Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dalam waktu dekat akan menandatangani kontrak pembiayaan proyek 10.000 megawatt di Lampung senilai Rp 2,7 triliun.
Demikian dikatakan Direktur Hubungan Kelembagaan BRI, Asmawi Syam usai acara Grand Launching BRI Syariah di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu malam (01/07/2009).
"Setelah dengan Telkom, kemudian semen Tonasa sebesar Rp 1 trilun, BRI dalam waktu
dekat akan signing dengan PLN untuk pembiayaan proyek 10.000 megawat di Tarahan
Lampung Selatan," ujarnya.
Asmawi mengatakan, proyek pembiayaan dengan PLN ini merupakan komitmen baru pemberian kredit korporasi BRI. BRI juga memiliki komitmen baru kredit korporasi dengan Pertamina.
"Kita akan kucurkan pembiayaan untuk operational expenditure (opex) Pertamina sebesar Rp 1,5 triliun dan itu sudah komit," tuturnya.
Pembiayaan untuk opex Pertamina ini merupakan program 'club deal' dengan beberapa
bank-bank lain. "Namun bukan merupakan proyek sindikasi, namun tetap sendiri-sendiri," jelas Asmawi.
Ditempat yang sama, Direktur Korporasi BRI, sudaryanto sudargo mengatakan, sampai Juni 2009 pertumbuhan kredit korporasi BRI cukup baik.
"Sampai Juni 2009 pertumbuhan kredit korporasi sudah mencapai 24 persen," tuturnya.
Ia menambahkan, memang mayoritas pengucuran kredit-kredit baru umumnya kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Demikian dikatakan Direktur Hubungan Kelembagaan BRI, Asmawi Syam usai acara Grand Launching BRI Syariah di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu malam (01/07/2009).
"Setelah dengan Telkom, kemudian semen Tonasa sebesar Rp 1 trilun, BRI dalam waktu
dekat akan signing dengan PLN untuk pembiayaan proyek 10.000 megawat di Tarahan
Lampung Selatan," ujarnya.
Asmawi mengatakan, proyek pembiayaan dengan PLN ini merupakan komitmen baru pemberian kredit korporasi BRI. BRI juga memiliki komitmen baru kredit korporasi dengan Pertamina.
"Kita akan kucurkan pembiayaan untuk operational expenditure (opex) Pertamina sebesar Rp 1,5 triliun dan itu sudah komit," tuturnya.
Pembiayaan untuk opex Pertamina ini merupakan program 'club deal' dengan beberapa
bank-bank lain. "Namun bukan merupakan proyek sindikasi, namun tetap sendiri-sendiri," jelas Asmawi.
Ditempat yang sama, Direktur Korporasi BRI, sudaryanto sudargo mengatakan, sampai Juni 2009 pertumbuhan kredit korporasi BRI cukup baik.
"Sampai Juni 2009 pertumbuhan kredit korporasi sudah mencapai 24 persen," tuturnya.
Ia menambahkan, memang mayoritas pengucuran kredit-kredit baru umumnya kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).