhitungkan keuntungan (one time gain) sebagai dampak dari penjualan 30% saham PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia kepada perusahaan asal India Tata Power.

Perusahaan yang berbasis di Jakarta itu membukukan keuntungan investasi US$547 juta pada semester I/2007. Tanpa memperhitungkan keuntungan tersebut, perolehan laba bersih Bumi pada paruh pertama tahun ini melonjak 75% dari tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, penjualan perusahaan pertambangan batu bara yang tergabung ke dalam Grup Bakrie itu mencapai US$1,49 miliar, naik dari sebelumnya US$1,15 miliar. Harga batu bara yang tinggi dan mencetak rekor pada tahun ini menutupi penurunan volume penjualan perseroan, yang anjlok setelah hujan deras mengganggu pengangkutan batu bara.

Penjualan batu bara pada semester I/2008 anjlok menjadi 25,4 juta ton dibandingkan dengan periode sebelumnya 28,3 juta ton. Harga saham berkode BUMI melonjak 2,83% atau Rp150 menjadi Rp5.450, sehingga mendorong kapitalisasi pasar menjadi Rp105,75 triliun.

BUMI Bisa Kehilangan Produksi 8,25 Juta Ton Batubara Tahun Ini


Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI), berpotensi kehilangan produksi batubara sebanyak 8,25 juta ton tahun ini akibat dihentikannya 6 pit penambangan batubara di sekitar 7.000 hektar lahan PT Kaltim Prima Coal (KPC).

"Kami belum bisa memastikan angkanya, karena proses masih berlangsung dan masih dihitung," ujar Direktur Keuangan BUMI, Andrew Beckham, di Wisma Bakrie 2, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (22/8/2008).

Namun dalam data yang dipublikasikan ke analis, BUMI telah membuat perhitungan skenario terburuk kehilangan produksi akibat kasus sengketa lahan tersebut.

Pada pit Melawan, Khayal, Belut dan Beruang, BUMI mengestimasi kehilangan produksi 39 ribu ton per hari. Kemudian di pit Pelican dan Macan, estimasi kehilangan produksi sekitar 16 ribu ton per hari. Totalnya sekitar 55 ribu ton per hari atau 1,65 juta ton per bulan.

Meski Andrew enggan memberikan angka pastinya, namun dengan asumsi 6 pit tersebut dihentikan hingga akhir tahun, maka potensi kehilangan produksi batubara BUMI mencapai 8,25 juta ton selama 5 bulan terhitung Agustus 2008.

"Bengalon Coal Hauling telah dioperasikan kembali sejak 21 Agustus 2008," jelas Andrew.

Sebelumnya, pemerintah kabupaten Kutai Timur menghentikan jalur Hauling tersebut. Namun setelah negosiasi dilakukan dengan bantuan tim pemerintah pusat, jalur tersebut akhirnya dioperasikan kembali. Namun 6 pit yang sedang diperiksa oleh Polda Kalimantan Timur, hingga saat ini masih berhenti produksi.

Sehubungan dengan itu, BUMI tahun ini menargetkan produksi sebanyak 60 juta ton. Meski 6 pit perseroan dihentikan, BUMI menyatakan belum akan merevisi target tersebut.

"Lahan kami seluruhnya seluas 170 ribu hektar. Penghentian 7 ribu hektar tidak akan terlalu berpengaruh pada kinerja BUMI. Kami bisa meningkatkan produksi dari lokasi pit lainnya," jelas Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava.

Energi Mega Cetak Penjualan Bersih Rp889 Miliar


JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk (ENGR) melaporkan kenaikan penjualan bersihnya sebesar 100 persen menjadi sebesar Rp889 miliar pada semester I-2008.

"Kenaikan yang signifikan ini diperoleh karena dua faktor utama, yaitu perusahaan membukukan kenaikan harga jual minyak sebesar 65 persen menjadi USD104 per barel serta ENGR membukukan kenaikan produksi minyak dan gas dari 24.400 ton pada semester I-2007 menjadi 24.600 ton per harinya pada semester I-2008," ujar Direktur Utama ENGR Christian V Bonto melalui keterangan tertulis yang diterima okezone, di Jakarta, Jumat (22/8/2008).

Dia menambahkan, earning before interest, tax, and depreciation (EBITDA) juga mengalami kenaikan secara signifikan sebesar 197 persen menjadi Rp393 miliar pada semester I-2008.

"Hal positif tersebut dapat dicapai karena kesuksesan perusahaan dalam mengimplementasikan strategi efisien biaya," tambahnya.

Pada semester I-2008, ENGR memfokuskan aktifitasnya kepada pemboran sumur-sumur pengembangan untuk dapat lebih cepat mengkomersilisasikan cadangan minyak dan gas bumi yang dimilikinya.

ENGR membukukan laba bersih sebesar Rp77 miliar pada semester I-2008. Sebagai catatan, perseroan tidak membukukan manfaat pajak tangguhan pada semester I-2008, seperti adanya realisasi hasil investasi dari aktivitas pengembangan dan eksplorasi yang telah dilakukan.

Pada semester I-2008, ENGR juga mampu meningkatkan kas, investasi dan deposito yang cukup besar sejumlah Rp2,14 triliun atau naik sebesar 86 persen dari kinerja tahun lalu.

Harga Minyak Dunia Kembali Meroket


New York, (ANTARA News) - Harga minyak dunia kembali meroket tinggi pada Kamis waktu setempat, atau Jumat pagi WIB, karena para pedagang mengikuti ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Rusia, melemahnya dolar AS dan penurunan besar cadangan bahan bakar minyak di AS.

Menurut kantor berita AFP, kontrak berjangka minyak utama New York, minyak mentah jenis "light sweet" untuk pengiriman Oktober, sempat melambung lebih dari enam dolar AS menjadi 122,04 dolar AS per barrel dalam perdagangan Kamis, sebuah level yang terakhir terlihat pada awal Agustus.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober, mengalami "rally" serupa ke posisi tertinggi dua pekan pada 120,93 dolar AS.

Kontrak New York berakhir ditutup naik 5,62 dolar AS pada 121,18 dolar AS sementara Brent naik 5,80 dolar AS menjadi mantap pada 120,16 dolar AS.

"Harga telah meningkat ..... di tengah ketegangan geopolitik baru antara AS dan Rusia, dengan terakhir menyuarakan perasaan tidak senangnya setelah AS-Polandia menyepakati untuk penempatan stasiun pertahanan rudal AS di Polandia, yang tidak disukai Rusia," kata analis Barclays Capital.

Rusia dengan keras menentang rencana Washington untuk menempatkan elemen sistem pertahanan rudal di Polandia dan Republik Czech.

Dalam waktu yang sama, Washington dan Moskow juga berselisih setelah militer Rusia mengintervensi di Georgia.

"Minyak mentah berjangka meningkat, memperpanjang kenaikan dari kemarin di tengah melemahnya dolar dan berlanjutnya kecemasan geopolitik," kata analis dari perusahaan Sucden, Andrey Kryuchenkov.

"Penolakan diplomatik terakhir Rusia atas Georgia ... telah menjadi satu isyarat lagi bagi para investor dari sensitifnya pasar terhadap semua jenis risiko geopolitik," kata dia.

"Termasuk berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah dan kerusuhan di Nigeria."

Sementara melemahnya mata uang AS, mendorong permintaan untuk minyak mentah yang dihargakan dalam dolar, yang menjadi lebih murah bagi para investor pemegang mata uang kuat.

Harga minyak telah ditutup menguat pada Rabu, setelah departemen energi AS melaporkan cadangan bensin AS merosot 6,2 juta barrel pada pekan terakhir, dibandingkan dengan ekspektasi pasar yang hanya turun 2,4 juta barrel.

Stok bensin dipantai dengan cermat pada musim panas karena banyak orang Amerika yang bepergian menggunakan kendaraan bermotor untuk berlibur, yang biasanya akan mendorong permintaan bensin meningkat.

Harga minyak telah ditutup naik lebih dari satu dolar AS pada Selasa, setelah anggota OPEC Venezuela mengatakan akan meminta kartel pada pertemuan September untuk menurunkan produksinya, jika tekanan penurunan harga terus berlanjut.

Meski baru-baru ini naik, harga minyak duni telah jatuh tajam dari rekor tertingginya di atas 147 dolar AS pada 11 Juli karena melemahnya pertumbuhan ekonomi menghambat permintaan energi global.

Para pedagang mengatakan perhatian meningkat tentang posisi apa yang akan diambil Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada pertemuan September. OPEC yang distir Arab Suadi, memproduksi sekitar 40 persen dari minyak mentah dunia.

Kryuchenkov mengatakan harga akan mendapat dukungan dari "pembicaraan bahwa OPEC dapat memangkas produksinya pada tahun ini, menyusul koreksi turun harga minyak baru-baru ini.

Bakrie & Brothers berminat beli Indosat


JAKARTA: Manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk akhirnya secara gamblang mengungkapkan minatnya untuk membeli sebagian saham operator seluler terbesar kedua di Indonesia yaitu PT Indosat Tbk.

Pernyataan itu terungkap dalam riset CIMB-GK Securities per 20 Agustus 2008.� Laporan itu menyatakan dalam Corporate Day yang digelar oleh CIMB-GK di Bali pada 14-15 Agustus 2008 disebutkan Bakrie & Brothers mempresentasikan keinginannya membeli saham Indosat apabila kesempatan itu muncul.

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Tbk Yuanita Rohali ketika dihubungi mengatakan tidak bisa mengonfirmasikan mengenai minat tersebut. "Saya belum bisa mengonfirmasi, apalagi saya berada di Jepang ketika Corporate Day dilaksanakan," ujarnya kemarin.

Satu manajer investasi mengatakan setelah melihat minat itu, Bakrie & Brothers kemungkinan bisa membiayai pembelian saham Indosat dengan menggunakan dana yang diperoleh dari repurchase ageement (repo) saham dengan menggadaikan sebagian saham PT Bumi Resources Tbk.

Repo saham merupakan kesepakatan antar pihak untuk membeli kembali saham pada waktu tertentu dan harga tertentu. Biasanya ada harga batas bawah di mana pihak yang merepo sahamnya harus menambah nilai jaminan apabila harga saham di pasar lebih rendah dari batas bawah (top up).

"Spekulasi yang berkembang di pasar seperti itu. Bakrie juga bisa menggunakan dana hasil repo itu untuk membiayai penawaran tender saham Indosat," katanya.

Manajer investasi lainnya menambahkan Altimo, perusahaan investasi di sektor telekomunikasi dari Rusia, kemungkinan besar beraliansi dengan Grup Bakrie untuk membeli saham Indosat di pasar melalui penawaran tender.

Direktur Regional Asia Tengah dan Tenggara Altimo Soeharto tidak menjawab panggilan telepon selulernya ketika dikonfirmasi kemarin mengenai kemungkinan bekerja sama dengan Grup Bakrie.

Panggil Qtel

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) segera memanggil manajemen Qtel untuk meminta kepastian mengenai penawaran tender 8,19% saham publik Indosat.

Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany mengatakan selama ini Qtel berkeras menunggu hasil pertemuan Qtel dengan Menkominfo, terkait dengan kemungkinan perusahaan asal Timur Tengah itu untuk memiliki saham Indosat lebih dari 49%. "Kami segera panggil mereka untuk memastikan apakah mereka akan melakukan tender offer atau tidak," ujarnya.

Berdasarkan Peraturan pasar modal IX.H.1. tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, pelaksanaan penawaran tender harus dimulai paling lambat 180 hari sejak pengumuman (akuisisi).

Namun, jika waktu pelaksanaan penawaran tender melebihi batas waktu 180 hari, jangka waktu penentuan harga pelaksanaan dapat bergeser mengikuti jangka waktu pelaksanaan tender offer.

Bapepam-LK bahkan menilai keterlambatan Qtel hingga tiga pekan belum melengkapi dokumen penawaran tender Indosat tidak dapat ditoleransi lagi.

Fuad mengatakan otoritas pasar modal meminta pihak Qtel agar mempercepat penyerahan dokumen.

Analis saham PT Optima Securities Ikhsan Binarto mengatakan tertutupnya kemungkinan Qtel menguasai saham Indosat lebih besar itu dapat mendorong Qtel untuk memperbesar pembelian saham publik Indosat di pasar melalui special purpose vehicle.

Harga saham emiten berkode ISAT ini ditutup menurun 0,83% ke level Rp5.950 dibandingkan dengan penutupan perdagangan 20 Agustus 2008 yaitu Rp6.000.

Indah Kiat andalkan dana internal


JAKARTA: PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk menegaskan tidak akan menerbitkan saham baru ataupun obligasi dalam rangka mencari pendanaan untuk keperluan ekspansi perusahaan.

Wakil Komisaris Utama Indah Kiat Gandi Sulistiyanto mengatakan perseroan akan tetap mengandalkan dana internal.
"Kami belum berencana untuk melakukan rights issue [penawaran umum saham terbatas] ataupun menerbitkan obligasi," tuturnya kemarin.

Indika bidik 5 tambang batu bara US$500 juta


JAKARTA: PT Indika Energy Tbk kembali membidik lima tambang batu bara, yang sebagian berada di Kalimantan. Akuisisi dan pengembangan kelima tambang itu diproyeksikan menelan dana US$500 juta atau setara dengan Rp4,6 triliun.

Vice Presiden & Investor Relations Indika Energy Retina Rosabai mengatakan perseroan sedang bernegosiasi dengan pemilik tambang tersebut, sehingga proses uji tuntas diharapkan selesai akhir tahun ini hingga awal tahun depan.

"Harganya bisa lebih besar dari tambang yang saat ini kami selesaikan akuisisinya senilai US$20 juta. Kami membidik tambang itu untuk mendukung ekspansi bisnis kami yang difokuskan ke sektor energi," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Menurut dia, dana tersebut akan dikucurkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pengembangan tambang. Pada tahap awal, sumber pendanaan akan diambil dari hasil penawaran publik perdana (initial public offering/IPO) yang digelar beberapa waktu lalu.

Lahan tambang yang akan diakuisisi itu sebagian ada yang berupa lahan kosong yang belum dikembangkan (green field) dan yang berproduksi.

Retina mengungkapkan nilai pengembangan satu lahan tambang batu bara rata-rata memerlukan dana US$100 juta.

"Dana yang dibutuhkan itu mengacu pada kebutuhan biaya untuk akuisisi dan pengembangan tambang yang selesai kami akuisisi yaitu US$100 juta. Berdasarkan nilai itu, dana yang dibutuhkan diperkirakan bisa mencapai US$500 juta. Namun, jumlah itu bisa berubah," tuturnya.

Perseroan akan mengumumkan kepada publik perusahaan yang diakuisisi itu setelah surat dari pemerintah diterbitkan.

Mulai berproduksi

Tambang yang telah diselesaikan proses akuisisinya ini berupa green field dengan nilai pembelian US$20 juta. Lahan tambang yang berlokasi di Kalimantan Timur ini diharapkan bisa mulai berproduksi pada 2010. Lahan tambang batu bara ini memiliki cadangan terbukti 17,5 juta ton dan kandungan 47 juta ton.

Menurut dia, lahan tambang tersebut masih perlu dikembangkan dengan membuat infrastruktur pertambangan, seperti halnya jalan raya dan infrastuktur pengangkutan, termasuk pembelian kapal baru.

"Kami membutuhkan US$80 juta untuk pengembangan lahan tambang ini karena masih banyak yang perlu dibangun," tuturnya.

Dalam lima tahun ke depan, Indika menyiapkan belanja modal US$580,6 juta.

Harga saham Indika kemarin ditutup di posisi Rp2.725 per saham, atau naik 2,83% dari penutupan hari sebelumnya Rp2.650 per saham. Apabila mengacu pada harga tersebut, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp14,18 triliun.

Indika juga berharap bisa menggenjot harga jual batu bara menjadi US$100 per metrik ton agar sesuai dengan harga pasar global yang mencapai rekor tahun ini.

Direktur Keuangan Azis Armand mengatakan produksi PT Kideco Jaya Agung, yang 46% sahamnya dimiliki oleh Indika, kemungkinan naik 14% menjadi 25 juta ton tahun depan.

Analis Jerome Jovellana dari PT Mandiri Sekuritas mengatakan harga jual batu bara Kideco kemungkinan tidak langsung naik dobel tahun depan, bergantung pada negosiasi harga pada tahun ini.

"Kideco mungkin meminta harga paling tinggi US$80 per ton tahun depan. Meski begitu, harga itu lebih tinggi dibandingkan dengan harga rata-rata US$48 tahun ini," seperti dikutip Bloomberg kemarin.

Penjualan UNTR melonjak dua kali lipat


JAKARTA (Bisnis.com): PT United Tractors Tbk (UNTR) melaporkan penjualan kendaraan bermotor dari anak perusahaannya Komatsu Ltd melonjak dua kali lipat pada Juli 2008.

Penjualan kendaraan bermotor Komatsu di Indonesia bulan lalu naik menjadi 503 unit dari 256 unit tahun lalu, keterangan perseroan melalui e-mail kepada Bloomberg.

Untuk tujuh bulan pertama 2008, penjualan naik 51% menjadi 2.995 unit.

Komatsu merupakan perusahaan produsen alat berat terbesar kedua dunia.

Rapat umum pemegang saham luar biasa United Tractor kemarin memutuskan perseroan menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 475,26 juta saham baru.

Dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia hari ini, Corporate Secretary UNTR Sara K. Loebis mengatakan dalam HMETD sebanyak 475.268.183 saham ini, setiap pemegang enam saham berhak atas satu HMETD untuk pelaksanaa membeli satu saham baru dengan harga Rp7.500 per saham, sedangkan nilai nominal saham baru Rp250 per lembar.

Dana hasil hak memesan efek perusahaan produsen alat berat ini sekitar 30% digunakan untuk melunasi utang (non afiliasi) sebesar US$115,6 juta yang terpakai saat mengakuisisi kepemilikan efektif perseroan di PT Tuah Turangga Agung (TTA).

Sisanya sekitar 15% digunakan untuk membiayai modal kerja perseroan termasuk untuk membiayai piutang usaha dan persediaan barang. Sekitar 55% dipakai untuk belanja modal PT Pamapersada Nusantara (Pama) atau belanja modal perseroan termasuk kemungkinan akuisisi perusahaan dan aset pertambangan di Kalimantan, Sumatra dan Sulawesi yang saat ini masih dalam kajian awal.

PT Astra International Tbk (ASII) bertindak sebagai pembeli siaga.

Harga saham UNTR yang diperdagangkan di papan utama siang ini pukul 14.26 WIB di Bursa Efek Indonesia naik Rp600 menjadi Rp10.450 dengan volume transaksi sebanyak 10.498 lembar saham senilai Rp54,42 miliar dan berpindah tangan 901 kali.

BII Perluas Jaringan ATM


JAKARTA, investorindonesia.com
PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) memperluas jaringan ATM dengan bergabung dalam jaringan ATM Prima, suatu jaringan ATM yang disediakan oleh PT Rintis Sejahtera.

Penandatanganan kerjasama dilakukan antara Presiden Direktur BII, Henry Ho, Direktur Utama PT Rintis Sejahtera, Iwan Setiawan dan Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Djohan Emir Setijoso di Jakarta, Kamis.

Henry Ho kepada pers mengatakan, melalui kerjasama ini, BII memperoleh tambahan interkoneksi lebih dari 9.900 ATM dari 32 bank yang terhimpun dalam jaringan ATM Prima, di mana ATM BCA termasuk di dalamnya.

“Karena itu nasabah BII maupun nasabah bank lain yang tergabung dalam jaringan ATM Prima bisa melakukan transaksi penarikan tunai,” katanya.

BII, katanya, juga akan terhubung dengan jaringan Prima Debit yang memungkinkan nasabahnya melakukan transaksi pembayaran belanja dengan kartu debit BII di merchant jaringan Prima Debit yang akan diimplementasikan pada pertengahan September 2008.

Dikatakannya, perluasan jaringan ATM dan Debit merupakan bagian dari upaya perseroan untuk meningkatkan pelayanan, yang bukan hanya ditujukan kepada nasabahnya, juga kepada nasabah bank lain yang hendak memanfaatkan jaringan ATM BII.

Iwan Setiawan dalam kesempatan ini mengatakan, bergabungnya BII dalam jaringan ATM Prima ini akan memberikan nilai tambah bagi nasabah BII.

BII saat ini berhasil meraih dana pihak ketiga lebih dari Rp 41 triliun dan aset mencapai Rp 56 triliun dengan jaringan internasional lebih dari 230 cabang dan 700 ATM di seluruh Indonesia.

Telkom Group Genjot Penjualan Lewat Sinergi 1.300 Gerai


JAKARTA, investorindonesia.com
Telkom Group terdiri atas PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) dan operator seluler PT Telkomsel menargetkan 1.300 gerai akan terintegrasi dalam sinergi penjualan dan distribusi produk dan layanan kedua perusahaan.

"Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi penjualan produk-produk Telkom dan Telkomsel sehingga mempercepat pertumbuhan pelanggan," kata Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata, saat peluncuran "Sinergi Mitra Authorized Dealers", di Jakarta, Kamis.

Menurut Nyoman, sinergi outlet akan memperluas dan mempercepat pengenalan produk-produk Telkom meliputi layanan fixed wireless access (FWA) Flexi, telepon tetap kabel (PSTN), internet access broadband Speedy.

Sedangkan Telkomsel layanan seluler prabayar Simpati, Kartu As, dan pascabayar KartuHalo, serta internet broadband nirkabel TelkomFlash.

"Triwulan I 2009 kita targetkan seluruh mitra dealer dan outlet kedua perusahaan telah bersinergi," kata Nyoman.

Ia mejelaskan hingga akhir Juli 2008 pelanggan TelkomFlexi mencapai 7,2 juta nomor diproyeksikan mencapai 9,5 juta pada akhir tahun.

Sementara pelanggan Speedy diproyeksikan sekitar 700.000 hingga akhir tahun dari sekitar 230.000 semester I 2008.

Saat yang sama jumlah pelanggan seluler Telkomsel hingga Juli 2008 menembus angka 55 juta nomor, dari proyeksi hingga akhir tahun sekitar 57 juta nomor.

Kemana Perginya Saham BNBR di BUMI, ENRG dan ELTY?


Jakarta - Komposisi kepemilikan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di 3 anak usahanya PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) tidak pernah mencapai jumlah yang ditentukan sesuai hasil realisasi RUPSLB 17 Maret 2008.

Benarkah saham-saham tersebut digadaikan untuk memperoleh pinjaman guna membiayai kembali utang-hutang perseroan dan anak-anak usahanya?

Pada RUPS Luar Biasa BNBR yang telah diadakan pada 17 Maret 2008, pemegang saham menyetujui rencana rights issue Rp 40,118 triliun, penerbitan waran BNBR senilai Rp 2,9 triliun dan pinjaman dari Barclays Capital sebesar Rp 8,3 triliun. Total dana yang akan diperoleh melalui seluruh aksi tersebut mencapai Rp 51,3 triliun.

Sebagian dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mengakuisisi 35% saham BUMI senilai Rp 36,9 triliun, 40% saham ENRG senilai Rp 7,2 triliun, 40% saham ELTY sebesar Rp 4,3 triliun. Totalnya sekitar Rp 48,44 triliun.

Pada 11 Juli 2008, BNBR telah memberi laporan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai realisasi penggunaan dana hasil rights issue sebesar Rp 40,118 triliun hingga 30 Juni 2008.

Rincian penggunaan dana tersebut adalah akuisisi BUMI Rp 32,1 triliun, ENRG Rp 1,249 triliun, ELTY Rp 3,695 triliun, pelunasan utang ke Odickson Finance untuk penyertaan PUT II PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) Rp 926,63 miliar dan pelunasan utang ke Odickson Finance untuk penyertaan PUT I PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Rp 1,606 triliun.

Total dana yang telah direalisasikan setelah dikurangi biaya-biaya penawaran umum sebesar Rp 39,784 triliun. Sisa dana rights issue sebesar Rp 333,869 miliar disimpan di rekening BNBR di bank Mega.

Terlepas dari adanya perbedaan angka antara agenda yang disetujui dalam RUPSLB 17 Maret 2008 dengan realisasi penggunaan dana rights issue yang disampaikan ke BEI per 30 Juni 2008 tersebut, artinya BNBR dengan kata lain menyatakan telah meningkatkan penyertaan saham di 3 anak usahanya BUMI, ENRG dan ELTY.

Jika sesuai agenda RUPSLB 17 Maret 2008, seharusnya setelah realisasi penggunaan dana rights issue, kepemilikan BNBR di BUMI, ENRG dan ELTY masing-masing akan sebesar 35%, 40% dan 40%.

Namun anehnya, berdasarkan data BEI per 30 Juni 2008, kepemilikan BNBR di BUMI hanya sebesar 15,73%, kemudian BNBR di ENRG hanya sebesar 6,64% dan BNBR di ELTY hanya sebesar 19%.

Bahkan per 8 Agustus 2008, kepemilikan BNBR di BUMI tersisa 6,75%, artinya terjadi perubahan sebesar 28,25% dari yang disetujui dalam RUPSLB.

Mengenai hal ini, Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa 28,25% saham tersebut digadaikan ke ICICI, JP Morgan dan Odickson Finance untuk memperoleh pinjaman sebesar US$ 1,4 miliar.

Lalu bagaimanakah dengan kepemilikan BNBR di ENRG dan ELTY?

Jika mengacu pada data BEI per 30 Juni 2008, saham BNBR di ENRG hanya sebesar 6,64%, artinya terjadi perubahan sebesar 33,36% dari yang seharusnya sebesar 40% sesuai agenda RUPSLB.

Begitu juga dengan kepemilikan BNBR di ELTY, hanya sebesar 19% pada 30 Juni 2008. Jika mengacu pada agenda RUPSLB seharusnya BNBR menguasai 40% saham ELTY. Artinya telah terjadi perubahan 21%.

Kemanakah perginya saham BNBR di 3 anak usahanya itu? Benarkah saham-saham yang 'menghilang' tersebut digadaikan?

Pada 25 Juli 2008, Direktur BNBR, Ari Saptari Hudaya mengatakan bahwa untuk memperoleh pinjaman dari beberapa bank asing, perseroan telah menggadaikan kepemilikan saham di 5 anak usahanya BUMI, ENRG, ELTY, UNSP dan BTEL.

Sayangnya, hingga saat ini perseroan belum mau membuka diri mengenai penggadaian saham 5 anak usahanya, total dana yang diperoleh maupun tujuan penggunaan dana tersebut.

Saham Bekasi Asri Disuspensi

Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) mulai sesi I perdagangan Kamis 21 Agustus 2008.

"Sehubungan dengan informasi yang belum memadai atas rencana aksi korporasi PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), maka Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Efek PT Bekasi Asri Pemula Tbk di seluruh Pasar pada hari Kamis tanggal 21 Agustus 2008 mulai perdagangan sesi I hingga pengumuman lebih lanjut," kata Kadiv Perdagangan Saham BEI Supandi dalam pengumuman Kamis (21/8/2008).

BEI tidak menjelaskan aksi korporasi apa yang akan dilakukan perusahaan properti itu. Tapi sebelumnya dikabarkan perseroan berniat masuk ke sektor infrastruktur seperti jalan tol sebagai fasilitas penunjang usaha.

Pada perdagangan terakhir pada 20 Agustus 2008, saham berkode BAPA itu ada di level Rp 145 per saham.

Wika Siap Selesaikan Tol Surabaya-Mojokerto Rp1,4 Triliun


Jakarta (ANTARA News) - PT.Wijaya Karya Tbk (WIKA) menyatakan kesiapannya untuk segera menyelesaikan pembangunan proyek pembangunan jalan tol Surabaya Mojokerto yang membentang sepanjang 36,5 km.

"Kami perkirakan jalan tol akan selesai dan dioperasikan pada tahun 2010. Nilai kontrak konstruksi yang telah dipegang WIKA sebesar Rp1,4 triliun," kata Sekretaris Perusahaan WIKA, Imam Sudiyono di Jakarta, Rabu.

Jalan tol Surabaya Mojokerto akan dibangun dengan struktur beton dan beberapa flyover yang diantaranya memiliki panjang 1,4 km. Selain itu terdapat beberapa jembatan yang memiliki bentang sampai dengan 200 meter, ujar dia.

Konstruksi jalan tol lain yang juga telah dimenangkan oleh WIKA adalah Jakarta Outer Ring Road dengan panjang jalan 9 km dan nilai kontrak Rp 311 milyar.

Ruas yang dikerjakan oleh WIKA adalah antara Kebon Jeruk dan Penjaringan. WIKA mengestimasi bahwa ruas ini akan selesai pada tahun 2009.

Kemampuan WIKA telah mendapat pengakuan kompetensi internasional. WIKA telah dipercaya oleh COJAAL (partnership antara Kajima, Itochu, dan Taisei - beberapa perusahaan internasional) dalam pembangunan East-West Motorway Project di Algeria. Nilai kontrak adalah Rp 461 Miliar, di mana Rp 296 miliar dari total nilai tersebut diestimasi akan menjadi pendapatan tahun 2008.

Di luar proyek-proyek jalan tol yang kini telah diperoleh WIKA, WIKA juga sedang mengikuti beberapa tender jalan tol lainnya.

Termasuk di antaranya adalah Tol Cikampek Palimanan sebanyak 6 paket dengan total panjang 116 km, Tol Kunciran Serpong (12 km), Tol Semarang Bawen (6 km), dan Tol Gempol-Pasuruan (32 km).

Sampai Juni 2008, order book untuk jalan dan jembatan yang telah dimenangkan oleh WIKA adalah Rp 3,12 triliun. Konstruksi jalan tol menyumbangkan 28,12 persen dari total order book WIKA.

Dengan kepercayaan di pasar infrastruktur domestik dan internasional, WIKA memantapkan posisinya sebagai kontraktor di semua sektor infrastruktur.

Total order book yang sedang dikerjakan sampai dengan akhir semester I 2008 adalah Rp11,1 triliun. Order book ini adalah 78,7 persen dari target order book tahun 2008, yaitu sebesar Rp 14,1 triliun.

Dengan pencapaian ini, WIKA kembali memastikan diri untuk menjadi "The Most Growing Construction Company in Infrastructure", ujar dia.

BNI & BRI rancang emisi subdebt pada 2009


JAKARTA: PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk menyiapkan skema untuk menerbitkan obligasi subdebt pada awal 2009, sebagai kompensasi atas gagalnya rencana itu pada tahun ini.

Langkah penerbitan surat utang tersebut juga untuk mengisi kekosongan modal pelengkap (Tier 2) mereka dalam rangka mendukung ekspansi usaha.

Dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sofyan Basir menyampaikan pihaknya tengah menyusun rencana untuk penerbitan obligasi pada 2009, setelah pada Oktober nanti akan ada pelunasan obligasi subdebt sebesar US$150 juta.

"Dengan pelunasan subdebt sebesar US$150 juta nanti berarti obligasi sedang kosong. Jadi perlu ada penggantian juga. Tetapi, untuk tahun ini kan tidak mungkin, jadi kemungkinan tahun depan," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Sofyan belum bisa memastikan berapa besar nilai obligasi tersebut, apakah sebesar nilai pelunasan sebelumnya atau lebih. Demikian juga mengenai kapan kepastian penerbitan, dia belum memastikan waktunya. "Jumlahnya nanti kami lihat dulu. Kan ini lagi dikaji bersamaan waktunya," paparnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan BRI Abdul Salam mengatakan pihaknya akan melakukan pelunasan obligasi subdebt pada Oktober, yakni ketika jatuh tempo call option lima tahun pertama. Dana pelunasan itu diambilkan dari kas internal.

Menurut dia, pihaknya tetap ingin mempertahankan BRI sebagai bank jangkar dengan rasio kecukupan modal (CAR) minimal 12%.

"Tetapi, dengan pelunasan subdebt yang menggunakan dana internal itu tidak akan memengaruhi CAR kami, dan masih di atas 12% hingga 2009. Berarti masih menjadi bank jangkar hingga tahun depan," tuturnya.

Rasio modal BRI pada semester I/2008 menurun menjadi 13,89% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 17,93%. Kredit BRI pada paruh tahun ini tumbuh sebesar 37,6% menjadi Rp135,96 triliun.

Senada dengan BRI, Bank Negara Indonesia (BNI) bersiap untuk menerbitkan obligasi subdebt tahun depan. Menurut Dirut BNI Gatot Suwondo, pihaknya akan menerbitkan obligasi sebelum pemilu 2009.

"Memang kami ada rencana untuk menerbitkan obligasi tahun depan. Setidaknya sebelum pemilu, karena dikhawatirkan pada saat pemilu atau pascapemilu akan berpengaruh pada kondisi perekonomian," ujarnya.

Menurut dia, kondisi modal BNI untuk tier 2 sedang kosong setelah ada pelunasan pada Juli lalu, sehingga perlu penerbitan obligasi baru untuk penambahan modal perseroan.

BNI telah melunasi utangnya sebesar Rp917 miliar atau sekitar US$100 juta setelah mendapat pinjaman pada awal tahun lalu sebesar US$150 juta dari Standard Chartered.

Bakrie jajaki terbitkan obligasi tukar US$1 miliar


JAKARTA: PT Bakrie & Brothers Tbk berencana menerbitkan obligasi konversi senilai US$1 miliar atau setara dengan Rp9,1 triliun pada tahun ini untuk membayar utang perseroan yang jatuh tempo pada tahun depan.

Hal itu terungkap pada riset CIMB-GK Securities yang dirilis pada 20 Agustus seusai menggelar Corporate Day di Bali pada 14-15 Agustus. Pertemuan itu dihadiri 23 korporasi dan 50 manajer investasi dan analis.

Riset itu tidak menyebut secara eksplisit nilai obligasi konversi itu, tetapi Bakrie & Brothers berencana menerbitkan obligasi yang bisa ditukar menjadi saham anak perusahaan.

"Obligasi konversi ini akan diterbitkan dalam waktu dekat dan hasilnya digunakan untuk membayar utang perseroan," ungkap riset itu.

Saat dikonfirmasi, Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Tbk Yuanita Rohali mengatakan perseroan memang tengah mengkaji beberapa alternatif pendanaan guna pembayaran utang perseroan senilai US$1 miliar.

"Yang jelas, aksi korporasi guna pendanaan itu akan kami laksanakan tahun ini guna membayar utang US$1 miliar pada tahun depan. Meski begitu, saya belum bisa menyampaikan pendanaan apa yang akan kami gunakan," ujarnya.

Dia menuturkan perseroan akan melihat struktur pembiayaan yang dinilai terbaik guna pembiayaan tersebut. Pilihan pendanaan itu a.l. penerbitan obligasi konversi, obligasi konvensional, dan pinjaman bank.

"Kami akan melihat yang paling baik. Namun, kami tidak menutup kemungkinan mengambil struktur pembiayaan kombinasi. Kini Bakrie juga masih mempertimbangkan kondisi pasar," ujarnya.

Riset itu menjelaskan Bakrie & Brothers tengah mempertimbangkan diversifikasi usaha seiring dengan memerhatikan risiko kredit.

Kebutuhan sumber pendanaan itu terkait dengan terbatasnya pendanaan perseroan setelah mengakuisisi PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bakrieland Development Tbk dan PT Bumi Resources Tbk.

Adapun,� Bakrie & Brothers Tbk juga baru saja mengantongi pinjaman total senilai US$300 juta atau setara Rp2,74 triliun dari JP Morgan Chase Bank NA dan ICICI Bank Ltd dengan menggadaikan saham perusahaan publik yang dimiliki perseroan.

"Kami baru saja memperoleh pinjaman baru senilai US$150 juta dari JP Morgan dan US$150 juta dari ICICI Bank Ltd," tuturnya.

Laba naik

Perseroan memproyeksikan laba bersih perseroan hingga akhir 2008 meningkat 8 kali- 9 kali dari perolehan 2007 sebesar Rp223 miliar menjadi Rp1,78 triliun-Rp2 triliun pada tahun ini.

"Kontribusi laba bersih itu terutama dari Bumi Resources. Kenaikan laba bersih itu juga mendorong net profit margin, return on equity, dan return on asset kami bertambah besar," ujar Yuanita.

Analis saham Rania Rahmundita dalam riset CIMB per 14 Agustus 2008 mengatakan diversifikasi usaha yang besar dalam perusahaan induk itu (Bakrie & Brothers) akan mendorong nilai perseroan dalam waktu yang lebih lama. Sekuritas itu menargetkan harga saham perseroan mencapai Rp570.

"Kami bersikap netral terkait dengan tingginya utang perseroan, yaitu senilai US$1 miliar guna pendanaan akuisisi," ujarnya.

Harga saham emiten berkode BNBR ini kemarin ditutup naik 9,68% ke level Rp340 dibandingkan dengan penutupan perdagangan 19 Agustus 2008.

Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar Bakrie & Brothers mencapai Rp31,86 triliun.

Energi Mega raih pinjaman untuk bayar utang


JAKARTA: PT Energi Mega Persada Tbk telah meraup pinjaman baru guna membiayai kembali utang senilai US$152,75 juta yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2008.

Direktur Keuangan Energi Mega Yuli Soedargo mengatakan perseroan telah mengantongi pinjaman itu beberapa waktu yang lalu. Namun, dia menolak memerinci lebih jauh.

"Utang yang lama sudah history. Kami sudah dapatkan pinjaman baru, tetapi agar lebih jelas lebih baik hubungi Herwin," ujarnya singkat saat dihubungi Bisnis, akhir pekan lalu.

Ketika dihubungi terpisah, Vice President Capital Markets Energi Mega Herwin Wahyu Hidayat tidak menjawab panggilan ke telepon selulernya ataupun menjawab pesan singkat yang Bisnis kirimkan.

Selama ini, manajemen Energi Mega selalu optimistis dalam mencari pendanaan eksternal. Namun, manajemen tidak pernah bersedia membeberkan sumber pendanaan tersebut.

Dari pasar modal

"Pinjaman kami peroleh dari pasar modal, tetapi saya tidak bisa menyebutkan tingkat bunga, jangka waktu, maupun pemberi pinjaman karena ada kesepakatan kerahasiaan yang kami tanda tangani," jelas Herwin pada 25 Juli, saat mendapatkan pinjaman untuk membiayai utang yang jatuh tempo senilai US$120 juta kepada Merrill Lynch.

Dengan diperolehnya pinjaman tersebut, dia memastikan perseroan tidak akan melakukan penawaran umum saham terbatas (rights issue) sebagaimana yang diberitakan media sebelumnya. Menurut dia, pinjaman yang diperoleh dari pasar modal itu mempunyai tingkat bunga yang kompetitif.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, bank yang telah bersedia mengucurkan dana ke Energi Mega a.l. adalah Credit Suise dan bank asal India, ICICI Bank cabang Singapura. Namun Herwin tidak bersedia berkomentar atas hal itu.

Energi Mega tercatat mempunyai utang jangka panjang dengan Credit Suisse senilai US$152,75 juta atau setara dengan Rp1,39 tri-liun jika asumsi nilai tukar per US$1 yang digunakan sebesar Rp9.100.

Utang tersebut bermula dari adanya fasilitas kredit sebesar US$52,75 juta dari Credit Suisse kepada PT Semberani Persada Oil (Semco), unit usaha tidak langsung melalui anak perusahaan, pada 27 Oktober 2005.

Perseroan menyetorkan cicilan pertama sebesar US$26,37 juta pada 16 Agustus 2006. Pada saat yang sama, Credit Suisse menambah suntikan kredit baru senilai US$126,37 juta.

Menurut perjanjian, pinjaman baru ini hanya boleh digunakan untuk membayar biaya dan beban yang timbul sehubungan dengan fasilitas kredit, membayar pokok pinjaman serta bunga atas pinjaman tranche A.

Deposito

Energi Mega juga diizinkan untuk menggunakan pinjaman itu sebagai deposito ke rekening debt service atau mendanai pengeluaran modal PT Tunas Harapan Perkasa dan perusahaan operasi.

Kredit kedua dari bank investasi asing itu memiliki tingkat bunga 5% di atas London inter bank offered rate (Libor) untuk 12 bulan pertama dan 9% di atas Libor sampai dengan tanggal jatuh tempo. Pinjaman ini sudah jatuh tempo pada 15 Agustus 2008 atau Jumat pekan lalu.

Untuk pinjaman ini, perseroan menjaminkan sejumlah aset di antaranya 100% saham di Tunas Harapan Perkasa, Kalila (Korinci Baru) Ltd, Kalila (Bentu) Ltd, PT Insani Mitrasani Gelam, Semco, dan Costa International Group Ltd.

Harga saham berkode ENRG ini kemarin ditutup turun Rp10 menjadi Rp700 per saham. Dengan posisi itu, harga saham Energi Mega telah tergerus 49,27% dibandingkan dengan posisi tertinggi tahun ini Rp1.380 pada 30 Januari 2008.

Berdasarkan data Bloomberg, saham Energi Mega kini ditransaksikan pada price to earning ratio 98,24 kali. CIMB-GK Securities menargetkan harga saham ini mencapai Rp1.100 dengan tetap merekomendasikannya outperform.

Laba Timah semester I naik lebih dari 10%


JAKARTA: PT Timah Tbk optimistis dapat membukukan pertumbuhan laba bersih sedikitnya 10% pada paruh pertama tahun ini menyusul harga jual timah yang tetap tinggi di pasar global.

Sekretaris Perusahaan Timah Abrun Abubakar mengatakan laporan keuangan perseroan untuk periode Januari-Juni sedang ditelaah terbatas oleh kantor akuntan publik, sehingga belum dapat dipublikasikan. Laporan tersebut diharapkan dapat terbit paling cepat pada pekan depan.

"Saya belum bisa menyebutkan indikator kinerja keuangan kami, tapi secara garis besar untuk bottom line [laba bersih] perolehan kami on track bahkan lebih tinggi dari target pertumbuhan laba 10% pada ta- hun ini," tuturnya saat dihubungi Bisnis, pekan ini.

Menurut dia, pertumbuhan laba bersih itu dapat terjadi se-iring dengan harga jual rata-rata timah yang tinggi. Harga jual logam timah memang sempat mengalami penurunan, contohnya pada bulan ini harga melemah hingga US$14.000 per ton.

Namun, berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga timah di bursa komoditas metal itu berhasil naik lagi ke level US$19. 895 per ton pada penutupan per 19 Agustus.

Abrun optimistis kinerja perseroan lebih baik karena harga jual timah pada tahun ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata sepanjang tahun lalu yang berkisar di level US$13.393 per ton. Kendati demikian, katanya, pertumbuhan laba bersih itu tidak akan setinggi tahun lalu.

Untuk per 30 Juni 2007, Timah membukukan laba bersih Rp780,85 miliar, meroket 31,65 kali dari periode sebelumnya Rp23,91 miliar. Pada saat yang sama, penjualan naik dari Rp1,73 triliun menjadi Rp4,08 triliun.

Secara terpisah, Head of Research HD Capital Adrian Rusmana Setyamihardja mengata- kan harga timah mencetak rekor US$25.000 per ton pada 15 Mei. Rekor ini mampu menopang harga rata-rata pada Januari-Juni tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata dalam enam bulan pertama tahun lalu.

Dengan asumsi harga jual rata-rata logam timah di level US$19.000 per ton, dia memperkirakan laba bersih Timah pada semester I/2008 dapat tumbuh 30%-35%.

Harga Minyak OPEC di Atas 108 Dolar


Wina, (ANTARA News) - Harga minyak mentah yang diproduksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) turun tipis pada hari Selasa menjadi 108,26 dolar AS per barrel, demikian data yang dirilis OPEC pada Rabu, sebagaimana dilaporkan kantor berit DPA.

Harga untuk satu barrel (159 liter) minyak mentah produksi OPEC turun 0,42 dolar AS pada Selasa, dibandingkan dengan 108,68 dolar AS sehari sebelumnya.

OPEC menghitung rata-rata harga keranjang minyak berdasarkan 13 merk penting minyak mentah yang diporoduksi oleh para anggota kartel.

Indo Nusa menangi tender tower XL


JAKARTA: PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) menetapkan Indo Nusa sebagai pemenang dalam tender penjualan 7.000 menara.

Sumber Bisnis mengatakan penetapan pemenang telah dilakukan pada pekan ini.

"Dari 11 penawar yang masuk daftar pendek [shortlisted], Indo Nusa ditetapkan sebagai pemenang," ujarnya kemarin.

Excelcomindo mengincar perolehan dana sekitar US$1 miliar dari penjualan menara sebanyak 7.000 unit untuk membiayai belanja modal perseroan dan pelunasan utang.

Namun, Direktur Utama Excelcomindo Hasnul Suhaimi ketika dikonfirmasi mengatakan penetapan pemenang masih dalam proses.

Terdapat 11 penawar yang sedang diseleksi oleh perseroan untuk menjadi pemilik 7.000 menara. XL dibantu Goldman Sachs untuk penjualan menara.

Pada 3 September, perseroan berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham mengenai penjualan menara.

Perseroan juga mengagendakan permintaan persetujuan terhadap rencana bantuan kepada salah satu pemegang saham untuk menjual sebagian kepemilikannya�

General Manager Corporate Communication Excelcommindo, Myra Junor ketika dikonfirmasi mengenai pemegang saham yang berencana melepas sahamnya mengatakan baru mendapat kepastian menjelang RUPSLB.

Belum saatnya remehkan saham CPO


Sejak harga minyak terkoreksi dari posisi tertinggi US$147,27 (per barel) pada 11 Juli, saham-saham komoditas pun anjlok. Saham perkebunan turun lebih parah dibandingkan dengan saham tambang.

Harga kontrak energi dunia kemarin menyentuh level US$112 per barel atau turun sebesar 24%. Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) ikut turun 23%.

Namun, indeks perkebunan Indonesia (sepanjang 11 Juli hingga kemarin) justru terkoreksi lebih besar, yakni 36,5% atau kehilangan 1.000 poin dari 2.739,56 menjadi 1.739,23. Indeks tambang Indonesia, sebagai perbandingan, hanya terkoreksi 20,4% ke level 2.361,19.

Dihadapkan pada kondisi tersebut, analis PT JP Morgan Securities Indonesia Aditya Srinath memangkas target harga tiga saham utama di sektor perkebunan Indonesia (lihat tabel).

Meski demikian, dia belum berminat merekomendasikan 'jual' saham sektor� tersebut, karena koreksi 35%-37% sejak Juli itu justu mengundang pembelian kembali, menyambut kenaikan harga CPO pada triwulan IV yang terjadi enam tahun terakhir.

"Kami tidak tergoda menurunkan peringkat saham perkebunan Indonesia. Kami percaya langkah itu terlampau reaktif. Namun, kami mengakui saham tersebut telah menanjak sepanjang tahun ini, sehingga kami memangkas target harga," jelasnya dalam laporan riset per 12 Agustus.

Alasannya, permintaan CPO yang sepanjang Mei dan Juni sempat turun diperkirakan kembali pulih. Jurnal Oil World melaporkan ekspor Malaysia naik dari 1,1 metrik ton pada Juni menjadi 1,37-1,4 metrik ton pada Juli, atau naik 23%.

Ekspor CPO Malaysia itu tercatat terus naik sehingga ekspor Juli meningkat 25% dibandingkan dengan ekspor Juni, dan naik lagi sebesar 14,8% dalam sepuluh hari pertama Agustus.

Tidak heran, stok CPO di negeri jiran itu per Juni menyusut di bawah 2 metrik ton, yang merupakan fenomena pertama penurunan stok dalam satu triwulan.

"Kami percaya sinyal kenaikan kembali permintaan mulai muncul di tengah harga yang menurun," ujar Aditya.

Pola kenaikan

JP Morgan mencatat harga CPO dalam enam tahun terakhir selalu naik pada triwulan keempat. Kenaikan itu didorong penurunan produksi musiman, libur akhir tahun, dan kenaikan permintaan pada hari raya.

"Kami tidak mengecualikan tahun ini dari tren kenaikan serupa," tutur Aditya.

Dengan ekspektasi harga CPO menguat, kinerja emiten perkebunan diperkirakan positif. Sepanjang tahun ini, harga CPO masih memuaskan, yakni sebesar RM3.431 atau di atas ekspektasi analis sebesar RM3.400 per ton.

Namun, jika harga CPO tetap di kisaran RP2.700-RM2.800, rata-rata harga sepanjang 2008 akan menjadi RM3.200 per ton, atau turun 6% dari estimasi awal.

Kondisi ini akan menyebabkan laba emiten perkebunan pada 2008 akan turun 6%-7%, dan selanjutnya turun 15%-20% pada 2009.

Bahkan, dengan mengasumsikan harga CPO rata-rata RM2.600-RM2.700 pada 2009 dan memangkas 20% target EPS 2009, harga saham perkebunan Indonesia masih menarik.

Berdasarkan valuasi itu, PT London Sumatera Plantation Tbk (Lonsum) terhitung paling menarik. Pada kisaran harga Rp6.250, saham berkode LSIP ini diperdagangkan diskon 10%.

Sayangnya, saham ini sangat miskin katalis sehingga harganya tidak juga bergerak naik. "Di luar faktor harga CPO, tidak ada cukup alasan untuk membeli saham ini kecuali manajemen memutuskan menaikkan dividen," tutur Aditya.

Dividen

Dia percaya keputusan manajemen menahan dividen 2007 akan membuat fundamental saham LSIP terlihat kurang menarik, dibandingkan dengan saham sejenis seperti PT Astra Agro Lestari Tbk.

Sejak 2003, saham berkode AALI ini tercatat telah membagikan lebih dari 50% laba bersih sebagai dividen setiap tahun.

Anak usaha Astra ini berencana membagi dividen pada November dengan nilai antara Rp1.000-Rp1.500/saham.

JP Morgan memproyeksikan nilai dividen saham berkode AALI tersebut akan sebesar Rp1.535 per saham, dengan dividen interim dibayarkan pada November.

"Jika ini benar, saham tersebut bisa diasumsikan telah menawarkan yield dividen 6%. Karena itu, kami berpikir terlampau reaktif jika menurunkan peringkat saham tersebut sekarang," tuturnya.

Di sisi lain, saham PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk ditetapkan netral karena yield dividen saham tersebut terhitung rendah dan catatan pendapatan yang belum terbukti membuat saham Bakrie Sumatera sulit terjual. Pendapatan perseroan diperkirakan terdiskon pada level rata-rata historis.

Bursa tolak suspend saham Truba


JAKARTA: Bursa Efek Indonesia (BEI) menolak permintaan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk untuk menghentikan perdagangan sahamnya (suspend) meskipun harga saham itu terus terjun bebas ke posisi terendah tahun ini.

Harga saham berkode TRUB itu kembali tergerus kemarin setelah sebelumnya sempat rebound Rp20 menjadi Rp510 pada penutupan pasar Jumat pekan lalu. Harga saham emiten yang 72% dari pendapatannya disumbang oleh bisnis teknik, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) merosot 13,73% atau Rp70 ke level Rp440 per saham kemarin. Hal itu merupakan level harga terendah pada sepanjang tahun ini.

Head of Investor Relations Truba Gamala Virasa Katoppo mengatakan perseroan sudah mengajukan permohonan penyetopan sementara perdagangan saham (suspend) kepada otoritas bursa.

Permohonan itu dibuat dalam rangka menjaga harga saham di pasar sekaligus menanggapi permintaan otoritas bursa, yang mencari tahu penyebab penurunan harga saham TRUB.

Sayangnya, bursa memutuskan untuk tidak menyetop perdagangan saham Truba. "Dalam surat jawabannya, otoritas bursa menyatakan belum dapat melakukan suspend karena menurut mereka kami telah menyampaikan seluruh informasi yang diperlukan kepada publik," tuturnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Dengan kondisi harga saham yang terus anjlok, Gamala mengatakan perseroan belum memutuskan untuk merevisi harga penawaran umum saham terbatas (rights issue).

"[Harga saham penawaran] akan kami biarkan dulu, kami masih menunggu tanggapan dari Bapepam-LK karena dokumennya [rights issue] baru dimasukkan pada 8 Agustus," katanya.

Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito mengatakan belum bisa memenuhi permintaan suspend tersebut karena semua rencana rights issue sudah diumumkan. "Kami sudah menjawab surat dari Truba pada Jumat kemarin," katanya.

Emiten itu berencana menerbitkan 4,19 miliar saham baru pada harga Rp900 per saham guna memperoleh dana segar Rp3,78 triliun. Perusahaan konstruksi pembangkit listrik itu akan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang 100 saham Truba untuk membeli sebanyak 27 saham baru.

Reaksi pasar

Gamala menambahkan penurunan harga saham yang terjadi dalam lebih dari sepekan terakhir murni karena reaksi pasar, sehingga perseroan tidak bisa mengintervensinya.

Truba, ujarnya, akan fokus pada realisasi proyek pembangunan pembangkit listrik segmen kontrak EPC ataupun pembangkit listrik mandiri (independent power plant/IPP).

Satu kepala analis dari sekuritas lokal mengatakan investor tidak suka dengan rencana Truba masuk bisnis infrastruktur telekomunikasi dengan membeli obligasi yang bisa ditukar dengan 1,09 miliar saham atau 99,38% saham Asia Mobile, pemilik 37% saham PT Hutchison CP Telecommunications Indonesia. Hutchison Indonesia merupakan operator seluler 3 (Three).

Secara terpisah, Presiden Direktur Truba Sidarta Sidik menuturkan saat ini biaya pembangunan pembangkit telah membengkak rata-rata 20%-30% dari sebelumnya US$1 juta untuk tiap megawatt akibat kenaikan harga bahan baku bangunan seperti baja.

RUMOR PASAR Investor Daily 20 Agustus 2008


Truba Akan Buyback Saham
PEMILIK PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) berencana membeli kembali (buyback) saham perseroan di pasar. Sebelumnya, kata sumber Investor Daily, mereka telah menjual sahamnya pada harga Rp 700. TRUB bakal terangkat ke posisi Rp 600. Apalagi, kata dia, perseroan akan melangsungkan rights issue pada harga Rp 500.

Sejumlah pihak yang mengetahui rencana tersebut akan kembali mengakumulasi TRUB yang kini sudah terkoreksi cukup dalam. Apalagi, kinerja perseroan saat ini semakin meningkat. Dalam waktu dekat, perseroan akan menandatangani kerja sama dengan Tenaga Nasional Bhd untuk membiayai sejumlah proyek PLTU. Pada perdagangan kemarin, TRUB ditutup melemah Rp 70 (15,9%) ke posisi Rp 440. (jau)


Cermati Saham Mobile-8
HARGA saham PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) akan diangkat menuju level Rp 150 dalam jangka pendek. Menurut sumber Investor Daily, masuknya perusahaan telekomunikasi asing menjadi pemegang 15,7% saham perseroan akan berdampak positif bagi kinerja Mobile-8. Penjualan saham operator seluler itu dipatok pada harga Rp 143 per saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 457,5 miliar.

Selain itu, Qualcomm Incoporate, pemegang 5,01% saham Mobile-8, berkomitmen untuk mengembangkan teknologi telekomunikasi berbasis CDMA melalui perseroan. Pada perdagangan kemarin, FREN ditutup terkoreksi Rp 5 (7,69%) ke posisi Rp 65. (jau)

Harga Minyak Mentah Opec Naik Tipis


Vienna, (ANTARA News/DPA) - Harga minyak mentah yang diproduksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) naik 0,80 dolar AS pada Senin, kata OPEC dalam pernyataannya, Selasa.

Harga satu barrel (159 liter) minyak mentah produksi OPEC berada pada 108,68 dolar AS pada Senin, naik dari 107,88 dolar AS pada Jumat lalu.

OPEC menghitung sebuah rata-rata harga keranjang berdasarkan pada 13 merk penting yang diproduksi oleh anggota kartelnya.(*)

Banyak Gangguan, IHSG Tetap Bisa ke Titik 2.800


Jakarta - Meski pergerakan pasar saham sangat fluktuatif dalam beberapa bulan terakhir, namun pelaku pasar tetap melihat ada potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik hingga akhir tahun ini dan tetap bisa ke level 2.800.

PT CIMB-GK Securities Indonesia dalam market outlook yang diterima detikFinance, Selasa (19/8/2008) masih tetap optimistis terhadap pasar saham Indonesia.

PT CIMB-GK Securities Indonesia tetap tidak mengubah target IHSG di level 2.800 yang merupakan proyeksi awalnya untuk tahun 2008. Perusahaan melihat bakal banyak sentimen positif di lantai bursa dibanding tiga bulan terakhir. Meski pasar global masih diselimuti ketidakpastian, namun pengaruh dari investor lokal yang akan memegang likuiditas di pasar. Ada pula konsumsi dan belanja negara yang akan lebih banyak menjelang penutupan tahun anggaran. Dengan target IHSG 2.800 maka price earning akan mencapai 16,7 kali dan 13,2 kali untuk periode 208-2009.

PT CIMB-GK Securities Indonesia tetap fokus saham tambang seperti PTBA, bank seprti BBCA, BMRi dan BBRI, kemudian Telkom, PGAS dan INDF.

Sektor batubara diyakini tetap menarik karena tingginya permintaan yang melampaui suplai untuk pembangkit energi dalam tiga tahun ke depan.

Sektor perbankan cukup solid karena tidak ada perbankan Indonesia yang terseret krisis subprime mortgage sedangkan pertumbuhan kreditnya tetap tinggi yang semester I-2008 mencapai 30%.

Sektor telekomunikasi meski mengalami penurunan pendapatan akibat adanya penurunan tarif tapi perusahaan telekomunikasi mulai akan mulai melakukan penyesuaian. Sedangkan sektor perkebunan diingatkan akan munculnya risiko penurunan harga komoditas.

Jasa Marga Kuasai 55% Saham MNA


JAKARTA , Investor Daily
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) meningkatkan kepemilikan sahamnya pada PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) menjadi 55% dari sebelumnya 1,7%. Perseroan telah menandatangani nota kesepahaman dengan pemegang saham MNA pada 17 Agustus 2008.

“MNA kini memegang konsesi jalan tol Surabaya-Mojokerto sepanjang 36 kilometer. Pengambilalihan mayoritas saham perusahaan tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 550 miliar,” kata Dirut Jasa Marga Frans S Sunito kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (18/8).

Frans mengatakan, perseroan akan menggunakan dana internal untuk merampungkan akuisisi pada September-Oktober tahun ini. Namun sebelum transaksi, perseroan akan menguji tuntas (due diligence) kondisi keuangan dan status hukum MNA. Sebab, kata dia, Jasa Marga berkomitmen untuk investasi pada proyek yang menjanjikan.

Jalan tol Surabaya-Mojokerto merupakan bagian dari jaringan Trans Jawa. Ruas tol itu akan terintegrasi dengan Surabaya-Gempol yang kini dioperasikan oleh Jasa Marga. Nilai investasi jalan tol Surabaya-Mojokerto ditaksir sebesar Rp 3 triliun. Jasa Marga akan memanfaatkan pinjaman bank untuk membantu pendanaan proyek.

Rencananya, masa konstruksi jalan tol Surabaya-Mojokerto dimulai pada tahun ini. Sedangkan masa beroperasinya ditargetkan pada 2010. “Kami akan meminta persetujuan pemerintah atas jaminan land capping dan fasilitas dana bergulir untuk pembebasan lahan dalam waktu dekat ini,” jelas Frans.

Analis Paramitra Alfa Sekuritas Gina Novrina Nasution mengatakan, akuisisi MNA akan berdampak besar bagi laba bersih perseroan ke depannya. Dia memperkirakan, laba per saham (earning per share/EPS) perseroan pada akhir 2008 tumbuh 24%. Sedangkan 2009, EPS diperkirakan naik 50% karena pengaruh akuisisi MNA. Harga sahamnya pada tahun ini berpotensi menyentuh level Rp 2.100.

Gina menambahkan, saham infrastrukstur tahun ini masih prospektif. Pasalnya, volume penjualan mobil naik sehingga menambah jumlah pengguna jalan tol. Apalagi saham infrastruktur, perbankan, dan properti kini menjadi alternatif investasi di tengah penurunan harga minyak dan komoditas.

Naik 40%
Pada semester I-2008, Jasa Marga membukukan pendapatan sebesar Rp 1,62 triliun atau naik 40% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,16 triliun. “Kinerja semester I tahun ini lebih baik daripada yang direncanakan dan perusahaan optimistis rencana kinerja 2008 dapat dicapai,” jelas Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Okke Merlina.

Perseroan menargetkan pendapatannya pada akhir 2008 mencapai Rp 3,3 triliun atau naik 30% dari tahun lalu Rp 2,6 triliun. Saat ini, Jasa Marga sedang membangun lima proyek jalan tol baru yaitu Bogor Ring Road, Semarang-Solo, Gempol-Pasuruan, Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, dan Ulujami-Kebun Jeruk.

Metrodata akan MSOP 102,07 juta saham


JAKARTA (Bisnis.com): PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) berencana menggelar management stock option plan (MSOP) maksimal 102,07 juta saham yang digelas mulai April 2009.

Dalam keterbukaan informasinya, perseroan mengumumkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dengan cara menerbitkan program pemberian hak opsi untuk memiliki saham kepada manajemen atau MSOP ini diberikan kepada anggota Dewan Komisaris, kecuali Komisaris Independen dan Direksi Perseroan.

Harga pelaksanaan MSOP minimal 90% dari harga rata-rata penutupan harga saham perseroan di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut sebelum tanggal pemberitahuan rencana pelaksanaan MSOP kepada bursa. Harga pelaksanaan harus dibayarkan tunai oleh pihak yang berhak.

Penerbitan hak opsi sejumlah 102.074.77 saham segera setelah persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 3 September 2008 pukul 13.30 WIB di gedung WTC Jakarta. Setiap satu hak opsi akan memberikan kepada pemegangnya hak untuk membeli satu saham perseroan dengan membayar harga pelaksanaan.

Hak opsi dilaksanakan dalam tiga tahap, tahap pertama pada tahun 2009 yakni tanggal 1-30 April dan 1-31 Desember. Tahap kedua, tahun 2010 tanggal 1-30 April dan 1-31 Desember, tahap ketiga tahun 2011 tanggal 1-30 April dan 1-31 Desember.

Sehubungan dengan rencana penerbitan MSOP sebanyak 102,07 juta saham ini, akan berdampak terhadap beban direksi dan dewan komisaris pada saat pemberian hak opsi yang berdasarkan metode Balck-Scholes Option Pricing, sebesar Rp1,02 miliar.

Kepemilikan saham perseroan 85,17% dikuasai masyarakat, sisanya 12,93% dimiliki Ockham Cay Holding Ltd, British Virgin Islands dan 1,88% dimiliki Hiskak Secakusuma, Presiden Komisaris.

Harga saham MTDL pagi ini di Bursa Efek Indonesia tidak bergerak pada level Rp118.

Bank CIMB Niaga finalisasi kredit pembangkit listrik


JAKARTA: PT Bank CIMB Niaga Tbk akan memfinalisasi kucuran kredit sindikasi pembangunan pembangkit listrik Jababeka senilai US$106 juta yang ditargetkan rampung akhir bulan ini.

Corporate & Business Banking Director Bank Niaga Catherine Hadiman mengatakan delapan bank yang terlibat sindikasi telah menyepakati pemberian kredit itu yang siap dikucurkan beberapa pekan ke depan.

"Proyek pembangkit listrik Jababeka ini merupakan salah satu sektor yang menjadi fokus garapan bisnis perseroan sekaligus menjadi pimpinan sindikasi dengan dana yang akan dikucurkan senilai US$25 juta atau sekitar Rp232,5 miliar," katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Catherine menjelaskan ekspansi kredit perseroan difokuskan pada sektor pembangkit listrik, perkebunan kelapa sawit, dan kredit pembelian kapal perusahaan dalam negeri.

Tahun ini perseroan membidik pembiayaan tiga proyek besar di dalam negeri yaitu di sektor agribisnis, infrastruktur, dan pembangkit listrik. Selain itu, Bank CIMB Niaga itu juga tengah negosiasi kredit sektor manufaktur.

"Kami tengah bernegosiasi dengan konsorsium pembangunan jalan tol untuk menjadi lead arranger dalam sindikasi pembiayaan Rp2 triliun dan mengincar pembiayaan korporasi di bidang perkebunan dan perkapalan."

Catherine menambahkan proses negosiasi konsorsium jalan tol yang berlokasi di wilayah Jawa akan melibatkan kontraktor swasta dan perusahaan BUMN. Namun, dia tidak menyebutkan proyek jalan tol mana yang sedang diincar itu.

"Ini kan masih proses sehingga belum bisa disebutkan proyeknya secara gamblang dan perusahaan apa saja yang bergabung dalam konsorsium itu sampai semuanya sudah pasti," ujarnya.

Selain mengincar proyek jalan tol, Bank CIMB Niaga juga tengah bernegosiasi dalam pembiayaan proyek di sektor penunjang batu bara.�� Bank itu juga masuk dalam pembiayaan sektor telekomunikasi meski nilainya relatif kecil dibandingkan dengan target portofolio kredit telekomunikasi pada tahun ini senilai Rp700 miliar-Rp800 miliar.

Bank BNI ikut sindikasi kredit manufaktur senilai US$35 juta


JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk bergabung dalam sindikasi kredit perusahaan manufaktur senilai US$35 juta atau Rp322 miliar dengan kurs Rp9.200 per dolar AS. Bank Mega Tbk dan Bangkok Bank juga terlibat dalam rencana itu.

Wakil General Manager Institutional Banking Bob Ananta menyampaikan sindikasi kredit tersebut masih dalam tahap finalisasi dan diharapkan bulan depan sudah bisa ditandatangani perjanjiannya. BNI akan menjadi lead arranger dalam sindikasi itu

"Kami masih dalam negosiasi dengan perusahaan fiber tersebut. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa disepakati. Itu [September] paling lama," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, pekan lalu.

Dia menyampaikan rencana kredit sindikasi sebesar US$35 juta itu akan digunakan perusahaan terkait untuk pembiayaan investasi. Namun, Bob belum mau menyebutkan nama perusahaan fiber tersebut. "Belumlah, itu nanti saja. Yang jelas perusahaan swasta."

Jangka waktu kredit tersebut, sambungnya, direncanakan berlangsung dalam jangka menengah, yakni lima tahun. Sejauh ini, ungkapnya, baru Bank Mega dan Bangkok Bank yang menyatakan bergabung dalam sindikasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bob menyampaikan saat ini pihaknya masih menyusun rencana untuk melakukan sin- dikasi beberapa proyek. Namun, Bob masih enggan menyampaikan sejumlah proyek tersebut karena masih dalam taraf penjajakan.

Bank pelat merah itu sepanjang paruh pertama 2008 termasuk agresif dalam mengga- lang sindikasi kredit mulai dari sektor infrastruktur, telekomunikasi, hingga power plant.

Bulan lalu, BNI bersama BRI dan Bank Jabar Banten, co lead arranger konsorsium bank pembangunan daerah, terlibat dalam sindikasi kredit modal kerja kepada PT Telkom Tbk senilai Rp2,5 triliun. Sebelumnya,� Telkomsel juga meraih pinjaman dari BNI dan BCA senilai Rp3 triliun.

BNI juga menjadi coordinating arranger proyek pembangunan PLTU batu bara Labuan 2 x 315 MW milik PLN sebesar Rp2,8 triliun. Bank BUMN itu, pada awal Agustus juga memberikan kredit bilateral kepada PT Krakatau Steel sebesar Rp1,46 triliun terdiri dari US$75 juta dan Rp750 miliar.

Kinerja kredit BNI pada semester pertama tahun ini tumbuh sebesar 26,6% menjadi Rp99,02 triliun lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang masih Rp78,24 triliun. Namun, ekspansi kredit yang cukup besar itu tak cukup efektif mendongkrak laba perseroan.

Laba bersih BNI justru anjlok 56,9% menjadi hanya Rp439 miliar akibat tingginya beban pencadangan. BNI kini menanggung beban penyisihan pencadangan aktiva sebesar Rp2,15 triliun lebih dari dua kali lipat dari periode yang sama tahun lalu yang masih Rp998 miliar.

Davomas dapat pinjaman subordinasi


JAKARTA: PT Davomas Abadi Tbk akan meminta izin dari pemegang saham pada rapat umum pemegang saham luar biasa yang akan diadakan pada 15 September untuk mendapatkan pinjaman subordinasi senilai US$100 juta dari Centerpiece Group Limited.

Investor Relations Davomas Desril Muchtar dana tersebut akan digunakan untuk melakukan pembebasan lahan seluas 15 hektar, pembelian mesin peralatan produksi, dan pembangunan gudang pendingin.

"Kami sudah menjelaskan itu kepada Bapepam-LK kemarin," ujarnya akhir pekan lalu.

Perusahaan mengharapkan pembelian dan pemasangan peralatan akan dilakukan pada triwulan I/2009, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan dan produksi penuh pada triwulan I/2010.

Perusahaan akan menjaminkan mesin dan peralatan produksi serta fasilitas bangunan produksi kepada kreditor pinjaman senior.

Truba revisi harga rights issue


TULANG BAWANG, Lampung: PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk akan merevisi harga saham yang ditawarkan dalam penawaran umum terbatas I (rights issue) setelah harga saham tergerus 37%.

Harga saham berkode TRUB itu merosot lima hari berturut-turut sejak 8 Agustus hingga 14 Agustus menjadikannya berada di level Rp490, dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya Rp780 pada 7 Agustus. Meski pada Jumat pekan lalu, harga saham ini berhasil naik Rp20 menjadi Rp510, harganya masih lebih rendah dibandingkan dengan harga penawaran umum Rp900.

Truba berencana menjual sebanyak 4,19 miliar saham baru pada harga Rp900 per saham guna memperoleh dana segar Rp3,78 triliun. Perusahaan konstruksi pembangkit listrik itu akan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang 100 saham Truba untuk membeli sebanyak 27 saham baru.

Presiden Direktur Truba Sidarta Sidik mengatakan perseroan akan mengkaji harga penawaran umum tersebut karena harga saham di pasar lebih tinggi dibandingkan dengan harga penawaran.

"Akan kami kaji kembali harganya. Kami juga sudah mengajukan permohonan untuk suspend [penyetopan perdagangan saham] kepada otoritas Bursa Efek Indonesia," ujarnya di sela-sela pemancangan kolom pertama PLTU CP Bahari berkapasitas 4 x 30 megawatt (MW) yang terletak di Desa Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, pekan lalu.

PLTU itu akan memasok listrik ke perusahaan tambak udang PT Central Pertiwi Bahari (CP Bahari), yang sebelumnya dikenal dengan nama Dipasena.�

Penawaran umum diharapkan efektif pada 10 September. Saham baru dari rights issue tersebut dapat diperdagangkan melalui ataupun di luar bursa selama enam hari yakni mulai 24 September-29 September.

Truba akan menggunakan seluruh dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya, untuk membeli obligasi tukar dari Brilliant Capital Pte Ltd. Obligasi tukar ini selanjutnya akan ditukarkan dengan 1,09 miliar saham PT Asia Mobile, yang mewakili 99,38% kepemilikan. Brilliant juga bertindak selaku pembeli siaga.

Menurut Sidarta, akuisisi tak langsung ini menjadi strategi perseroan untuk ekspansi ke bidang konstruksi lain. Asia Mobile, katanya, sudah beroperasi selama lima tahun di Indonesia.�

"Kami melihat ini sebagai sinergi di sektor infrastruktur. Lagipula kami melihat prospek jangka panjangnya, dalam dua sampai tiga tahun diharapkan nilai investasi sudah kembali," jelasnya.

Asia Mobile memiliki 37% saham PT Hutchison CP Telecomunications Indonesia. Hutchinson Indonesia yang merupakan operator telepon selular 3 (Three), adalah unit usaha Hutchison Telecommunications International Ltd milik miliuner Hong Kong Li Ka-shing.

Proyek anak Darma Henwa disetujui


JAKARTA: Anak perusahaan PT Darma Henwa Tbk, yaitu PT DH Energy, mendapat persetujuan dari investor asing terkait� dengan pelaksanaan studi kelayakan proyek gasifikasi batu bara dengan menggunakan batu bara cokelat (brown coal).

Menurut Sekretaris Perusahaan Darma Henwa Devindra Ratzarwin, berdasarkan letter of intent (LoI) tersebut semua pihak setuju atas pelaksanaan studi di daerah Pendopo, Sumatra Selatan itu.

"Dalam rangka memenuhi Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, Darma Henwa menyampaikan DH Energy telah menandatangani LoI dengan beberapa investor asing," ujarnya, Jumat pekan lalu dalam Keterbukaan Informasi kepada Bursa Efek Indonesia.

Minyak Turun ke US$ 112, Wall Street melorot Lagi


New York - Harga minyak mentah dunia yang sempat naik ke US$ 115 per barel akhirnya surut lagi ke US$ 112 per barel. Namun saham-saham di Wall Street malah ikut melemah.

Pada perdagangan Senin (18/8/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman September turun 90 sen ke level US$ 112,87 per barel. Minyak jenis Brent turun 61 sen ke level US$ 111,94 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah badai tropis Fay dipastikan menjauhi fasilitas perminyakan di Teluk Meksiko.

Namun saham-saham di Wall Street masih melemah karena prospek adanya kerugian lebih besar akibat krisis mortgage sehingga menyeret penurunan harga saham-saham perbankan.

Termasuk dua perusahaan pembiayaan perumahan besar AS yakni Fannie Mae dan Freddie Mac, yang sahamnya merosot lebih dari 20% setelah Barron melaporkan Departemen Keuangan kemungkinan harus memberikan dana talangan yang lebih besar.

Namun Depkeu AS sudah menegaskan bahwa pihaknya tidak ada rencana untuk memberikan bantuan kepada dua perusahaan pembiayaan perumahan AS itu. Kedua perusahaan pembiayaan itu kini menguasai separuh lebih pembiayaan perumahan di AS.

"Apa yang kami pelajari adalah bahwa krisis finansial sudah jauh terlampaui dan proyeksi pendapatan kemungkinan terlalu tinggi," ujar Jim Awad, chairman WP Steward Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/8/2008).

"Jika harga minyak dan pasar saham turun bersamaan, maka Anda tahu bahwa ada alasan sesungguhnya untuk khawatir," imbuhnya.

Indeks Dow Jones kemarin ditutup turun 180,51 poin (1,55%) ke level 11.479,39, Nasdaq turun 35,54 poin (1,45%) ke level 2.416,98 dan S&P turun 19,60 poin (1,51%) ke level 1.278,90. Saham Fannie Mae tercatat berada di titik terendah dalam 20 tahun.

Minyak sebabkan pasar berkontraksi


JAKARTA (Bisnis.com): Ketergantungan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pergerakan harga minyak mentah dunia mulai membuat pasar berkontraksi, menyusul tren koreksi harga energi dunia tersebut.

Pelaku pasar diperkirakan akan melirik saham perbankan, properti, dan konsumer karena berpotensi meraup berkah dari memudarnya ancaman inflasi dunia.

Analis PT Reliance Securities Tbk Andrew Sihar Siahaan mengatakan dominasi saham komoditas terhadap indeks sulit dielakkan, mengingat pergerakan harga minyak mentah dunia memang sejalan dengan komoditas.

"Harga batu bara, logam, dan minyak sawit mentah mengikuti pergerakan harga minyak mentah," tuturnya, kemarin.

Turunnya permintaan energi dunia tersebut membuat organisasi negara eksportir minyak OPEC memperkirakan tidak ada kenaikan konsumsi pada 2009. Konsumsi minyak dunia diperkirakan 86,9 juta barel per hari pada 2008 dan 87,78 juta tahun depan.

Analis pasar modal David Cornelis menambahkan terbukanya potensi koreksi saham batu bara akibat penurunan harga minyak mentah akan ditimpali aksi ambil untung saham komoditas logam yang sempat menguat pekan lalu.

Pertumbuhan ekonomi semester I tercatat sebesar 2,44% (bulanan) dan 6,39% (tahunan) karena ekspor yang meningkat. "Angka PDB akan memberikan faktor implikasi positif bagi makro dan juga bursa," ujar David.

Dia memperkirakan indeks masih berada di dalam tren pelemahan jangka menengah karena banyak sentimen negatif. Batas risiko penurunan berada di level psikologis 2.000.

Indeks akan bergerak di kisasan support 2.057 hingga resistance 2.115 pada perdagangan besok, dan pada kisaran support 2.000 ke resistance 2.170 untuk pekan ini.

"Bagi investor jangka panjang, saatnya melakukan pembelian kembali pascakoreksi [buy on weakness], karena valuasi mayoritas saham-saham sudah tergolong wajar dikoleksi," ujarnya.

Total Ikut Garap Kemang Village


Jakarta - PT Total Bangun Persada Tbk ditunjuk untuk menggarap Kemang Village, salah satu megaproyek milik PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Penyelesaian pembangunan tahap satu ditargetkan selesai di tahun 2009.

"Ya kami telah ditunjuk oleh Lippo untuk menggarap proyek Kemang Village," ujar Corporate Secretary Total, Elvina Apandi Hermansyah saat dihubungi detikFinance, Sabtu (16/8/2008).

Meski nilai keseluruhan kontrak kerjasama ini masih dalam pembicaraan kedua belah pihak, namun proses pengerjaan sudah dimulai dengan dilakukannya peletakan batu pertama di bulan Juli lalu.

"Nilai kontrak masih dibicarakan, karena kami dengan Lippo masih membahas apakah Total akan menggarap seluruh kontruksi Kemang Village atau tidak. Namun pengerjaan sudah dimulai," ujar Elvina.

Kemang Village merupakan salah satu proyek besar LPKR. Proyek ini bernilai US$ 1,1 miliar di atas lahan seluas 15,5 hektar.

Penggarapannya dilakukan dalam dua tahap. Topping off tahap pertama ditargetkan pada September 2009, sedangkan topping off tahap dua diharapkan sekitar 2010-2011.

Proyek-proyek LPKR lainnya adalah superblok St Moritz di kawasan Puri Jakarta Barat dan kompleks pemakaman mewah San Diego Hills. Keduanya ditaksir senilai US$ 2,2 miliar.

Tahun 2008 ini, LPKR juga berencana mengembangkan 3 kawasan terpadu lagi di bilangan Jakarta Selatan.

PT Total Bangun Persada Tbk adalah kontraktor swasta terbesar di Indonesia yang telah membangun lebih dari 500 gedung bertingkat (high-rise building), termasuk apartemen-apartemen mewah, resort dan hotel bintang lima, bangunan komersial, kampus dan sekolah, rumah sakit dll.

Pembangunan Kemang Village diharapkan akan mencapai kecepatan 6 hari per lantai dan akan mengerahkan sekitar lebih dari 2.500 orang pekerja.

"Selain Kemang Village, kami sekarang sedang menggarap Central Park milik Agung Podomoro. Nilainya sekitar Rp 1,6 triliun," ujar Elvina.

Tahun ini Total menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 70 miliar. Pada semester I lalu, Total membukukan pendapatan sebesar Rp 900 miliar dan laba bersih sebesar Rp 22 miliar.

Meski target tahun ini belum tercapai separuhnya, namun Elvina optimis target pendapatan dapat tercapai.

"Kalau target pendapatan kami optimis dapat tercapai. Namun target laba bersih mungkin akan disekitar Rp 40 miliar, karena ada kenaikan harga bahan-bahan material," jelas Elvina.

Truba Jajaki Kerjasama Dengan Tenaga Nasional Berhad


Lampung - PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) sedang menjajaki kerjasama strategis dengan Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik negara Malaysia untuk masuk dalam 3 proyek Independent Power Producer (IPP) terbarunya.

"Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Tenaga Nasional Berhad untuk mengadakan kerjasama berupa equity partner," ungkap Presiden Direktur TRUB, Sidarta Sidik di lokasi proyek PLTU Tulang Bawang, Lampung, Jumat (15/8/2008).

Sidik mengungkapkan bahwa kerjasama dengan TNB sangat memungkinkan, karena pasokan listrik di Malaysia sudah mencukupi.

"Pasokan listrik di Malaysia itu sudah mencukupi, bahkan persediaan mereka berlebih sekitar 45%. Jadi mereka sangat terbuka untuk mengadakan kerjasama penyediaan listrik di Indonesia," jelas Sidik.

Sayangnya, Sidik belum dapat menyebutkan di proyek mana saja kerjasama tersebut akan dilakukan, sebab masih dalam penjajakan.

Namun berdasarkan catatan detikFinance, hingga saat ini masih ada 3 proyek IPP milik TRUB yang belum mendapatkan pendanaan utuh. Apalagi rencana penerbitan global bond TRUB senilai US$ 100-200 juta tertunda akibat tingginya tingkat suku bunga.

Tiga pembangkit yang akan dibangun oleh perseroan terdiri dari dua PLTU dan satu pembangkit berbahan bakar Syngas. Satu PLTU terletak di Sumatera dengan kapasitas 2x150 megawatt (MW). Dua sisanya terletak di Karang Asem, Bali terdiri
dari PLTU dengan kapasitas 2x100 MW dan pembangkit Syngas berkapasitas 330 MW.

Dari total kebutuhan dana sebesar US$ 900 juta tersebut, komposisinya 30% sekitar US$ 270 juta dari kas internal dan 70% US$ 630 juta dari pendanaan eksternal.

Selain dengan TNB, perseroan juga sedang mengadakan pembicaraan dengan BEMCO, perusahaan listrik negara asal Saudi Arabia.

"Pembicaraan kami lebih ditujukan untuk memperkuat marketing anak usaha kami disana, Truba Arabia. Namun tidak tertutup kemungkinan mereka akan kami bawa ke Indonesia. Selama ini Truba Arabia juga sudah bekerja sama dengan mereka," ujar Sidik.

Sebelumnya Head of Investor Relations TRUB, Gamala V Katoppo mengungkapkan, hingga saat ini perseroan masih kesulitan memperoleh dana tersebut, baik internal maupun eksternal.

Oleh sebab itulah hingga saat ini proyek 3 pembangkit tersebut belum dapat digarap perseroan. Namun Gamala berharap pendanaan dapat secepatnya diperoleh agar proyek dapat segera dikerjakan.

"Jika strategic partnership dapat segera direalisasikan, kami harapkan proyek dapat dikerjakan tahun ini. Target kami 3 pembangkit ini bisa beroperasi di 2011," ujar Gamala.

Selain 3 proyek IPP tersebut, TRUB juga baru saja mengadakan kerjasama dengan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB). Kerjasama konsorsium tersebut untuk pembangunan IPP berkapasitas 2x100 MW di Banjarsari.

"Nilai proyek ini sekitar US$ 243 juta. Pendanaannya 30% internal, sisanya 70% eksternal. Pendanaan proyek ini tidak ada masalah, sudah terpenuhi semua," papar Sidik.

Proyek yang baru saja ditandatangani pada Rabu Malam (13/8/2008) ini, rencananya mulai digarap akhir tahun 2008 atau awal tahun 2009. Targetnya, PLTU ini operasi di 2010-2011.

BNI dan XL luncurkan transfer instan remittance


JAKARTA (Bisnis.com): BNI dan XL luncurkan layanan transfer instan dari luar negeri yang ditujukan bagi para pekerja Indonesia yang akan mengirimkan uangnya ke beberapa wilayah di dalam negeri (transaksi remittance).

Dirut BNI Gatot M. Suwondo mengatakan untuk tahap awal layanan transaksi remittance ini dilakukan dari Hong Kong ke Indonesia mengingat potensi tenaga kerja Indonesia di negara itu sangat besar mencapai 123.000 pekerja.

"Kami memiliki infrastruktur jaringan yang memadai untuk melayani transaksi remittance dan fasilitas ini akan terus dikembangkan ke sejumlah negara lainnya di Asia Pasifik,” jelasnya dalam MoU BNI dan XL peluncuran transfer instan di Jakarta, hari ini.

Hingga Juni 2008, volume transaksi remittance BNI yang masuk ke Indonesia mencapai US$7,43 miliar, dengan pengirim terbesar adalah dari Amerika Serikat US$2,8 miliar atau sebesar 38%. Berikutnya dari Singapura sebesar US$1 miliar, Jepang US$367,5 juta, Belanda US$303,9 juta, Saudi Arabia US$288,3 juta, dan sisanya dari negara lain.

Dari sisi frekuensi pengiriman, jumlah transaksi remittance BNI terbesar adalah dari Saudi Arabia mencapai 47%, disusul Malaysia 20%, Amerika Serikat 9,8%, Hong Kong 4,1%, Kuwait 3,5%, Uni Emirat Arab 3,4%, dan Singapura 3,2%.

Direktur XL Hasnul Suhaimi mengutarakan dengan fasilitas ini para pekerja migran Indonesia atau yang sedang berada di luar negeri dapat melakukan pengiriman uang dengan notifikasi SMS. "Teknisnya mudah hanya dengan menunjukkan kode SMS yang dikirim oleh sistem XL setelah transaksi tranfer dari luar negeri, penerima dapat mengambil dananya di kantor BNI terdekat."

Laju ekonomi lampaui ekspektasi


JAKARTA: Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan pada kuartal II/2008 mencapai 6,4%, lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal I sebesar 6,3%.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo mengatakan pertumbuhan produk domestik bruto ditopang oleh kuatnya ekspor. Peningkatan ekspor terutama berasal dari bahan bakar mineral, mesin elektronik dan pesawat mekanik, pakaian jadi dan barang rajutan, ikan dan udang, kapal terbang, dan bagiannya. "Apabila dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, nilai ekspor atas dasar harga konstan kuartal II/2008 naik 16,1%," ujarnya kemarin.

Untuk perhitungan secara kuartalan, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi melaju 2,44%. Laju pertumbuhan ekspor secara kuartalan sebesar 5,19% (harga konstan 2000). Nilai ekspor pada kuartal II/2008 naik menjadi Rp258,1 triliun dari Rp271,5 triliun.

BPS juga menyebutkan nilai impor atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp308,4 triliun pada kuartal I/2008 menjadi Rp370,8 triliun pada kuartal II, terutama untuk impor barang dan jasa. "Secara kumulatif, impor pada semester I/2008 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu naik 17,2% (year-on-year)."

Secara geografis, Pulau Jawa dan Sumatra memberikan kontribusi paling besar terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2008. Pulau Jawa menyumbang 57,5%, sedangkan Pulau Sumatra 24,2%. Kontribusi lainnya berasal dari Pulau Kalimantan sebesar 9,9%, Pulau Sulawesi 4,1%, dan sisanya 4,3%.

Sektor pertanian menyumbang pertumbuhan ekonomi kuartal II/ 2008 sebesar 29%, pembentukan modal tetap bruto 23%, sektor perdagangan, hotel, dan restoran 19%.

Sektor industri pengolahan, lanjutnya, turut memberikan� kontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 14%, sektor pengangkutan dan komunikasi 13%. Sisanya, disumbang oleh sektor listrik, gas dan air bersih; jasa-jasa; sektor keuangan; realestat; dan jasa perusahaan; serta sektor konstruksi.

Lebih tinggi

Di tempat terpisah, Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk Cyrillus Harinowo optimistis pertumbuhan ekonomi nasional seharusnya lebih dari kisaran 6%. Hal ini mengingat semua sektor riil tampak tumbuh.

Oleh karena itu, dia menyarankan BPS mulai mengkaji perubahan perhitungan. "Saya kadang gemes, masak kredit tumbuh hingga 31%, pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran 6%, tidak pernah beranjak dari periode sebelumnya," ujar Harinowo.

Gubernur Bank Indonesia Boediono menilai BPS perlu memperluas cakupan perhitungan pertumbuhan ekonomi dan tidak terpatok pada elemen yang ada sekarang.

Pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, tidak hanya bisa diukur dengan sisi nonmigas, tetapi juga sektor migas yang terus tumbuh. "Memang perlu ada penambahan cakupan dalam mengukur pertumbuhan ekonomi."

Kendati begitu, Boediono menyebut data BPS tetap bisa dijadikan patokan dalam menentukan arah ekonomi ke depan.

Sementara itu, Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan BI Rate 8% merupakan angka yang pas untuk mempertahankan kelangsungan dan pertumbuhan sektor riil. "[BI Rate] 8% sampai tahun depan. Dahulu, BI usulkan 9,5% tahun ini, sekarang bisa-bisa [asumsi] naik di atas 10% [tahun depan]."

Paskah menilai BI Rate 8% sebenarnya dapat dicapai dengan memakai rencana bisnis yang ketat sebagai patokan dalam permintaan swasta untuk kepentingan pembiayaan bank. Namun, dia menyayangkan BI hanya memakai kolateral sebagai acuan perhitungan.

Pada periode Desember 2007 hingga April 2008, BI Rate tercatat bertengger pada level 8%. Namun, hingga Agustus 2008 BI menaikkan suku bunga hingga mencapai 9%.

Paskah menyesalkan kebijakan kenaikan bunga itu� sebagai upaya meredam laju inflasi. Padahal, laju inflasi tetap dapat dibendung tanpa menerapkan kebijakan menaikkan suku bunga, yaitu dengan mengamankan� distribusi.

Atas dasar itu, Paskah menyarankan BI mulai menempuh kebijakan penurunan suku bunga. Jika masih menaikkan BI Rate, kelangsungan sektor usaha kecil dan menengah� dipastikan terganggu.

BRI siap salurkan dana usaha agrobisnis perdesaan


JAKARTA: Departemen Pertanian melalui PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) siap mencairkan Rp1,1 triliun untuk program pengembangan usaha agrobisnis pedesaan (PUAP) dalam tiga tahap selama Agustus-Desember 2008.

Dana untuk program 2008 ini akan mengembangkan kegiatan usaha agribisnis melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di 11.000 desa sasaran yang disalurkan melalui jaringan perbankan milik BRI.

Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Hasanuddin Ibrahim optimistis dana program ini dapat segera direalisasikan menyusul penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pelayanan perbankan antara Deptan dan BRI kemarin.

"Ini merupakan kemajuan dari rencana pencairan dana PUAP itu. Gapoktan sudah dibentuk dan sudah dilatih. Setelah ada MoU dengan BRI ini, maka ada langkah lebih lanjut untuk segera merealisasikan program ini," katanya kemarin.

Deptan diketahui menggandeng BRI kemarin terkait dengan penyediaan dan penggunaan jasa perbankan. Nota kesepahaman itu ditandatangani Hasanuddin dan Direktur Bisnis Kelembagaan BRI Asmawi Syam di Deptan kemarin.

Selain menyalurkan PUAP, nota tersebut juga menaungi kerja sama dua pihak terkait pengelolaan dana Deptan, pemberian fasilitas kredit baik pembiayaan modal kerja maupun investasi terkait, pemberian fasilitas perbankan kepada karyawan Deptan, termasuk pembukaan gerai BRI di lingkungan Deptan.

Asmawi mengatakan pertanian merupakan sektor penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui 5.000 kantor operasional yang tersebar di pelosok Tanah Air dengan 3.200 di antaranya terhubung dengan jaringan koneksi online, Asmawi menegaskan BRI siap menjadi mitra pelayanan perbankan untuk Deptan.

Terkait dengan pencairan PUAP, Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian Deptan Mat Syukur mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema pencairan dana itu melalui tiga tahap yang akan dilaksanakan sepanjang Agustus-Desember 2008.

BCA Incar Kredit Konsumsi Rp 20 T


JAKARTA, Investor Daily
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan penyaluran kredit konsumsi tahun ini sebesar Rp 20 triliun. Untuk mencapainya, perseroan akan menggenjot kredit kendaraan, perumahan, dan kartu kredit.

Direktur Bisnis Kredit Konsumen BCA Henry Koenaifi mengatakan, hingga kini kredit konsumsi perseroan telah mencapai Rp 17,3 triliun.

“Sampai saat ini kredit konsumsi yang kami salurkan mencapai Rp 17,3 triliun. Pencapaian itu didorong oleh kredit di bidang kendaraan bermotor, kepemilikan rumah, dan kartu kredit,” kata dia di sela acara the 3rd Jakarta Risk Management Convention (JMRC) di Jakarta, Selasa (12/8).

Henry optimistis dapat mencapai target kredit konsumsi sebesar Rp 20 triliun hingga akhir tahun ini, dengan mangandalkan tiga sektor kredit tersebut. Secara umum, hingga semester pertama lalu, kredit perseroan dikontribusi oleh kredit korporasi dan konsumsi.

Sampai Juni 2008, BCA membukukan pertumbuhan total portofolio kredit sebesar 49,5% dibandingkan periode sama tahun lalu, menjadi Rp 95,6 triliun. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) meningkat menjadi 50,2%.

Sektor kredit konsumsi mencatat pertumbuhan yang signifikan sebesar 55,9% menjadi Rp 17,3 triliun. Kredit pemilikan rumah (KPR) meningkat 47,5% dibanding periode sama tahun lalu menjadi Rp 9,4 triliun. Sedangkan kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 95,4% menjadi Rp 5,8 triliun.

Kredit komersial dan usaha kecil menengah (UKM) perseroan juga meningkat sebesar 33,2% menjadi Rp 37,4 triliun. Kredit korporasi tumbuh sebesar 64,5% menjadi Rp 40,9 triliun, karena didukung oleh tingginya permintaan kredit di sektor telekomunikasi, perkebunan, pertanian, serta pertambangan.

Bunga KPR Naik 1%

Terkait naiknya suku bunga acuan (BI rate), Henry mengatakan, BCA telah menyesuaikan bunga kreditnya. “Kenaikan suku bunga kami sesuaikan dengan kenaikan BI rate. Untuk bunga kredit KKB naik sekitar 0,25%. Bunga kredit KPR naik sekitar 1% menjadi sekitar 12,5%,” jelas dia.

BCA mencatat laba sebesar Rp 2,4 triliun. Peningkatan pendapatan bunga bersih dan fee based income merupakan faktor pendorong pertumbuhan laba. Peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 14,5% menjadi Rp 5,4 triliun didorong oleh pertumbuhan kredit yang signifikan, komposisi pendanaan yang menguntungkan, dan optimalisasi komposisi aktiva produktif.

Dia menambahkan, pada semester kedua, pihaknya masih melihat kebutuhan konsumsi tetap tinggi. Pasalnya, setiap saat masyarakat membutuhkan pendanaan atau refinancing. Meski demikian perseroan tetap berusaha menjaga agar rasio kredit bermasalah (NPL) kecil. Saat ini NPL KKB di bawah 1% dan KPR 0,5%.

Lippo perluas Kemang Village


JAKARTA: PT Lippo Karawaci Tbk mengakuisisi lahan baru 3,5 hektare di kawasan Kemang untuk perluasan proyek Kemang Village.

Direktur Lippo Karawaci Jopy Rusli mengatakan skala pengembangan Kemang Village diperluas, seiring dengan proses akuisisi lahan sekitar 3,5 hektare di sekitar proyek itu, sehingga nantinya menjadi 15,5 hektare.

"Harga akuisisi lahan itu rahasialah. Namun, yang jelas proyek ini diperluas skalanya, sehingga akan menjadi lebih kuat," ungkapnya di sela-sela penandatanganan kontrak jasa pekerjaan konstruksi proyek itu dengan PT Total Bangun Persada Tbk selaku kontraktor utamanya, kemarin.

Total akan memulai pembangunan tahap pertama proyek yang total nilai investasi keseluruhan mencapai Rp11 triliun.

CEO Kemang Village Djoko Hardjono mengatakan pengembangan lahan di proyek itu masih terbuka untuk diperluas lagi.

"Namun, saya fokus dengan pengembangan yang sekarang dulu. Kalau perusahaan [Lippo] ingin memperluas lagi tidak masalah," katanya.

BNI & Bosowa sepakati restrukturisasi utang


JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menutup kesepakatan restrukturisasi bilateral dengan Bosowa Group --- kelompok usaha yang dipimpin Erwin Aksa, dan pelunasan utang pokok diharapkan selesai tujuh tahun mendatang.

Dirut BNI Gatot M. Suwondo mengatakan restrukturisasi utang Bosowa dinyatakan selesai dengan kesepahaman kedua pihak yang ditandatangani pada pada Rabu. Bosowa tercatat memiliki utang sebesar Rp584 miliar.

"Bosowa sudah jadwal ulang restrukturisasi utangnya hingga 2015, yang penting perusahaan semen itu ada komitmen untuk membayar bunga komersial sekitar 11%-12% dan dapat diselesaikan sesuai dengan kesepakatan," jelasnya kepada pers di Jakarta, kemarin.

Gatot menjelaskan proses restrukturisasi utang itu dilakukan tersendiri meski pemberian fasilitas pinjaman yang melibatkan Bank Mandiri. "Mandiri juga akan melakukan," katanya.

Gatot menambahkan saat ini rasio kredit bermasalah BNI terus membaik yakni sebesar 5% gross dan NPL bersih� di bawah 2%.

Direktur Korporasi BNI Krishna R Suparto mengatakan perseroan telah menandatangani persetujuan restrukturisasi utang Bosowa dengan memperpanjang jangka waktu pembayaran.

"Saat ini bisnis Bosowa mulai bangkit kembali dan mengembangkan jaringan pasarnya sehingga BNI menjadwal ulang batas waktu pembayaran hingga 2015 untuk memberikan kesempatan pada perusahaan itu," jelasnya.

Krishna mengutarakan restrukturisasi itu memang melibatkan Bank Mandiri, tapi penyelesaian dilakukan masing-masing bank untuk memudahkan prosesnya.

Dia menambahkan perseroan membidik sepuluh obligor kakap perseroan untuk dapat direstrukturisasi utangnya pada tahun ini minimal Rp700 miliar dari total utang sebesar Rp2,7 triliun, salah satunya Bosowa.

Dia memaparkan kinerja bisnis Bosowa menunjukkan kembali membaik sehingga rencana melibatkan investor strategis dibatalkan. Selain itu, kondisi pasar saham saat ini tidak tepat.

Fokus bisnis

Krishna menambahkan sebagai produsen semen, Bosowa selama ini hanya memfokuskan bisnis di Sulawesi padahal pasar terbesar berada di Jawa dan Sumatra. Namun, saat ini telah dikembangkan ke beberapa daerah strategis di Jawa dengan membuka kantong-kantong storage dan packing.

Managing Director Special Asset Management PT Bank Mandiri Tbk Abdul Rachman mengatakan pihaknya justru berkonsentrasi pada tingkat pengembalian obligor kakap lainnya.

Dia menyebutkan Bank Mandiri akan melakukan legal action berupa pelelangan aset sejumlah obligor yang tidak dapat melakukan restrukturisasi utangnya untuk dieksekusi.

"Kami akan lakukan legal action kepada obligor itu, karena kami sudah memberikan waktu tiga tahun lebih untuk melaksanakan sejumlah opsi pelunasan, dan sampai sekarang belum ada perkembangan," jelasnya.

Semua obligor telah diberikan surat peringatan untuk dapat melunasi utangnya baik untuk obligor kecil maupun obligor kakap. Aset obligor seperti Jayanti Group dan beberapa nasabah di tingkat medium yang nilai utangnya kurang dari Rp200 miliar, telah dilelang.

Abdul Rachman menambahkan upaya legal action ini salah satunya untuk menjaga rasio kredit bermasalah bersih (non performing loan/NPL) yang saat ini pada posisi kurang dari 1%.

Medco raih US$300 juta dari 6 blok migas


JAKARTA: PT Medco Energi Internasional Tbk menargetkan bisa mengantongi US$200 juta-US$300 juta atau setara dengan Rp1,82 triliun-Rp2,73 triliun dari penjualan enam blok migas.

Sumber Bisnis yang mengetahui rencana tersebut menuturkan sebanyak lima aset Medco diindikasikan dijual di kisaran harga US$7-US$11 per barel setara minyak.

Harga tersebut lebih tinggi dari divestasi Blok Tuban ke PT Pertamina (Persero) yang baru saja terlaksana yaitu senilai US$6,6 per barel setara minyak.

"Kami bertemu dengan Presiden Komisaris Medco Hilmi Panigoro, Chief Financial Officer Medco Cyril Noerhadi, dan Investor Relations Medco Nusky Suyono belum lama ini. Mereka mengindikasikan target penjualan blok tersebut," ujarnya kemarin.

Menurut sumber itu, pertemuan antara manajemen Medco Energi dan 10 pemodal institusi yang berminat membeli blok tersebut dilaksanakan pada 8 Agustus 2008.

Enam blok yang akan dijual Medco adalah 15% kepemilikan di Blok Rimau, 16,7% di Kakap,

Lematang 24%, Langsa 70%, Bawean 30%, dan kepemilikannya di Blok Tuban dan Jeruk.

Medco berharap divestasi itu akan selesai pada semester II/2008. Hasil dari divestasi tujuh proyek ini ditujukan sebagai bagian dari modal kerja untuk tujuh proyek yang dikembangkan.

Perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Panigoro itu berencana mengucurkan dana senilai US$Rp1,5 miliar-US$2 miliar dari total kebutuhan dana investasi US$3 miliar hingga 2012 untuk membiayai pengembangan blok tersebut.

Ketujuh proyek tersebut terdiri dari tiga proyek pengembangan gas di Blok Senoro di Toili, Sulawesi Tengah, Blok A di Nanggroe Aceh Darussalam, dan Blok Lematang di Sumatra Selatan.

Perseroan juga akan mengembangkan proyek enhanced oil recovery di Rimau, Sumatra Selatan, pembangunan pabrik etanol di Lampung, dan pengembangan proyek pembangkit listrik panas bumi di Sarulla, Tarutung, Sumatra Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Medco juga mengindikasikan akan memberikan dividen khusus senilai US$50 juta atau berkisar Rp140 per saham.

�"Dividen khusus itu diindikasikan akan diberikan setelah rencana penjualan atas tujuh aset itu� selesai," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Chief Financial Officer Medco D. Cyril Noerhadi dan Presiden Komisaris Medco Hilmi Panigoro tidak mengangkat telepon selulernya.

Target laba

Apabila target laba bersih senilai US$300 juta tercapai setelah meraih penjualan Apexindo, Medco kemungkinan dapat memberikan dividen Rp335 per saham dan� merefleksikan yield dividend 7%.

Adapun, Medco akan meraih US$231 juta dari divestasi PT Apexindo Pratama Duta Tbk oleh PT Mitra Rajasa Tbk.

Riset Mandiri Sekuritas per 12 Agustus 2008 merekomendasikan target harga Rp6.950 per saham, atau berarti menawarkan potensi kenaikan hingga 44,8% dari harga saat ini.

Valuasi Medco diproyeksikan naik sedikitnya dua kali lipat dalam tiga tahun ke depan apabila tujuh proyek kunci itu terjual sesuai dengna rencana.

Riset JPMorgan Securities per 12 Agustus 2008 menyebutkan nilai penjualan Medco dengan harga US$7 per barel setara minyak akan membuat Medco dapat mengantongi sedikitnya US$238 juta.

Medco bahkan diperkirakan meraih US$300 juta-US$400 juta dari divestasi tujuh anak perusahaan itu.

JPMorgan juga memaparkan setelah melepas Apexindo, level utang Medco masih berkisar US$780 juta dengan kas internal US$438 juta pada 30 Juni 2008.

JPMorgan juga memperhitungkan bagaimana Medco akan membayar utang tersebut, mengingat emiten migas itu mempunyai obligasi tukar US$177 juta, obligasi Rp1,35 triliun, dan surat utang dengan jaminan US$100 juta yang jatuh tempo pada Mei 2010.

Medco juga memperoleh fasilitas bank senilai US$290 juta dari dua bank lokal dan satu bank asing dengan bunga 5%, lebih rendah dari bunga surat utang berjaminan yang 8,75% dan obligasi Rupiah 13,13%.

Harga saham emiten berkode MEDC ini ditutup pada level Rp4.350 atau naik 1,75% dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan 13 Agustus 2008. Dengan mengacu harga saham itu, kapitalisasi pasar Medco mencapai Rp14,49 triliun.

Harga Minyak Merosot


New York, (ANTARA News) - Harga minyak dunia merosot pada Kamis waktu setempat, atau Jumat pagi WIB, karena kekhawatiran tentang permintaan muncul kembali, sehari setelah harga meningkat menyusul laporan penurunan cadangan bensin di AS.

AFP melaporkan,penurunan tersebut mengakhiri kenaikan harga yang dimulai pada Selasa, setelah harga minyak mentah di London mencapai posisi terendah empat bulan dekat 110 dolar AS per barrel.

Kontrak berjangka minyak utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman September, kehilangan 99 sen menjadi ditutup turun pada 115,01 dolar AS per barrel. Kontrak telah "rally" hampir tiga dolar AS sehari sebelumnya.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September, turun 83 sen menjadi mantap pada 112,64 dolar AS, setelah bertambah 2,32 dolar AS sehari sebelumnya.

"Minyak mentah telah memperoleh kembali beberapa penurunannya dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya, menyikapi laporan cadangan yang memperlihatkan penurunan stok bensin yang sangat substansial," kata Victor Shum, seorang analis konsultan energi Purvin and Gertz di Singapura.

Shum mengatakan bahwa pelambatan permintaan energi akibat melemahnya ekonomi AS, Eropa dan Asia, kemungkinan akan mendorong penurunan harga minyak pada pekan-pekan mendatang.

"Kekhawatiran tentang ekonomi AS dan sekarang melebarnya pelambatan ekonomi ke Eropa dan Asia dapat mendorong harga minyak mencoba turun ke posisi terendah, karena beberapa isu pasokan telah didiskon oleh pasar," kata Shum.

Harga minyak mendapat dukungan awal pekan ini, setelah Departemen Energi AS (DoE), Rabu, melaporkan cadangan BBM telah turun 6,4 juta barrel dalam pekan yang berakhir 8 Agustus. Lebih buruk dari prediksi para analis sebuah penurunan 2,0 juta barrel.

Cadangan BBM dipantau dengan cermat pada kali ini karena bertepatan liburan musim panas dimana banyak orang Amerika bepergian menggunakan kendaraan bermotor, yang seperti biasanya akan mendorong permintaan BBM naik.

Para dealer mengatakan kekhawatiran gangguan pasokan mereda setelah Rusia dan Georgia menyepakai sebuah rencana perdamaian yang di perantarai Perancis, menyusul beberapa hari pertempuran di Georgia.

Sementara, raksasa energi Inggris BP mengatakan Kamis, pihaknya telah mengalirkan gas ke dalam saluran pipa Caucasus Selatan di Georgia, namun hubungan dengan saluran pipa minyak Baku-Supa masih ditutup.

BP telah menghentikan pemompaan minyak ke dalam saluran pipa Caucasus Selatan (SCP), yang memanjang dari Baku di Azerbaijan ke Georgia dan hingga perbatasan Turki pada Selasa, sebagai tindakan pencegahan di tengah berkecamuknya peperangan antara pasukan tentara Rusia dan Georgia.

Saluran pipa minyak Baku-Supsa BP masih ditutup, namun pasokan minyak dan gas terus mengalir dari Laut Kaspia ke Barat melalui jalur lainnya.

Bukit Asam Akuisisi 51% Saham IPC


Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan akuisisi PT International Prima Coal (IPC), yang berlokasi di Kalimantan Timur. Nilai transaksi pengambilalihan 51% saham IPC tersebut sebesar US$ 17,85 juta.

"Nilai akuisisi tersebut USD17,85 juta. Dana untuk akuisisi tersebut seluruhnya berasal dari kas internal," ujar Corporate Secretary PTBA, Eko Budhiwijayanto saat dihubungi detikFinance, Kamis (14/8/2008).

Melalui akuisisi tersebut, PTBA menjadi pemegang saham mayoritas IPC. Cadangan batubara baru yang akan diperoleh PTBA dengan akuisisi ini diperkirakan mencapai 45 juta ton. Kandungan kalori di tambang tersebut berkisar antara 4.800-6.000 kcal/kg. Kuasa penambangan IPC berlaku hingga 2016.

"Tentunya ini akan memberi kontribusi yang besar bagi perseroan," ujar Eko.

Namun saat ini, tambang IPC masih dalam tahap eksplorasi. Waktu yang dibutuhkan untuk eksplorasi ini adalah enam hingga 12 bulan. Setelah itu, tambang baru siap untuk diproduksi.

"Untuk eksplorasi, saat ini sudah berjalan. Kami harapkan pada semester I-2009 atau awal semester II 2009 tambang sudah mulai bisa berproduksi," jelas Eko.

Untuk tahun pertama, perseroan merencanakan produksi sekitar 1 juta ton. Setelah itu, akan ditingkatkan hingga mencapai 2 juta ton pertahunnya.

"Saat ini kami baru menyelesaikan akuisisi. Kami masih mengkalkulasi konstribusi IPC untuk pendapatan perseroan," jelas Eko.

Perkuat Posisi, Bentoel Investasi Rp 800 Miliar


SURABAYA, Investor Daily
Bentoel Group, berupaya memantapkan posisi dengan menggelontorkan investasi untuk delapan proyek senilai Rp 800 miliar.


Investasi tersebut di antaranya pusat produksi sigaret kertek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT), serta pabrik GLT (Green Leaf Threshing) atau pengolahan tembakau, di Malang, Jawa Timur (Jatim).

Terkait pabrik GLT, Bentoel membangun proyek tersebut di atas lahan seluas 15 hektare (ha). Pabrik GLT yang dibangun dengan investasi Rp 100 miliar itu kini masuk tahap pembangunan dan ditargetkan mulai berproduksi tahun 2009. Pabrik GLT itu seluas 55.000 m2 itu menjadi pusat pengolahan dan distribusi seluruh tembakau yang diperlukan untuk Bentoel Group.

Joko Hardiyanto, pilot manager GLT, belum lama ini, mengatakan, banyak keuntungan dengan tuntasnya pembangunan dan beroperasinya pabrik pengolahan tembakau seluas 15 ha ini. Diantaranya mampu menjaga kualitas tembakau terbaik ditambah efisiensi gudang dan produksi.

“Nantinya seluruh bahan baku tembakau produksi rokok Bentoel Group dipusatkan di GLT. Selain memangkas biaya produksi juga efisiensi gudang,” katanya.

Mesin-mesinnya didatangkan dari Amerika Serikat senilai Rp 100 miliar. Karena semua ditangani mesin, pekerja yang dilibatkan diperkirakan hanya mencapai 400 orang. Kapasitas mesinnya normalnya 30.000 ton tembakau/tahun. Mesin akan bekerja selama 24 jam untuk lima hari kerja selama 10 bulan produksi. Dua bulan sisanya untuk overhaul dan perawatan.



Joko menambahkan dengan kapasitas produksi 30 ribu ton per tahun GLT menjadi kawasan terpadu pengolahan tembakau dan kualitas serta jaminan stok kebutuhan produksi Bentoel Group dalam kurun beberapa tahun. Pabrik GLT juga memenuhi kebutuhan produk yang sudah diproduksi ataupun varian rokok yang sedang akan diproduksi.

Bahan baku tembakau untuk Bentoel Group didatangkan dari 7 pusat produksi tembakau terbaik di Indonesia. Seperti Temanggung (Jateng), Bojonegoro (Jatim), Madura, Paiton (Probolinggo), Bondowoso, Wlingi (Blitar) dan mulai tahun ini ditambah dengan tembakau Lombok (NTB).

“Bentoel Group juga mendatangkan tembakau impor dari Brazil, AS, Tiongkok, India, Turki, dan Yunani. Tembakau impor tersebut diperlukan untuk kebutuhan aroma dari beberapa varian produksi rokok tertentu. Komposisinya tidak terlalu besar, karena isi rokok sebagian besar tembakaunya dari local,” ujarnya.

Selama ini, jelas Joko untuk memenuhi kebutuhan tambakau, Bentoel Group menyerahkan pengolahan tembakau kepada pihak ketiga. Dengan akan beroperasinya GLT seluruh pengolahan tembakau akan ditangani sendiri dan tetap akan menggunakan pihak ketiga bilamana masih diperlukan.



Mantapkan Posisi

Satrija Budi Wibawa, corporate secretary Bentoel Group mengatakan, pihaknya terus memacu ekspansi. “Di tengah makin ketatnya persaingan bisnis rokok, inovasi dan pengembangan menjadi kunci untuk bertahan dan memenangi persaingan,” katanya.

Dia menambahkan, pembangunan pabrik GLT akan membuat Bentoel lebih efisien dari sisi produksi dan biaya.

Bentoel Group juga mengembangkan Karanglo 2 yang berlokasi di Singosari. Di lokasi ini, Bentoel memproduksi SKM dan sigaret putih mesin (SPM) di antaranya produk X Mild, Club Mild, Star Mild, dan Country.

“Total ada 11 varian produksi rokok Bentoel Group. Ke depan akan ada produk-produk baru yang disesuaikan dengan segmen pasar dan daerah yang berbeda,” jelas Satrija.

Pertumbuhan Ekonomi 6,39%, IHSG Melonjak Tajam


JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2008 yang tercatat 6,39 persen membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis (14/8/2008) ditutup menguat tajam 43,12 poin atau 2,09 persen ke posisi 2.106,64.

Hal tersebut direspons positif oleh pelaku pasar. Berbagai saham unggulan pun turut mereguk penguatan tersebut.

Sementara untuk indeks LQ45 naik 10,75 ke posisi 433,77. Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 12,41 ke posisi 343,18.

Volume perdagangan terpantau 2,18 juta saham senilai Rp3,09 triliun. Saham yang ditutup menguat 139 jenis saham, melemah 52 jenis saham, dan 54 jenis saham stagnan.

Saham-saham yang ditutup meningkat atau top gainer, antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp1.700 ke posisi Rp17.700, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp1.500 ke posisi Rp13.650, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.300 ke posisi Rp24.050, dan PT United Tractors Tbk (SMCB) naik Rp400 ke posisi Rp10.000.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Bisi Internasional Tbk (BISI) turun Rp375 ke posisi Rp3.050, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp350 ke posisi Rp5.450, PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp200 ke posisi Rp19.800, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) turun Rp100 ke posisi Rp4.500.

Telkom Buy Back Tahap III


JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melakukan pembelian kembali (buy back) tahap III sebanyak 2 juta saham atau 9,95 persen dari total volume pasar sebanyak 22,340 juta saham.

"Transaksi dilakukan pada 12 Agustus 2008 antara 30 menit sesudah dan sebelum pembukaan perdagangan," kata VP Investor relation TLKM Tony Suwarjo di Jakarta, Kamis (14/8/2008).

Dia mengatakan, transaksi dilakukan di harga Rp7.750 dengan broker pelaksana Danareksa Sekuritas.

Jumlah maksimal pembelian yang dizinkan mencapai 339,443 juta saham, sedangkan total yang telah dibeli kembali dalam Buy Back tahap III, termasuk pembelian di New York Stock Exchange (NYSE) sebesar 45,872 juta saham. Adapun sisa pembelian yang dizinkan sebesar 472,163 juta saham.

Harga minyak dorong IHSG ditutup naik


JAKARTA (Antara): Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 43,121 poin (+2,09%) menjadi 2.106,642 didorong kenaikan harga minyak.

Kenaikan indeks didorong oleh menguatnya beberapa saham unggulan, terutama didominasi beberapa saham berbasis komoditas, setelah harga minyak dunia sedikit rebound dengan kontrak utama minyak New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman September meningkat.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September naik 94 sen menjadi US$114,41, setelah naik US$2,32 di London pada perdagangan hari sebelumnya.

IHSG dibuka menguat 11,819 poin menjadi 2.075,340 dan indeks LQ45 terangkat 3,620 poin atau 0,86 persen ke posisi 426,625.

Saham tambang melejit sehingga mendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG) istirahat siang ini ditutup naik 1,21% atau 25 poin menjadi 2.088,58.

Indeks saham sektor tambang siang ini melejit 5,18%, memimpin kenaikan dari 10 sektor lainnya? menyusul sektor pertanian naik 2,44%, sebaliknya finansial terkoreksi 0,79%.

Laba Bakrie & Brothers diperkirakan capai Rp2 triliun


JAKARTA: PT Bakrie & Brothers Tbk memproyeksikan laba bersih perseroan meningkat 8 kali sampai 9 kali dari perolehan 2007 sebesar Rp223 miliar menjadi Rp1,78 triliun-Rp2 triliun pada tahun ini.

Seiring dengan peningkatan laba, anak perusahaan Bakrie & Brothers yaitu PT Bakrie Indo Infrastructure berencana mengakuisisi jalan tol, pembangkit listrik dan telekomunikasi senilai lebih dari Rp5 triliun pada tahun ini.

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali mengatakan kontribusi terbesar dari lonjakan laba bersih perseroan itu karena adanya kontribusi dari tiga perusahaan yang diakuisisi perseroan, yaitu PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrieland Development Tbk dan PT Energi Mega Persada Tbk.

"Kontribusi laba bersih itu terutama dari Bumi Resources. Kenaikan laba bersih itu juga mendorong net profit margin, return on equity, return on asset kami bertambah besar," ujarnya di sela-sela Annual Report Award, pada Selasa malam, pekan ini.

Dia memproyeksikan peningkatan pendapatan perseroan akan tumbuh 35% dibandingkan dengan perolehan tahun lalu sebesar Rp5,2 triliun.

Yuanita menuturkan perseroan terus berekspansi ke sektor infrastruktur, perkebunan dan telekomunikasi.

"Kami akan terus mencari peluang baru, akuisisi jalan tol, pembangkit listrik, telekomunikasi jalan terus. Proyek baru juga jalan terus, Bakrie & Brothers sebagai perusahaan investasi juga selalu mencoba mencari peluang yang bisa mendapatkan imbal hasil yang sesuai dengan target kami," ujarnya.

Akuisisi infrastruktur

Dia mengatakan PT Bakrie Indo Infrastructure berencana� mengakuisisi beberapa perusahaan di bidang infrastruktur pada tahun ini, seperti jalan tol dan pemipaan.

"Ada beberapa target yang sedang kami due diligence. Tapi, kami baru bisa sampaikan detailnya saat sudah ada sales purchase agreement. Dananya akan menggunakan dana kombinasi kas internal Bakrie Indo dan pendanaan lain, lebihlah dari Rp5 triliun,"

Dia juga menuturkan perseroan baru mengantongi pinjaman total senilai US$300 juta atau setara Rp2,74 triliun dari JP Morgan Chase Bank NA dan ICICI Bank Ltd dengan menggadaikan saham perusahaan publik yang dimiliki perseroan.

Head of Research BNI Securities Norico Gaman menilai proyeksi perhitungan laba bersih tahun ini oleh Bakrie & Brothers tersebut cukup rasional.

Jasa Marga tingkatkan SPM


JAKARTA: Manajemen PT Jasa Marga Tbk menargetkan pencapaian tingkat standar pelayanan minimum (SPM) di semua ruas yang dikelolanya menjelang jadwal hak kenaikan tarif pada September 2009.

Direktur Utama Jasa Marga Frans Satyaki Sunito mengatakan peningkatan standar SPM itu dilakukan a.l. melalui peningkatan kapasitas jalan yang sudah ada dengan cara pelebaran dan penambahan gardu tol.

"Semua indikator SPM tengah kami sempurnakan sehingga tidak lagi menjadi persoalan menjelang kenaikan tarif sekitar September 2009," ujarnya belum lama ini.

Bakrie kembangkan resor di Lampung


JAKARTA: Grup Bakrie, melalui PT Bakrieland Development Tbk, akan menggandeng mitra strategis untuk mengembangkan resor seluas 350 hektare di Kalianda, Lampung Selatan.

Seno Adhikawanto, Chief Marketing Officer PT Bakrie Nirwana Semesta, salah satu unit bisnis Bakrieland Development, mengatakan pada tahap awal sudah dibangun beberapa cottage dan hotel untuk menarik investor luar ikut menggarap kawasan tersebut.

"Kami sudah menginvestasikan dana Rp50 miliar untuk tahap awal. Kawasan resor terpadu mungkin bisa selesai 10 tahun lagi," katanya kemarin.

Hingga saat ini, menurutnya, sejumlah investor sudah menyatakan berminat untuk menjadi mitra pengembangan kawasan bernama Karakatoa Nirwana Resort itu, di antaranya dari Malaysia.

Pada 2009, rencananya akan dikembangkan wahana Sea Life senilai Rp10 miliar pada areal seluas 2,7 hektare. Wahana ini merupakan pengembangan tahap pertama dari rencana Zona Aqua World yang akan dibangun di atas lahan seluas 46 hektare.

Resor itu sudah digarap sejak 15 tahun lalu, tetapi tertunda akibat krisis ekonomi pada 1997. Seno mengatakan sejak dua tahun lalu kawasan itu secara bertahap akan dikembangkan kembali karena lahan yang tersedia masih luas.

Bank Agro temui investor untuk rights issue


JAKARTA: Manajemen PT Bank Agroniaga Tbk menyiapkan agenda roadshow pada September terhadap calon investor potensial untuk rights issue, setelah kajian dan audit finansial rampung.

Direktur Utama Bank Agro Drajat B. Prasetyo mengatakan jadwal pembicaraan dengan para investor asing dan lokal mengenai rencana pembelian saham perseroan dipastikan tertunda hingga September 2008.

Hal itu, ujarnya, disesuaikan dengan proses audit laporan keuangan dan aspek legal penawaran saham terbatas melalui kantor akuntan publik yang baru selesai dipilih melalui proses tender terbuka.

"Pertemuan baru dapat terlaksana setelah proses legal audit dan financial audit selesai, sekarang kami baru selesai melakukan tender kantor akuntan publik tersebut," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Sekretaris Perusahaan Bank Agro Hirawan Nur Kusono menambahkan rights issue tetap dilakukan pada tahun ini dan berharap tidak ada penundaan dari jadwal Oktober. Dia menuturkan hasil tender pemilihan kantor akuntan publik akan dibicarakan dengan komisaris.

"Setelah itu, baru kami dapat menentukan siapa yang menjadi penanggung jawab atas audit tersebut. Kami tetap optimistis rights issue dapat dilakukan pada Oktober."

Drajat menjelaskan Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) sebagai pemegang saham mayoritas perusahaan, 96%, tetap akan membiarkan kepemilikannya terdilusi hingga 55%.

Saat ini, Dapenbun menguasai 96% saham diikuti oleh PT Jamsostek 2,13%, Yayasan Sarana Wana Jaya 1,28%, dan publik hanya 0,59%. Bank Agroniaga dikenal sebagai lembaga keuangan dengan fokus pada agribisnis.

"Kalau terlalu banyak kepemilikannya, mereka menjadi tidak likuid. Oleh karena itu, mereka membiarkan berkurang antara 55%-60%. Namun, mereka tetap menjadi mayoritas," ujarnya.

5 Calon investor

Calon investor pembeli dalam rencana penerbitan 38% saham baru Bank Agro hingga kini tercatat lima pihak di mana tiga di antaranya berasal dari Timur Tengah, Singapura, dan Korea Selatan.

Hirawan menyebutkan jumlah calon investor diperkirakan akan bertambah setelah proses legal dan financial audit diselesaikan.

Dia menambahkan tiga investor asing tersebut merupakan perusahaan yang menjalankan usaha dalam jasa keuangan bukan bank. "Adapun dua yang lokal lagi merupakan financial institution bukan bank juga. Salah satunya,� institusi finansial yang memiliki anak usaha jasa keuangan. Anak usahnya yang meminati saham kami."

Penerbitan saham baru tetap ditargetkan bisa meraih dana� Rp150 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan mengembangkan jaringan kantor ataupun teknologi.

Bank Agro memiliki enam cabang dan tujuh cabang pembantu yang mengelola aset Rp3,01 triliun. Dari kredit Rp1,9 triliun hingga Maret, 66% di antaranya untuk sektor agribisnis.

Green shoe BNI batal


JAKARTA: Pemerintah akhirnya membatalkan rencana pelepasan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk yang berasal dari sisa penjatahan lebih (green shoe) sebesar 4,14% mengingat pasar saham masih terpuruk.

"Saham lagi jelek begini bagaimana kami mau melepas," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil seusai menghadiri acara 2007 Annual Report Award di Jakarta, kemarin malam.

Dia khawatir tidak bisa mendapatkan hasil yang maksimal apabila saham green shoe dilepas ke bursa melalui penawaran saham terbatas. "Tidak bisa tahun ini, karena pasar lagi jelek begini, hasil yang diperoleh tidak maksimal."

Oleh karena itu, pemerintah akan menahan saham green shoe BNI sampai kondisi pasar membaik dan dapat diperoleh hasil yang maksimal.

Sebelumnya, pemerintah berharap pelepasan saham green shoe BNI itu minimal sama dengan harga pada waktu bank pelat merah itu melakukan penawaran umum saham kedua, yaitu pada level Rp 2.050 per saham.

Namun, pada penutupan perdagangan saham Selasa, saham BNI jauh di bawah harga secondary offering, yakni Rp1.270 per saham.

BNI ketika melakukan penawaran saham kedua pada Juli 2007, menerbitkan 1,99 miliar saham baru. Penjualan saham milik pemerintah sebanyak 1,50 miliar saham dan saham green shoe 473,89 juta saham.

Green shoe BNI tersebut, tahun lalu digunakan oleh JP Morgan Securities sebagai agen stabilisasi harga saham setelah penawaran umum kedua dan penawaran umum terbatas senilai total Rp8 triliun

Selain akan menjual saham green shoe, pemerintah juga berencana melego 20% saham atau 3,04 miliar saham BNI kepada pemodal strategis. Rencana itu masuk dalam daftar program privatisasi BUMN tahun ini dan pelaksanaannya diprioritaskan pada semester pertama lalu.

Dalam kesempatan itu, Sofyan menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu laporan hasil uji tuntas (due diligence) rencana PT Bank Mandiri Tbk mengakuisisi Bank Indover, anak usaha Bank Indonesia.

Inco siapkan US$1,2 miliar untuk ekspansi


JAKARTA: PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) berencana membangun pabrik pengolah nikel berkapasitas 30.000 ton per tahun di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dengan investasi senilai US$1,1 miliar-US$1,2 miliar (setara Rp10,01 triliun-Rp10,92 triliun).

Direktur Utama Inco Arif Soeleman Siregar mengatakan pabrik itu nantinya menggunakan teknologi peleburan bijih nikel dengan menggunakan asam bertekanan tinggi (high pressure acid leacing).

Namun, Inco hingga kini belum mengantongi perizinan pembangunan pabrik dari pemerintah. Dia menargetkan izin bisa diperoleh tahun ini.

"Kalau izin bisa diperoleh pada tahun ini, kemudian uji amdal [analisis mengenai dampak lingkungan] dilakukan, pembangunan pabrik diperkirakan selesai rampung pada 2013-2014," tuturnya seusai rapat umum pemegang saham (RUPS), kemarin.

Dia berharap uji amdal berlangsung lebih singkat menjadi kurang dari dua tahun agar target operasional pabrik tercapai karena uji tersebut di luar masa konstruksi yang memakan waktu 36 bulan.

Namun, Arif menolak menyebutkan sumber pendanaan tersebut. Menurut dia, nilai investasi tersebut akan dikalkulasi ulang pada saat izin diperoleh dari pemerintah. Nilai investasi tersebut belum memperhitungkan kenaikan biaya bahan baku yang sedang tinggi.

"Rencana investasi akan diputuskan oleh Direktur Keuangan Vale [Companhia Vale do Rio Doce Brazil] induk tak langsung Inco melalui Inco Ltd di Kanada], kami hanya menjalankan," tuturnya.

Director Investor Relations and Corporate Secretary Inco Indra Ginting menambahkan perseroan memiliki tenggat hingga April 2009 untuk menyerahkan studi kelayakan terkait dengan rencana tersebut.

"Semua itu akan diputuskan berdasarkan feasibility study. Yang pasti, pada April tahun depan kami harus menyerahkan studi itu ke pemerintah," tegasnya.

Pada Agustus 2007, Arif pernah mengatakan perseroan berencana membangun dua pabrik berteknologi HPAL di Soroako, Sulawesi Selatan, dan Pomalaa dengan nilai investasi total US$2,5 miliar. Keduanya berkapasitas 30.000 ton per tahun.

Pembangunan pabrik menjadi strategi Inco dalam menggenjot volume produksi nikel menjadi 300 juta pon atau setara dengan 150 juta ton. Perseroan menargetkan dapat memproduksi 200 juta pon nikel pada 2010.�

Inco menargetkan volume produksi mencapai 77.000 ton-79.000 ton (169,8 juta pon-174,2 juta pon) tahun ini. Sebagai gambaran volume produksi perseroan pada tahun lalu sebanyak 76.748 ton (169,2 juta pon), yang juga merupakan rekor dalam sejarah produksi perusahaan.

Perseroan menjual 80% produksinya ke Vale, dan 20% ke perusahaan asal Jepang Sumitomo.

Revisi investasi

Namun, Arif merevisi nilai investasi untuk pembangunan bendungan Karebbe di Sungai Larona, Sulawesi Selatan menjadi US$410 juta atau setara Rp3,73 triliun, dari sebelumnya berkisar US$275 juta-US$280 juta. Biaya investasi membengkak akibat kenaikan harga material.

Biaya investasi tersebut terbagi dalam empat tahun, yakni pada 2008-2011. Pembiayaan pembangunan bendungan pada tahun ini tercakup ke dalam belanja modal perseroan yang mencapai US$212 juta.

Belanja modal terbesar dalam sejarah Inco itu terdiri dari dana pengerjaan proyek sebesar US$60 juta, belanja tetap US$77 juta, biaya perbaikan lingkungan US$42 juta, dan biaya lain-lain US$29 juta. Sumber dana berasal dari kas internal.

RUPS Inco kemarin, menyetujui penunjukan Ricardo Eugenio Jorge Saad sebagai direktur perseroan menggantikan Dirk Theuninck, 62 tahun, yang memasuki masa pensiun.

Harga saham Inco di Bursa Efek Indonesia ditutup pada level Rp3.625, kemarin. Harga ini rebound Rp50 dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya Rp3.575. Dengan mengacu pada harga penutupan tersebut, Inco mempunyai kapitalisasi pasar senilai Rp36,02 triliun.

Indra menambahkan perseroan kini belum meraih kontrak baru dan belum bisa memproyeksikan harga nikel, sehingga tidak bisa memprediksi laba bersih dan pendapatan perseroan hingga akhir tahun.

Analis Citigroup Erindra Krisnawan dua hari lalu memangkas target harga saham Inco menjadi Rp3.100 dari sebelumnya Rp5.450.

Penurunan tersebut, katanya, dilakukan setelah laba bersih semester I/2008 melemah, prospek ke depan yang lebih menantang, dan biaya yang meningkat untuk proyek pembangunan pembangkit listrik di Sulawesi.

Citigroup dalam laporan riset terbarunya tentang Inco menegaskan rekomendasi jual terhadap saham produsen nikel itu.

Antam dan Krakatau Steel Bangun Pabrik Baja di Kalsel


Jakarta (ANTARA News) - PT Aneka Tambang dan PT Krakatau Steel berencana membangun pabrik besi baja yang berlokasi di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

"Rencananya pembangunan pabrik besi baja tersebut rencananya peletakan batu pertama dilakukan pada 10 November 2008," kata Gubernur Kalimantan Selatan Rudi Arifin seusai rapat di kantor Wapres Jakarta, Rabu.

Menurut Rudi, persiapan pembangunan pabrik besi baja tersebut telah berlangsung sejak dua tahun lalu. Untuk pembangunan pabrik tersebut PT Aneka Tambang dan PT Krakatau Steel membentuk perusahaan baru bernama PT Meratus Jaya Iron & Steel".

"Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan mempersiapkan 200 hektar lahan yang nantinya dihitung sebagai penyertaan modal," kata Rudi.

Menurut Dirut PT Krakatau Steel Fautwar Bujang, pembangunan pabrik dijadwalkan selesai pada Mei 2010. Dan investasi yang ditanamkan untuk pembangunan pabrik ini sebesar 60 juta dolar AS. Sedangkan komposisi kepemilikan saham adalah 66 persen PT KS dan 34 persen PT Antam.

"Namun nanti kemungkinan berubah komposisi kepemilikan sahamnya, terdelusi jika tanah Pemprov dihitung (sebagai penyertaan modal)," kata Bujang.

Menurut Bujang, pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 315 ribu ton per tahun. Di samping itu, kata Bujang, pabrik besi baja ini akan menghasilkan gas buang yang akan digunakan untuk pembangkit listrik 30 MW.

BRI Tingkatkan Kredit Pertanian Hingga 60%


Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesi Tbk (BRI) akan meningkatkan porsi kredit untuk sektor pertanian hingga 60% dari total kreditnya.

Hal ini dikatakan oleh Direktur UMKM Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sulaiman Arif Arianto usai acara MoU antara BRI dan Departemen Pertanian di Gedung Deptan, Jakarta, Rabu (13/8/2008).

"Hingga Juni total kredit yang disalurkan Rp 135,7 triliun sampai, tahun ini minimum itu 60%, sekarang ini masih 40%," ucapnya.

Komposisi penyaluran kredit yang ditargetkan BRI sejalan dengan konsentrasi BRI sebagai bank yang fokus pada sektor UMKM termasuk pertanian. Ini mengingat geliat sektor pertanian terus meningkat.

"Target kita UMKM itu 80% minimum, per Juni saja sudah sampai 82,3% UMKM, selain UMKM kita lebih senang kalau pertanian," jelasnya.

Total kredit macet BRI secara keseluruhan sampai Juni 2008 mencapai 3,5% gross. Sementara itu mengenai penyeluran kredit usaha rakyat (KUR) BRI hingga akhir Juli 2008 mencapai 1.101.358 debitur dengan Jumlah kredit Rp 6,229 triliun atau setara dengan Rp 6,16 juta per debitur.

Untuk penyaluran kredit dibawah Rp 5 juta mikro yang disalurkan melalui BRI Unit mencapai 992.111 debitur sebesar Rp 3,9 triliun. Sedangkan untuk kredit Rp 5 juta sampai Rp 500 juta telah tersalurkan 19.247 debitur yang disalurkan melalui kantor cabang dan kantor cabang pembantu.

KUR BRI juga disalurkan melalui linkage program sebanyak 55 instansi diantaranya KSP, LKM, BPR, dengan total hingga 31 Juli 2008 mencapai Rp 11,6 miliar.

PTBA Selesaikan Akuisisi Perusahaan Tambang Agustus


JAKARTA - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk berniat merampungkan rencana akuisisi sebuah perusahaan pertambangan nasional di Kalimantan akhir bulan ini. Emiten berkode PTBA ini akan mengambil alih sedikitnya 51 persen saham perusahaan tersebut.

Sayangnya, Sekretaris Perusahaan PTBA Eko Budhiwijayanto yang mengungkapkan aksi korporasi ini enggan menyebutkan nilai akuisisi maupun identitas perusahaan pertambangan tersebut. "Tunggu saja," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu (13/8/2008).

Eko menyebutkan, akuisisi ini didanai seluruhnya dari internal perseroan. Di mana proses akuisisi tersebut bagian dari upaya perseroan menggenjot angka penjualan di samping rencana pembentukan perusahaan patungan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menambah jumlah komoditas yang diangkut.

PTBA menargetkan penambahan volume penjualan sebesar-besarnya namun, diakui Eko, pada tahun pertama setelah akuisisi, peningkatan tidak akan signifikan.

Sampai akhir tahun, PTBA mematok kenaikan volume penjualan sebesar 20 persen menjadi 13 juta ton, dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 10,85 juta ton.

Eko memperkirakan kontribusi dari perusahaan yang diakuisisi tersebut pada tahun pertama maksimal 1 juta ton. "Tetapi akan terus kita tingkatkan di tahun-tahun berikutnya," kata dia.

Harga Minyak "Rebound" Karena Cadangan BBM AS Merosot


New York, (ANTARA News) - Harga minyak dunia "rebound" pada Rabu waktu setempat, atau Kamis pagi WIB, setelah laporan mingguan pemerintah AS memperlihatkan cadangan BBM secara mengejutkan turun tajam di tengah musim puncak permintaan.

Kantor berita AFP melaporkan, harga minyak berbalik menguat kembali setelah merosot ke posisi terendah empat bulan pada Selasa, setelah Rusia mengumumkan penghentian operasi militernya di Georgia dan karena Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan permintaan minyak di negara-negara maju turun tajam.

Kontrak utama minyak New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman September, naik kembali 2,99 dolar AS menjadi ditutup pada 116,00 dolar AS per barrel.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September naik 2,32 dolar AS menjadi mantap pada 113,47 dolar AS per barrel.

Kenaikan harga terakhir terjadi setelah Departemen Energi AS (DoE) melaporkan cadangan bensin AS, atau bahan bakar minyak (BBM) telah turun 6,4 juta barrel dalam pekan yang berakhir 8 Agustus.

Para analis telah memprediksi sebuah penurunan hanya 2,0 juta barrel.

Cadangan bensin dipantau dengan cermat pada kali ini karena bertepatan liburan musim panas dimana banyak orang Amerika bepergian menggunakan kendaraan bermotor, yang seperti biasanya akan mendorong permintaan BBM naik.

Namun demkian, beberapa analis mengatakan harga minyak kemungkinan akan terus turun, karena permintaan terutama di negara "lapar-minyak" AS, menyusut di tengah turunnya pertumbuhan ekonomi.

"Selamat tinggal cerita bahwa permintaan minyak dan permintaan gas akan melambungkan lagi harga. Faktanya, lebih dari jelas, permintaan minyak sedang menurun. Kehancuran permintaan adalah kata kunci sebagai bukti kehancuran meresap di seluruh dunia," kata Phil Flynn, seorang pedagang dari firma perdagangan Alaron, dalam sebuah catatan pengarahannya.

Para dealer mengatakan kecemasan gangguan pasokan telah mereda setelah Rusia dan Georgia menyepakai sebuah rencana perdamaian yang di perantarai Perancis, setelah beberapa hari peperangan di Georgia dan melepaskan Ossetia Selatan, Georgia lepas dari pusat konflik.

Di samping menimbulkan korban sipil dan kerusakan ekonomi, konflik juga melemahkan pasar minyak, dan para pedagang memantau dengan cermat perkembangannya.

Raksasa energi Inggris BP mengatakan pada Selasa, bahwa ia telah menutup saluran pipa minyak regional karena pertewmpuran tersebut, namun pasokan yang dialirkan dari Laut Kaspia ke pasar-pasar di Barat dialihkan ke jalur lainnya.

Pada Selasa, IEA yang berbasis di paris mengatakan bahwa permintaan minyak di 30 ekonomi maju Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), kelompok negara maju, telah mengendur.

"Kehancuran permintaan adalah sebuah bukti signifikan di AS dan OECD," kata Jason Feer, wakil presiden dan analis energi Argus Media.

Harga minyak telah jatuh dramatis sejak mencapai rekor tertinggi di atas 147 dolar AS sebulan lalu karena pasar mencemaskan melemahnya permintaan dan melambatnya ekonomi glonal.

Namun, minyak mentah berjangka masih naik 15 persen sejak awal tahun, ketika menembus 100 dolar AS untuk pertama kalinya.

Gozco Jajaki Akuisisi Sawit Rp 10 T


JAKARTA, Investor Daily
PT Gozco Plantations TBk (GZCO) menjajaki akuisisi lahan perkebunan kelapa sawit senilai Rp 10 triliun. Akuisisi itu akan menempatkan Gozco sebagai salah satu pemain utama bisnis kelapa sawit di Tanah Air.

Menurut Direktur Keuangan Gozco Kreisna Dewantara Gozali, perseroan sedang melakukan uji tuntas (due diligence)lahan sawit seluas 280 ribu hektare (ha) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan. Dari lahan seluas itu, perseroan menargetkan akuisisi separuhnya.

“Dari 280 ribu ha yang sedang jajaki, 50%-nya diharapkan dapat diakuisisi. Akuisisi dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai dua tahun ke depan,” kata Direktur Keuangan Gozco Kreisna Dewantara Gozali kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (12/8).

Dia menjelaskan, Gozco sedang melakukan penjajakan dan uji tuntas lahan sawit yang belum menghasilkan masing-masing seluas 150 ribu ha di Kalimantan dan 50 ribu ha di Sumatera. Jika seluruhnya diakuisisi, perseroan membutuhkan dana Rp 6-8 triliun dengan asumsi harga akuisisi per ha mencapai Rp 30-40 juta.

Perseroan, kata dia, juga tengah menjajaki akuisisi sejumlah lahan yang sudah menghasilkan di Kalimantan dan Sumatera masing-masing seluas 60 ribu ha dan 20 ribu ha. Dengan nilai akuisisi Rp 70-150 juta per ha, total dana yang harus dikeluarkan mencapai Rp 5,6-12 triliun.

Dengan demikian, total kebutuhan dana akuisisi 280 ribu ha lahan sawit yang sudah menghasilkan maupun yang belum menghasilkan mencapai Rp 11,6-20 triliun. Tapi karena hanya akan mengakuisisi separuh lahan, berarti Gozco membutuhkan dana Rp 5,8-10 triliun.

Kreisna Dewantara mengungkapkan, sebanyak 70% dana akusisi atau sekitar Rp 4,06-7 triliun akan dipenuhi dari pinjaman perbankan, sedangkan sisanya dari pendanaan internal. Gozco telah memperoleh komitmen lisan dari dua perbankan lokal untuk mendanai akuisisi tersebut. “Tahun ini kami siapkan kas internal senilai Rp 500 miliar untuk kebutuhan investasi,” tuturnya.

Hingga pertengahan Agustus 2008, menurut dia, Gozco belum menggunakan semua dana hasil penawaran perdana (IPO) saham senilai Rp 337,5 miliar. “Kami juga akan menjajaki penerbitan saham baru (rights issue) tahun depan apabila masih kekurangan dana akuisisi,” paparnya.

Gozco saat ini memiliki tiga perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan dengan total luas area tanam 13,05 ribu ha. Dari jumlah itu, 10,81 ribu ha berstatus izin lokasi dan 5,42 ribu ha lahan cadangan.

Pendapatan Naik
Kreisna optimistis Gozco membukukan kinerja lebih baik pada semester II-2008 dibandingkan semseter I. Itu karena adanya beberapa tanaman yang sudah mulai menghasilkan serta tibanya musim penghujan pada semester II.

“Pendapatan hingga akhir tahun diharapkan mencapai Rp 500 miliar,” ujar dia. Pada semester I-2008, Gozco meraih pendapatan Rp 198,13 miliar dengan perolehan laba bersih Rp 72,83 miliar.

Kreisna mengakui, jika harga minyak sawit mentah (CPO) turun, penjualan perseroan pada semester ini cukup berat. Volume produksi Gozco hingga akhir tahun ditargetkan 150 ribu ton tandan buah segar (TBS) per tahun. Sedangkan pada semester I-2008, volume produksinya mencapai 60 ribu ton TBS per tahun.

Analis Citi Pacific Securities Hendri Effendi mengatakan, akuisisi tersebut akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja Gozco. Meski demikian, pendanaan yang diperoleh melalui pinjaman diperkirakan memberatkan struktur keuangan perseroan. Saat ini total aset Gozco hanya Rp 1,45 triliun dan total ekuitas Rp 900,14 miliar.

Dia menambahkan, pinjaman dari perbankan tersebut dapat tertutupi hasil produksi lahan kelapa sawit yang akan diakuisisi. “Secara umum, prospek bisnis perseroan di bidang CPO masih bagus meski penurunan harga CPO berpotensi menurunkan porsi penjualan pada semester II-2008,” kata dia.

Berdasarkan data Oil World, Wallstraits, dan Reuters, emiten pemain utama bisnis kelapa sawit di Tanah Air saat ini adalah PT London Sumatera Tbk (LSIP) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). London Sumatera memiliki lahan 387,48 ribu ha dengan total produksi 640 ribu ton per tahun. Sedangkan Astra Agro memiliki lahan seluas 258,9 ribu ha dengan volume produksi 917,8 ribu ha per tahun.

Elnusa Rampungkan Negosiasi Kontrak Geothermal


Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) merampungkan negosiasi kontrak kerjasama pengeboran geothermal dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Nilai kontrak tersebut sebesar US$ 6,7 juta.

"Kontrak dengan PGE sudah ditandatangani. Nilainya sekitar US$ 6,7 juta," ungkap Direktur Operasional ELSA, Eddy Sjahbuddin usai penghargaan Annual Report Award 2007, di hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa Malam (12/8/2008).

Kontrak kerjasama tersebut untuk pengerjaan pengeboran geothermal yang berlokasi di Kamojang, Jawa Barat. Rencananya pengeboran akan dilakukan selama masa berlaku kontrak yaitu 4 bulan, terhitung mulai Agustus 2008.

"Pengeboran akan dilakukan di dua sumur," jelas Eddy.

Dengan diperolehnya kontrak tersebut, total nilai kontrak yang telah didapat perseroan hingga saat ini mencapai US$ 265,7 juta. Sepanjang paruh pertama tahun 2008 lalu, ELSA telah meneken kontrak senilai US$ 259 juta.

Kontrak-kontrak yang telah diperoleh ELSA antara lain dari FICO US$ 42 juta, West Berau US$ 27 juta, Petrochina US$ 20 juta, Chevron US$ 18 juta, Total Indonesie US$ 11 juta, dan sebagainya.

Nilai kontrak yang sudah diperoleh tersebut sudah jauh melampaui target nilai kontrak perseroan tahun ini. Pada awal tahun 2008, ELSA menargetkan perolehan kontrak sebesar US$ 166 juta.

"Saat ini kami juga sedang melakukan negosiasi kontrak dengan Pertamina untuk divisi seismik. Nilainya sepertinya cukup besar, karena penggarapannya cukup luas. Sepertinya semua bisa diteken tahun ini," ungkapnya.

Telkom Juara Laporan Keuangan


Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) meraih gelar juara umum untuk penghargaan 'Annual Report Award 2007'.

Acara pemberian penghargaan ini diselenggarakan di hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa Malam (12/8/2008).

Hadir dalam kesempatan tersebut Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur BI Boediono, Menneg BUMN Sofyan Djalil, Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany, Dirut BEI Erry Firmansyah dan para petinggi emiten-emiten.

Jumlah peserta yang ikut dalam ajang ini sebanyak 167 perusahaan yang terbagi dalam 8 kategori. Tema yang diusung tahun ini adalah Peningkatan Kualitas Keterbukaan Informasi Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Kepada Pemangku Kepentingan.

Berdasarkan hasil penilaian tim panitia yang dipimpin mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, 18 perusahaan terpilih menjadi pemenang di 8 kategori. Untuk Laporan keuangan tahun 2006, juara umum disabet oleh PT Aneka Tambang Tbk .

Berikut daftar kategori berikut nama perusahaan pemenang:

Juara Umum
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

Private Keuangan Listed
1. PT Bank Niaga Tbk (BNGA)
2. PT Bank NISP Tbk
3. PT Bank Permata Tbk

Private Non Keuangan Listed
1. PT Indosat Tbk (ISAT)
2. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO)
3. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

Private Keuangan Non Listed
1. PT Elnusa Tbk (ELSA)
2. PT Pupuk Kaltim
3. PT Petrokimia Gresik

BUMN Keuangan Listed
1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
3. PT Bank Ekspor Indonesia

BUMN Non Keuangan Listed
1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
3. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

BUMN Keuangan Non Listed
PT Jamsostek

BUMN Non Keuangan Non Listed
1. PT Angkasa Pura II
2. PT Perkebunan Nusantara XIII

Dua Petinggi BUMI Batal Masuk Herald


Jakarta - Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Ari Saptari Hudaya dan Presiden Komisaris PT Kaltim Prima Coal (KPC), Nalinkant A Rathod batal masuk dalam jajaran direksi Herald Resources Ltd.

Berdasarkan data keterbukaan informasi Australia Stock Exchange (ASX), Selasa (12/8/2008) Herald telah merombak susunan direksinya pasca akuisisi 84,2% saham Herald oleh Calipso Investment Pte Ltd, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Tiga orang petinggi BUMI dan anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) masuk dalam jajaran direksi Herald, yaitu Direktur BUMI Kenneth Farrell sebagai Direktur Utama Herald, Direktur KPC Evan Ball sebagai Direktur Herald dan Direktur Keuangan BUMI Andrew Beckham sebagai Direktur Herald.

Sebelumnya, BUMI telah mengajukan 5 nama untuk ditempatkan dalam jajaran direksi Herald terdiri dari 3 nama di atas ditambah Ari Saptari Hudaya dan Nalinkant A Rathod.

Apakah batalnya Ari dan Nalinkant masuk ke Herald karena pengumuman pemerintah terhadap pencekalan 14 petinggi di 6 perusahaan batubara yang nama keduanya juga termasuk didalamnya?

Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Ari dengan tegas membantah kabar tersebut. "Nggak ada hubungannya kok dicekal dengan tidak jadi masuk dalam jajaran direksi Herald. Memang kami berdua tidak jadi masuk ke Herald. Bukan terkait pencekalan," jelas Ari

Global Mediacom Lepas 15,81% Saham FREN


Jakarta - Perusahaan milik grup Hary Tanoesoedibjo, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menjual 15,81% kepemilikan sahamnya di PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN).

"Untuk mempertajam fokus di bisnis media, perseroan memutuskan melepas 15,81% BMTR di FREN," ujar Direktur Utama BMTR, Hary Tanoesoedibjo dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (12/8/2008).

Total jumlah saham yang dilepas sebanyak 3,199 miliar saham di harga Rp 143 per saham, atau total senilai Rp 457,542 miliar.

Transaksi tersebut telah ditutup pada 8 Agustus lalu. Sebelum transaksi BMTR menguasai 66,81% saham di FREN. Setelah transaksi kepemilikan BMTR di FREN berkurang menjadi 51%.

Sayangnya, hingga saat ini tidak ada satupun petinggi BMTR yang dapat dihubungi, sehingga belum dapat diketahui siapa yang membeli 15,81% saham FREN tersebut.

Namun kabar di bursa saham, BMTR akan kembali melepas kepemilikan sahamnya dari FREN, sesuai dengan tujuan perseroan mempertajam fokus di bisnis media.

Mandiri Kucurkan Rp4 T ke SMGR


JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk siap turut serta dalam melakukan pendanaan terhadap belanja modal PT Semen Gresik Tbk (SMGR). Bentuk bantuan tersebut berupa dana sebesar Rp4 triliun.

"Bahkan kami siap untuk memberikan dana hingga total konsolidasi, yakni sebesar Rp 4 triliun," papar Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo saat acara penandatanganan kerja sama pembiayaan distributor dengan Semen Gresik di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta (12/8/2008).

Keyakinan itu muncul karena didasari oleh jalinan kerja sama kedua belah pihak yang sudah cukup lama. SMGR sendiri, seperti memberi lampu hijau dan menjanjikan opsi pertama pendanaan kepada bank pelat merah tersebut.

Sebagai catatan, Mandiri telah mengucurkan komitmen kredit kepada Semen Gresik hingga mencapai Rp900 miliar, namun fasilitas yang digunakan oleh salah satu perseroan semen terkemuka nasional itu baru sebesar Rp300 miliar.

RUMOR PASAR Investor Daily 12 Agustus 2008


Asing Buru INDF
Konsorsium broker asing akan memburu saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Pasalnya, perseroan akan melakukan review Bogasari. Rencana ini bisa mendorong kinerja keuangan perseroan di masa mendatang.

Menurut sumber Investor Daily, perseroan berencana melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham Bogasari karena INDF membutuhkan dana segar setelah sukses mengakuisisi PT PP London Sumatera Tbk (LSIP). Kondisi pasar yang buruk memaksa INDF melepas saham di Bogasari melalui IPO. “Kabarnya, momentum tersebut membuat harga harga INDF ditarik ke level Rp 3.100,” tambah dia. Pada perdagangan kemarin, INDF melemah Rp 75 (3,61%) ke posisi Rp 2.000 dengan nilai transaksi sebanyak Rp 13,99 miliar.


BNBR Tuntaskan Utang
PT Bakrie&Brothers Tbk (BNBR) dipastikan membayar semua utangnya pada September 2008. Perseroan akan membayar seluruh utang yang jatuh tempo dengan cara menjaminkan sahamnya. dengan harga Rp 500 kepada Herald. Harga tersebut telah terdiskon 20 % dari valuasi harga BNBR. "Posisi keuangan Herald sangat likuid dan para manajemen Herald yang baru telah diisi orang Bakrie. Herald telah memutuskan untuk mendanai utang BNBR," ujar Sumber Investor Daily.

Beberapa analis asing akan merekomendasikan saham ini setelah Bumi memenangi Herald dan menambah valution BNBR. Bahkan, berdasarkan risetsalah satu broker asing, harga BNBR akan mencapai Rp 650 per saham dalam waktu dekat. BNBR melemah Rp 35 (10,76%) ke posisi Rp 290 pada perdagangan kemarin dengan nilai transaksi senilai Rp 159,97 miliar.


CPRO Dapat Pinjaman
PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) akan memperoleh pinjaman sindikasi asing untuk memperluas area udang di luar Sumatera. Beberapa fund manager asing akan memanfaatkan kabar tersebut untuk mengoleksi saham CPRO karena ekspektasi proyek itu membuat valuasi saham naik menuju Rp 400 per saham.

Sumber Investor Daily mengatakan, sejumlah pihak telah meminta beberapa fund manager untuk mengangkat harga saham CPRO. Sebab, penurunan harga saham CPRO membuat Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) berniat meninjau kembali keikutsertaan CPRO. Pada perdagangan kemarin di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham CPRO ditutup melemah Rp 5 menjadi Rp 200 dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,21 miliar.

Ekspor mobil melonjak 69,2%


JAKARTA: Produsen mobil nasional dihujani order. Tidak hanya pasar domestik yang bergairah, tetapi ekspor kendaraan roda empat pada Januari-Juli juga melonjak 69,2% dibandingkan dengan periode yang sama 2007.

Berdasarkan data pabrikan mobil yang memiliki captive market di luar negeri yang diperoleh Bisnis, ekspor kendaraan roda empat buatan lokal sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini telah mencapai 61.089 unit.� Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan dengan Januari-Juli 2007 yang hanya 36.105 unit.

Dari total jumlah kendaraan yang diekspor, sebagian besar merupakan hasil rakitan pabrik PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kendati sebagian di antaranya diekspor menggunakan merek Toyota. Hal ini tidak terlepas dari kesepakatan dua prinsipal otomotif� "bersaudara" asal Jepang ini yang menunjuk Indonesia sebagai salah satu basis produksi.

"Walaupun mengalami lonjakan, kami belum puas karena sampai saat ini fokus kami masih domestik. Seiring dengan penambahan kapasitas produksi, kami juga berharap dapat menambah alokasi ekspor," kata Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra, kemarin.

Dilihat dari merek yang digunakan untuk ekspor, Toyota berada di peringkat teratas dengan angka penjualan ke luar negeri sebanyak 35.312 unit atau sekitar 57,80% pangsa pasar. Kendaraan multiguna Avanza yang dikirim ke 11 negara oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyumbangkan volume terbesar yaitu 12.887 unit, diikuti oleh Fortuner 10.812 unit, Innova 6.475 unit dan Rush 5.138 unit.

Avanza merupakan model kolaborasi dengan Daihatsu Xenia yang dirakit di pabrik ADM. Demikian juga dengan Rush yang merupakan "saudara kembar" Daihatsu Terios. ADM sendiri juga mengekspor Terios dan model lain yaitu Gran Max yang dipasarkan di Jepang, dengan menggunakan nama Toyota Town Ace dan Toyota Lite

"Di akhir tahun, kami menargetkan ekspor mobil utuh (CBU/ completely built-up) sebanyak 64.000 unit," ujar Irwan Priyantoko, Chief Corporate Planning PT TMMIN.

Suzuki yang hanya mengandalkan APV juga berhasil menggenjot ekspor� dengan peningkatan sebesar 67,68% menjadi 14.525 unit, dibandingkan dengan Januari-Juli 2007 sebanyak 8.662 unit.

"APV kami di Thailand menjadi primadona, karena sudah menggunakan sistem dual fuel," ujar Johannes Saragih, Kepala Pemasaran Departemen Ekspor PT Indomobil Niaga International, selaku ATPM Suzuki.

Infrastruktur kurang

Dia menyatakan kendati terjadi lonjakan ekspor cukup signifikan, di dalam negeri kalangan eksportir mobil mengalami persoalan yang cukup mengganggu terutama terkait dengan infrastruktur di terminal khusus otomotif di Tanjung Priok.

Dia mengungkapkan kendati baru diresmikan, fasilitas pelabuhan khusus� untuk kegiatan ekspor-impor bagi produk otomotif ini ternyata belum memuaskan sejumlah pelaku usaha karena infrastruktur yang sangat terbatas.

Dia mencontohkan kapasitas parkir� 3.000 unit saat ini sudah tidak mencukupi lagi dan harus segera diperluas. Keterbatasan lahan parkir ini menyebabkan timbulnya biaya tambahan yang membebani eksportir mobil.

Pihak pengelola terminal khusus otomotif ini, ungkapnya, mengeluarkan kebijakan membatasi waktu parkir dari sebelumnya tujuh hari menjadi hanya dua hari dengan biaya tetap yaitu Rp600.000 per mobil.

"Ini sangat merugikan bagi kami. Seharusnya biaya disesuaikan, sehingga kami bisa menggunakan sisa uang untuk menyewa tempat lain. Bayangkan kami harus melakukan proses loading dan unloading sebanyak dua kali, yaitu di lahan sewaan dan di TPT," ujarnya.

Harga Minyak Turun Lagi


New York - Setelah sempat 'memanas' karena konflik di Georgia, harga minyak mentah dunia kembali turun. Saham-saham di Wall Street pun kembali menguat.

Pada perdagangan Senin (11/8/2008) di New York, kontrak utama minyak jenis light ditutup naik 75 sen ke level US$ 114,45 per barel. Harga minyak bahkan sempat menyentuh level terendah di US$ 112,72 per barel. Sementara minyak jenis Brent turun 66 sen ke level US$ 112,67 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah China mengumumkan surprise penurunan harga minyak hingga 7% selama Juli ke level terendah dalam 7 bulan. Ini adalah penurunan tertajam secara bulanan sejak Januari 2005.

Penurunan tajam impor China ini sekaligus menambah keragu-raguan pasar akan seberapa besar jumlah permintaan minyak dunia. Penurunan konsumsi sebelumnya juga terjadi di AS, menyusul terjadinya krisis finansial yang menggerus belanja konsumen.

"Saya kira sentimenya adalah perubahan di China --- dimana kemungkinan tidak akan tumbuh pada tingkat yang sama dengan beberapa tahun terakir --- dan gambaran-gambaran yang terjadi pagi ini membuktikannya," jelas James Crandell, analis dari Lehman Brothers seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/8/2008).

Harga minyak sejak awal tahun 2008 terus menanjak dan mencapai rekor tertinggi US$ 147 per barel pada 11 Juli lalu, akibat berbagai data yang menyatakan peningkatan permintaan terutama dari negara berkembang dan juga AS sebagai konsumen terbesar.

Namun harga minyak selanjutnya terus merosot sejak rekor tertinggi itu. Selain karena turunnya permintaan, harga minyak juga tersupport oleh penguatan dolar AS atas euro sejak pekan lalu.

Konflik di Georgia yang semula sempat membuat harga minyak naik hingga 1 dolar tak lagi menjadi sentimen besar di pasar pada perdagangan kemarin. Para pialang minyak terus menekan harga minyak ditengah memanasnya konflik di Georgia dan juga gangguan produksi di Turki.

Turunnya harga minyak itu langsung membuat saham-saham di bursa Wall Street kembali bergairah. Indeks Dow Jones ditutup naik 48,03 poin (0,41%) ke level 11.782,35, Nasdaq naik 25,85 poin (1,07%) ke level 2.439,95 dan S&P naik 9 poin (0,69%) ke level 1.305,32.

"Setiap saat harga minyak turun, harga saham akan naik pada saat itu juga. Namun harga minyak tidak akan turun setiap hari dengan adanya berbagai faktor geopolitik," ujar Joe Saluzzi, co-manager Themis Trading.

Mandiri Diminta Paparkan Kelayakan Akuisisi Indover


JAKARTA, Investor Daily
Menneg BUMN Sofyan Djalil meminta manajemen PT Bank Mandiri Tbk memaparkan hasil uji tuntas rencana akuisisi Indonesische Overzeese Bank NV (Bank Indover).
“Nanti mereka akan presentasi ke kami apa plus minusnya,” kata Sofyan di Jakarta, akhir pekan lalu. Setelah itu, Mandiri harus menanti persetujuan pemilik saham, melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

Menneg mengatakan, sikap kementerian BUMN mendukung semua usaha ekspansi BUMN. “Untuk itu, mereka (Mandiri) agar segera menyampaikan hasil uji tuntas yang sudah dilakukan," kata Sofyan.

Menurut Sofyan, kajian mendalam untuk mengetahui kelayakan akuisisi Indover, termasuk seberapa besar kemampuan keuangan perusahaan serta kapasitas pendanaan yang dimiliki Mandiri perlu pula dilakukan.

"Rencana itu merupakan aksi korporasi dan menurut Mandiri, Indover itu bank yang bagus. Kalau hasil kajiannya menurut Kementerian BUMN dan pemegang saham lainnya menyatakan itu bagus ya... kami dukung saja," kata Sofyan.

Bank Indover merupakan anak perusahaan Bank Indonesia yang kepemilikan sahamnya akan dilepas tahun ini. Proses penjualan saham Indover dimulai tahun 2002. Selain Mandiri, PT Bank Ekspor Indonesia (BEI) juga tertarik untuk membeli Indover. Namun hingga kini proses divestasi tersebut belum juga rampung.

Manajamen Mandiri menyatakan, rencana akuisisi Indover merupakan bagian dari target perusahaan menjadi bank berskala internasional seiring tahapan transformasi perseroan menjadi regional champion bank tahun 2010.

Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo berharap, Indover bisa menjadi jalan bagi perseroan untuk memuluskan target tersebut. Pasalnya, Indover yang bermarkas di Belanda, memiliki izin operasional penuh di luar negeri. Bahkan, Indover memiliki cabang di Hamburg, Hong Kong, dan Singapura.

Sudah Minta Izin

Menurut Sofyan Djalil, Bank Mandiri sudah melakukan uji tuntas secara komprehensif, termasuk meminta izin kepada Bank Indonesia (BI). “Mereka telah minta izin ke BUMN dan BI. Tapi belum tahu sekarang keputusannya,” kata dia.

Terkait dengan buruknya kinerja Indover, karena selalu merugi, Menneg mengatakan hal itu sudah menjadi masa lalu Indover. “Itu kan dulu ceritanya. Tapi tentu Bank Mandiri telah melakukan uji tuntas dan melihat secara komprehensif,” kata dia.

Dia mengatakan, manajemen Mandiri telah memperhitungkan profil bisnis bank itu, sebelum meminta izin ke Bank Indonesia dan pemilik saham.

Porsi Investor Asing di Saham dan Obligasi Menurun


Jakarta - Porsi investasi asing di saham dan obligasi korporasi mengalami penurunan akibat meningkatnya investasi dari investor-investor lokal.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Januari-Juli 2008, nilai investasi asing di saham menjadi sebesar Rp 700,13 triliun, naik 4,54% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 669,71 triliun.

Meski demikian, dari komposisi keseluruhan saham yang tercatat di KSEI, jumlahnya mengalami penurunan sebesar 4% menjadi 64% dari periode yang sama tahun 2007 sebesar 68%.

Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya investasi dari investor-investor lokal menjadi 36%, naik 4% dari periode Januari-Juli 2007 sebesar 32%.

Total nilai investasi lokal di saham juga meningkat drastis menjadi Rp 389,55 triliun, naik 25,14% dari sebelumnya Rp 311,27 triliun.

Meski secara keseluruhan total investasi lokal masih lebih kecil dibanding investasi asing, namun Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis ke depannya dapat lebih meningkat lagi.

"Kami harapkan ke depan komposisi investasi asing dan lokal dapat berimbang," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah, disela-sela acara ulang tahun BEI, SCBD, Jakarta, Senin (11/8/2008).

Seiring dengan meningkatnya investasi asing di pasar saham, porsi investasi asing di pasar obligasi korporasi juga mengalami penurunan.

Berdasarkan data KSEI Januari-Juli 2008, investasi asing di obligasi korporasi sebesar Rp 3,18 triliun, turun 42,07% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,49 triliun.

Akibat penurunan tersebut, porsi investasi asing di obligasi korporasi menurun 3% dari 7% pada Januari-Juli 2007 menjadi 4% di periode yang sama tahun ini.

Sementara porsi investasi lokal di pasar obligasi korporasi malah meningkat menjadi 96%, naik 3% dari sebelumnya 93%.

Padahal total investasi lokal di pasar obligasi korporasi turun 3,84% dari Rp 76,93 triliun pada Januari-Juli 2007 menjadi sebesar Rp 73,97 triliun pada periode yang sama tahun ini. Namun terhadap total investasi pasar obligasi korporasi, porsi lokal meningkat 3%.

Ramayana siapkan belanja modal Rp1,5 triliun


JAKARTA (Bisnis.com): PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk menyiapkan belanja modal senilai Rp1,5 triliun untuk membuka 50 toko.

Direktur Ramayana Setyardi Surya mengatakan semua keperluan dana untuk ekspansi berasal dari kas internal sehingga perseroan tidak dibebani dengan beban bunga yang tinggi. Dia menjelaskan perseroan mengakuisisi perusahaan ritel lain mengingat karakteristik manajemen perseroan yang sulit disatukan. "Proses merger dan akuisisi tidak mudah, batalnya akuisisi Alfa Retailindo oleh Ramayana lebih disebabkan masalah semacam ini.”

Dia menuturkan perseroan mengincar penjualan sebesar Rp1,3 triliun pada September tahun ini mengingat Lebaran akan berlangsung sekitar 1 Oktober. “Biasanya penjualan setiap bulan mencapai kisaran Rp400 miliar-Rp500 miliar, tetapi menjelang Lebaran penjualan bisa mencapai level Rp1,3 triliun.”

Dia memerkirakan penjualan Ramayana mencapai Rp5,6 triliun tahun ini dengan target laba bersih sebesar Rp440 miliar. Pada semester I/2008, Ramayana membukukan peningkatan penjualan sebesar 19,2% menjadi Rp2,2 triliun dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,85 triliun. Perolehan laba bersih mencapai Rp99,71 miliar lebih besar dari periode sama tahun lalu Rp91,39 miliar.

Harga saham Ramayana hari ini ditutup menguat 4,11% menjadi Rp760 per saham dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu Rp730. Dengan mengacu pada harga saham tersebut, nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp5,36 triliun.

Ramayana membagi dividen Rp31 per saham atau total Rp218,9 miliar, yang merupakan 60% dari laba bersih tahun lalu. Pada 2007, perusahaan ritel ini membukukan lonjakan laba bersih 17,4% dari Rp321,6 miliar menjadi Rp366,8 miliar. Pada periode yang sama, penjualan Ramayana tumbuh 9,3% dari Rp4,5 triliun menjadi Rp4,9 triliun.

Berlian Laju Tanker Dapat Pesanan Kapal US$ 500 Juta


JAKARTA, investorindonesia.com
PT Berlian Laju Tanker (BLTA) mengungkapkan bahwa perseroan memiliki kontrak pemesanan kapal hingga 2011 mencapai US$ 500 juta.

Menurut Direktur BLTA Michael Murni Gunawan, kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, kontrak tersebut untuk rencana perseroan membangun pertumbuhan armada kapalnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan memantau pasar guna mencari pinjaman untuk kepentingan likuiditas serta operasional perseroan.

"Apabila ada proposal yang dinilai perseroan kompetitif, maka perseroan akan mempertimbangkan cari pinjaman untuk untuk kepentingan likuiditas serta operasional perseroan," katanya.

Peringkat IHSG turun dari 3 menjadi 6 dunia


JAKARTA (Bisnis.com): Kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) periode 2 Januari-8 Agustus 2008 anjlok menjadi peringkat keenam dunia dibandingkan sepanjang tahun lalu di posisi ketiga dunia.

Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany dalam konferensi pers mengenai ke-31 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia di gedung Bursa Efek Indonesia siang ini, mengatakan IHSG berada diperingkat ke-6 dunia dengan pertumbuhan indeks� minus 19,61% dari 2.731,51 pada 2 Januari menjadi 2.195,93 pada 8 Agustus 2008.

IHSG berada diurutan keenam setelah bursa Shanghai, Shenzen, PSEi Filipina, KLCI Malaysia dan Hang Seng Hong Kong.

Pada sepanjang tahun lalu indeks posisi tiga terbesar di belakang China dan Rusia.

Fuad mengatakan akhir-akhir ini IHSG terus terkoreksi yakni minus 19,61% sejak awal tahun, tetapi indeks yang lainnya sama-sama mengalami penurunan. Indeks China yang berada pada peringkat pertama anjlok 50,58%. "Jadi indeks kita bukan yang terburuk meski mengalami penurunan," tutur Fuad.

Fuad menambahkan berdasarkan nilai kapitalisasi pasar saham bursa dunia, IHSG diurutan ke-8 terbesar dunia meskipun kapitalisasi pasar sudah turun 14,23% dari US$204,22 juta pada 2 Januari dan pada 8 Agustus turun menjadi US$175,16 juta.

Diposisi pertama dan kedua diraih indeks saham Shanghai dan Shenzen, ketiga PSEi Filipina, disusul Thailand, KLCI Malaysia, HSI Hong Kong dan Strait Times Singapura.

BEI Belum Bisa Buka Suspensi BII


Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum bisa mencabut suspensi saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) hingga batas waktu yang belum dipastikan. BEI masih butuh penjelasan dari BII.

"Kita masih menunggu penjelasan dari BII, jadi kita belum bisa membuka suspensi," kata Dirut BEI, Erry Firmansyah dalam jumpa pers 31 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia di gedung BEI, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (11/8/2008).

Diakui Erry, memang ada kemungkinan saham BII akan turun setelah suspensinya dicabut. Maka itu lanjut Erry, pembukaan suspensi BII baru akan dilakukan sampai informasinya jelas.

"Saat ini Maybank sedang mencari solusi mengenai pembatalan tender offer itu untuk melindungi kepentingan investor minoritas. Dan kita sedang membahas apakah dengan pembatalan itu saham BII dikembalikan ke Temasek dan lalu apakah oleh Temasek akan dilakukan merger dengan Bank Danamon atau bagaimana," jelas Erry.

Hal-hal seperti itulah, kata Erry, yang akan ditanyakan ke BII. Namun hingga kini BII belum memberikan jawaban atas permintaan penjelasan itu.

"Tapi kita minta sesegera mungkin," katanya.

Saham BII disuspensi sejak 31 Agustus 2008 setelah keluar pengumuman Bank Negara Malaysia yang melarang Maybank meneruskan akuisisi saham milik Konsorsium Sorak di BII. Sebelum disuspensi harga saham BII ada di level Rp 460 per saham.

Indeks Saham dan Kapitalisasi Pasar BEI Menurun


JAKARTA, investorindonesia.com
Indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada delapan bulan terakhir tahun ini mengalami penurunan 19,61% sedangkan nilai kapitalisasi pasarnya selama 2008 ikut turun sebesar 14,23%.

"Indeks saham BEI tidak terlalu buruk penurunannya dibandingkan dengan dua bursa fek Cina, Filipina dan Malaysia, namun lebih tajam penurunannya dibandingkan dengan indeks saham Dow Jones (DJIA) dan indeks Nikkei Jepang," kata Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Fuad Rahmany dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Fuad mengatakan indeks saham di 11 negara kawasan turun sekitar 10 sampai 50%. Sedangkan nilai kapitalisasai pasar di bursa kawasan juga turun sekitar 5 sampai 45%. Hanya bursa New York yang nilai kapitalisasi pasarnya justeru naik 11,61%.

Indeks saham Cina (Shanghai) turun sebanyak 50,58%, Shenzen turun 49,24%. Kemudian indeks Filipina turun 25,56%, Malaysia 21,97% dan indeks Hangseng Hongkong turun 20,59%.

Sementara indeks BEI turun 19,61%, indeks saham Singapura turun 18,48%, Thailand turun 18,06%, Taiwan turun 15,55% dan Nikkei Jepang turun 13,98% serta indeks Dow Jones hanya turun 10,04%.

Nilai kapitalisasi pasar di bursa Cina (Shanghai) turun 45,81%, Shenzen turun 41,77%, Filipina turun 28,41%, Thailand turun 26,34%, bursa Malaysia turun 23,3%, Hongkong turun 22,89%, Singapura turun 18,63%, dan BEI turun 14,23%.

Sementara bursa Tokyo nilai kapitalisasinya turun 13,64%, Taiwan turun 5,86% dan bursa New York justeru kapitalisasinya naik 11,61%.

Penurunan indeks saham dalam delapan bulan di 2008 ini menujukkan besaran kerugian yang diderita investor, sedangkan turunnya nilai kapitalisasi pasar ini menunjukan turunnya nilai kekayaan perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa.

Pemerintah Izinkan Mandiri Akuisisi Indover


JAKARTA, Investor Daily
Pemerintah mengizinkan PT Bank Mandiri Tbk mengakuisisi Bank Indover NV, setelah melihat kemampuan permodalan bank tersebut mencukupi.

“Kementerian Negara BUMN tidak mempermasalahkan niat Bank Mandiri untuk mengakuisisi Indover,” ujar Deputi Bidang Usaha Jasa dan Keuangan Kementerian BUMN Parikesit Suprapto kepada Investor Daily, di Jakarta, Kamis (7/8).

Dia memaparkan, selaku pemegang saham, pemerintah telah mendapat perhitungan atas kemampuan Bank Mandiri untuk melakukan aktivitas pertumbuhan secara nonorganik. “Perseroan memiliki dana cukup, sehingga mampu mengakuisisi Bank Indover. Kami kira itu tidak masalah,” ujar dia.

Sebelumnya, Bank Indover yang berbasis di Belanda juga diincar oleh sesama bank BUMN, yakni PT Bank Ekspor Indonesia (BEI). “Waktu itu, BEI juga minta izin kepada kami untuk melakukan uji tuntas Bank Indover,” kata dia.

Dia mengatakan, pemerintah membuka kesempatan yang sama kepada BEI. “Kami luluskan. Terkait itu, kami kirim surat ke Bank Indonesia. Hal sama juga dilakukan oleh Bank Mandiri,” tandas dia.

Setelah melalui kajian yang mendalam, pemerintah menilai Mandiri paling siap untuk menjadi pemilik Indover. Parikesit menjelaskan, akuisisi tersebut bakal memperbesar bisnis Bank Mandiri.

Menurut dia, Mandiri paling berpengalaman dan memiliki kapasitas untuk mengakuisisi Indover, sebab bank terbesar di Tanah Air itu sebelumnya juga telah mengakuisisi PT Bank Sinar Harapan Bali.

Deputi Gubernur BI Budi Mulya belum lama ini mengatakan, satu-satunya investor yang mengajukan penawaran untuk membeli Indover hanya Bank Mandiri. “Kalau sekarang untuk Indover sendiri yang menjadi satu-satunya bidder adalah Bank Mandiri. Sekarang masih legal formal,” ujar dia.

Tengah Dikaji

Sementara itu, manajemen Bank Mandiri tengah mengkaji proses akuisisi Indover. “Kami sedang mengkaji akuisisi tersebut, kendati belum dalam posisi memutuskan,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo.

Dia mengatakan, kajian akuisisi itu diharapkan selesai tahun ini. “Kami belum bisa memberi komentar. Kemungkinan untuk membeli Indover masih kami kaji,” tambah Agus.

Agus mengatakan, akuisisi tersebut sejalan dengan visi perseroan untuk menjadi bank internasional. “Bank Mandiri akan menjadi bank internasional dan Indonesia perlu memiliki internasional bank. Kami sedang memperluas jaringan secara internasional. Indover itu punya izin penuh dan berkantor pusat di Belanda dan menjadi pintu masuk perdagangan ke Eropa,” kata dia.

Salah satu kelebihan Indover adalah bank tersebut merupakan bank komersial yang dapat beroperasi penuh. ”Status Bank Indover perbankan penuh,” kata Agus.

Minyak Anjlok Empat Dolar


New York, (ANTARA News) - Harga minyak mentah anjlok lebih dari empat dolar per barel Jumat karena menguatnya dolar AS terhadap euro menyusul munculnya kekhawatiran mengenai resesi di kawasan euro.

Kontrak utama minyak jenis ringan untuk pengiriman September di New York anjlok 4,82 dolar untuk ditutup menjadi 115,20 dolar per barel.

Selama sepekan, kontrak berjangka anjlok hampir 10 dolar per barel. Secara keseluruhan, kontrak di New York meluruh lebih dari 32 dolar per brel sejak menyentuh rekor tertinggi 147,27 dolar pada 11 Juli.

Di London, kontrak berjangka minyak Laut Utara brent untuk pengiriman September turun 4,53 dolar untuk bertahan di 113,33 dolar per barel.

Harga mionyak pada Kamis sempt merangkak, setelah selama tiga hari kehilangan puncak, namun kembali turun JUmat setelah Italia mejadi negara pertama di kawasan euro yang mengumumkan perekonomiannya mengalami kontraksi pada kuartal kedua.

"Berita buruk bagi Eropa menjadi berita bagus bagi dolar dan turunnya harga komoditas," kata analis Alaron Trading, Phil Flynn.

Euro tergelincir di bawah 1,50 dolar untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima bulan terakhir.

Mengutnya dolar membuat harga barang di AS menjadi lebih mahal untuk para pemegang mata uangyanglebi lemah.

Dolar juga mendapat dukungan asegar dari prospek kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa, kata para pedagang.

Harga minyak meluruh lebi dari 20 persen dalam sejak menyentuh rekor tertinggi di atas 147 dolar per barel pada 11 Juli.

Sementara itu, Irak menyatakan akan melanjutkan aktivits eksplorasi setelah tertunda lebih dari 20 tahun karena sanksi PBB.

Irak mengharapkan cadangan minyak yang terbukti mencapai dua kali lipat. Negara itu juga ingin ada kenaikan 500.000 barel per hari dari rata-rata produksi saat in 2,5 juta barel per hari, setara dengan produksi sebelum invasi yang dipimpin AS Maret 2003.

Harga minyak dunia, Kamis, merangkak menuju 120 dolar per barel karena kabar bahwa jaringan pipa dari Asia Tengah ke Barat akan tetap terhenti sekitar 15 hari setelah ledakan baru-baru ini.

Jumat, kelompok Kurdi mengklaim bertanggung jawab untuk peledakan jaringan Baku-Tbilisi-Ceyhan di Timur Laut Turki, Selasa, yang diperkirakan menyebabkan jaringan pipa itu berhenti lebih dari dua pekan.

"Pasar kini lebi fokus pada dolar. Minyak tidak lagi dilihat dari faktor geopolitik dan melambannya permintaan," kata Flynn.

"Beberapa pekan lalu ketika suasana hati pasar sedang menanjak, harga minyak mungkin naik kaena berita jarigan pipa ini namun kekhawatiran mengenai pasokan kurang berdampak ketika fokus dan suasana hati didasarka pada melambannya permintaan."

Produksi rokok Bentoel naik 22%


MALANG: Produksi rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk (Bentoel) Januari- Juni 2008 mencapai sekitar 8,6 miliar batang atau tumbuh sekitar 22% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Nicolaas B. Tirtadinata, Presdir PT Bentoel, mengatakan pesatnya pertumbuhan tersebut menyebabkan kinerja perseroan naik enam kali lipat lebih pesat dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan industri rokok nasional yang hanya sekitar 5%.

"Kami terus berupaya memacu pertumbuhan tersebut dengan peningkatan kemampuan produksi dan manajemen melalui beberapa investasi baru, termasuk yang saat ini diresmikan," kata Nicolaas, kemarin.

Nicolaas bersama jajaran direksi PT Bentoel lainnya kemarin menandatangani sebuah prasasti untuk menandai peluncuran dan pembangunan delapan proyek investasi baru senilai Rp800 miliar yang dipusatkan di lokasi proyek Green Leaf Treshing (GLT) di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Malang.

Selain mengoperasikan delapan proyek yang baru diresmikan, Bentoel juga akan melakukan ekspansi termasuk dengan mengadakan mesin baru hingga perluasan pabrik rokok SKT ke Rembang dengan pola kemitraan. Lahan proyek perluasan pabrik rokok di Jateng saat ini sudah ada sekitar 5.000 m2.

"Proyek tersebut dilakukan guna mendekatkan layanan pada konsumen di seputar kawasan barat [termasuk Jateng, Jabar dan Sumatra]."

Manajemen perseroan akan melakukan evaluasi kinerja perusahaan dan kondisi pasar rokok paling akhir sebelum melakukan pengembangan proyek dan pengadaan mesin baru yang diperlukan.

Saat ini, lanjutnya, sebagian mesin yang dioperasikan masih tetap mengandalkan mesin-mesin lama. Penambahan mesin baru nantinya dilakukan di pusat produksi rokok SKM dan SPM sebanyak 11 line dengan kapasitas masing-masing 4.000 batang per menit.

Nicolaas memaparkan dari 11 merek rokok yang diproduksi Bentoel, sekitar 40% merupakan produk sigaret kretek tangan (SKT), mulai Bentoel Rawit, Sejati, Talijagat, dan Prinsip.

Di luar itu terdapat kelompok sigaret kretek mesin (SKM) yang berbasis mild dengan volume juga sekitar 40%, yaitu X mild, Star Mild, One Mild, Club Mild. Sebanyak 20% sisanya merupakan kelompok sigaret putih mesin (SPM) yaitu merek Country dan rokok reguler, seperti Bentoel Biru dan Tali Jagat Filter.

Satrija Budi Wibawa, Sekretaris Perusahaan Bentoel, menjelaskan pertumbuhan produksi Bentoel hingga Juni lebih banyak dikatrol dari hasil penjualan rokok segmen SKT, terutama Bentoel Sejati sebanyak 3,7 miliar batang atau melonjak 50% dibandingkan dengan semester I/2007 sebesar 2,46 miliar batang.

Untuk SKM reguler merek Bentoel Biru mencapai 0,54 miliar batang atau tumbuh 35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Penyumbang pertumbuhan sales Bentoel dari SKM Mild yang mencapai 3,52 miliar batang atau tumbuh 24% dari akhir Juni 2007."

Pemerintah pertahankan 5 direktur di Indosat


JAKARTA: Pemerintah akan mempertahankan lima wakil direksi Indosat dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar 25 Agustus di tengah desakan pemegang saham yang baru, Qatar Telecom (Qtel) untuk melakukan perombakan.

Direksi yang dipertahankan itu adalah wakil pemerintah RI di perusahaan telekomunikasi tersebut. Kelima direktur itu adalah Johnny Swandi Sjam (Direktur Utama), Syakieb Sungkar (Direktur Pemasaran Regional), Fadzri Sentosa (Direktur Jabotabek & Regional Sales), Wahyu Wijayadi (Direktur Corporate Services), dan Guntur Siboro (Direktur Pemasaran).

Meneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan Qtel telah memberitahukan rencana perombakan itu melalui manajemen Indosat. Namun, pemerintah menilai direktur yang mewakili pemerintah di perusahaan ini tidak ada yang mendesak untuk diganti.

"Yang akan diganti adalah direktur yang sebelumnya mewakili Singapore Technologies Telemedia (STT). Mereka tentu saja akan diganti oleh wakil dari Qtel. Kami menilai formasi yang ada sekarang oke. Bagaimanapun kami harus menilai dari kinerja keuangannya," katanya kemarin.

Menurut Sofyan, pemerintah memiliki hak untuk memveto jajaran direksi yang dipasang Qtel jika personel yang dipasang tidak sesuai dengan kebutuhan perseroan.

"Semua keputusan akan ditentukan dalam RUPS. Kami dijadwalkan akan memberikan pandangan dalam acara tersebut. Kalau calon [direksi] yang dipasang Qtel bagus,kami tidak akan memveto. Artinya, dengan keputusan itu, kita punya hak untuk mengatakan tidak setuju," tuturnya.

Corporate Secretary Indosat Strasfiatri Auliana mengaku belum tahu nama calon direksi dan komisaris yang diusulkan oleh Qtel dalam RUPSLB.

Namun, dengan jumlah saham yang sama besar seperti perwakilan dari Asia Holding sebelumnya, mereka bakal mengambil empat dari sembilan posisi direktur di Indosat.

Selain itu, unit usaha Temasek itu juga menempatkan empat orang komisaris dari total 10 orang.

Dengan gambaran tersebut, diperkirakan Qtel akan menempatkan jumlah orang yang sama pada jajaran direksi ataupun komisaris. Pemerintah RI, yang memegang sebanyak 14,29% saham di Indosat, menempatkan dua orang komisaris dan lima orang direksi.

Adapun, STT dan Qtel sebelumnya menempatkan wakil di jajaran direksi yakni Kaizad Bomi Heerjee, Raymond Tan Kim Meng, Wong Heang Tuck, dan Roy Kannan.

Selain itu direksi wakil STT yang juga masih dipasang oleh Qatar Telcom adalah Raymond Tan Kim Meng, Roy Kannan, dan Wong Heang Tuck .

Muhiddin M. Said, Ketua Komisi VI DPR-RI menilai perubahan direksi di Indosat, pasca masuknya Qtel tidak akan memberikan kesan positif, jika para direksi wakil STT tetap dipertahankan dalam komposisi kepengurusan setelah RUPSLB.

Etikanya, lanjut Muhiddin, jika ada direksi STT yang ingin tetap dipertahankan oleh Qtel, maka orang tersebut harus menyatakan mundur dari perusahaan terdahulu.

Harga saham Indosat ditutup naik Rp50 atau 0,8% menjadi Rp6.300, menjadikannya bernilai kapitalisasi pasar Rp34,23 triliun.

Bapepam-LK isyaratkan restui pencabutan suspensi BII


JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengisyaratkan akan merestui Bursa Efek Indonesia membuka kembali perdagangan saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) yang dibekukan sejak 29 Juli.

Langkah itu kemungkinan segera dilaksanakan, apabila BII memperoleh surat jawaban dari Fullerton Financial Holding mengenai penjelasan pencabutan persetujuan akuisisi BII oleh Malayan Banking Berhad (Maybank).

Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany mengatakan BII sudah mengajukan surat mengenai kejelasan akuisisi kepada Fullerton dan ditembuskan ke Bapepam-LK serta Bursa Efek Indonesia.

"BII menanyakan apakah akuisisi bisa dibicarakan hingga 25 September mendatang. Intinya, kalau ada kejelasan dari Fullerton, mungkin perdagangan saham BII bisa dibuka kembali, tapi hingga saat ini belum ada surat jawaban," ujarnya, kemarin.

Dia menuturkan selain dari Fullerton, BII juga menunggu jawaban dari Maybank. "Pokoknya kasus ini harus ada kejelasan, tapi sampai saat ini belum jelas. Belum ada kepastian arahnya ke mana."

Sementara itu, Direktur Bursa Efek Indonesia Eddy Sugito mengatakan otoritas bursa masih menghentikan perdagangan saham BII karena informasi yang disampaikan oleh pemegang saham dinilai belum jelas.

Kirim surat

Dia mengatakan Fullerton Financial, pemegang saham BII telah mengirimkan surat ke bursa, kemarin. Dia menilai isi surat, yang merupakan jawaban dari pertanyaan manajemen bursa itu, bersifat normatif.

Dalam surat itu, lanjutnya, Fullerton menjelaskan perihal pembatalan rencana akuisisi Maybank terhadap BII karena Bank Negara Malaysia mencabut izinnya. Namun, hingga berita ini diturunkan, surat itu belum ditampilkan sebagai keterbukaan informasi pada situs bursa.

"Kami belum mencabut suspend terhadap saham BII, karena belum ada kejelasan dari pemegang saham mengenai rencana mereka selanjutnya. Penyetopan perdagangan dilanjutkan demi memberikan tingkat kepastian yang lebih baik bagi pemegang saham," tuturnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Eddy khawatir jika perdagangan saham BII dibuka kembali pada saat ini akan ada pihak yang memanfaatkan situasi di tengah kondisi informasi yang minim.

Seorang petinggi Maybank seperti dikutip Bloomberg kemarin menyatakan manajemen Maybank berencana menemui petinggi otoritas pasar modal Indonesia pada 11 Agustus dan mengajukan perpanjangan periode pelepasan kembali 20% saham BII.

Terkait dengan hal itu, Fuad mengatakan dia tidak mengetahui rencana tersebut.

Fuad sebelumnya dikabarkan akan berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia guna menghadiri pertemuan antarotoritas pasar modal se-Asean (Asean Capital Market Forum).

Beberapa pihak menilai adanya kemungkinan soal Maybank dan BII mencuat dalam pembicaraan petinggi otoritas pasar modal Malaysia dan Indonesia dalam pertemuan tersebut.

Meski demikian, Fuad menegaskan dia tidak jadi berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia, menyusul adanya prioritas kerja lain yang cukup mendesak.

"Pekan lalu saya memang sempat direncanakan hadir pada pertemuan itu, tetapi akhirnya karena ada kesibukan lain, saya tidak jadi berangkat," tegas Fuad.

Saham BII disetop perdagangannya sejak 28 Juli. Terakhir kali saham berkode BNII itu diperdagangkan pada 25 Juli, dan ditutup di level Rp460.

Dengan level penutupan tersebut, nilai kapitalisasi pasar BII tercatat sebesar Rp22,51 triliun. Harga saham BNII mencatat rekor tertinggi tahun ini di level Rp480 pada 7 Juli.

Permata bayar bunga obligasi ketujuh


JAKARTA: PT Bank Permata Tbk akan membayar bunga obligasi subordinasi ketujuh senilai Rp15,31 miliar kepada pemegang obligasi pada 15 September.

Agency Services Dept. Head PT Bank Niaga Tbk Hario Pratomo mengatakan selaku wali amanat obligasi itu, pihaknya mengharapkan agar manajemen� Bank Permata segera menyediakan dana sebelum tanggal pembayaran.

"Kami mohon jumlah tersebut dapat dibayarkan satu hari sebelum tanggal pembayaran," ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, kemarin.

Nilai pokok obligasi yang diterbitkan mencapai Rp500 miliar. Surat utang mendapatkan peringkat idA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Obligasi itu berkupon 12,25%. Pada saat penawaran, jumlah permintaan mencapai dua kali lipat dari yang ditawarkan atau oversubscribed hingga Rp1 triliun.

PTPN naikkan target IPO jadi Rp2 triliun


JAKARTA: PT Perkebunan Nusantara III (PTPN) menargetkan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) terlaksana pada tahun ini dengan proyeksi raupan dana senilai Rp1,7 triliun-Rp2 triliun.

Target tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan perkiraan awal sebesar Rp1 triliun, menyusul ekspektasi bullish-nya pasar komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO).

Harga kontrak CPO di pasar Malaysia untuk pengiriman Agustus kemarin tercatat menguat RM54 ke level 2.840.

Namun, harga saham sektor perkebunan di bursa efek tercatat bergerak mendatar.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPN III Chairul Muluk mengatakan pihaknya mulai melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan sekuritas yang akan menjadi penjamin emisi.

"Target dana IPO PTPN III antara Rp1,7 triliun sampai Rp2 triliun. Kami berbicara dengan beberapa perusahaan sekuritas, baik BUMN mau- pun non-BUMN seperti Danareksa dan Bahana. Kami nanti menggelar beauty contest untuk penjamin emisi," tuturnya kepada pers, kemarin.

Pihaknya telah melakukan penjajakan minat investor di luar negeri melalui roadshow yang digelar di Hong Kong dan Singapura. "Respons investasi di sektor komoditas terhadap PTPN sangat besar."

Rencananya, dalam IPO yang akan dilaksanakan pada triwulan III ini pemerintah melepas 20% hingga 30% saham di PTPN kepada investor publik.

Namun, kajian masih dijalankan untuk menetapkan porsi IPO yang lebih pasti.

Dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk menambah lahan cadangan (land bank) sebanyak 20.000 hektare, pembangunan pabrik kelapa sawit, penanaman dan peremajaan tanaman.

Perseroan menargetkan memiliki 50.000 hektare lahan pasca IPO. Saat ini, perusahaan pelat merah ini memiliki lahan konsesi seluas 165.000, lahan kelapa sawit 102 hektare, dan lahan karet 39.000 hektare.

Untuk jangka panjang, perseroan siap bermitra strategis dengan investor asing menggarap sektor hilir perkebunan. "Kami menyediakan sumber daya alam, lahan, dan tenaga kerja, sedangkan investor asing bisa membantu permodalan dan teknologi," ujarnya.

Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal Rp1 triliun untuk menambah lahan dan meremajakan tanaman. "Banyak tanaman yang usianya sudah tua sehingga perlu diganti dengan yang baru untuk meningkatkan produktivitas."

ESOP

Chairul mengatakan pihaknya sedang menjajaki kemungkinan memberikan alokasi saham kepada karya- wan melalui mekanisme ESOP (employee stock option plan), guna meningkatkan rasa kepemilikan dan kinerja karyawan.

"Kami masih melakukan simulasi, ESOP besarnya kemungkinan sekitar 5% dari saham yang dilepas ke pasar."

Dengan asumsi pelepasan saham 30% senilai Rp2 triliun, porsi ESOP tersebut setara dengan saham senilai Rp330 miliar.

Sampai sekarang, perseroan masih menunggu persetujuan IPO dari Panitia Kerja Privatisasi BUMN di Dewan Perwakilan Rakyat.

Selain itu, perseroan juga membuka kesempatan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten di wilayah Sumatra Utara untuk ikut memiliki saham perseroan melalui mekanisme pembelian di pasar.

"Rencananya, pemerintah daerah bisa memiliki sekitar 5% saham yang dilepas. Namun, kami masih melakukan simulasi bersama penasihat keuangan," tutur Chairul.

Dalam laporan risetnya, analis PT Credit Suisse Securities Indonesia Teddy Oetomo menilai saham emiten perkebunan di bursa saham Indonesia layak untuk dibeli, terutama di tengah pemberlakuan sistem pajak baru.

"Kami memperkirakan sistem perpajakan yang diajukan itu akan menimbulkan potensi kenaikan laba produsen CPO Indonesia sebesar 11% hingga 20% untuk periode 2008 hingga 2010," tuturnya.

Sistem perpajakan yang baru itu akan menjadi lebih adil dan membatasi zona gelap yang selama ini menahan rata-rata harga jual produsen CPO ketika harga CPO di level US$1.100 hingga US$1.300 per ton.

Mandiri beli Indover untuk kembangkan bisnis


JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk mengakui tengah mengkaji pembelian NV De Indonesische Overzeese Bank atau Indover Bank yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Pembelian terkait dengan rencana perseroan menjadi bank internasional pada 2010.

Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan rencana pembelian itu merupakan keinginan perseroan untuk memperluas jaringan menjadi bank internasional dan tidak ada permintaan khusus dari Bank Indonesia.

"Prosesnya normal di mana Mandiri bermaksud untuk membeli dan ada bank yang akan dijual. Bagi kami prinsipnya selama ada institusi keuangan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan, tentu kami akan berminat," jelasnya� di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, bank sentral menyebut Bank Mandiri sebagai kandidat terkuat pembeli anak perusahaan Bank Indonesia itu dan telah mengajukan penawaran setelah Bank Ekspor Indonesia gagal mengakuisisi akibat keterbatasan modal.

Namun, Agus belum dapat menyampaikan lebih detail rencana pembelian itu dengan alasan belum dibuat keputusan.

Dia juga menolak untuk memaparkan rencana bisnis yang akan dilakukan Bank Mandiri dalam aksi korporasi itu. "Kajian ini kan baru tahap awal."�

Agus menambahkan bank yang berbasis di Belanda itu sangat prospektif� dengan lisensi penuh dan menjadi pintu masuk ke perdagangan Eropa.

Indover Bank merupakan satu dari tiga anak perusahaan Bank Indonesia dengan kepemilikan 100% saham. UU BI melarang bank sentral memiliki anak usaha.

Laba Medco Bakal Tembus US$ 300 Juta di 2008


Jakarta - Perolehan laba PT Medco Energy Tbk (MEDC) dipastikan bakal melewati US$ 300 juta, terutama dikontribusikan oleh masuknya sebagian hasil penjualan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX).

"Laba tahun ini yang jelas akan sangat tinggi karena masuknya sebagian hasil penjualan Apexindo pada Oktober nanti," ujar Direktur Keuangan MEDC, Cyrill Noerhadi usai RUPSLB di Graha Niaga, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (7/8/2008).

Penjualan 1.287.045.106 saham APEX milik MEDC di harga Rp 2.450 per saham ditaksir mencapai US$ 340,9 juta. Mekanisme pembayaran PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) selaku pembeli APEX dilakukan dalam dua cara. Pertama, secara tunai sebesar US$ 272,7 juta. Sisanya dibayarkan dengan obligasi berjaminan 1 tahun senilai US$ 68,2 juta.

Pada semester I lalu, MEDC membukukan laba bersih sebesar US$ 62 juta. Sebagaimana dikatakan Cyrill, seluruh dana penjualan APEX akan dimasukkan dalam saldo laba perseroan di tahun 2008. Dengan asumsi tersebut, perolehan laba MEDC tanpa memperhitungkan laba semester dua mendatang, minimal akan sebesar US$ 334,7 juta.

Tahun 2007 lalu, perolehan laba MEDC hanya sebesar US$ 6,5 juta. Dengan perkiraan minimal tahun ini MEDC akan membukukan laba sebesar US$ 334,7 juta, maka pertumbuhan laba year on year MEDC dipastikan akan mencapai 5.000% lebih.

"Kami menyebutnya one time profit," ujar Cyrill.

Mengenai tingginya perolehan laba bersih MEDC tahun ini, perseroan menyatakan belum bisa memastikan agenda pembagian dividen tahun 2008.

"Masalah pembagian dividen kan tergantung pemegang saham. Jadi kami tidak bisa memastikannya," jelas Direktur Utama MEDC, Darmoyo Doyoatmojo.

Perumnas dapat kredit Rp23 miliar dari BRI


JAKARTA: Perum Perumnas mendapatkan kredit investasi dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar Rp23 miliar untuk pembangunan proyek perumahan di Lampung dan Sumatera Barat.

Direktur Pemasaran Perumnas Teddy Robinson Siahaan mengatakan fasilitas kredit trsebut telah ditandatangani pada akhir bulan lalu bersama dengan sejumlah BUMN yang mendapatkan fasilitas kredit serupa.

“Kami akan memakai kredit dari BRI itu untuk investasi pembangunan proyek rusunami di Lampung dan Sumatera Barat,” ujarnya di Jakarta, hari ini.

Dia menjelaskan beberapa proyek rusunami yang dikerjakan Perumnas saat ini penyerahan kunci, seperti rusunami di Kemayoran, Jakarta Pusat. “Rencananya pada 8 Agustus [besok] kami mulai penyerahan kunci,” paparnya.

Menurut dia, saat ini sebanyak 7.500 orang telah menyatakan minat untuk membeli dari total unit yang disediakan sebesar 8.900 unit.

Perumnas saat ini menangani perumahan kelas menangah ke bawah yang tersebar di penjuru DKI Jakarta, seperti Rusunami City Garden di Jakarta Barat, Pesona Metropolitan di Bekasi, Sentra Timur Residence di Jakarta Timur.

Bank Mandiri gaet Atma Jaya bidik mahasiswa


JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk jalin kerja sama dengan Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya Jakarta untuk pemberian fasilitas perbankan dan penerimaan pembayaran dengan menggunakan Mandiri Virtual Account.

Mandiri Virtual Account adalah 16 digit nomor rekening virtual yang bersifat customized dipersiapkan oleh Bank Mandiri untuk kebutuhan transaksi penerimaan Unika Atma Jaya.

Rekening ini dimiliki dan diadministrasikan oleh Bank Mandiri dan dapat diberikan kepada mahasiswa� terkait untuk melakukan pembayaran.

Direktur Bank Mandiri Budi G. Sadikin mengatakan dengan layanan� Mandiri Virtual Account bank pelat merah itu akan menerima pembayaran biaya pendidikan seluruh mahasiswa Unika Atma Jaya Jakarta yang dapat dilakukan di seluruh cabang maupun eChannel (ATM, Internet dan SMS).

“Sebagai generasi penerus bangsa, sudah selayaknya para mahasiswa, khususnya di Unika Atma Jaya Jakarta ini mendapatkan fasilitas perbankan untuk mempermudah administrasi,” ujarnya di Jakarta, hari ini.

Inco targetkan produksi 79.000 ton


JAKARTA (Bisnis.com): PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) menargetkan produksi 2008 sebesar 79.000 metrik ton.

Namun pada semester I 2008 perseroan mengalami kehilangan produksi sebanyak 1.800 metrik ton karena kerusakan pada salah satu tanur listrik.

Presdir Inco Arif Siregar dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia hari ini, rendahnya produksi pada triwulan kedua 2008 disebabkan penundaan jadwal pemeliharaan peralatan� dari triwulan pertama ke triwulan kedua 2008. Selain itu perbaikan peralatan yang tidak dijadwalkan sebelumnya.

Produksi nikel dalam matte pada semester pertama 2008 turun 4,9% menjadi 37.151 metrik ton dari 39.052 metrik ton pada semester I tahun lalu.

Penurunan produksi ini langsung menggerus penjualan perseroan dalam enam bulan pertama 2008 turun 37,3% menjadi US$819,2 juta dari US$1,3057 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih juga anjlok 58,2% menjadi US$295,6 juta atau US$0,030 per saham dari US$707 juta atau US$0,071 per saham pada semester pertama 2007.

Harga realisasi rata-rata nikel dalam matte perseroan adalah US$22.477 per metrik ton pada triwulan kedua 2008, dibandingkan dengan US$38.926 per metrik ton pada periode yang sama tahun lalu. Harga realisasi rata-rata nikel dalam matte turun 37,4% menjadi US$21.860 per metrik ton dari US$34.919 per metrik ton.

Kredit konsumen BRI capai Rp8 triliun


JAKARTA: Realisasi kredit konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk telah mencapai Rp8 triliun hingga Juli 2008 yang ditopang oleh permintaan kredit perumahan rakyat (KPR) sebesar Rp3 triliun.

Direktur Konsumer BRI Toni Soetirto mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan kredit konsumer sebesar Rp9 triliun. “Berarti target kredit kami di sektor konsumer, khususnya perumahan, tinggal Rp1 triliun,” ujarnya di Jakarta hari ini.

Menurut dia, yang terhitung dalam kredit konsumer terdiri dari kredit multi guna (KMG) dan kredit kendaraan bermotor (KKB), meskipun kredit dana pensiun dan kartu kredit masuk dalam klasifikasi tersebut.

Berdasarkan data BRI per Juni 2008, realisasi kredit konsumer untuk KPR sebesar Rp2,3 triliun dari target tahun iini Rp4,8 triliun, KKB sebesar Rp345 miliar dari target Rp1,97 triliun dan KMG sebesar Rp96 miliar dari target Rp96 miliar.

Rasio kredit bermasalah (NPL) pada sektor ini nilainya mencapai Rp359 miliar, sedangkan batas maksimal NPL sebesar Rp575 miliar hingga akhir tahun.

Harga Minyak Menuju 100 Dolar AS per Barel


Jakarta (ANTARA News) - Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman memperkirakan, harga minyak mentah dunia akan menuju level 100 dolar AS per barel dalam waktu dekat.

"Harga minyak yang turun sekarang ini terutama disebabkan menurunnya permintaan, sementara pasokan tetap normal," katanya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, harga minyak akan bergerak dalam kisaran 100 dolar AS per barel sampai 120 dolar AS per barel.

Penurunan harga, lanjut Maizar, juga disebabkan pasar tidak lagi terlalu merespon ketegangan antara Iran dan negara Barat.

Akibatnya, spekulan beramai-ramai melepas stok minyaknya.

Harga minyak dunia terus merosot setelah sempat menyentuh 147 dolar AS per barel pada 11 Juli lalu.

Saat ini, harga minyak sudah berada di bawah 120 dolar AS per barel. Presiden OPEC Chakib Khelil bahkan memperkirakan harga minyak akan mencapai 70-80 dolar AS per barel.

Kredit Perumahan Bank Mandiri Capai Rp 10,90 Triliun


JAKARTA, investorindonesia.com
Portfolio Mortgage Loan (portofolio kredit perumahan) PT Bank Mandiri per posisi 30 Juni 2008 telah mencapai Rp 10,90 triliun atau naik 23,61% dibanding pada posisi 30 Desember 2007 senilai Rp 8,82 triliun.

Demikian dikatakan Direktur Utama PT Bank Mandiri Agus Martowardojo, Kamis, dalam siaran persnya.

Untuk terus meningkatkan KPA ini, Bank Mandiri telah melakukan beberapa kerjasama, di antaranya dengan Grup Lippo.

Kerjasama Bank Mandiri dengan Grup Lippo ini adalah kerjasama pembiayaan pembelian Apartemen melalui Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) Mandiri kepada para pembeli unit apartemen The St Moritz Penthouses & Residences.

Kerjasama ini telah ditandatangani oleh Agus Marto bersama CEO The St Moritz Penthouses & Residences, Michael Riady.

Sebagai tindak lanjut dari kerjasama ini kedua pihak akan melanjutkannya dengan kerjasama pemasaran dan promosi yang lebih komprehensif dan menarik dengan memanfaatkan kekuatan bisnis masing-masing pihak.

The St Moritz Penthouses & Residences merupakan salah satu proyek Superblok dari Lippo Group yang terletak di Central Business District (CBD) Jakarta Barat-Puri Indah dan berada di antara Jakarta Outer Ring Road (JORR) Kapuk-TB Simatupang dan Tol Kebon Jeruk -Tomang.

Dalam proyek ini, Lippo Group bekerjasama dengan Bank Mandiri memberikan paket KPA dengan suku bunga tetap 6,75% selama 6 bulan. Sebelumnya Bank Mandiri telah menjalin kerjasama pembiayaan KPA berbagai proyek properti Lippo Group.

"Proyek senilai Rp 11 triliun ini, merupakan salah satu pengembangan properti tunggal terbesar di Indonesia. Konsep kemewahan yang terintegrasi akan menjamin kesuksesannya dan menjadikannya sebagai investasi yang tepat bagi para investor dan pemilik rumah," kata Michael Riady.

The St Moritz akan diresmikan pada kuartal ketiga 2008 dan saat ini dalam tahap pembangunan berlantai 6 (enam) yang nantinya setelah penjualan selesai akan dialih fungsikan sebagai Siloam Hospital.

Michael memperkirakan pada 2012 keseluruhan proyek telah selesai dibangun.

Mandiri Naikkan Suku Bunga Kredit Jadi 13%


JAKARTA - Bank Mandiri mengaku sudah menaikkan suku bunga kreditnya. Hal ini terkait dengan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate).

"Bahkan kita sudah menaikkannya sebelum ada pengumuman BI rate menuju sembilan persen kemarin," ungkap Direktur Mikro and Retail Banking Mandiri Budi Gunadi Sadikin usai acara perjanjian kerja sama pemberian fasilitas layanan perbankan dengan Universitas Atmajaya, di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (7/8/2008).

Saat ini suku bunga kredit Mandiri menjadi 13 persen, naik dari kisaran 12-12,5 persen. Namun kenaikan tersebut diyakini tidak akan berdampak besar terhadap peningkatan nonperforming loan (NPL). Karena secara umum, kenaikannya tidak akan terlalu membebani biaya kredit.

"Kalau asumsi kenaikannya sekira satu persen dan pinjamannya sebesar Rp100 juta saja, berarti debitur hanya akan dikenakan tambahan biaya sebesar Rp80 ribu per bulan," sambungnya.

Sehingga Mandiri tidak terlalu khawatir akan melambungnya tingkat NPL, saat ini saja NPL Mandiri hanya sekira 3,8 persen (gross).

Energi akuisisi tiga aset migas US$200 juta


JAKARTA: PT Energi Mega Persada Tbk membutuhkan dana US$100 juta-US$200 juta atau setara dengan Rp910 miliar-Rp1,82 triliun untuk mengakuisisi dua hingga tiga aset migas baru.

Kebutuhan pembiayaan akuisisi aset itu terungkap dalam riset CIMB-GK Securities sebagai respons dari non-deal roadshow Energi Mega ke Inggris pada 28 Juli-31 Juli 2008. Energi, yang dibantu oleh CIMB-GK, menemui 22 manajer investasi.

Vice President Capital Markets Energi Mega Herwin Hidayat mengatakan perseroan sedang memfinalisasi proses akuisisi satu-tiga aset migas baru di Indonesia.

"Saya tidak bisa menyebutkan nama asetnya atau harga akuisisinya. Namun, saya bisa menyebutkan aset ini mempunyai sumber daya total sebanyak 100-200 mmboe [juta barel setara minyak]. Satu aset sudah di depan mata, sedangkan dua lagi masih negosiasi harga," tuturnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Dia mengharapkan proses akuisisi tuntas pada akhir kuartal III/2008 atau awal kuartal IV/2008.

Menurut dia, akuisisi aset ini akan menjadi sebagian dari rencana akuisisi berkelanjutan dalam rangka meningkatkan produksi migas.

Energi Mega berencana mengakuisisi sejumlah aset migas pada tahun ini untuk menggenjot kapasitas produksinya 30%.

Analis CIMB-GK Securities Itphong Saengtubtim, dalam risetnya pada 5 Agustus, mengatakan kebutuhan dana akuisisi itu mencerminkan asumsi biaya akuisisi sebesar US$1 per barel setara minyak.

Aset baru ini dapat menambah cadangan terbukti dan tereka (proven & probable/2P) perseroan hingga sebanyak 100 juta-200 juta barel setara minyak dari posisi saat ini sebanyak 362 mmboe.

"Energi Mega bisa menggaet mitra baru untuk berinvestasi dan mengembangkan aset baru, sebagaimana dilakukannya dengan KPC PSC pada 4 Agustus 2007. Dengan kerja sama semacam ini, beban keuangan perseroan secara signifikan berkurang," ujarnya dalam riset itu.

Kekhawatiran

Saengtubtim memaparkan adanya kekhawatiran dari manajer investasi. Mereka khawatir terhadap penawaran umum terbatas (rights issue) dalam rangka pelunasan utang bernilai total US$275 juta. Dengan utang sebesar itu, rasio utang terhadap ekuitas perseroan sebesar 1,0 kali.

Pemodal juga khawatir terhadap kemungkinan penundaan produksi dari aset yang ada, khususnya gas di Kangean yang dijadwalkan beroperasi pada semester I 2010.

Penundaan, kata Herwin, tidak akan terjadi karena saat ini perseroan mempunyai teknologi yang bagus atas bantuan dari Mitsubishi, yang menjadi mitra di Kangean.

Kangean merupakan salah satu aset terpenting untuk Energi Mega dan Indonesia karena besarnya volume produksi gas yang mencapai 300 juta kaki kubik per hari.

Sejauh ini, konstruksi berjalan sesuai dengan jadwal. Bahkan, pipa utama yang menghubungkan gas ke pelanggan akhir telah beroperasi dalam beberapa tahun dengan kapasitas 600 juta kaki kubik per hari.

Dia juga menegaskan perseroan tidak berencana untuk rights issue.

Harga saham berkode ENRG ini kemarin ditutup turun Rp10 menjadi Rp780 per saham. Sejak posisi tertinggi Rp1.380 pada 30 Januari 2008, harga saham Energi telah merosot 43,47%.

Laba Lautan Luas meroket 739%


JAKARTA: PT Lautan Luas Tbk membukukan lonjakan laba bersih 739% menjadi Rp168,18 miliar pada semester I/2008 dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu hanya Rp20,05 miliar.

Dalam siaran pers dari Lautan Luas disebutkan pendapatan perusahaan itu tumbuh 62% dari Rp1,34 triliun pada semester I tahun lalu menjadi Rp2,17 triliun pada semester I tahun ini.

Pertumbuhan kinerja Lautan Luas itu disebabkan oleh efisiensi yang berkelanjutan dan kinerja penjualan yang kuat seiring dengan sumbangan yang lebih besar dari bisnis manufaktur.

Minyak stabil di US$118,73 per barel


DALLAS (Bloomberg): Harga minyak mentah bergerak tipis setelah melemah kemarin karena satu laporan menunjukkan kenaikan tak terduga pada pasok minyak AS, dolar menyentuh tertinggi tujuh pekan, dan spekulasi pelambatan ekonomi global bakal memangkas permintaan bahan bakar.

Pasok minyak mentah naik 1,61 juta barel pekan lalu, ungkap Departemen Energi AS. Pasok sebelumnya diperkirakan anjlok 200.000 barel, kata para analis dalam survei Bloomberg. Penggunaan bahan bakar minyak 2,6% lebih rendah selama empat pekan yang berakhir 1 Agustus dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Harga minyak mentah di New York tertekan menjadi US$117,11 per barel kemarin, atau 20% di bawah rekor yang menyentuh US$147,27 per barel pada 11 Juli.

Minyak mentah untuk pengiriman September menguat 15 sen atau 0,1% menjadi US$118,73 per barel pada pkl. 9:24 waktu Sydney di New York Mercantile Exchange. Kemarin harga minyak turun 59 sen atau 0,5% ke US$118,58 per barel di New York, penutupan terendah sejak 2 Mei.

Harga minyak mentah brent untuk pengiriman September tertekan 70 sen atau 0,6% menjadi US$117 per barel di London's ICE Futures Europe kemarin. Sebelumnya, brent sempat menyentuh US$115,60 per barel, atau 22% di bawah rekor harga tertingginya yang mencapai US$147,50.

Semester I-2008 Laba Inco Terpangkas 58%


Jakarta - Laba PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) terpangkas hingga separuhnya pada paruh pertama 2008 karena anjloknya penjualan perusahaan tambang nikel itu.

Pada paruh pertama tahun 2008, laba bersih Inco hanya sebesar Rp 295,608 atau merosot 58,27% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 707,008 miliar.

Sedangkan penjualan yang dibukukan selama semester I-2008 sebesar Rp 819,157 miliar atau turun 37,24% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,305 triliun.

Laba usaha yang dicatatkan Inco ikut turun 57,48% menjadi Rp 412,656 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 969,461 miliar.

Inco mencatat total aset hingga Juni 2008 sebesar Rp 1,887 triliun yang turun 22% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,440 triliun.

Harga Minyak Kembali Merosot


London - Harga minyak mentah dunia kembali merosot tajam di bawah US$ 120 per barel untuk pertama kalinya dalam 3 bulan. Melambatnya perekonomian dunia kembali memunculkan perdebatan tentang seberapa besar permintaan minyak dunia.

Pada perdagangan Selasa (5/8/2008), kontrak utama minyak jenis light ditutup merosot 2,24 dolar ke level US$ 119,17 per barel. Kontrak ini sudah merosot hampir 20% dari level tertingginya di US4 147 per barel yang direngkuh pada 11 Juli lalu.

Sementara minyak jenis Brent pengiriman September juga merosot hingga 2,98 dolar ke level US$ 117,70 per barel. Pada Senin kemarin, kontrak ini untuk pertama kalinya juga merosot hingga US$ 119 per barel setelah Departemen Perdagangan AS mengeluarkan data yang menunjukkan melemahnya belanja konsumen AS.

"Harga minyak hari ini semakin terpukul oleh makin banyaknya tanda-tanda yang menunjukkan bahwa permintaan akan turun," ujar Phil Flynn, analis dari Alaron Trading seperti dikutip dari AFP, Rabu (6/8/2008).

Tanda-tanda melemahnya perekonomian termasuk AS sebelumnya telah dilontarkan oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang selanjutnya memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga kuncinya di level 2%.

AS merupakan negara konsumen minyak terbesar. Setiap data yang dirilis selalu menjadi faktor penentu pergerakan harga minyak. Dengan proyeksi melambatnya perekonomian AS ini, maka diperkirakan tingkat permintaan terus berkurang.

BCA siapkan kredit baru hingga Rp15 triliun


JAKARTA: PT Bank Central Asia (BCA) Tbk memasang target peningkatan kredit pada semester kedua tahun ini sebesar Rp10 triliun-Rp15 triliun dengan mengoptimalkan realisasi pembiayaan pada sektor produktif.

Wadirut BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan kinerja kredit pada semester kedua tahun ini kemungkinan akan sedikit direm dan tidak segencar ekspansi paruh pertama 2008. Pasalnya bank publik ini menargetkan pertumbuhan kredit sebesar Rp25 triliun tahun ini.

"Sepanjang enam bulan pertama 2008 kredit kami tumbuh Rp13 triliun. Jadi, untuk mencapai target Rp25 triliun kami memerlukan sekitar Rp12 triliun lagi," ujarnya di Jakarta, Senin.

Kinerja kredit BCA pada semester pertama tahun ini tumbuh menjadi Rp95,6 triliun dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp48,3 triliun. Apabila dibandingkan dengan outstanding kredit akhir tahun lalu bertumbuh Rp13 triliun.

Pertumbuhan kredit itu, ditopang portofolio korporasi sebesar Rp40,9 triliun yang didukung dengan meningkatnya permintaan pembiayaan di sektor telekomunikasi, perkebunan, pertanian dan pertambangan.

Adapun kredit konsumsi tumbuh sebesar 55,9% menjadi Rp17,3 triliun, seperti kredit pemilikan rumah sebesar Rp9,4 triliun dan kredit kendaraan bermotor sebesar Rp5,8 triliun.

Jahja menyampaikan untuk menggenjot pertumbuhan kredit semester kedua pihaknya masih akan menyasar sektor korporasi, seperti pertambangan, perkebunan dan power plant. "Terutama dari situ kami akan menggenjot kredit," ujarnya.

Sektor konsumsi

Menurut dia, kredit konsumer pada semester kedua akan mengalami pelemahan pertumbuhan, terutama sektor kredit kendaraan bermotor, perumahan dan konsumsi. "Permintaan kredit konsumer sepertinya akan melemah karena tekanan inflasi dan lending rate yang naik," paparnya.

Sebelumnya, BCA juga telah menaikkan bunga kredit sebesar 1%-1,5% setelah bunga dana jangka menengah dan panjang rata-rata naik menjadi 1%-2% per bulan.

Bank tersebut pada semester pertama 2008 membukukan laba bersih sebesar Rp2,43 triliun meningkat 11,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp2,17 triliun. Peningkatan laba didorong naiknya pendapatan bunga sebesar 14,5% menjadi Rp5,4 triliun dan pertumbuhan kredit sebesar 49,5%.

Hingga Juni 2008, aset perseroan tumbuh sebesar 20,6% menjadi Rp222,3 triliun, juga dana pihak ketiga tumbuh sebesar 19,3% menjadi Rp190,5 triliun menyusul naiknya tabungan dan giro.

BCA merupakan bank dengan aset terbesar kedua di Indonesia setelah PT Bank Mandiri� Tbk. Bank berkode perdagangan BBCA ini dikendalikan oleh Kelompok Usaha Djarum.

CIMB Niaga perbesar kredit sektor telekomunikasi


JAKARTA: Portofolio kredit sektor telekomunikasi PT Bank CIMB Niaga Tbk masih relatif kecil, yakni hanya di kisaran 1% dibandingkan dengan total pembiayaan. Portofolio kredit bank milik Khazanah Holding Berhard itu meningkat 2% hingga 3%.

Corporate & Business Banking Director Bank CIMB Niaga Chaterine Hadiman menargetkan portofolio kredit telekomunikasi pada tahun ini mencapai Rp700 miliar-Rp800 miliar pada tahun ini.

"Portofolio kredit telekomunikasi kami di kisaran 1% dari total kredit Rp45 triliun. Oleh sebab itu, tahun ini kami targetkan menjadi 2%-3% atau sekitar Rp 700 miliar hingga Rp800 miliar," paparnya di Jakarta, Senin.

Chaterine menyampaikan, meskipun kredit telekomunikasi saat ini sangat kecil, pihaknya optimistis bisa meningkatkan portofolio di sektor itu. Pasalnya tahun ini telekomunikasi masih memiliki pasar yang besar, sehingga menjadi sasaran kredit CIMB Niaga selain sektor agrikultur dan pertambangan.

Guna meningkatkan kredit di sektor telekomunikasi, lanjutnya, pihak manajemen telah menggandeng sejumlah operator telepon seluler, seperti PT Exelcomindo Pratama, PT HM Sampoerna Telecom, PT Telkomsel, PT Telkom dan PT Indosat yang baru saja ditandatangani dua hari lalu.

Dia menjelaskan kerja sama dengan sejumlah operator telepon seluler itu meliputi pengembangan produk, pembiayaan kontraktor pembangunan base tranceiver station (BTS) dan� juga kredit bagi pemasok.

"Kami tidak hanya melakukan pembiayaan kepada perusahaan besar atau operator saja, tetapi juga perusahaan kecil menengah, seperti kontraktor dan supplier," paparnya.

Sinergi

Di samping membiayai kredit ritel dan kontraktor telepon seluler, lanjutnya, CIMB Niaga juga membidik kredit korporasi yang pembiayaannya akan disinergikan dengan pemilik perusahaan, CIMB Group, anak perusahaan Khazanah Holding.

"Seperti halnya proyek-proyek yang lain, yakni power plant dan perkapalan, disinergikan dengan grup, begitu juga dengan telekomunikasi apabila ada sindikasi atau kredit bernilai besar, kami akan kerja sama dengan CIMB Group," paparnya.

CIMB Niaga pada semester pertama tahun ini membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp428 miliar, naik sekitar 5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp406 miIiar.

Pendapatan bunga bersih pada semester I/2008 mencapai Rp 1,4 triliun atau meningkat 9% dari posisi yang sama tahun sebelumnya. Total aset CIMB Niaga mencapai Rp 59,2 triliun, meningkat 35% dibandingkan dengan periode yang