Bakrie & Brothers kurangi utang MSN Rp1,5 triliun

JAKARTA: Induk usaha Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk akan kembali mengurangi utang perseroan hingga akhir tahun ini sebesar Rp1,5 triliun dari kewajiban MSN yang tersisa dengan mekanisme penjaminan aset.

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers (BNBR) Eddy Soeparno mengatakan total medium structure notes (MSN) yang tersisa saat ini mencapai Rp2,2 triliun. Perseroan tengah bernegosiasi untuk mengurangi utang tersebut sehingga sampai dengan akhir tahun total hutang berkurang menjadi Rp4 triliun dari akhir tahun lalu mencapai Rp13 triliun.

“Utang kami setelah transaksi dengan Borneo nanti kami perkirakan Rp5,5 triliun, tetapi masih bisa berkurang lagi hingga akhir tahun ini menjadi Rp4 triliun mengingat kami dalam negosiasi utang lagi dari MSN,” katanya dalam paparan publik di Jakarta, hari ini.

Eddy mengatakan skema yang dipakai ialah melalui debt to asset settlement di mana perseroan menjaminkan kepemilikan saham di anak usaha.

Proses MSN ini, katanya, merunut pada akhir tahun lalu ketika perseroan menyerahkan sejumlah saham di anak usaha yakni PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT PT Energy Megah Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie Land Development Tbk (ELTY), dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) kepada satu pihak.

“Kami sudah serahkan sudah serahkan saham-saham tersebut pada akhir tahun lalu. Dengan begitu, saham Bakrie Brothers pada masing-masing perusahaan terbuka per Juni 2011 sudah merefleksikan kepemilikan setelah transaksi,” kata Eddy.

Hingga saat ini saham BNBR di UNSP tersisa 28,92%, di BTEL 45,05%, di ELTY 8,14%, dan ENRG sebesar 8,75%.

Elnusa jual lagi saham hasil buyback

JAKARTA: Emiten jasa hulu migas terintegrasi, PT Elnusa Tbk, akan menjual seluruh saham hasil pembelian kembali sebanyak 99,738 juta saham melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

PT Mandiri Sekuritas ditunjuk untuk melakukan penjualan saham tersebut. Pada perdagangan akhir pekan lalu, saham emiten berkode saham ELSA ini ditutup pada harga Rp235 naik 4,44% atau 10 poin dari penutupan hari sebelumnya.


Per 30 September 2011, pemilik saham ELSA adalah PT Pertamina (Persero) sebesar 41,67% dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) sebesar 37,67%, Lucy Sycilia 0,01%, dan publik 21,75%.

Direktur Utama Elnusa Elia Massa mengatakan perseroan sudah membeli kembali saham perseroan (buyback) dari 13 Oktober  2008--l2 Januari  2009 sejumlah 99.738.000 saham sesuai dengan rujukan surat 2l Januari 2009 kepada Bapepam-LK.

“Kami bermaksud menjual saham  hasil buyback melalui  Bursa Efek lndonesia. Kami akan menjualn seluruh saham hasil pembelian kembali atau 99.738.000 saham dan menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai anggota bursa yang  akan melakukan penjualan tersebut,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, akhir pekan lalu.

Elia mengatakan waktu pelaksanaan penjualan saham hasil buyback akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No.XI.B.2 terhitung mulai l4 hari setelah terbitnya surat keterbukaan tersebut.

Medco lanjutkan proyek di Libya

JAKARTA: PT Medco Energi Internasional Tbk akan melanjutkan proyek di Area 47, Libya. Perseroan telah menyelesaikan tahap eksplorasi di blok tersebut dan segera membangun infrastruktur produksi yang diperkirakan memakan waktu 3 tahun.

“Total investasinya mencapai US$800 juta, tetapi kami tidak menanggung semua,” ujar Direktur Utama Medco Energi Lukman Mahfoeds dalam pemaparan publik hari ini.

Menurutnya, separuh dari investasi tersebut dibiayai oleh perusahaan minyak nasional (National Oil Company/NOC) negara tersebut. Adapun sisanya dibiayai oleh kontraktor yakni Medco dan Libya Investment Authority.

Lukman menambahkan pihaknya hanya menginvestasikan US$200 juta untuk proyek tersebut yang akan dibiayai oleh belanja modal selama 3 tahun. “Area 47 ditargetkan mulai menghasilkan pada awal 2015 dengan laju produksi 50.000 barel per hari,” jelasnya.

Adapun produksi minyak dan gas yang ditargetkan rata-rata mencapai 57.000 barrel per hari dari tiap blok. Perseroan juga menargetkan akan mengebor 29 sumur di Indonesia dan sekitar 60 sumur di luar negeri seperti Amerika Serikat, Oman, dan Libya.

Pertamina-Medco realisasikan sumur Lapangan Tiaka

SURABAYA: Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB PMTS) menargetkan pada 2012-2013 merealisasikan pengeboran di tiga-lima sumur di Lapangan Tiaka yang masuk blok migas Senoro-Toili.

Dengan begitu, produksi migasnya diramalkan naik 130% dari 1.500-1.600 barrel of day (BOD) jadi 3.600-3.700 BOD pada 2013.

Guna merealisasikan target itu, JOB PMTS yang dibentuk oleh PT Pertamina Hulu Energi dan PT Medco E&P melakukan penandatangan dua kontrak fasilitas pengeboran senilai total US$68,05 juta.

Dua unit kotrak terdiri atas kontrak pemboran terintegrasi dengan PT Asia Petrocom Services senilai US$60,35 juta dan survei seismek 3D  dengan PT Elnusa senilai US$7,7 juta yang diteken di Surabaya pada Jumat malam,(16 Desember).

General Affairs Manager JOB PMTS, Chandra Bima A mengatakan dua kontrak strategis itu diteken guna merealisasikan target produksi yang naik menjadi kisaran 3.600-3.700 barel per hari.

"Produksi blok migas Senori-Toili yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah itu kini mencapai kisaran 1.500-1.600 BOD [barrel of day/barel per hari], dengan dua kontrak itu maka diharapkan target produksi itu [3.600-3.700 BOD] bisa tercapai," kata Chandra.

General Manager JOB PMTS Indra Prasetya menegaskan upaya peningkatan produksi melalui dua kontrak strategis itu diharapkan bisa mendukung program pemerintah untuk menaikkan produksi migas nasional.

"JOB PMTS telah sepakat dengan PT Asia Petrocom Services guna meneken kontrak IPM [integrated project management] untuk lima sumur baru di lapangan Tiaka dengan nilai US$60,35 juta atau setara Rp548,58 miliar," kata Indra seusai penandatanganan kontrak.

Indra menegaskan kini produksi blok Senori-Toili berkisar 1.500-1.600 barel per hari dari hasil produksi enam sumur yang aktif.

"Potensi minyak per sumur ditaksir sebesar 700 barrel per hari, bila ada tambahan tiga sumur baru saja maka diharapkan awal 2013 produksi di lapangan Tiaka bisa mencapai 3.600 barrel hingga 3.700 barrel per hari."

Indra menerangkan proses pengeboran akan dimulai pada Maret 2012 dan memakan waktu selama tiga bulan.

"Perkiraannya, Juni 2012 sudah ada penambahan sebesar 700 barrel per hari untuk satu sumur, tiga bulan selanjutnya akan ada tambahan 700 barrel dan seterusnya sumur ke tiga akan beroperasi tiga bulan selanjutnya," ungkapnya.

Khusus untuk produksi gas, kata Indra, akan linier dengan mengikuti produksi minyak.

"Karena yang diutamakan manajemen JOB PMTS disini adalah minyak. Namun, diperkirakan per sumur produksi gas akan berada dikisaran 2-3 MMSCFD [Milion Metric Square Cubic Feed Day/ juta kaki kubik per hari]."

Indra menerangkan tambahan  produksi gas itu maka produk akan mencapai sekitar 10 MMSCFD dari posisi saat ini sekitar 5- 6 MMCSCFD.

JOB PMTS, kata Indra merupakan badan operasi bersama dengan pemegang partisipasing interest PT Pertamina Hulu Energi dan PT Medco E&P Indonesia dalam mengelola blok migas Senori.

"Blok ini telah dikelola sejak 1999 dengan jangka waktu kontrak karya selama 30 tahun. Artinya hingga kini telah memasuki masa setengah waktu kontrak."

Kontrak seismik
Khusus untuk kontrak survei seismik 3D senilai US$7,7 juta atau setara Rp69,99 miliar itu mencakup survei untuk luas lapangan 128 km2 di lapangan gas Senori dengan fasilitas on shore.

"Survei seismik itu juga diberlakukan di off shore [fasilitas wilayah perairan] dengan harapan mendapatkan data akurat bagi rencana pengembangan pengeboran sejumlah sumur baru. Rencana untuk eksplorasi sumur baru itu dilakukan pada 2013 mendatang," ujar Indra.

Disisi lain, Direktur PT Asia Petracom Services Eddy mengatakan pihaknya sangat merasa gembira dengan ditekennya kontrak fasilitas rig pengeboran atau pengeboran terintegrasi tersebut.

"Manajemen Asia Petracom services merasa senang karena nilai kontraknya sangat besar sekali, bahkan dengan dukungan pendanaan dari manajemen Bank BNI maka proyek itu diyakini akan dilaksanakan secara maksimal," ungkap Eddy pada kesempatan sama.

Copyright © 2008 - Informasi Saham - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template